Sekolah diharapkan miliki tenaga psikolog

Sekolah diharapkan miliki tenaga psikolog

Sekolah diharapkan miliki tenaga psikolog

Sekolah diharapkan miliki tenaga psikolog
Sekolah diharapkan miliki tenaga psikolog

Keberadaan tenaga psikolog di sekolah dinilai sangat diperlukan.

Selain mampu menjadi penilai perkembangan mental siswa, keberadaan psikolog khususnya di SD mampu menilai kesiapan siswa dalam menerima pengetahuan berkelanjutan.

“Setiap sekolah memang sebaiknya memiliki psikolog. Dengan adanya psikolog, perkembangan bakat dan minat anak bisa terpantau dengan baik. Termasuk perkembangan mental anak yang nantinya akan berpengaruh dalam pergaulan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Kadarmanta Baskara Aji saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/1/2013).

Dia menuturkan, di lingkungan sekolah, siswa tidak hanya diukur berdasarkan kemampuan berpikirnya saja, tapi perkembangan mentalnya juga harus diperhatikan.

Masalah usia minimal untuk masuk SD pun masih saja menjadi perdebatan pelik. Meski telah ada peraturan persyaratan masuk SD harus minimal tujuh tahun, namun pada prakteknya masih ada sekolah yang menerima murid baru di bawah usia yang telah disyaratkan tersebut.

“Berdasarkan kajian ilmu kejiwaan, usia minimal masuk SD wajib tujuh tahun

. Usia enam tahun pun sebenarnya masih bisa masuk, tetapi untuk usia di bawah enam tahun harus disertai surat dari psikolog. Surat rekomendasi psikolog ini cukup penting guna mengetahui perkembangan kejiwaan siswa,” jelasnya.

Dikatakan Aji, usia tujuh tahun merupakan masa yang paling ideal secara mental bagi anak untuk mengenal pengetahuan. Karena bila diukur secara kognitif, ada juga anak yang berusia di bawah tujuh tahun namun sudah memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh

menyampaikan, sekolah tidak diwajibkan menerima murid berdasarkan patokan umur. Meski agak kurang setuju dengan pemahaman tersebut karena tidak ada penjelasan terperinci, Aji menegaskan, DIY tetap menjalankan aturan yang telah ada.

Dan dengan belum adanya tenaga psikologi di sekolah-sekolah, utamanya SD, untuk membantu menilai kondisi mental siswa, Disdikpora DIY menyarankan tiap SD bekerja sama dengan pihak PAUD atau TK sekitarnya.

“Cara ini dapat membantu mengetahui karakteristik setiap anak yang akan masuk ke SD. Termasuk juga mengetahui apakah anak tersebut berkebutuhan khusus yang akhirnya bisa diarahkan sebaik-baiknya. Anak berkebutuhan khusus ada baiknya masuk dalam sekolah inklusi untuk membantu kegiatan belajar mengajarnya,” jelasnya.

 

Baca Juga :

Tenaga psikolog mutlak dimiliki sekolah

Tenaga psikolog mutlak dimiliki sekolah

Tenaga psikolog mutlak dimiliki sekolah

Tenaga psikolog mutlak dimiliki sekolah
Tenaga psikolog mutlak dimiliki sekolah

Keberadaan tenaga psikolog di sekolah dinilai sangat diperlukan. Selain mampu menjadi penilai perkembangan mental siswa.

Keberadaan psikolog, khususnya di Sekolah Dasar (SD) mampu menilai kesiapan siswa dalam menerima pengetahuan berkelanjutan.

“Setiap sekolah memang sebaiknya memiliki psikolog. Dengan adanya psikolog

, perkembangan bakat dan minat anak bisa terpantau dengan baik. Termasuk perkembangan mental anak yang nantinya akan berpengaruh dalam pergaulan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji, di Yogyakarta, Selasa (29/1/2013).

Aji menuturkan, di lingkungan sekolah, siswa tidak hanya diukur berdasarkan kemampuan berpikirnya saja, tapi perkembangan mentalnya juga harus diperhatikan.

Masalah usia minimal untuk masuk SD masih saja menjadi perdebatan. Meski telah ada peraturan persyaratan masuk SD harus minimal tujuh tahun, namun pada prakteknya masih ada sekolah yang menerima murid baru di bawah usia yang telah disyaratkan tersebut.

“Berdasarkan kajian ilmu kejiwaan, usia minimal masuk SD wajib tujuh tahun

. Usia enam tahun pun sebenarnya masih bisa masuk, tetapi untuk usia di bawah enam tahun harus disertai surat dari psikolog. Surat rekomendasi psikolog ini cukup penting guna mengetahui perkembangan kejiwaan siswa,” jelasnya.

Dikatakan Aji, usia tujuh tahun merupakan masa yang paling ideal secara mental bagi anak untuk mengenal pengetahuan. Karena bila diukur secara kognitif, ada juga anak yang berusia di bawah tujuh tahun namun sudah memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh

menyampaikan, sekolah tidak diwajibkan menerima murid berdasarkan patokan umur.

Meski agak kurang setuju dengan pemahaman tersebut karena tidak ada penjelasan terperinci, Aji menegaskan, DIY tetap menjalankan aturan yang telah ada.

Dan dengan belum adanya tenaga psikologi di sekolah-sekolah, utamanya SD, untuk membantu menilai kondisi mental siswa, Disdikpora DIY menyarankan tiap SD bekerja sama dengan pihak PAUD atau TK sekitarnya.

“Cara ini dapat membantu mengetahui karakteristik setiap anak yang akan masuk ke SD. Termasuk juga mengetahui apakah anak tersebut berkebutuhan khusus yang akhirnya bisa diarahkan sebaik-baiknya. Anak berkebutuhan khusus ada baiknya masuk dalam sekolah inklusi untuk membantu kegiatan belajar mengajarnya,” jelasnya.

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/jelaskan-struktur-kulit/

Metode tematik integratif butuh proses lama

Metode tematik integratif butuh proses lama

Metode tematik integratif butuh proses lama

Metode tematik integratif butuh proses lama
Metode tematik integratif butuh proses lama

Rencana pemerintah yang akan menerapkan metode tematik integrative

di kurikulum baru semestinya harus melalui proses yang lama untuk mematangkan metode itu.

Kepala Sekolah Dasar (SD) Nasional Plus Bogor Raya Fransiska Susilawati mengatakan, sekolahnya sudah melaksanakan metode pembelajaran tematik integrative sejak 2005. Untuk melaksanakan metode tersebut, pihaknya melakukan persiapan lebih dari satu tahun. Meski sudah berlalu tujuh tahun namun dia menyatakan implementasi ini masih jauh dari sempurna.

Dia menambahkan, hal terberat yang harus dipersiapkan adalah mengubah paradigma mengajar para tenaga pendidik. Dengan tematik integratif, guru harus dapat merangsang siswa untuk membangun pola pikir dengan proses monitoring dan pelatihan guru yang terus berjalan.

Oleh karena itu, dia sendiri tidak merasa yakin pemerintah dapat mempersiapkan guru

untuk mengajar tematik integratif, hanya dengan memberikan pelatihan selama 52 jam.

“Penerapan metode pembelajaran berbasis tematik integratif membutuhkan persiapan yang benar-benar matang dimana sekolah dan para guru yang menjadi ujung tombak harus bersinergi dengan orang tua dan siswanya,” katanya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Kerja Kurikulum Komisi X DPR di Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2013).

Meski demikian, pihaknya mendukung upaya pemerintah untuk merubah metode pembelajaran

secara nasional. Namun, pemerintah tidak boleh terlalu gegabah, karena semua akan berhasil jika semua komponen telah siap.

Dia menyatakan, pemerintah tidak perlu segan-segan untuk meminta masukan dari sekolah yang sudah mengimplementasikan metode pembelajaran seperti itu sehingga semakin memperkaya dan memperkuat rencana perubahan kurikulum 2013.

 

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/ciri-ciri-tumbuhan-paku/

 

TANGGUNG JAWAB MANUSIA

TANGGUNG JAWAB MANUSIA

TANGGUNG JAWAB MANUSIA

TANGGUNG JAWAB MANUSIA
TANGGUNG JAWAB MANUSIA

Makna yang esensial dari kata ‘abdun ( hamba ) adalah ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan. Ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan manusia hanya layak diberikan kepada Allah, yang dicerminkan dalam ketaatan, kepatuhan, dan ketundukan pada kebenaran dan keadilan berdasarkan ketentuan Allah.

Seorang hamba

Dalam hubungan dengan Tuhan, manusia menempati posisi sebagai ciptaan, dan Tuhan sebagai pencipta. Posisi ini mempunyai konsekuensi adanya keharusan manusia menghambakan diri kepada Allah, dan dilarang menghamba pada dirinya dan hawa nafsunya. Kesediaan manusia untuk menghamba hanya kepada Allah dengan sepenuh hatinya, akan mencegah manusia pada penghambaan terhadap sesama manusia. Tanggung jawab ‘abdullah terhadap dirinya adalah memelihara iman yang dimiliki yang bersifat fluktuatif, yang dalam istilah Hadits Nabi Muhammad SAW adalah yaziidu wa nyanquushu (menguat dan melemah).

Tanggung jawab terhadap keluarga

Tanggung jawab terhadap keluarga merupakan lanjutan dari tanggung jawab terhadap diri sendiri, karena memelihara diri sendiri berkaitan dengan perintah memelihara iman keluarga. Oleh karena itu, dalam Al Qur’an dinyatakan dengan istilah quu anfusakum wa ahliikum naara ( jagalah dirimu dan keluargamu dari neraka ).

Allah dengan ajaran-Nya Al Qur’an menurut Sunnah Rasul , memerintahkan hamba-Nya ( Abdullah ) untuk berlaku adil dan ihsan. Oleh karena itu tanggung jawab hamba Allah adalah menegakkan keadilan, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap keluarga. Dengan berpedoman pada ajaran Allah, seorang hamba berupaya mencegah kekejian moral dan kemungkaran yang mengancam diri sendiri dan keluarganya. Abdullah harus senantiasa melaksanakan shalat dalam rangka menghindarkan diri dari kekejian dan kemungkaran. Hamba Allah sebagai bagian dari ummat yang senantiasa berbuat kebajikan juga diperintahkan untuk mengajak yang lain untuk berbuat makruf dan mencegah yang munkar ( QS. 3 : Ali Imran : 103 ).

Artinya : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Demikianlah tanggung jawab hamba Allah yang senantiasa tunduk dan patuh kepada Allah menurut Sunnah Rasulullah SAW.

Tanggung Jawab Manusia Sebagai Khalifah Allah

Manusia diserahi tugas kehidupan yang merupakan amanah Allah yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya. Tugas kehidupan yang dipikul manusia di muka bumi adalah tugas kekhalifahan, yaitu tugas kepemimpinan , wakil Allah di muka bumi untuk mengelola dan memelihara alam ciptaan Allah berdasarkan ketentuan Allah,

Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang kekuasaan . Manusia menjadi khalifah memegang mandat Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang diberikan kepada manusia bersifat kreatif, yang memungkinkan dirinya mengolah serta mendayagunakan apa yang ada di muka bumi untuk kepentingan hidupnya. Sebagai wakil Tuhan, Tuhan mengajarkan kepada manusia kebenaran dalam segala ciptaan-Nya dan melalui pemahaman serta penguasaan terhadap hukum-hukum kebenaran yang terkandung dalam ciptaan-Nya, manusia dapat menyusun konsep baru, serta melakukan rekayasa membentuk wujud baru dalam kebudayaan.

Sebagai khalifah

Sebagai khalifah, manusia diberi wewenang berupa kebebasan memilih dan menentukan, sehingga kebebasannya melahirkan kreativitas yang dinamis. Adanya kebebasan manusia di muka bumi adalah karena kedudukannya untuk memimpin, sehingga pemimpin tidak tunduk kepada siapapun, kecuali kepada Allah yang memberi kepemimpinan. Oleh karena itu, kebebasan manusia sebagai khalifah bertumpu pada landasan tauhidullah , sehingga kebebasan yang dimiliki tidak menjadikan manusia bertindak sewenang-wenang. Kebebasan manusia dengan kekhalifahannya merupakan implementasi dari ketundukan dan ketaatan. Ia tidak tunduk kepada siapapun kecuali kepada Allah, karena ia hamba Allah yang hanya tunduk dan taat kepada Allah.

Kekuasaan manusia sebagai wakil Tuhan dibatasi oleh aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh yang mewakilkannya, yaitu hukum-hukum Tuhan, baik yang tertulis dalam kitab suci Al Qur’an, maupun yang tersirat dalam kandungan alam semesta ( al-kaun ). Seorang wakil yang melanggar batas ketentuan yang diwakilinya adalah wakil yang mengkhianati kedudukan dan perannya, serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya. Oleh karena itu, ia diminta pertanggung jawaban terhadap penggunaan kewenangannya di hadapan yang diwakilinya sebagaimana firman Allah dalam QS. 35 (Fathir) : 39.

Artinya : Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, Maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.
Dua peran yang dipegang manusia di muka bumi, sebagai khalifah dan ‘abdun , merupakan perpaduan tugas dan tanggung jawab yang melahirkan dinamika hidup, yang syarat dengan kreativitas dan amaliah yang selalu berpihak pada nilai-nilai kebenaran. Oleh karena itu hidup seorang muslim akan dipenuhi dengan amaliah, kerja keras yang tiada henti , sebab kerja bagi seorang muslim adalah membentuk amal shalih. Kedudukan manusia di muka bumi sebagai khalifah dan hamba Allah, bukanlah dua posisi yang bertentangan, melainkan satu kesatuan yang padu dan tak terpisahkan. Kekhalifahan adalah realisasi dari pengabdiannya kepada Allah yang menciptakannya. Dua sisi tugas dan tanggung jawab ini tertata dalam diri setiap muslim sedemikian rupa. Apabila terjadi ketidak seimbangan, maka akan lahir sifat-sifat tertentu, yang menyebabkan derajat manusia jatuh ke tingkat yang rendah, seperti firman Allah dalam QS. 95 (al-Tiin) :

Kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka) Dengan demikian, manusia sebagai khalifah Allah dan hamba Allah merupakan kesatuan yang saling menyempurnakan nilai kemanusiaan sebagai makhluk yang memiliki kebebasan berkreasi dan sekaligus menghadapkannya pada tuntutan kodrat yang menempatkan posisinya pada keterbatasan. Perwujudan kualitas kemanusiaan tidak terlepas dari konteks sosial budaya, atau dengan kata lain kekhalifahan manusia pada dasarnya diterapkan pada konteks individu dan sosial yang berporos pada Allah, seperti firman Allah dalam QS. 3 ( Ali Imran ) : 112. Artinya : Ketika dua golongan dari padamu[13] ingin (mundur) karena takut, Padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.

Baca juga:

MARTABAT MANUSIA

MARTABAT MANUSIA

MARTABAT MANUSIA

MARTABAT MANUSIA
MARTABAT MANUSIA

Manusia tidak berbeda dengan binatang dalam hal fungsi tubuh dan fisiologisnya. Fungsi kebinatangan ditentukan oleh naluri, pola-pola tingkah laku yang khas, yang ada gilirannya ditentukan oleh struktur syaraf bawaan. Semakin tinggi tingkat perkembangan binatang, semakin fleksibel pola tindakannya. Pada primate ( bangsa monyet ) yang lebih tinggi dapat ditemukan inteligensi, yaitu penggunaan fikiran guna mencapai tujuan yang diinginkan , sehingga memungkinkan binatang melampaui pola kelakuan yang telah digariskan secara naluri. Namun setinggi-tingginya perkembangan binatang, elemen-elemen dasar eksistensinya yang tertentu masih tetap sama. Manusia pada hakikatnya sama saja dengan makhluk hidup lainnya, yaitu memiliki hasrat dan tujuan. Ia berjuang untuk meraih tujuannya dengan didukung pengetahuan dan kesadaran . Perbedaan diantara keduanya terletak pada dimensi pengetahuan, kesadaran, dan tingkat tujuan. Di sinilah letak kelebihan dan keunggulan yang dimiliki manusia dibanding dengan makhluk lain.

Manusia sebagai salah satu makhluk yang hidup di muka bumi merupakan makhluk yang memiliki karakter paling unik. Manusia secara fisik tidak begitu berbeda dengan binatang. Sehingga para pemikir menyamakan dengan binatang. Letak perbedaan utama antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalam kemampuannya melahirkan kebudayaan. Kebudayaan hanya dimiliki oleh manusia, sedangkan binatang hanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang bersifat instingtif. Dibanding makhluk lainnya, manusia juga memiliki kelebihan dalam hal kemampuan bergerak dalam ruang apapun, baik di udara, darat, dan laut. Sedangkan binatang hanya mampu bergerak dalam ruang yang terbatas. Walaupun ada binatang yang mampu bergerak di darat dan di air (laut), namun tetap memiliki keterbatasan dan tidak dapat melampaui manusia. Mengenai kelebihan manusia atas makhluk lainnya dijelaskan dalam QS. 17 (al-Isra’) : 70.

Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[4], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Di samping itu, manusia diberi akal fikiran dan qalb, sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah, berupa Al Qur’an. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. Allah menciptakan manusia dalam keadaan yang sebaik-baiknya ( QS. 95: al-Tiin : 4 )

Artinya : Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .

Manusia bermartabat mulia, kalau mereka sebagai khalifah Allah tetap hidup berdasarkan ajaran Allah seperti disebutkan dalam QS. 6 (al-An’am) : 165.

Artinya : Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Oleh karena itu manusia akan selalu mulia dan dilebihkan dari makhluk lainnya sepanjang tetap memanfaatkan potensinya itu untuk mempertahankan kemuliaannya.
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang sangat berbeda dengan makhluk lainnya di alam semesta ini. Ia memiliki karakter yang khas, bahkan dibandingkan dengan makhluk lain yang paling mirip sekalipun. Kekhasan inilah yang menurut Al Qur’an menyebabkan adanya konsekuensi kemanusiaan, diantaranya adalah kesadaran, tanggung jawab, dan pembalasan. Diantara karakteristik manusia adalah :

a. Aspek Kreasi

Apapun yang ada dalam tubuh manusia sudah dirakit dalam suatu tatanan yang terbaik dan sempurna. Hal ini bisa dibandingkan dengan makhluk lain dalam aspek penciptaannya. Mungkin banyak kesamaannya, tetapi tangan manusia lebih fungsional dari tangan simpanse, demikian pula organ-organ lainnya.

b. Aspek Ilmu

Hanya manusia yang punya kemampuan memahami lebih jauh hakikat alam semesta ini. Pengetahuan hewan hanya terbatas pada naluri dasar yang tidak bisa dikembangkan melalui pendidikan dan pengajaran. Manusia menciptakan kebudayaan dan peradaban yang terus berkembang.

c. Aspek Kehendak

Manusia memiliki kehendak yang menyebabkan bisa mengadakan pilihan dalam hidupnya. Makhluk lain hidup dalam satu pola yang telah baku dan tak akan pernah berubah . Para malaikat yang mulia tak akan pernah menjadi makhluk yang sombong atau maksiat.

d. Aspek Akhlak

Manusia adalah makhluk yang dapat dibentuk akhlaknya. Ada manusia yang sebelumnya baik, tetapi karena pengaruh lingkungan tertentu dapat menjadi penjahat, demikian pula sebaliknya. Oleh sebab itu lembaga pendidikan diperlukan untuk mengarahkan kehidupan generasi yang akan datang agar lebih baik.
Jika manusia hidup dengan ilmu selain Allah, maka manusia tidak dapat mempertahankan martabatnya yang mulia. Dalam keadaan demikian, manusia disamakan dengan binatang. Mereka itu seperti binatang ( ulaaika kal an’am ), bahkan lebih buruk lagi dari binatang ( bal hum adhad ). Dalam keadaan demikian, martabat manusia menjadi rendah seperti dijelaskan dalam QS. 95 (al-Tiin) : 4.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2016/05/30-doa-doa-harian-terlengkap-beserta-artinya.html

HAKIKAT MANUSIA

HAKIKAT MANUSIA

HAKIKAT MANUSIA

HAKIKAT MANUSIA
HAKIKAT MANUSIA

Kehadiran manusia

Kehadiran manusia pertama tidak terlepas dari asal-usul kehidupan di alam semesta. Asal-usul manusia menurut ilmu pengetahuan tidak bias dipisahkan dari teori tentang spesis baru yang berasal dari sepsis lain yang telah ada sebelumnya melalui proses evolusi. Teori evolusi yang diperkenalkan Darwin pada abad XIX telah menimbulkan perdebatan , terutama di kalangan gereja dan ilmuwan yang berpaham teori kreasi khusus. Setelah teori itu diekstrapolasikan oleh para penganutnya sedemikian rupa, sehingga seolah-olah manusia berasal dari kera. Pada hal Darwin tidak pernah mengemukakan hal tersebut, walaupun taksonomi manusia dan kera besar berada pada super famili yang sama, yaitu hominoidae.

Darwin mengetengahkan banyak fakta yang tampaknya lebih berarti dari pada pendahulunya. Darwin mengemukakan teori mengenai asal-usul sepsis melalui sarana seleksi alam atau bertahannya ras-ras yang beruntung dalam memperjuangkan dan mempertahankan kehidupannya. Teori Darwin memuat dua aspek. Aspek pertama bersifat ilmiah, namun ketika diungkapkan dan dilaksanakan, ternyata aspek ilmiahnya sangat rapuh. Aspek kedua bersifat filosofis yang diberi penekanan oleh Darwin sangat kuat dan diungkapkan secara jelas. Teori evolusi tidaklah segalanya, bahkan Darwin sendiri menyadari seperti diungkapkannya:

“Tapi aku mempercayai seleksi alam, bukan karena aku dapat membuktikan, dalam setiap kasus, bahwa seleksi alam telah mengubah satu sepsis menjadi sepsis lainnya, tapi karena sepsis alam mengelompokkan dan menjelaskan dengan baik ( menurut pendapatku ) banyak fakta mengenai klasifikasi, embriologi, morfologi, organ-organ elementer, pergantian dan distribusi geologis”.
Evolusi manusia menurut ahli paleontologi dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat evolusinya, yaitu:

a. Tingkat pra manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg, Afrika Selatan pada tahun 1924 yang dinamakan fosil Australopithecus.
b. Tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut Pithecanthropus Erectus.
c. Tingkat manusia purba, yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudah digolongkan genus yang sama, yaitu homo walaupun spesiesnya dibedakan. Fosil jenis ini ditemukan di Neander, karena itu disebut homo Neanderthalensis dan kerabatnya ditemukan di Solo ( Homo Soloensis ).
d. Tingkat manusia modern atau homo sapiens yang telah pandai berfikir, menggunakan otak dan nalarnya.

makna manusia

Mencari makna manusia dilakukan melalui ilmu pengetahuan . Para ahli mendefinisikannya sesuai dengan bidang kajian ( obyek material )ilmu yang ditekuninya. Membicarakan tentang manusia dalam pandangan ilmu pengetahuan sangat tergantung pada metodologi yang dipergunakan dan terhadap filosofi yang mendasari. Para penganut teori Psikoanalisis menyebut manusia sebagai Homo Volens ( manusia berkeinginan ). Menurut aliran ini, manusia adalah makhluk yang memiliki perilaku interaksi antara komponen biologis ( Id ), psikologis (ego), dan social ( super ego ). Di dalam diri manusia terdapat unsure animal ( hewan ) , rasional ( akal ), dan moral ( nilai ).

penganut teori behaviorisme

Para penganut teori behaviorisme menyebut manusia sebagai homo mekanicus (manusia mesin). Behavior lahir sebagai reaksi terhadap Introspeksionisme ( aliran yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan subyektif ) dan psikoanalisis ( aliran yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak ). Behavior menganalisis perilaku yang tampak saja. Menurut aliran ini, segala tingkah laku manusia terbentuk sebagai hasil proses pembelajaran terhadap lingkungannya, tidak disebabkan aspek rasional dan emosionalnya.

penganut teori kognitif

Para penganut teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens ( manusia berfikir ). Menurut aliran ini, manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk yang bereaksi secara pasif pada lingkungan , tetapi sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya, makhluk yang selalu berfikir. Penganut teori kognitif mengecam pendapat yang cenderung menganggap pikiran itu tidak nyata karena tampak tidak mempengaruhi peristiwa. Padahal berfikir, memutuskan, menyatakan, memahami dan sebagainya adalah fakta kehidupan manusia.

penganut teori Humanisme

Para penganut teori Humanisme menyebut manusia sebagai homo ludens ( manusia bermain ). Aliran ini mengecam aliran psikoanalisis dan behaviorisme, karena keduanya tidak menghormati manusia sebagai manusia. Keduanya tidak dapat menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positif dan menentukan, seperti cinta, krealitivitas, nilai, makna, dan pertumbuhan pribadi . Menurut humanisme , manusia berperilaku untuk mempertahankan , meningkatkan, dan mengaktualisasikan dirinya. Perdebatan mengenai siapa manusia dikalangan para ilmuwan terus berlangsung dan tidak menemukan kesepakatan yang tuntas. Manusia tetap menjadi misteri yang besar dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan sampai sekarang .

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2018/09/kumpulan-bacaan-sholawat-nabi-muhammad-saw.html

Wajah Multikulturalisme Australia di Panggung Busana

Wajah Multikulturalisme Australia di Panggung Busana

Wajah Multikulturalisme Australia di Panggung Busana

Wajah Multikulturalisme Australia di Panggung Busana
Wajah Multikulturalisme Australia di Panggung Busana

Pada perkembangannya fashion bukan sekadar menjadi pelindung tubuh

Atau hanya membuat orang yang mengenakannya lebih menarik dan percaya diri. Lebih dari itu fashion juga bisa menjadi etalase wajah suatu negara.

Fashions of Multicultural Australia (FOMA) adalah salah satu event yang mencoba melihat fashion bukan sekadar tren. Tapi bagaimana menampilkan wajah Australia yang sangat multikultural untuk dirangkum dalam fashion show di Cutaway, Barangaroo, New South Wales, Australia.

“FOMA adalah inisiatif nasional yang unik

Dan baru untuk menumbuhkan hubungan sosial, hubungan budaya, dan apresiasi melalui mode. Pameran dan pertunjukan adalah media memamerkan bakat para desainer lokal, internasional, dan bahkan pengungsi,” kata penggagas Gandhi Creations dan FOMA Sonia Sadiq Gandhi kepada KORAN SINDO dan beberapa media asal Indonesia lainnya di kantornya, Senin (25/2).

 

Event yang mulai digelar kemarin ini

menurut Gandhi, adalah yang terbesar yang mereka lakukan. Acara ini akan menampilkan 15 desainer dan 30 budaya dunia berbeda yang membentuk multikulturalisme Australia. Ada Afghanistan, Cile, Rusia, Kolombia, India, Indonesia, Irlandia, Pakistan, Palestina, Kiribati, Australia, dan bahkan Brasil.

Gandhi menegaskan, yang ingin dilakukan adalah meruntuhkan stereotip dalam menilai seseorang dari pakaiannya. “Kami juga ingin memberikan kesempatan merefleksikan mode dunia dan membantu mengembangkan apresiasi publik atas budaya yang berbeda. Kami juga menjadikan beberapa atlet paralympics menjadi model dari pakaian yang dipamerkan,” tandasnya.

Desainer yang datang bisa dikatakan menjadi representasi

Dari negara peserta karena FOMA bekerja sama dengan pemerintah. Pelibatan pemerintah diharapkan membuat para desainer yang disertakan memang menjadi wajah dari mode di negara sendiri. Selain itu tiap negara juga akan mendapatkan space untuk memperkenalkan semua hal tentang negara peserta.

Dia kemudian mencontohkan Indonesia. Jika bicara Indonesia yang muncul adalah Bali dan Bali. Padahal Indonesia memiliki lebih dari itu. “Lalu bagaimana mengurangi kesan itu jika tidak ada media atau ruang menyampaikannya? Bicara di podium tidak ada yang mendengarkan. Dampak visual sangat penting. Kami pikir, itulah yang harus dilakukan,” tambahnya.

Indonesia mengirim dua desainer di FOMA 2019. Mereka adalah Savira Lavinia (Sav Lavin) pemilik Not Just Label dan Novita Yunus dari Batik Chic. Lavin disebut sebagai desainer muda masa depan yang berani bereksplorasi dengan tema edgy yang berakar pada budaya Indonesia. Dalam beberapa kesempatan dia juga tak ragu memperlihatkan wujud nasionalisme dalam bentuk gurdo saat menampilkan karyanya di Future Profound 2015. Neoprene, 3D space fabrics, synthetic leather pun menjadi ciri khasnya dalam mendeskripsikan masa depan. ”Awalnya tidak menyangka bisa di-invite dan dikurasi KJRI Sydney dan FOMA event. Pastinya sangat senang dan excited,” kata Lavin kepada wartawan.

Menariknya, menurut beberapa pengamat fashion yang memberikan reviu mereka melalui blog, lulusan Universitas ESMOD Jakarta tersebut bukan sekadar berinovasi, tetapi juga mempertahankan akar budaya sebagai bagian dia mendeskripsikan masa depan. Di FOMA 2019, Lavin membawa desain yang terinspirasi Jakarta.

Riset dan proses desain dilakukan mendalam dengan harapan orang Jakarta akan teringat pada ibu kota Indonesia itu. Misalnya sarung, plastik hitam, polusi, keamanan di kota, si pitung, ondel-ondel, tetapi itu semua digabungkan dengan riset tren dunia sehingga look tetap ready to wear dan modern.

“Jumlah yg akan ditampilkan ada 10 total look. Warna-warna yang diangkat adalah mandarin orange, biru laut, hijau, hitam, dan silver. Jenis bahan ada polyester dan katun. Siluetnya perpaduan antara maskulin dan sentuhan feminin. Koleksi ini berupa koleksi terbaru Sav Lavin AW19,” tambah Lavin.

Bakat Lavin sudah terlihat lama saat pada 2013 menerima penghargaan sebagai “penghargaan juri khusus” dari Yongki Komaladi selama peragaan busana kelulusannya. Dia meraih tempat pertama di Kompetisi Desain Mode Indonesia 2014. Setelah menyelesaikan studi beasiswa di Koefia, Roma, Italia, dia magang di Iris Van Herpen Atelier di Amsterdam, Belanda. Baru-baru ini, debutnya koleksi SS18 pada Oktober 2017 ditampilkan di Los Angeles Fashion Week.

Adapun Novita masuk ke industri mode dengan meninggalkan pekerjaannya di bank. Novita mengirimkan foto-foto “tas batik desainer” pertamanya di halaman Facebooknya yang mengakibatkan pesanan mengalir dari teman-teman dan kenalannya. Menanggapi permintaan tak terduga ini, ia memulai perusahaannya pada 2009.

Novita mendirikan Batik Chic karena kecintaan pada tradisi dan kebutuhan untuk melestarikan budaya seperti yang diwakili moto perusahaan Keep the Heritage Alive. Dia ingin meningkatkan kesadaran dan menumbuhkan popularitas batik dan kain tradisional Indonesia lainnya. Sejak awal dia berkomitmen untuk membuat barang-barang batik modis untuk segala usia, sementara pada saat yang sama mempromosikan kain batik vintage atau desain yang perlahan menghilang.

Baca Juga : 

Belanja Versi Gue, Zilingo Gandeng Project AIR

BelanjaVersiGue, Zilingo Gandeng Project AIR

BelanjaVersiGue, Zilingo Gandeng Project AIR

BelanjaVersiGue, Zilingo Gandeng Project AIR
BelanjaVersiGue, Zilingo Gandeng Project AIR

Gaungkan kampanye BelanjaVersiGue,

Platform fashion dan gaya hidup Zilingo menjalin kolaborasi kreatif dengan musisi ternama Tanah Air yakni Afgan Syahreza, Isyana Sarasvati, dan Rendy Pandugo atau lebih dikenal sebagai Project AIR. Kampanye #BelanjaVersiGue dilakukan untuk mendukung perjalanan ekspresi diri para pelanggan di Indonesia melalui fashion.

 

Hal tersebut sebagai kelanjutan dari pesan #SiapaSihLo

kampanye ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan yang biasa dihadapi para pelanggan, yakni tidak dapat mengekspresikan gaya mereka karena keterbatasan produk fashion dan pilihan gaya yang tersedia di pasar.

 

Kampanye

BelanjaVersiGue akan didukung dengan berbagai kegiatan menarik yang sudah disiapkan selama 2019. “Zilingo percaya bahwa ekspresi diri seseorang bersifat pribadi, unik, dan tidak mengenal batasan. Hal tersebut penting bagi konsumen kami dan semua orang pada dasarnya harus selalu merasa didukung untuk menjadi diri mereka seutuhnya,” ucap VP dan Head of B2C Marketing Zilingo, Sarah Humaira saat di kawasan Thamrin, Jakarta, baru-baru ini.

 

“Melalui #BelanjaVersiGue, kami berharap dapat menginspirasi para pelanggan di Indonesia untuk mengekspresikan diri mereka yang sebenarnya secara berani tanpa memandang bentuk tubuh, kepribadian, atau gaya pilihan mereka,” imbuh Sarah.

 

Kolaborasi Zilingo dan Project AIR dimulai dengan single

“Feel So Right” yang khusus dibuat untuk menyemangati semua orang agar menjadi lebih percaya diri dan nyaman dengan diri mereka sendiri. Kedua belah pihak terlibat secara aktif dalam perjalanan kreatif mulai dari penulisan lirik hingga produksi video klip. Kolaborasi ini juga akan dilanjutkan dengan iklan TV baru milik Zilingo yang akan menampilkan ketiga musisi berbakat ini sebagai bintang utama.

Selain single khusus tersebut, Zilingo juga meluncurkan koleksi terbaru yang telah dikurasi sesuai dengan gaya dari Afgan, Isyana, dan Rendy. Koleksi ini mewakili gaya tiap musisi dan menggambarkan kepribadian mereka yang unik. Para penggemar dan pecinta fesyen kini dapat menciptakan penampilan sendiri yang terinspirasi dari musisi favorit mereka.

“Bersama Afgan dan Isyana, kami juga kembali dipertemukan untuk meluncurkan satu lagu baru yaitu ‘Feel So Right’, di mana kami bisa mengeksplorasi sisi musikalitas kami secara total dan menjadi diri kami sendiri,” ujar Rendy Pandugo.

Sumber : https://www.modelbajumuslimbatik.com/

Ideologi Transnasional Berbahaya, yang Mana?

Ideologi Transnasional Berbahaya, yang Mana?

Ideologi Transnasional Berbahaya, yang Mana?

Ideologi Transnasional Berbahaya, yang Mana?
Ideologi Transnasional Berbahaya, yang Mana?

 

Bila secara historis Islam telah terbukti memberikan sumbangsih

Yang luarbiasa kepada negeri ini, termasuk dalam perlawanan terhadap penjajah Belanda melalui tokoh-tokoh seperti Pangeran Diponegoro, Tjut Nyak Dien, HOS Cokroaminoto dan lain-lainnya, lantas ideologi transnasional mana, yang berbahaya dan karenanya harus diwaspadai, yang dimaksud oleh Kyai Hasyim? Kita yakin, yang dimaksud bukanlah ideologi Islam. Sebab, bila itu yang dimaksud tentu tidak sesuai dengan fakta sejarah – sebagaimana dijelaskan di muka – maupun fakta kekinian.

Fakta yang ada sekarang membuktikan bahwa ideologi

Kapitalisme global yang juga memiliki watak transnasional, bukan sekedar dikhawatirkan akan mengancam, tapi malah benar-benar telah merusak dan mengobok-obok Indonesia. Kejahatan ideologi ini sudah dimulai sejak masa kolonialisme, dimana baik atas nama korporasi maupun negara (Barat), mereka menjajah dan mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia. Kerusakan yang ditimbulkan luar biasa besar. Bukan hanya merampas kekayaan alam, penjajah juga menistakan bahkan juga membunuh ribuan rakyat Indonesia. Maka tidak mengherankan bila masih lekat dalam memori hampir semua rakyat Indonesia, bahwa Belanda adalah negara penjajah.

Dengan perjuangan yang tak kenal menyerah

akhirnya Indonesia berhasil merdeka. Tapi ternyata, penjajahan tidaklah berhenti. Lepas dari penjajahan militer, Indonesia harus berhadapan dengan berbagai rekayasa untuk tetap berlangsungnya penjajahan ekonomi, budaya dan lainnya. Bung Karno menyebut neo-imperialisme. Kini, melalui perangkat institusi internasional seperti Bank Dunia, IMF, Pasar Bebas, penjajahan dalam bentuk lain terhadap Indonesia terus berlanjut. Hutang luar negeri dan investasi asing terbukti tidak sungguh-sungguh diberikan untuk membantu, tapi untuk tetap menjajah. Akibatnya, meski Indonesia sangat kaya, tapi penduduknya terpaksan harus hidup dalam kemiskinan miskin karena kekayaan alam yang melimpah itu (emas, migas, dan lainya) yang semestinya bisa dinikmati oleh rakyat malah dihisap oleh negara penjajah melalui perusahaan kaki tangannya di negeri ini.

Secara politik, Indonesia juga tidak luput dari cengkeraman hegemoni

Global negara-negara adi daya. Dulu, di masa perang dingin, Indonesia harus mengikuti strategi global Barat membendung komunisme. Setelah berakhir, Indonesia tetap harus tunduk pada negara Barat (AS dan sekutunya) dalam apa yang mereka sebut perang global melawan terorisme. Tidak jelas siapa yang dimaksud teroris karena apa yang mereka lakukan di Irak dan Afghanistan, juga di Palestina, sejatinya jauh lebih dahsyat daripada yang dilakukan oleh orang-orang yang mereka tuduh sebagai teroris. Bukan hanya itu, atas nama HAM, Demokrasi, dan Pluralisme, negara penjajah juga terus melakukan intervensi yang mendorong disintegrasi. Buah yang nyata adalah lepasnya Timor Timur. Bukan tidak mungkin, Papua, juga Aceh dan Ambon bakal menyusul. Tanda-tanda ke arah sana sangat nyata.

Sikap asal menolak ideologi transnasional adalah tidak tepat. Apalagi bila yang dimaksud adalah (ideologi) Islam. Sikap yang benar adalah bahwa kita harus menolak ideologi yang jelas-jelas telah menimbulkan kerusakan pada negeri ini; menyengsarakan rakyatnya dan bakal menghancurkan persatuannya. Itulah ideologi transnasional kapitalisme global yang dikomandani oleh AS. Kejahatan ideologi ini dengan sangat gamblang diuraikan oleh Vedi R Hadiz dalam Empire and Neoliberalism in Asia (2006). Intinya, AS semakin mengupayakan sebuah disain kebijakan berskala global, utamanya di bidang politik dan ekonomi, yang dapat memberikan jaminan bahwa dominasi atas planet ini tetap berada dalam genggaman AS, tidak peduli apakah kebijakan global itu menyengsarakan rakyat di banyak negara atau tidak.

Dengan demikian, menganggap ideologi Islam transnasional sebagai ancaman selain ahistoris, tapi juga tidak obyektif. Untuk Indonesia, justru penerapan syariah Islam-lah yang akan memperkuat bangsa dan negara ini, sebagaimana dahulu dengan semangat Islam juga para pejuang melawan penjajah. Penerapan syariat Islam tidak akan pernah membubarkan negara dan bangsa ini, justru akan memperkuatnya karena Indonesia merupakan bagian dari negeri Islam. Syariat Islam mengharamkan ada bagian dari negeri Islam yang akan memisahkan diri atau melakukan disintegrasi. Sejarah membuktikan justru Islamlah yang menjadi faktor utama mengapa bangsa Indonesia bisa bersatu hingga seperti sekarang ini. Upaya-upaya disintegrasi muncul bukan oleh dorongan semangat Islam, tetapi karena faktor lain di luar Islam. Sudah diketahui secara umum bahwa pihak-pihak asing memainkan peran penting untuk melepaskan Timor Timur dari Indonesia seperti yang sekarang juga mereka mainkan di Papua, Maluku, Poso, dan Aceh. Gejala disintegrasi semakin menguat ketika pemerintah juga gagal mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyatnya, sementara dominasi asing di lapangan ekonomi dan politik makin menjadi-jadi. [Muhammad Ismail Yusanto; Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia] Wallahu’alam bi al-shawab

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

Usmar Hariman Jabat Plt Wali Kota Bogor

Usmar Hariman Jabat Plt Wali Kota Bogor

Usmar Hariman Jabat Plt Wali Kota Bogor

 

Usmar Hariman Jabat Plt Wali Kota Bogor

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman terhitung 15 Februari – 23 Juni 2018 menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bogor merujuk pada Formulir Berita dari Gubernur Jawa Barat tertanggal 12 Februari 2018 untuk mengisi kekosongan jabatan Wali Kota Bogor karena Bima Arya mengajukan cuti mengikuti tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

Formulir Berita dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

tersebut disampaikan dan dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Ade Sarip Hidayat di Paseban Punta, Balaikota Bogor, Rabu (14/02/2018) yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor Yudi Indra Gunawan, Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Arm Dodi Suhadiman, Asisten Pemerintahan Setda Kota Bogor Hanafi, Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kota Bogor M. Taufik, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Bogor Arif Mustofa Budiyanto, Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi, Camat Bogor Tengah Agustian Syah.

Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat

Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menyatakan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan adanya Pilkada Serentak 2018 tugasnya tidak perlu terganggu. Sebab, ASN sudah diberikan rambu dengan ketentuan harus bersifat netral atau tidak ada keberpihakan kepada siapapun dan tidak terintervensi dengan kepentingan apapun.
“Jadi tetap hadir sebagai pelayanan masyarakat. Saya menitipkan kepada semua ASN di Kota Bogor agar tetap konsen terhadap program-program yang ada sesuai dengan tupoksinya,” tegasnya.

Ade dan Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman dalam kepemimpinan 4 bulan kedepan berkomitmen bersama-sama menjaga Kota Bogor agar tetap nyaman dan kondusif serta terus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat. “Ini adalah Plt Wali Kota, Walikotanya masih ada karena cuti, tugasnya memang tidak jauh berbeda,” kata Ade.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara

Menyinggung aturan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) yang mengeluarkan larangan bagi seluruh ASN untuk berfoto bersama pasangan calon kepala daerah dan mengunggahnya ke media sosial harus dijalankan dengan baik.

“Tidak ada lagi ASN yang berfoto dengan pasangan calon dan memposting di media sosial, walaupun ini terlihat sederhana tetap ini sudah aturan dan wajib diikuti. Saya sangat berharap untuk dipahami dan bukan kali ini saja saya sampaikan, tetapi sudah diberbagai kesempatan,” pungkasnya.

Gubernur dan Wakil Gubernu

Sekedar informasi, berdasarkan Permendagri Nomor 74 Tahun 2016 tentang Cuti di Luar Tanggungan Negara Bagi Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Pasal 7 ayat (1) menegaskan, Pelaksana Tugas Gubernur, Pelaksana Tugas Bupati, dan Pelaksana Tugas Walikota mempunyai tugas dan wewenang:

1.Memimpin pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
2.Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat;
3.Memfasilitasi penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota yang definitif serta menjaga netralitas Pegawai Negeri Sipil;
4.Menandatangani Perda tentang APBD dan Perda tentang Organisasi Perangkat Daerah setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri; dan
5.Melakukan pengisian dan penggantian pejabat berdasarkan Perda Perangkat Daerah setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri. (Humas)

Artikel terkait: