Limbah dan Pemanfaatannya

Limbah dan Pemanfaatannya

Limbah dan Pemanfaatannya

Limbah dan Pemanfaatannya
Limbah dan Pemanfaatannya

Apa itu limbah ?

Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan, dll. Kehadiran limbah pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis

Oleh sebab itu, masyarakat urang menaruh perhatian akan kedatangan limbah. Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa letak septic tank, cubluk (balong), dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air tanah,akan menyebabkan kualitas air menurun.

Dari 636 sampel, 285 titik sampel sumber air tanah telah tercemar bakteri coli. Secara kimiawi, 75 % dari smber tersebut tidak memenuh baku mutu air minum yang parameternya dinilai dari unsure nitrat, nitrit, besi, dan mangan. ( sumber : pengelolaan limbah industry – Prof. Tjandra Setiadi, Wikipedia )

Bentuk-Bentuk Limbah

Pada dasarnya limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industry maupun domestic (rumah tangga, yang lebih dikenal dengan sampah). Limbah merupakan buangan yang berbentuk cair, gas, dan padat. Limbah mengandung bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat member kehidupan bagi kuman-kumannpenyebab penyakit disentri, tipus, kolera, dsb.

Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negative terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Berikut ini adalah karakteristik limbah

  1. Karakteristik limbah

–           berukuran mikro ataupun makro

–           dinamis

–           berdampak luas ( penyebarannya )

–           berdampak generasi panjang ( antar generasi )

 

Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah

  • Volume limbah
  • Kandungan bahan pencemar
  • Frekuensi pembuangan limbah

Baca Juga : 

Perkembangan Nilai Budaya

Perkembangan Nilai Budaya

Perkembangan Nilai Budaya

Perkembangan Nilai Budaya
Perkembangan Nilai Budaya

Kebudayaan mengandung pengertian yang luas

Meliputi suatu perasaan bangsa yang kompleks. Kompleksitas perkembangan budaya meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, moral, adat istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainya yang di peroleh dari anggota masyarakat. Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan yang dimiliki secara bersama oleh warga suatu masyarakat. Pengetahuan yang telah diakui sebagai kebenaran sehingga fungsional sebagai pedoman. keseluruhannya digunakan secara selektif dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan atau persoalan yang dihadapi.

Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengcrtian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan.

 

Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities

Yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang ‘akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar. manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu The Humanities di samping tidak mehinggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Kendatipun demikian, Ilmu Budaya Dasar (atau Basic Humanities) sebagai satu matakuliah tidaklah identik dengan The Humanities (yang disalin ke dalam bahasa Indonesia menjadi: Pengetahuan Budaya).

 

Pengetahuan Budaya (The Humanities)

Dibatasi sebagai pe­ngetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana dikemukakan di atas, adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun dengan menggunakan masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya (The Humanities). Dengan poerkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasa! dari ber­bagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan

 

Salah satu dasar yang harus dikuasai

Mahasiswa sebelu membahas dan juga mempelajari materi tentangIBD maka ada materi yang harus dikuasai dan juga dipahami dengan baik. Salah satu materi tersebut adalah nilai budaya, penting diketahui karena dengan memahami nilai budaya ini maka kita akan dapat mengerti hakekat kebudayaan dan dan juga budaya manusia sehingga tetap dapat hidup dan membuat suatu kebudayaan baru.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/contoh-teks-ulasan/

Prinsip Pendidikan SD

Prinsip Pendidikan SD

Prinsip Pendidikan SD

Prinsip Pendidikan SD
Prinsip Pendidikan SD

Definisi pendidikan SD

  • Pendidikan adalah proses membantu peserta didik untuk mencapai tingkat perkembangan yang optimal dalam seluruh aspeknyasesuai dengan potensi yang dimiliki dan sistem nilai yang berlaku.
  • Pendidikan bukan proses memaksa, melainkan menciptakankondisi kondusitif.
  • Pendidikan di SD bukan hanya diorientasikan pada Kemampuanmembaca, menulis dan berhitung. Melainkan penyiapan intelektual,sosial, dan personal secara optimal.

 

Tujuan pendidikan SD

  • Memberi bekal kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung
  • Memberi pengetahuan dan keterampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa
  • Mempersiapkan untuk mengikuti pendidikan di SMP/MTs.

 

Fungsi pendidikan SD

Fungsi pendidikan di SD:

  • Pembentukan dan pengembangan dasar kepribadian anak
  • Penyiapan warga masyarakat dan warga negara yang baik
  • Menjadikan anak mengenal budaya Indonesia
  • Penyiapan kemampuan dasar untuk melanjutkan di SMP/MTs.

 

D.Prinsip-Prinsip Pendidikan SD

Membahas tentang prinsip pendidikan berarti membahas tentang aturan hukum, sikap atau bagaimana seharusnya pendidikan. Prinsip-prinsip pendidikan yang dikemukakan di bawh ini diambil dari perspektif pendidikan. Perspektif ini digunakan karena peserta didik atau siswa menjadi titik sentral dalam pendidikan. Perspektif di Negara kita masih kurang diperhatikan karena berbagai faktor, antara lain kebudayaan pendidikan kita memperlakukan anak.

Sayidiman (2000), mengemukakan pendapatnya bahwa inti dari budaya pendidikan di Era Indonesia Baru adalah terwujudnya pendidikan uanh menempatkan anak didik sebagai titik sentral. Sementara selama 32 tahun ini, yang menjadi titik sentral itu adalah pemerintah dengan segala peraturannya. Sekalipun seandainya yang menjadi titik sentral itu adalah guru sebagai pendidik langsung kepada siswa di sekolah, masih lumayan. Akan tetapi untuk masa depan hal ini pun masih kurang tepat, terlebih jika pemerintah yang menjadi titik sentral.

Sunaryo Kartadinata (1996), menjelaskan prinsip-prinsip perkembangan siswa SD dan kesepandanannya dengan prinsip-prinsip pendidikan SD

Prinsip-prinsip perkembangannya adalah berikut ini.:

  1. Perkembangan adalah proses yang tidak pernah berakhir, oleh karena itu pendidikan atau belajar merupakan proses sepanjang hayat.
  2. Setiap anak bersifat individual dan berkembang dalam percepatan individual. Walaupun guru memahami dan memegang patokan atau target tertentu, namun guru harus tetap memperhatikan keragaman siswa secara individual dalamaspek fisik, psikis, dan sosial.
  3. Semua aspek perkembangan saling berkaitan. Pendidikan jasmani harus menjadi wahana bagi perkembangan aspek lainnya, begitu pula proses pembelajaran bidang studi lainnya harus selalu dikaitkan dengan berbagai aspek perkembangan anak.
  4. Perkembangan itu terarah dan dapat diramalkan. Perkembangan individu memiliki sekuinsi tertentu dan dapat menjadi arah perkembangan. Secara umum perkembangan manusia itu adalah sebagai berikut.:
  5. Bergerak dari kepala ke kaki atau dari pusat ke bagaian.
  6. Bergerak dari struktur ke fungsi.
  7. Bergerak dari konkret ke abstrak.
  8. Bergerak dari egosentris ke perspektif menuju pemahaman.
  9. Bergerak dari heteronom ke otonom.
  10. Bergerak dari absolutisme ke relativisme.
  11. Bergerak spiral ke arah tujuan.

Dengan mengacu kepada aspek karakteristik serta prinsip perkembangan siswa SD yang dideskripsikan di atas maka dapat dikemukakan prinsip-prinsip pendidikan, terutama prinsip-prinsip pembelajaran di SD, yaitu proses pembelajaran di SD harus bersifat terpadu dengan perkembangan siswa, baik perkembangan fisik, kognitif, sosial, moral maupun emosional. Artinya pengembangan bahan ajar dan proses pembelajaran di SD harus mengacu dari prinsip ketercernaan bagi peserta didik. Dengan kata lain tugas ajar dan bahan ajar dilaksanakan sejalan dengan karakteristik perkembangan siswa, terutama di kelas-kelas awal.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/

Gubernur Ridwan Kamil Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas Jabar

Gubernur Ridwan Kamil Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas Jabar

Gubernur Ridwan Kamil Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas Jabar

 

Gubernur Ridwan Kamil Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas Jabar

BANDUNG

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar pertemuan dengan Kapolda Jabar, Pangdam III Siliwangi, Ketua MUI Jabar dan para tokoh agama, membahas terkait peristiwa pembakaran yang diduga bendera HTI, di Mapolda Jabar Kota Bandung, Selasa (23/10/18).

Usai pertemuan selama satu jam dan tertutup tersebut

Gubernur menyatakan kepada awak media bahwa, pihaknya menyesalkan atas kejadian pembakaran bendera yang terjadi pada 22 Oktober lalu. “Kita sangat menyesalkankan peristiwa tersebut,” kata Gubernur yang akrab disapa Emil.

Selanjutnya, sambil menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian, Emil meminta semua pihak untuk menahan diri baik masyarakat yang ada di Garut, Jawa Barat maupun Indonesia. Emil mengatakan, saat ini Polres Garut sudah berhasil mengamankan pelaku dan akan melakukan proses selanjutnya untuk melihat apakah ada aspek-aspek hukum pidana pada peristiwa itu.

“Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama kepolisian akan memberikan penjelasan lebih lanjut tapi perhari ini saya kira itu sudah dilaksanakan dengan baik oleh Polres Garut dengan arahan dari Polda Jabar,” katanya.

Pihaknya pun bersama MUI Jabar

MUI Kabupaten Kota dan Ormas-ormas islam telah bersepakat mengimbau masyarakat untuk tidak terbawa suasana yang akhirnya dapat memperkeruh keadaan. “Tentunya kita fahami reaksi-reaksi yang terjadi dan itu manusiawi tapi mengarahkan setiap ekspresi, pendapat atau gagasan diharapkan dilakukan di forum yang baik dengan cara yang baik pula,” ujar Emil.

Ia pun meminta masyarakat untuk menahan diri terhadap postingan-postingan di media sosial.

“Kita betul-betul berharap Jabar dan Indonesia selalu kondusif,” ucapnya.

Emil menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada kepolisian yang sudah menangani dengan cepat. Dalam penanganan kasus tersebut kepolisian juga didampingi oleh para ulama.

“Pemprov Jabar mengapresiasi dan mendukung langkah tanggap dari Polda Jabar sehingga kasus ini tidak berlarut-larut dan diselesaikan dengan baik,” kata Emil.

Senada dengan Gubernur, ketua MUI Jabar Rachmat syafei meminta masyarakat jangan mudah terprovokasi. “Kami MUI Jabar berterima kasih kepada kepolisian yang secara profesional menangani kasus ini dan saya imbau masyarakat jangan mudah terprovokasi sehingga melebar yang tidak perlu,” ujar Rachmat.

Di tempat sama

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, pihaknya sementara ini tengah mengamankan 3 pelaku dengan inisial A, M dan F dan tengah dalam proses pemeriksaan di Polres Garut.

“Kejadian pembakaran bendera HTI di Alun-alun Limbangan Garut dilakukan sementara oleh 3 orang dengan inisial A, M, F, sekarang sedang dilakukan pemeriksaan,” ungkap Kapolda.

Ia pun telah memerintahkan Kapolres Garut untuk dilakukan pemeriksaan mendalam pada 3 orang tersebut hingga tuntas. Kaitan dengan aspek pidana, pihaknya telah berkoordinasi dengan ahli hukum pidana dan ulama.

“Insya Allah besok siang akan hadir di Mapolda untuk melakukan gelar perkara. Sementara itu yang dapat kami sampaikan,” ujarnya.

Sesuai instruksi Gubernur, lanjut Agung, masyarakat agar bersama-sama menjaga kondusivitas Jawa Barat yang telah terjalin baik dan mengawal proses penyelidikannya.

Mari kita kawal prosesnya semoga segera tuntas

Saya juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk bisa bersikap cerdas jangan mudah terpengaruh, kalau ada informasi di Medsos hendaknya bertabayyun terlebih dulu,” harap Agung.

 

Artikel terkait:

Sekda Berharap Bisa Dorong Pemberdayaan Perempuan

Sekda Berharap Bisa Dorong Pemberdayaan Perempuan

Sekda Berharap Bisa Dorong Pemberdayaan Perempuan

 

Sekda Berharap Bisa Dorong Pemberdayaan Perempuan

 Perkumpulan Organisasi Wanita

Rapat Anggota Khusus (RAK) Ke-20 digelar Perkumpulan Organisasi Wanita (POW) di Gedung Wanita, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Selasa (23/10/2018). Kegiatan yang dibuka langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat ini membahas dua agenda penting. Agenda pertama adalah laporan pertanggungjawaban keuangan POW periode kepengurusan 2015-2018. Agenda kedua adalah pemilihan ketua baru periode 2018-2021.

Berdasarkan hasil voting, Ning Taufik sebagai Ketua POW Kota Bogor yang baru

Ning mengatakan, dirinya maju mencalonkan diri atas dukungan dewan penasehat dan anggota POW. Sehingga, menurut Ning, terpilihnya dirinya dari enam calon kandidat lainnya bukanlah kemenangan untuk dirinya sendiri, melainkan kemenangan bersama.

Pemilik Lembaga Pendidikan dan Keterampilan

Pemilik Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Kirana ini juga mengaku siap melanjutkan program POW sekaligus meningkatkan kiprah dan peran aktif wanita di berbagai bidang terutama dalam hal kualitas SDM di bidang ekonomi, kesehatan, sosial, budaya dan pemberdayaan perempuan.

“Kebetulan visi misi saya ini sesuai juga dengan arahan dari pak sekda. Saya ingin meningkatkan peran wanita Kota Bogor sekaligus bersinergi dengan Pemerintah Kota Bogor,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan

POW sebagai organisasi besar dan wadah bagi seluruh organisasi wanita di Kota Bogor ini sangat diharapkan dapat berkontribusi dan bersinergi dengan program Pemerintah Kota Bogor terutama dalam hal pemberdayaan perempuan.

“Peran perempuan itu sangat strategi dalam mewujudkan masyarakat madani bahkan mewujudkan Kota Bogor ramah keluarga semua berangkat dari peran perempuan,” ujarnya.

Ia menuturkan, dirinya ingin POW Kota Bogor tidak hanya sekedar fokus pada bidang usaha atau aset tetapi juga turut berperan dalam membentuk sikap perilaku anggotanya agar menjadi perempuan-perempuan hebat sekaligus mampu memberikan kontribusi baik untuk keluarga dan masyarakat sekitarnya melalui program-program inovasi.

“Kami ingin ada inovasi bagus dari POW seperti halnya sekolah ibu dari TP-PPK

Kalau programnya bagus bisa diverifikasi sesuai standar program dinas dan bermanfaat bagi warga Kota Bogor tidak menutup kemungkinan untuk diberikan bantuan anggaran,” pungkasnya.

 

Sumber: https://blog.dcc.ac.id/gelombang-elektromagnetik-sumber-radiasi-materi-dan-makalah-pdf/

Era Revolusi Industi 4.0, ASN Pun Perlu Shifting

Era Revolusi Industi 4.0, ASN Pun Perlu Shifting

Era Revolusi Industi 4.0, ASN Pun Perlu Shifting

 

Era Revolusi Industi 4.0, ASN Pun Perlu Shifting

BANDUNG

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk berperilakulah seperti air. Air itu mengalir mengikuti bentuk. Seperti halnya dengan perkembangan jaman saat ini (revolusi industri 4.0) yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga ASN juga harus melek teknologi dan berdaptasi dengan perubahan jaman.

Emil, sapaan akrabnya, mengatakan hal tersebut saat membuka Seminar “Shifting Bureaucracy” yang menghadirkan Rhenald Kasali sebagai pembicara di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (24/10/18).

Maka dengan berjalannya waktu

Emil mengatakan Pemprov Jawa Barat akan melakukan perubahan pola pikir dimana ASN didorong untuk mampu berinovasi, berkolaborasi dan melakukan desentralisasi. Sehingga memudahkan ASN berinteraksi dengan masyarakat melalui kemajuan teknologi dalam meningkatkan pelayanan.

“Dengan konsep seperti ini pelayanan akan lebih lancar, warga tidak harus mendatangi kantor-kantor pemerintahan,” tuturnya.

Menurut Emil, tiga kunci utama ASN untuk melakukan shifting adalah berintegritas, melayani dengan hati, dan profesional.

Penulis Buku “The Great Shifting” yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia

Rhenald Kasali di akhir paparannya memberikan tips bagaimana ASN bisa mengikuti zaman. Pertama, mengubah mindset. Kedua, mengusahakan semua untuk paperless dan berbasis teknologi informasi. “Dengan begitu akan memangkas waktu, hemat, dan mengurangi kesalahan,” katanya.

Ketiga, menurut Rhenald adalah dengan deregulasi. “Kurangi penerbitan peraturan-peraturan. Buatlah masyarakat paham dan jaga mereka untuk melakukan prinsip-prinsip bermasyarakat,” katanya. Tak kalah penting untuk dilakukan birokrat adalah untuk menyederhanakan SOP.

“Keempat, berilah ruang untuk ASN melakukan inovasi,” katanya.

Pada kesempatan ini, Ridwan menyerahkan Bantuan Riset Edukasi Pada Penerima Bantuan Riset Edukasi jenjang S-3 dan menerima Hasil Implementasi Riset Program 300 Doktor Provinsi Jawa Barat.

 

Sumber: https://blog.dcc.ac.id/jenis-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-beserta-gambarnya/

Jabar Hadirkan Dokter dan Obat Gratis Langsung ke Rumah Warga

Jabar Hadirkan Dokter dan Obat Gratis Langsung ke Rumah Warga

 Jabar Hadirkan Dokter dan Obat Gratis Langsung ke Rumah Warga

 

 Jabar Hadirkan Dokter dan Obat Gratis Langsung ke Rumah Warga

KOTA CIREBON

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Gedung Public Safety Center (PSC) 119, sekaligus meluncurkan program Layad Rawat di Kota Cirebon. Acara peresmian berlangsung di Gedung PSC 119 yang berlokasi di Jl. Kesambi Kota Cirebon, Rabu (14/11/2018).

“Jawa Barat memulai program kesehatan yang istimewa yaitu program layad rawat dimulai dari Kota Cirebon. Insyaallah Cirebon jadi kota dengan pelayanan kesehatan terbaik, semua lini permasalahan mudah-mudahan bisa terselesaikan,” ungkap Gubernur yang akrab disapa dengan Emil ini.

Bagi yang mampu, ada rumah sakit, sudah memadai

Bagi yang kurang mampu, ada rumah sakit tipe tertentu, ada juga puskesmas yang bisa rawat inap. Mulai sekarang, warga yang berkesusahan, tidak punya kemampuan secara fisik untuk bergerak ke rumah sakit, cukup telfon 119 dokternya yang datang ke rumah warga membawa obat, geratis,” jelasnya

Public Safety Center 119 sendiri

merupakan layanan cepat tanggap darurat kesehatan dan keselamatan. layanan ini mulai dibentuk sejak tahun 2016 bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan. Di Jawa Barat, sudah terbentuk layanan public safety center 119 Di kota Bandung, kota Tasikmalaya, kota Bogor, kabupaten Garut, dan kabupaten Karawang.

“Program Layad Rawat bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan jemput bola dengan cara mendatangi rumah warga yang sakit dan kesulitan untuk biaya maupun transportasi,” lanjut Gubernur Emil.

Maka kedua terobosan “Jabar Juara” teesebut, menjadi sistem kegawatdaruratan medik, dengan respon emergensi yang guyub, artinya, melibatkan semua elemen melalui pendekatan keluarga.

Emil berharap

hadirnya PSC 119 dan Layar Rawat dapat mempercepat penanganan dan pertolongan pada masyarakat yang membutuhkan.

Sebab, lanjut Emil, pada era “Dynamic Governance,” sudah seharusnya negara mendatangi masyarakat, bukan masyarakat yang mendatangi negara, terutama untuk masalah-masalah darurat.

Ini zamannya Birokrasi Dinamis

atau “Dynamic Governance”, semua harus bergerak dinamis. Inilah manajemen negara yang datang ke warga bukan warga yang selalu mendatangi negara,” Kata Emil

Dengan program ini, negara dapat hadir ditengah-tengah masyarakat terkait pelayanan medik dengan respon cepat dan gratis. Masyarakat tidak perlu lagi memikirkan biaya ambulan dengan peralatan yang lengkap.

“Nah ini adalah awal dari pengembangan yang akan dibawa ke seluruh Jawa Barat selama lima tahun kedepan,” imbuhnya.

Terkait biaya

Gubernur Emil mengungkap bahwa di setiap tahunnya akan dihitung, dan disesuaikan dengan wilayah yang siap.

Siap berarti tenaga dokternya tersedia, tenaga medisnya cukup. Sementara untuk tahun depan sendiri, telah disiapkan dana dari APBD Jabar sekitar 200-an miliar untuk melengkapi program “Home Medicare” ini.

“Program ini akan membuat antrian di rumah sakit berkurang, biaya BPJS berkurang. Dengan program yang proaktif ini, mudah-mudahan indeks kesehatan warga akan jauh lebih meningkat dan warganya lebih bahagia katna negara hadir secara responsif. Ini program yang “ngabret” dari Gubernur di 100 hari kerja,” jelas Gubernur.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat (Dinkes Jabar) Dodo Suhendar, menyebut konsep layad rawat merupakan salah satu model “quick respon”, atau respon cepat di bidang kesehatan yang diterapkan di Jawa Barat.

“Kota Cirebon, Kota pertama yang dikunjungi Pak Gubernur. Ini jadi satu jawaban terhadap kebutuhan kesehatan kedaruratan, atau memberi layanan secara jemput bola bagi mereka yang punya kendala biaya dan transportasi,” kata Dodo.

“Kita bisa memberi pelayanan baik kepada masyarakat yang cepat, dan kepastian terkait rujukan, kepastian tempat rawat inap di rumah sakit,” tambahnya.

Di samping itu, konsep layad rawat bukan hanya kuratif, tapi juga sekaligus prefentif, promotif, jadi juga akan dilakukan upaya pencegahan terhadap penyakit serta promosi terkait kesehatan. “Diharapkan optimal kinerja layad rawat ini,” ujar Dodo.

Menurut rencana, sambung Dodo, para tahun 2019 nanti ada 6 lokasi yang sudah presentasi dan siap dimulai program serupa diantaranya ada Kota Depok, Kabupaten Bekasi , Kota Tasikmalaya, Kota Bogor, dan Kabupaten Sumedang. “Anggaran untuk program ini di tahun depan sekitar Rp210 miliar-an,” katanya.

Dinkes Jabar sendiri, tambah Dodo, memberi bantuan ambulance mobil, dan motor, termasuk alat-alat kesehatan.

“Ambulance bukan yang biasa, karena sudah ada alat-alat kesehatan termasuk kedaruratannya. Kemudian untuk pelatihan-pelatihan dan operasionalnya,” kata Dodo

Pj Walikota Cirebon Dedi Taufik, menyebut akan bekerjasama dengan Bupati/ Walikota se- Ciayumajakuning agar layanan layad rawat dengan PSC 119 Cirebon bisa menjangkau wilayah tersebut untuk memberi bantuan pelayanan gawat darurat. “Kita ingin juga menjangkau dan membantu,” Kata Dedi.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto, menyebut pihaknya secara spesifik telah melatih 1300-an orang awam untuk bekerja pada layanan ini. “Mereka yang “firts time” mendatangi TKP di menit pertama 10-15 menit harus sampai,” katanya.

“Terkait gedung PSC, Alhamdulillah dengan “push” dari Pak Pj (Walikota) kini hadir gedung yang representatif,” katanya.( Humas dan protokol Setda Jabar )

 

Artikel Terkait:

Kecamatan Bogor Tengah Sabet Penghargaan TKKSD Award 2018

Kecamatan Bogor Tengah Sabet Penghargaan TKKSD Award 2018

Kecamatan Bogor Tengah Sabet Penghargaan TKKSD Award 2018

 

Kecamatan Bogor Tengah Sabet Penghargaan TKKSD Award 2018

Kecamatan Bogor Tengah

Kota Bogor, berhasil menyabet penghargaan Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) Award Tahun 2018 dalam Sinergitas Kinerja Kecamatan Tahun 2018 kategori Kota Tingkat Provinsi Jawa Barat

Penyerahan penghargaan diberikan Gubernur Jawa Barat

M Ridwan Kamil yang diterima langsung Camat Bogor Tengah Agustian Syah di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (13/11/2018).

Seperti disampaikan Camat Bogor Tengah Agustian Syah

Rabu (14/11/2018), penghargaan itu diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas prestasinya dalam melakukan koordinasi yang baik dengan semua unsur Muspika dan dinas terkait.

“Meskipun saya baru sekitar delapan bulan menjadi camat, tapi Alhamdulillah berkat kerja sama yang baik dengan semua unsur yang ada di wilayah Kecamatan Bogor Tengah akhirnya bisa mendapatkan penghargaan ini,” ungkap Agustian Syah. contoh report text beserta generic structure dan terjemahannya

Dijelaskannya, semua hal terutama koordinasi dan sinergi menjadi poin penilaian untuk melihat bagaimana kinerja seorang camat mensinergikan semua unsur yang ada di wilayah dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Selain poin-poin di atas, yang juga masuk ke dalam penilaian lainnya adalah atas inovasi yang sudah kita lakukan. Yaitu inovasi izin UMK online dan IMB online,” paparnya.

Kendati diakuinya jika apa yang telah dilakukan Kecamatan Bogor Tengah belum maksimal

Apalagi bila melihat “lawan-lawan” yang dihadapi pada penilaian tersebut yang merupakan wilayah-wilayah yang kerap langganan juara seperti misalnya Kota Bandung.

“Oleh karena itu, dengan telah masuk ke dalam lima besar pun sebenarnya sudah menjadi sesuatu hal yang luar biasa. Ini semua berkat kerja sama yang baik antar semua unsur yang ada di Kecamatan Bogor Tengah,” tuturnya

Pada TKKSD Award Tahun 2018 dalam Sinergitas Kinerja Kecamatan Tahun 2018 kategori Kota Tingkat Provinsi Jawa Barat itu, Kecamatan Bogor Tengah tampil sebagai juara harapan dua

Dorong Siswa Magang dan Guru Honorer Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Dorong Siswa Magang dan Guru Honorer Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Dorong Siswa Magang dan Guru Honorer Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

 

Dorong Siswa Magang dan Guru Honorer Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor menggelar sosialisasi tingkat kepatuhan terhadap peraturan program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kluwih Sunda Resto, Rabu (14/11/2018).

Kepala Sekolah SMK se-Kota Bogor

Kegiatan yang diikuti 102 Kepala Sekolah SMK se-Kota Bogor itu bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya jaminan ketenagakerjaan bagi siswa yang magang di perusahaan dan bagi guru honorer.

Kepala Cabang BPJS

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Chairul Arianto mengatakan, sosialisasi ini dianggap penting dilakukan karena masih banyaknya SMK di Kota Bogor yang belum mendaftarkan guru honorer dan siswa yang magang ke BPJS Ketenagakerjaan. kata kata bahasa inggris beserta artinya

Perlunya siswa yang magang untuk ikut masuk dalam jaminan ketenagakerjaan, kata Chairul, karena siswa magang termasuk dalam tenaga kerja bukan penerima upah yang tetap harus mendapatkan jaminan.

“Jadi disini kami mengingatkan sekolah agar mereka turut memastikan semua siswa yang magang atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) sudah masuk dalam jaminan. Sehingga jika terjadi kecelakaan kerja saat magang tidak akan menjadi beban orang tua, melainkan sudah tercover dari BPJS,” jelasnya.

Ia menuturkan

jika siswa magang saja harus didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan, begitu pula dengan guru honorer. Selain program jaminan kecelakaan kerja, bagi guru honorer juga ditambah dengan jaminan hari tua dan pensiun.

“Ini penting mengingat rata-rata gaji guru honorer yang masih dibawah UMR. Sehingga sudah seharusnya didaftarkan dalam program jaminan. Kami berharap yayasan atau sekolah mau mematuhi peraturan ini dengan mendaftarkan guru honorer dalam program jaminan ketenagakerjaan dan juga kesehatan,” tegasnya.

Ditempat yang sama

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, Pemerintah Kota Bogor mendukung adanya program jaminan kecelakaan kerja untuk siswa magang. Pasalnya, dengan premi Rp 16.800 per bulan, BPJS Ketenagakerjaan siap mengcover biaya pengobatan hingga Rp24 juta jika terjadi kecelakaan. Meski jumlahnya cukup besar, ia sendiri berharap agar jangan sampai terjadi kecelakaan ataupun musibah.

“Ini kan untuk perlindungan bagi siswa juga dari mereka berangkat sampai pulang magang. Semoga sekolah paham dan turut serta dalam program ini apalagi siswa magang pun sudah dikenakan biaya oleh sekolah,” pungkasnya.

Tujuh Kesalahan Yang Sering Dilakukan Guru Dalam Pembelajaran

Tujuh Kesalahan Yang Sering Dilakukan Guru Dalam Pembelajaran

 

Tujuh Kesalahan Yang Sering Dilakukan Guru Dalam Pembelajaran

 

Pemerintah sering melakukan berbagai upaya  peningkatan kualitas guru, antara lain melalui pelatihan, seminar, dan lokakarya, bahkan melalui pendidikan formal dengan menyekolahkan guru ketingkat yang lebih tinggi. Kendati pun dalam pelaksanaannya masih jauh dari harapan, dan banyak penyimpangan, namun upaya tersebut paling tidak telah menghasilkan suatu kondisi yang menunjukkan sebagian besar guru memiliki ijazah perguruan tinggi. Latar belakang pendidikan guru ini hendaknya berkolerasi positif dengan kualitas pendidikan, bersama dengan faktor lain yang mempengaruhinya.

Dalam praktek pendidikan sehari-hari, masih banyak guru yang melakukan kesalahan-kesalahan dalam menunaikan tugas dan fungsinya. Kesalahan-kesalahan tersebut sering kali tidak sadari oleh para guru, bahkan masih banyak diantaraya yang menganggap hal biasa. Padahal sekecil apapun kesalahan yang dilakukan guru, khususnya dalam pembelajaran akan berdampak negative terhadap perkembangan peserta didik. Sebagai manusia biasa, tentu saja guru tidak akan terlepas dari kesalahan baik dalam melaksanakan tugas pokok mengajar. Namun bukan berarti kesalahan guru harus dibiarkan dan tidak diacarikan cara pemecahannya.

Guru harus mampu memahami kondisi-kondisi yang memungkinkan dirinya berbuat salah, dan yang paling penting adalah mengendalikan diri serta menghindari dari kesalahan-kesalahan. Menurut E. Mulyasa (2011:19) dari berbagai hasil kajian menunjukan bahwa sedikitnya terdapat tujuh kesalahan yang sering dilakukan guru dalam permbelajaran, yaitu ;

1.      Mengambil Jalan Pintas Dalam Pembelajaran

Tugas guru paling utama adalah mengajar, dalam pengertian menata lingkungan agar terjadi kegiatan belajar pada peserta didik. Berbagai kasus menunjukan bahwa diatara para guru banyak yang merasa dirinya sudah dapat mengajar dengan baik, meskipun tidak dapat menunjukan alas an yang mendasari asumsi itu.

Asumsi keliru tersebut seringkali menyesatkan dan menurunkan kreatifitas, sehinga banyak guru yang suka mengambil jalan pintas dalam pembelajaran, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi.

Agar tidak tergiur untuk mengambil jalan pintas dalam pembelajaran, guru hendaknya memandang pembelajaran sebagai suatu system, yang jika salah satu komponennya terganggu, maka akan menggangu seluruh system tersebut. Sebagai contoh, guru harus selalu membuat dan melihat persiapan setiap mau melakukan kegiatan pembelajaran., serta merevisi sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan perkembangan zamannya.

Harus selalu diingat mengajar tampa persiapan merupakan jalan pintas, dan tindakan yang berbahaya, yang dapat merugikan perkembangan peserta didik, dan mengancam kenyamanan guru.

 

 

2.     Menunggu Peserta Didik Berperilaku Negative

Dalam pembelajaran di kelas, guru berhadapan dengan sejumlah peserta didik yang semuanya ingin diperhatikan. Peserta didik akan berkembang secara optimal melalui perhatian guru yang positif , sebaliknya perhatian yang negative akan menghambat perkembangan peserta didik. Mereka senang jika m;endapat pujian dari guru dan merasa kecewa jika kurang diperhatikan .

Namun sayang kebanyakan guru terperangkap dengan pemahaman yang keliru tentang mengajar, mereka menganggap mengajar adalah menyampaikan maateri kepada peserta didik, mereka juga menganggap mengajar adalah memberika pengetahuan kepada peserta didik. Tidak sedikit guru yang sering mengabaikan perkembangan kepribadian peserta didik, serta lupa memberikan pujian kepada mereka yang berbuat baik, dan tidak membuat masalah.

Biasanya guru baru memberikan perhatian kepada peserta didik ketika rebut, tidur dikelas, tidak memperhatikan pelajaran, sehingga menunggu peserta didik berperilaku buruk. Kondisi tersebut sering kali mendapatkan tanggapan yang salah dari peserta didik, mereka beranggapan bahwa untuk mendapatkan perhatian dari guru harus berbuat salah, burbuat gaduh, menganggu atau melakukan tindakan tidak disiplin lainnya. Seringkali terjadi perkelahian pelajar hanya  karena mereka tidak mendapatkan perhatian, dan meluapkannya melalui perkelahian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan peserta didik tidak tahu bagaimana cara yang tepat untuk mendapatkan perhatian dari guru, orang tua, dan masyarakat sekitarnya, tetapi mereka tahu cara menggangu teman, membuat keributan, serta perkelahian, dan ini kemudian yang mereka gunakan untuk mendapatkan perhatian.

Guru perlu belajar untuk menangkap perilaku positif yang ditunjukan oleh para peserta didik, lalu segera memberi hadiah atas prilaku tersebut dengan pujian dan perhatian. Kedengarannya hal ini sederhana. tetapi memerlukan upaya sungguh-sungguh untuk tetap mencari dan member hadiah atas perilaku-perilaku positif peserta didik, baik secara kelompok maupun individual.
Menghargai perilaku peserta didik yang postif sungguh memmberikan hasil nyata. Sangat efektif jika pujian guru langsung diarahkan kepada perilaku khusus dari pada hanya diekspresikan dengan pernyataan positif yang sifatnya sangat umum. Sangat efektif guru berkata “termakasih kalian telah mengerjakan pekerjaan rumah dengan sungguh-sungguh” daripada “kalian sangat baik hari ini”
Disisi lain, guru harus memperhatikan perilaku-perilaku peserta didik yang negatf, dan mengeliminasi perilaku-perilaku tersebut agar tidak terulang kembali. Guru bisa mencontohkan berbagai perilaku peserta negatif , misalnya melalui ceritera dan ilustrasi, dan memberikan pujian kepada mereka karena tidak melakukan perilaku negative tersebut. Sekali lagi “Jangan menunggu peserta didik berperilaku negative”.

 

 

3.    Menggunakan Destructive Disclipline

Akhir-akhir ini banyak perilaku negatif yang dilakukan oleh para peserta didik, bahkan melampaui batas kewajaran karena telah menjurus pada tindak melawan hokum, melanggar tata tertib, melanggar norma agama, criminal, dan telah membawa akibat yang sangat merugikan masyarakat. Demikian halnya dengan pembelajaran, guru akan mengahadapi situasi-situasi yang menuntut guru harus melakukan tindakan disiplin.
Seperti alat pendidikan lain, jika guru tidak memiliki rencana tindakan yang benar, maka dapat melakukan kesalahan yang tidak perlu. Seringkali guru memberikan hukuman kepada peserta didik tanpa melihat latar belakang kesalahan yang diperbuat, tidak jarang  guru memberikan hukuman diluar batas kewajaran pendidikan, dan banyak guru yang memberikan hukuman kepada peserta didik tidak sesuai dengan jenis kesalahan.
Dalam pada itu seringkali guru memberikan tugas-tugas yang harus dikerjakan peserta didik diluar kelas (PR), namun jarang sekali guru yang mengoreksi pekerjaan peserta didik dan mengembalikannya dengan berbagai komentar, kritik dan saran untuk kemajuan peserta didik. Yang sering dialami peserta didik adalah guru sering memberikan tugas , tetapi tidak pernah memberi umpan balik terhadap tugas-tugas yang dikerjakan. Tindakan tersebut merupakan upaya pembelajaran dan penegakan disiplin yang destruktrif, yang sangat merugikan perkembangan peserta didik.
Bahkan tidak jarang tindakan destructive disclipline yang dilakukan oleh guru menimbulkan kesalahan yang sangat fatal yang tidak hanya mengancam perkembangan peserta didik, tetapi juga mengancam keselamatan guru. Di Jawa Timur pernah ada kasus seorang peserta didik mau membunuh gurunya dengan seutas tali raffia, hanya gara-gara gurunya memberikan coretan-coretan merah pada hasil ulangannya.
Kesalahan-kesalaha seperti yang diuraikan diatas dapat mengakibatkan penegakan disiplin menjadi kurang efektif, dan merusak kepribadian dan harga diri peserta didik. Agar guru tidak melakukan kesalahan-kesalahan dalam menegakkan disiplin ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

  • Disiplinkan peserta didik ketika anda dalam keadaan tenang
  • Gunakan disiplin secara tepat waktu dan tepat sasaran
  •  Hindari menghina dan mengejek peserta didik
  • Pilihlah hukuman yang bisa dilaksanakan secara tepat
  • Gunakan disiplin sebagai alat pembelajaran.

 

4.    Mengabaikan Perbedaan Peserta Didik

Kesalahan berikutnya  yang sering dilakukan guru dalam pembelajaran adalah mengabaikan perbedaan individu peserta didik. Kita semua mengetahui setiap peserta didik memiliki perbedaan yang sangat mendasar yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran. Peserta didik memiliki emosi yang sangat bervariasi, dan sering memperlihatkan sejumlah perilaku yang tampak aneh. Pada umumnya perilaku-perilaku tersebut cukup normal dan dapat ditangani dengan menciptakan pembelajaran yang kondusif. Akan tetapi karena guru disekolah dihadapkan pada sejumlah peserta didik, guru seringkali sulit untuk membedakan mana perilaku yang wajar atu normal dan mana perilaku yang indisiplin dan perlu penanganan khusus.

Setiap peserta didik memiliki perbedaan yang unik, mereka memiliki kekuatan, kelemahan, minat, dan perhatian yang berbeda-beda. Latar belakang keluarga, latar belakang social ekonomi, dan lingkungan, membuat peserta didik berbeda dalam aktifitas, kreatifitas, intlegensi, dan kompetensinya. Guru seharusnya dapat mengidentifikasi perbedaan individual peserta didik, dan menetapkan karakteristik umum yang menjadi cirri kelasnya, dari ciri-ciri individual yang menjadi karakteristik umumlah seharusnya guru memulai pembelajaran. Dalam hal ini, guru juga harus memahami ciri-ciri peserta didik yang harus dikembangkan dan yang harus diarahkan kembali.

Sehubungan dengan uraian diatas, aspek-aspek peserta didik yang peru dipahami guru antara lain: kemampuan, potensi, minat, kebiasaan, hobi, sikap, kepribadian, hasil belajar, ctatan kesehatan, latar belakang sekolah dan kegiatannya disekolah. Informasi tersebut dapat dieroleh dan dipelajari dari laporan atau catatan sekolah, informasi dai peserta didik lain (teman dekat), observasi langsung dalam situasi kelas, dan dalam berbagai kegiatan lain di luar kelas, serta informasi dari peserta didik itu sendiri melalui wawancara, percakapan dan autobiografi.

5.    Merasa Paling Pandai

Kesalahan lain yang sering dilakukan guru dalam pembelajaran adalah merasa paling pandai dikelas. Kesalahan ini berangkat dari kondisi bahwa pada umumnya para peserta didik disekolahnya relative lebih muda dari gurunya, sehingga guru merasa bahwa peserta didik tersebut lebih bodoh disbanding dirinya, peserta didik dipandang sebagai gelas yang perlu di isi air ke dalamnya. Perasaan ini sangat menyesatkan , karena dalam kondisi seperti sekarang ini peserta didik dapat belajar melalui internet dan berbagai media massa, yang mungkin guru belum menikmatinya.

Hal ini terjadi terutama di kota-kota besar, ketika peserta didik datang dari keluarga kaya yang dirumahnya memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, serta berlangganan Koran dan majalah yang mungkin lebih dari satu edisi, sedangkan guru belum memilikinya. Denan demikian peserta didik yang belajar mungkin saja lebih pandai daripada guru. Jika ini terjadi maka guru harus demokratis untuk bersedia belajar kembali, bahkan belajar dari peserta didik sekalipun, atau saling membelajarkan. Dalam hal ini guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, yang senantiasa menyesuaikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan perkembangan yang terjadi dimasyarakat. Jika tidak, maka akan ketinggalan kereta, bahkan disebut guru ortodok.

 

 

6.    Diskriminatif

Pembelajaran ynag baik dan efektif adalah yang mampu memberi kemudahan belajar secara adil dan merata (tidak diskriminatif), sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Keadilan dalam pembelajaran meupakan kewajiban guru dan hak peserta didik untuk memperolehnya. Dalam prakteknya banyak guru yang tidak adil, sehingga merugikan perkembangna peserta didik, dan ini merupakan kesalahan guru yang sering dilakukan , terutama dalam penilaian. Penilaian merupakan upayakan untuk mmebrikan penghargaan kepada peserta didik sesuai dengan usaha yang dilakukannya selama proses pembelajaran.

Oleh karena itu, dalam memeberikan penilaian harus dilakukan secara adil, dan benar-benar merupakan cermin dari perilaku peserta didik. Namun demikian tidak sedikit guru yang menyalahgunakan penilaian, misalnya sebagai ajang untuk balas dendam, atau ajang untuk menyalurkan kasih saying diluar tanggung jawabnya sebagai seorang guru.

Lagu berikut ini mencerminkan guru yang menyalahgunakan penilaian, lagu ini popular pada tahun 1970-an terutama di kalangan siswa perempuan. Berikut syair lagunya:
Ketika aku masih sekolah
Ku punya guru sangatlah muda
Orangnya baik padaku
Apa sebabnya aku tak tahu

Kawan-kawanku tahu semua
Aku bukanlah anak yang pandai
Tapi mereka heran padaku
Nilai raportku baik selalu

Akhirnya kawan-kawanku tahu
Pak  guru itu cinta padaku
            Jika dimati dengan teliti, syair-syair lagu tersebut menunjukkan ketidakadilan guru dalam memberikan penilaian, betapa seorang guru telah menyalahgunakan penilaian, hanya karena perasaan “C.I.N.T.A nya kepada peserta didik tertentu. Hal ini dari dulu sampai sekarang masih sering dilakukan oleh guru terutama guru muda.

Sebagai seorang guru, tentu saja harus mampu menghidarkan hal-hal yang dapat merugikan perkembanan peserta didik. Tidak ada yang melarang seorang guru “mencintai” peserta didiknya, tetapi bagaimana menempatkan cintanya secara proporsional, dan jangan mencampuradukkan antara urusan pribadi dengan urusan professional. Usaha yang dapat dilakukan untuk menghindarinya adalah dengan cara menyimpan “perasaan” sampai peserta didik yang  dicintai menyelesaikan program pendidikannya, tentu saja harus ikhlas dan jangan takut diambil orang.

 

7.    Memaksa hak peserta didik

Memaksa hak peserta didik merupakan kesalahan yang sering dilakukan guru, sebagai akubat dari kebiasaan guru berbisnis dalam pembelajaran, sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan.  Guru boleh saja memiliki pekerjaan sampingan, memperoleh penghasilan tambahan, itu sudah menjadi haknya, tetapi tindakkan memaksa bahkan mewajibkan peserta didik untuk membeli buku tertentu sangat fatal serta kurang bisa digugu dan ditiru. Sebatas menawarkan boleh saja, tetapi kalau memaksa kasihan bagi orangtua yang tidak mampu.

Kondisi semacam ini sering kali membuat prustasi peserta didik, bahkan di Garut pernah pernah ada peserta didik bunuh diri hanya karena dipaksa untuk membeli alat pelajaran tertentu oleh gurunya. . Kerna peserta didik tersebut tidak memiliki uang atau tidak mampu dia nekat bunuh diri. Ini contoh akibat fatal dari guru yang suka berbisnis disekolah dengan memaksa peserta didiknya untuk membeli. Hindarilah, ingat sebagai guru akan diminta pertanggungjawaban di akhirat. Di dunia gaji tidak seberapa, jangan kotori keuntungan akhirat dengan menodai profesi. Niatkan menjadi guru sebagai ibadah. Jadikan pekerjaan guru sebagai ladang amal yang akan dipanen hasilnya kelak diakhirat. Percayalah, dan tanyakan pada hati nurani. Jangan mengambik keuntungan sesaat, tetapi menyesatkan. Sadarlah wahai guru, agar namamu selalu sejuk dalam sanubariku. Demikianlah penjelasan E. Mulyasa mengenai 7 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Guru Dalam Pembelajaran..

Sedangkan menurut  Dr. Wina Sanjaya ( 2005 : 70 ) menyebutkan ada 4 kekeliruan dalam proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru yaitu :

  1. Ketika mengajar, guru tidak berusaha mencari informasi, apakah materi yang diajarkannya sudah dipahami oleh siswa atau belum.
  2. Dalam proses belajar mengajar guru tidak berusaha mengajak berpikir kepada siswa. Komunikasi bisa terjadi satu arah, yaitu dari guru ke siswa. Guru menganggap bahwa bagi siswa menguasai materi pelajaran lebih penting dibandingkan dengan mengembangkan kemampuan berpikir.
  3. Guru tidak berusaha mencari umpan balik mengapa siswa tidak mau mendengarkan penjelasannya.
  4. Guru menganggap bahwa ia adalah orang yang paling mampu dan menguasai pelajaran dibandingkan dengan siswa. Siswa dianggap sebagai ” tong kosong ” yang harus diisi dengan sesuatu yang dianggapnya sangat penting.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :