Pendorong Pertumbuhan Perumahan dan Permukiman

Pendorong Pertumbuhan Perumahan dan Permukiman

Pendorong Pertumbuhan Perumahan dan Permukiman

Pendorong Pertumbuhan Perumahan dan Permukiman
Pendorong Pertumbuhan Perumahan dan Permukiman

Dalam kaitannya dengan persebaran penduduk dengan tumbuhnya perumahan

dan permukiman baik di perkotaan maupun di perdesaan yang relatif datar akan membentuk pola-pola tersendiri yang secara keseluruhan dipengaruhi oleh posisinya secara geografis dan karakteristik tempatnya (Branch dalam Yoelianto, 2005). Hal ini mencerminkan bahwa kondisi topografi yang relatif datar di wilayah penelitian merupakan modal dasar dari pertumbuhan perumahan dan permukiman.

 

Selanjutnya hal-hal yang harus diperhatikan dalam perkembangan perumahan adalah

pewilayahan (zoning); utilitas (utilities); faktor-faktor teknis (technical factors); lokasi (locations); estetika (aesthetics); komunitas (community); pelayanan kota (city services); dan biaya (costs), (James C. Snyder; Anthony J. Catanese, 1985).

 

Secara umum, lingkungan perumahan dan permukiman tidak terlepas dari dukungan

ketersediaan prasarana dan sarana lingkungan. Sistem prasarana dapat didefinisikan sebagai fasilitas-fasilitas fisik atau struktur-struktur dasar, peralatanperalatan, instalasi-instalasi yang dibangun dan yang dibutuhkan untuk menunjang sistem sosial dan sistem ekonomi masyarakat (Grigg, Neil, 1987). Menurut Undang-Undang Perumahan dan Permukiman Tahun 1992, bahwa sarana lingkungan merupakan fasilitas penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, ekonomi dan budaya. Dalam kaitan ini, criteria penentuan baku kelengkapan pendukung prasarana dan sarana lingkungan dalam perencanaan kawasan perumahan kota sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 378/KPTS/1987 menyebutkan bahwa untuk menghasilkan suatu lingkungan perumahan yang fungsional sekurang-kurangnya bagi masyarakat penghuni, harus terdiri dari kelompok rumah-rumah, prasarana lingkungan dan sarana lingkungan. Dewasa ini, potensi pengembangan kota lebih dipengaruhi oleh daya tarik kota akibat adanya akumulasi kegiatan usaha perekonomian bidang industri dan jasa pelayanan.

Perkembangan kota-kota besar maupun kecil seringkali bertambah luas

bersamaan kegiatan industri dan jasa tersebut menjadikan kota sebagai pasar tenaga kerja yang memberikan keuntungan aglomerasi dan menyebabkan tingkat produktifitas dan efisiensi yang tinggi (Richardson dalam Malik, 2003). Pada sisi lain, kemampuan kota menyediakan prasarana dan sarana sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting untuk mempertahankan momentum perkembangan kota. Oleh karenanya, kelangsungan dan kelestarian suatu kota harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Undang-undang R.I Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengartikan bahwa pola pemanfaatan ruang adalah bentuk pemanfaatan ruang yang menggambarkan ukuran, fungsi, serta karakter kegiatan manusia dan atau kegiatan alam. Wujud pola pemanfaatan ruang diantaranya meliputi pola lokasi, sebaran permukiman, tempat kerja, industri dan pertanian, serta pola penggunaan tanah perdesaan dan perkotaan. Salah satu tujuan dalam penataan ruang adalah tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk :

  1. Mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas, berbudi luhur, dan sejahtera;
  2. Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia;
  3. Meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya buatan secara berdaya guna, berhasil guna, dan tepat guna untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia

Baca Juga : 

Pertumbuhan Wilayah dan Peningkatan Kebutuhan Lahan

Pertumbuhan Wilayah dan Peningkatan Kebutuhan Lahan

Pertumbuhan Wilayah dan Peningkatan Kebutuhan Lahan

Pertumbuhan Wilayah dan Peningkatan Kebutuhan Lahan
Pertumbuhan Wilayah dan Peningkatan Kebutuhan Lahan

Dinamika pertumbuhan wilayah perkotaan dan peningkatan kebutuhan lahan adalah

suatu rangkaian yang satu sama lain saling mempengarunhi. Menurut Zahnd, 1999 (dalam Hamzah, 2010) kehidupan kota sudah lebih disamakan dengan ekologi kota yang melibatkan tiga pokok yang hubungannya sangat erat yakni dinamika secara ekonomi, politis dan budaya kota. Sementara perencanaan suatu kota tidak bisa lepas dari aspek tata ruangnya, dimana tata ruang adalah wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang, baik yang direncanakan maupun tidak.

Penggunaan lahan pada suatu kota umumnya berbentuk tertentu dan pola perkembangannya dapat diestimasikan. Keputusan-keputusan pembangunan kota biasanya berkembang bebas, tetapi diupayakan sesuai dengan perencanaan penggunaan lahan. Motif ekonomi adalah motif utama dalam pembentukan struktur penggunaan tanah suatu kota dengan timbulnya pusat-pusat bisnis yang strategis.

Selain motif bisnis terdapat pula motif politik, bentuk fisik kota, seperti topografi, drainase. Meskipun struktur kota tampak tidak beraturan, namun kalau dilihat secara seksama memiliki keteraturan pola tertentu. Bangunan-bangunan fisik membentuk zona-zona internkota. Teori-teori struktur kota yang ada digunakan mengkaji bentukbentuk penggunaan lahan yang biasanya terdiri dari penggunaan tanah untuk perumahan, bisnis, industri, pertanian dan jasa (Koestoer, 2001).

Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, terutama di daerah perkotaan, serta bertambah banyaknya tuntutan kebutuhan masyarakat akan lahan, seringkali mengakibatkan timbulnya benturan kepentingan atas penggunaan sebidang lahan bagi berbagai penggunaan tertentu. Acapkali pula terjadi panggunaan lahan yang sebetulnya tidak sesuai dengan peruntukannya. Hal semacam ini, bila tidak segera diatasi, pada suatu saat nanti akan dapat mengakibatkan terjadinya degradasi lahan. (Khadiyanto, 2005). Secara teoritis, sejauh mana efisiensi alokasi sumber daya lahan dapat dicapai melalui mekanisme pasar, akan tergantung apakah hak pemilikan (ownership) dapat mengontrol himpunan karakteristik sumberdaya lahan. Himpunan karakteristik ini antara lain adalah : eksternalitas, inkompatibilitas antar alternatif penggunaan, ongkos transaksi, economies of scale, aspek pemerataan, dan keadilan.

 

Dalam prakteknya, pemerintah di sebagian besar negara di dunia

memegang peran kunci dalam alokasi lahan. Dengan sangat strategisnya fungsi dan peran lahan tanah dalam kehidupan masyarakat (ekonomi, politik, sosial, dan kebudayaan) maka pemerintah mempunyai legitimasi kuat untuk mengatur kepemilikan/penguasaan tanah. Peran pemerintah dalam alokasi lahan sumberdaya lahan dapat berupa kebijakan yang tidak langsung seperti pajak, zonasi (zoning), maupun kebijakan langsung seperti pembangunan waduk dan kepemilikan lahan seperti hutan, daerah lahan tambang, dan sebagainya. Dengan demikian peranan pemerintah melalui system perencanaan wilayah (tata guna) ditujukan untuk: (1) menyediakan sumberdaya lahan untuk kepentingan umum, (2) meningkatkan keserasian antar jenis penggunaan lahan, dan (3) melindungi hak milik melalui pembatasan aktivitas-aktivitas yang membahayakan.

 

Rumah dan perumahan seyogyanya dipandang sebagai bagian dari lingkungan

permukiman dan lingkungan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup. Perluasan areal untuk permukiman dan perumahan mengakibatkan terjadinya perubahan lingkungan alam yang semua berfungsi sebagai area penyerapan air menjadi lingkungan buatan yang menolak resapan air. Kontradiksi antara perlunya perumahan dan permukiman dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan upaya pelestarian lingkungan ibarat dua mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya (Wiradisuria dalam Budihardjo, 2009).

Menurut Catanesse (1986), bahwa dalam perencanaan penggunaan lahan sangat dipengaruhi oleh manusia, aktivitas, dan lokasi. Dimana hubungan antar ke tiganya sangat berkaitan, sehingga dapat dianggap sebagai siklus perubahan penggunaan lahan.

Dari uraian kajian teori di atas maka dapat dipahami bahwa dengan berpedoman pada pertumbuhan wilayah kota yang diinterpretasikan pada kota sebagai proses, hal ini menunjukkan bahwa dinamika pertumbuhan wilayah perkotaan tidak bisa lepas dari

3 (tiga) unsur pokok yakni dinamika ekonomi, dinamika politik dan dinamika budaya, yang dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Dinamika ekonomi dapat berupa;
  2. Status tanah yang berhubungan dengan situasi topografi dan intervensi manusia,
  3. Hirarki nilai yang berhubungan dengan nilai pakai dan nilai tukar,
  4. Tingkat strutur yang berkaitan dengan global dan lokal.
  1. Dinamika politik atau sistem pengelolaan, merupakan peran dari pihak yang terlibat dalam suatu dimensi kehidupan perkotaan atau pewilayahan. Politik dalam hal ini juga dapat dirumuskan dalamlingkup yang lebih sederhana dengan arti kebijakan. Suatu kebijakan menjadi hal yang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan kota karena proses tersebut merupakan pelaksanaan sejumlah keputusan oleh individu maupun kelompok demi kepentingan masyarakat banyak.
  2. Sumber : https://www.kuliahbahasainggris.com/

Kawasan dan Ekspresi Spasial Perkotaan

Kawasan dan Ekspresi Spasial Perkotaan

Kawasan dan Ekspresi Spasial Perkotaan
Kawasan dan Ekspresi Spasial Perkotaan

Branch dalam Yoelianto (2005) mengemukakan bahwa pada skala yang lebih luas, bentuk kota secara keseluruhan mencerminkan posisinya secara geografis dan karakteristik tempatnya. Berdasarkan teori ini, dapat diartikan bahwa perkembangan suatu kota dapat ditentukan oleh posisi geografis serta karakteristik tempat dimana suatu proses kegiatan berlangsung sehingga dapat membentuk pola-pola yang mengikuti kondisi wilayah tersebut.

Suatu pola dapat membantu menangani masalah mengenai ketepatan (constancy) dan perubahan (change) dalam perancangan kota serta membantu menentukan pedoman-pedoman dasar untuk menentukan sebuah perancangan lingkungan kota yang konkret sesuai tekstur konteksnya. Teori figure ground dalam tata kota merupakan suatu hubungan tekstural antara bentuk yang dibangun (building mass) dan ruang terbuka (open space). Metoda ini dapat mangidentifikasi sebuah tekstur dan pola-pola sebuah tata ruang perkotaan (urban fabric), serta mengidentifikasi masalah keteraturan massa/ruang perkotaan (Zahnd, 1999).

 

Berdasarkan terminologinya, figure merupakan

istilah massa yang dibangun (biasanya di dalam gambar-gambar ditunjukkan dengan warna hitam) dan ground merupakan istilah untuk semua ruang yang berada di luar massa itu (biasanya ditunjukkan dengan warna putih). Namun kadang sebuah figure ground juga digambarkan dengan warna sebaliknya supaya dapat mengekspresikan efek tertentu.

Pola-pola tekstur kawasan perkotaan dapat sangat berbeda, karena perbedaan tekstur pola-pola tersebut mengungkapkan perbedaan rupa kehidupan dan kegiatan masyrakat perkotaan secara arsitektural. Menganalisis pola-pola tekstur kawasan perkotaan dan menemukan perbedaan data pada pola tersebut, akan didapatkan informasi yang menunjukkan ciri khas tatanan kawasan itu dan lingkungannya (Zahnd, 1999). Pola-pola kawasan secara tekstural dapat diklasifikasi menjadi tiga kelompok, meliputi:

Pola Kawasan yang Homogen

Susunan kawasan yang bersifat homogen yang jelas,dimana hanya ada satu pola penataan. Dalam pola ini, elemen solid dan void yang membentuk kawasan terdiri atas bentuk-bentuk yang cenderung sama, dan biasanya memperlihatkan suatu tingkat kepadatan yang tinggi.

 

Pola Kawasan Heterogen

Susunan kawasan yang bersifat heterogen, dimana terdapat dua atau lebih pola berbenturan. Pola ini biasanya mempunyai lebih banyak bentuk elemen solid dan void, sehingga membentuk komposisi yang cukup bervariasi.

Pola Kawasan Menyebar

Susunan kawasan yang bersifat menyebar dengan kecenderungan kacau. Kawasan ini biasanya terbentuk atas sebab-sebab tertentu. Terlihat bahwa kawasan ini tidak terintegrasi antara fungsi yang satu dengan yang lain, sehingga tampak seperti kawasan yang tidak terencana.

Sumber : https://www.dosenpendidikan.com/

RTLH Tepat Sasaran, Adkesra Setdakot Bogor Survei Lokasi

RTLH Tepat Sasaran, Adkesra Setdakot Bogor Survei Lokasi

Wali Kota Bogor Bima Arya

Menindaklanjuti kunjungan Wali Kota Bogor Bima Arya ke lokasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) saat berkantor di Kelurahan dan juga memastikan permohonan bantuan RTLH tepat sasaran, Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Setdakot Bogor turun langsung ke lapangan melakukan survei dan verifikasi. Kegiatan dipimpin langsung Kasubag Adkesra Setdakot Bogor, Bosse Anugrah, Kamis (02/03/17).

Lokasi pengajuan RTLH

Bosse mengungkapkan, dalam kegiatan ini pihaknya mengambil lokasi pengajuan RTLH secara acak (random) di tiga Kelurahan, yakni di Kelurahan Rancamaya, Genteng dan Mulyaharja. Berdasarkan hasil pengecekan dilapangan, Bosse menuturkan ada beberapa RTLH yang masuk dalam kriteria rusak berat dan akan menjadi prioritas. Namun dirinya juga menemukan ada sebagian yang tidak masuk kriteria sehingga permohonannya ditolak.

“Semua permohonan untuk RTLH itu akan di verifikasi dan di survei terlebih dahulu oleh tim khusus dengan melibatkan tim Saber Pungli dan Kepolisian serta pihak Kelurahan dan Kecamatan. Jadi tidak semua proposal pengajuan di setujui, harus  di verifikasi dulu,” ungkapnya.

Dia menyebutkan

Dari hasil verifikasi di lapangan ada tiga RTLH yang masuk dan menjadi prioritas. RTLH tersebut lokasinya di RT. 01 RW.07 Kelurahan Rancamaya dan di wilayah Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan.

Artikel terkait :

Solusi Deteksi Tindak Kejahatan Berbasis Kecerdasan Buatan

Solusi Deteksi Tindak Kejahatan Berbasis Kecerdasan Buatan

 

Jakarta

Patrons, tim pengembang aplikasi dari Jakarta berhasil mengembangkan sebuah aplikasi bernama Aident, sebagai solusi untuk mendeteksi kejahatan secara real-time melalui pola dan pengenalan perilaku, serta analisis untuk mendeteksi aktivitas yang mencurigakan atau aktivitas kriminal menggunakan kamera, seperti kamera pengintai (CCTV) atau kamera dari smartphone.

Fakhri Syihab

Fakhri Syihab mewakili Patrons, mengatakan bahwa Aident dikembangkan sebagai salah satu cara untuk mewujudkan aspirasi kota cerdas/smart city.

Solusi dari Aident ini menjadi bagaimana caranya menurunkan angka kejahatan di Indonesia dengan salah satu upayanya membuatnya lebih mudah dalam melaporkan aktivitas kriminal kepada aparat, mencegah adanya laporan yang bias atau laporan saksi mata yang tidak dapat diandalkan.

Artificial Intelligence

“Berkat perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML), Aident dapat secara efektif menggunakan kamera untuk melacak aktivitas yang mencurigakan dan meneruskannya kepada otoritas terkait secara real-time,” kata Fakhri.

“Selain itu, mereka yang terdaftar dalam DPO (daftar pencarian orang) pihak keamanan dapat diidentifikasi oleh kamera, sehingga memungkinkan pihak keamanan, baik pemerintah maupun swasta untuk mengambil tindakan yang diperlukan. Ini semua dimungkinkan berkat layanan dan infrastruktur AWS Cloud,” sambungnya.

Aplikasi Aident

Dalam pengembangan aplikasi Aident dan layanannya, Patrons menggunakan berbagai layanan dan teknologi AWS, seperti Amazon Rekognition, Amazon SageMaker, Amazon RedShift, Amazon Kinesis Data Streams, dan masih banyak lagi.

“Teknologi AWS dapat diandalkan, memberi kami kesempatan untuk meningkatkan layanan sesuai kebutuhan, memungkinkan kami untuk lebih fokus pada ide produk dan implementasi kode,” terang Fakhri.

Berkat pengembangan aplikasi Aident ini, tim Patrons berhasil memenangkan AWS Hackdays 2019 Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu lalu.

AWS Hackdays

AWS Hackdays adalah acara pendidikan dan hackathon tahunan yang diadakan di enam negara di Asia Tenggara. Tahun ini, para pengembang di Asia Tenggara didorong untuk menampilkan inovasi mereka dan mendemonstrasikan kemampuannya di bidang Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML), Internet of Things (IoT), Analisis Data, atau Aplikasi Modern yang bertemakan di bidang HealthTech, AgriTech, Smart City, atau FinTech.

Managing Director untuk AWS ASEAN

Nick Walton, Managing Director untuk AWS ASEAN menyampaikan selamat kepada Patrons atas kemenangan mereka yang sangat layak dengan solusi mengesankan mereka yang benar-benar mencerminkan tema AWS Hackdays tahun ini yaitu tentang ‘Hack for Good’.

“Kami didorong oleh tanggapan yang kami terima, dan menarik untuk melihat bagaimana pengembang menggunakan teknologi AWS termasuk Artificial Intelligence (AI), Machine Learning (ML), Internet of Things (IoT), dan analitik data untuk membangun aplikasi yang mendorong dampak positif dan meningkatkan kualitas hidup kita di Asia Tenggara,” jelas Nick.

AWS Hackdays pada tahun ini diikuti 1.522 total peserta dengan 345 tema yang didaftarkan secara online di seluruh kawasan ASEAN, dimana dalam pendaftaran solusi aplikasi mereka termasuk penggunaan layanan AWS seperti Amazon SageMaker, Amazon Polly, Amazon Lex, serta layanan AWS IoT.

Solusi ini kemudian dievaluasi oleh panel juri yang didasarkan pada inovasi, dampak bisnis, implementasi, dan pengalaman pengguna. Di masing-masing negara yang berpartisipasi, lima tim kemudian dipilih untuk mempresentasikan dan mendemonstrasikan solusi mereka, dan akhirnya Patrons menjadi pemenang di Indonesia.

Atas keberhasilannya sebagai pemenang AWS Hackdays 2019 Indonesia, Patrons mewakili Indonesia bersaing dengan pemenang dari negara-negara ASEAN lainnya, seperti Singapura, Vietnam, Malaysia, Filipina dan Thailand dalam AWS Hackdays 2019 ASEAN Grand Finale di Singapura.

 

Sumber : https://www.ram.co.id/

Samsung Pakai Baterai 4.500 mAh di Galaxy Note 10 Pro

Samsung Pakai Baterai 4.500 mAh di Galaxy Note 10 Pro

 

Jakarta – Usai meluncurkan trio Galaxy S10

Samsung dikabarkan sedang bersiap untuk meluncurkan smartphone terbarunya, yakni Galaxy Note 10.

Berbeda dari seri Galaxy Note sebelumnya, Samsung dikabarkan bakal memperkenalkan empat model sekaligus.

Apa yang bakal menjadi pembeda keempat smartphone tersebut? Yang membedakannya terletak pada jaringan yang didukung masing-masing model.

Galaxy Note 10

Jadi, Samsung berencana untuk merilis Galaxy Note 10 yang sudah mendukung jaringan 4G dan 5G. Sedangkan untuk layarnya akan tampil dengan ukuran 6,28 inci dan 6,75 inci.

Terkini, sebuah informasi tentang kapasitas baterai salah satu model Galaxy Note 10 bocor di internet.

Dikutip dari GSM Arena, Senin (29/4/2019), sebuah foto beredar memperlihatkan baterai berkapasitas 4.500 mAh–500 mAh lebih besar dari seri Galaxy Note 9.

Jika diperhatikan lebih lengkap, tertulis nomor model EB-BN975ABU di baterai, kemungkinan besar angkat itu terkait dengan nomor model Galaxy Note 10 Pro, yakni SM-N975.

Walau masih belum bisa dikonfirmasi, sedikit masuk akal bilamana Samsung menyematkan baterai berkapasitas 4.500 mAh di Galaxy Note 10 Pro.

Negeri Gingseng

Toh, saat ini perusahaan asal Negeri Gingseng itu sudah menggunakan kapasitas baterai yang samai di seri Galaxy S10 5G.

Seperti yang disebutkan di atas, Samsung berencana untuk merilis empat model Galaxy Note 10 sekaligus.

Dikutip dari Sam Mobile, Selasa (9/4/2019), perbedaan itu akan terletak pada jaringan yang didukung masing-masing model.

Galaxy Note 10

Jadi, Samsung berencana untuk merilis Galaxy Note 10 yang mendukung 4G dan juga 5G.

Nantinya, tiap perangkat yang berbeda dukungan jaringan itu akan rilis dengan dua ukuran layar berbeda, yakni 6,28 inci dan 6,75 inci. Dengan kata lain, total ada empat varian Galaxy Note 10 yang hadir tahun ini.

Adapun untuk spesifikasi, keempat model ini dilaporkan tidak akan memiliki perbedaan. Samsung juga dikatakan masih akan mengusung spesifikasi yang tidak jauh berbeda dari Galaxy S10 untuk model Galaxy Note 10 ini.

Kendati demikian, belum ada pengumuman lebih lanjut terkait kabar dari Samsung. Karenanya, menarik untuk menunggu pengumuman resmi dari perusahaan asal Korea Selatan tersebut.

Lebih lanjut

Galaxy Note 10 disebut-sebut sebagai smartphone pertama Samsung tanpa tombol.

Dengan kata lain, seperti dikutip dari BGRsmartphone ini tidak memiliki tombol fisik, baik untuk power, volume, termasuk Bixby.

Jika laporan tersebut benar, ini akan membuat Samsung selangkah lebih dekat menghadirkan smartphone seamless.

Absennya tombol fisik membuat navigasi smartphone ini dipastikan memanfaatkan gestur atau sentuhan.

Terlebih, ada laporan yang menyebut Samsung sudah mendaftarkan paten tentang teknologi untuk menggantikan fungsi tombol fisik.

Sumber anonim itu menuturkan

Samsung juga memiliki rencana untuk memboyong desain tanpa tombol ini ke perangkat yang lebih rendah, seperti Galaxy A.

Namun, besar kemungkinan teknologi ini baru diadaptasi usai Galaxy Note 10 dirilis. Samsung sendiri disebut-sebut masih mempertahankan jadwal peluncuran seri Galaxy Note seperti biasa.

Oleh sebab itu, besar kemungkinan smartphone ini akan diperkenalkan pada Agustus 2019.

 

Sumber : https://merkterbaik.com/

BNN Prediksi Peredaran Narkotika Meningkat Jelang Akhir Tahun

BNN Prediksi Peredaran Narkotika Meningkat Jelang Akhir Tahun

BNN Prediksi Peredaran Narkotika Meningkat Jelang Akhir Tahun

BNN Prediksi Peredaran Narkotika Meningkat Jelang Akhir Tahun
BNN Prediksi Peredaran Narkotika Meningkat Jelang Akhir Tahun

BANDUNG-Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Barat memprediksi peredaran narkotika akan meningkat menjelang akhir tahun 2018, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol. Sufyan Syarief menghimbau, kepada seluruh aparat maupun masyarakat untuk mewaspadai distribusi dan kebutuhan anak narkoba menjelang akhir tahun biasanya akan meningkat.

“Seperti biasanya, menjelang akhir tahun peredaran narkoba di masyarakat semakin meningkat makanya harus kita waspadai bersama,” kata Sufyan, kepada wartawan di Rumah Makan Ponyo Bandung, Kamis (08/11).

Menurut Sufyan, Jawa Barat sebagai provinsi penopang ibukota DKI, tergolong rentan terhadap peredaran narkoba, dimana beberapa wilayah di Jabar terindikasi sebagai penyebaran narkoba, seperti wilayah Bogor, Tangerang, Kerawang, Sukabumi, Bandung serta Cirebon.

“Kita terakhir menggagalkan peredaran narkotika di Tasikmalaya, ini membuktikan bahwa peredaran narkoba tidak hanya di kota-kota besar tapi juga ke berbagai daerah lain,” ucapnya.

Sufyan menyatakan, dengan telah beredarnya narkoba ke daerah bukan perkotaan mengindikasikan bahwa wilayah Jawa Barat saat ini sangat rentan terhadap peredaran narkoba.

“Melihat kondisi seperti ini, perlu adanya perhatian bersama bahwa kini Jabar termasuk rawan peredaran narkoba,” ujarnya.

 

Baca Juga :

OJK Cabut Izin BPR di Bekasi

OJK Cabut Izin BPR di Bekasi

OJK Cabut Izin BPR di Bekasi

OJK Cabut Izin BPR di Bekasi
OJK Cabut Izin BPR di Bekasi

BANDUNG-Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

sebagai otoritas pengatur dan pengawas lembaga jasa keuangan, mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Sinarenam Permai Jatiasih, yang beralamat di Komplek Grand Bekasi Centre Blok A Nomor 15, Jalan Cut Meutia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan Riza Aulia mengatakan pencabutan izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Sinarenam Permai Jatiasih dikeluarkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner (KADK) Nomor KEP-186/D.03/2018 tanggal 8 November 2018 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Sinarenam Permai Jatiasih, terhitung sejak 8 November 2018.

Sebelumnya, sesuai dengan POJK Nomor 19/POJK.03/2017 dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 56/SEOJK.03/2017 yaitu tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, PT BPR Sinarenam Permai Jatiasih sejak tanggal 25 Juli 2018 telah ditetapkan menjadi status BPR Dalam Pengawasan Khusus (BDPK) karena rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang kurang dari 0%. Penetapan status BDPK tersebut disebabkan kelemahan pengelolaan oleh manajemen BPR yang tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian dan pemenuhan asas perbankan yang sehat.

Status tersebut ditetapkan dengan tujuan agar Pengurus

/Pemegang Saham melakukan upaya penyehatan. Namun, sampai batas waktu yang ditentukan, upaya penyehatan yang dilakukan oleh Pengurus/Pemegang Saham untuk keluar dari status BDPK dan BPR dapat beroperasi secara normal dengan rasio KPMM paling kurang sebesar 8% tidak terealisasi.

Mempertimbangkan kondisi keuangan BPR yang semakin memburuk dan pernyataan ketidaksediaan dari Pemegang Saham dalam menyehatkan BPR tersebut serta menunjuk Pasal 38 POJK di atas, maka OJK mencabut izin usaha BPR tersebut setelah memperoleh pemberitahuan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dengan pencabutan izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat

Sinarenam Permai Jatiasih, selanjutnya LPS akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009.

OJK menghimbau nasabah PT Bank Perkreditan Rakyat Sinarenam Permai Jatiasih agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPR dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku. Jo

 

Sumber :

https://blog.dcc.ac.id/nama-latin-tumbuhan-paku/

Mardani: Indonesia Memerlukan Birokrat Berkapasitas dan Berintegritas

Mardani Indonesia Memerlukan Birokrat Berkapasitas dan Berintegritas

Mardani: Indonesia Memerlukan Birokrat Berkapasitas dan Berintegritas

Mardani Indonesia Memerlukan Birokrat Berkapasitas dan Berintegritas
Mardani Indonesia Memerlukan Birokrat Berkapasitas dan Berintegritas

BANDUNG-Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendukung upaya

yang dilakukan Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang terus mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dilingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi pemimpin perubahan.

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menyatakan, investasi terbaik adalah investasi Sumber Daya Manusia (SDM), dimana saat ini Indonesia sangat memerlukan birokrat berkapasitas dan berintegritas karenanha pendidikan seperti Reform Leader Academy (RLA) akan menjadikan Indonesia semakin kokoh dan tangguh.

“RLA sangat kami dukung kalau bisa diperbanyak tapi dengan menajamkan

kurikulum dan pola pelaksanaannya,” kata Mardani, di sela-sela Kampanye Reformasi Birokrasi Nasional Pelatihan RLA, di Gedung Serbaguna PKP2A I LAN RI, Kamis (08/11).

Menurut Mardani, banyak hal perubahan yang sudah dilaksanakan LAN RI untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas oleh karena itu DPR mendukung program yang dilakukan LAN apalagi dilakukan secara berkelanjutan.

Mardani menyatakan konsep Ruang Riung yang menyasar start up bisnis milenial

, sangat sesuai dengan konteks kekinian, apalagi jika dikaitkan dengan peningkatan sektor ekonomi kreatif yang digandrungi kelompok usia ini.

“Kami mengingatkan kita tidak boleh cuma karena ada tren start up bisnis fintech atau pengembangan teknologi semacamnya, tapi harus tahu bahwa basisnya negara ini agraris sehingga pertanian, peternakan, dan perkebunan jangan dilupakan,” imbaunya.

 

Sumber :

https://blog.dcc.ac.id/struktur-kulit-sebagai-organ-ekskresi/

Mengenal Tentang Lapisan Atmosfer Bumi

Mengenal Tentang Lapisan Atmosfer Bumi

Mengenal Tentang Lapisan Atmosfer Bumi

Mengenal Tentang Lapisan Atmosfer Bumi
Mengenal Tentang Lapisan Atmosfer Bumi
  • Troposfer

adalah lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi. Troposfer membentuk sekitar 80 – 90 % dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan ini masih memungkinkan manusia untuk bernafas dengan bebas. Lapisan ini memiliki pengaruh yang sangat penting bagi manusia, karena kejadian-kejadian seperti hujan, cuca, iklim, salju, dan angin, terjadi pada lapisan troposfer ini. Selain itu, lapisan ini juga merupakan lapisan atmosfer yang mengandung uap air dan karbondioksida terbanyak dibandingkan dengan lapisan-lapisan lainnya.

Terletak pada ketinggian 0 – 14 km di atas permukaan bumi. Suhu lapisan troposfer : 17 – 52 derajat celcius Memiliki ciri khas : suhu (temperatur) udara menurun sesuai dengan perubahan ketinggian, yaitu setiap naik 100 meter dari permukaan bumi, suhu (temperatur) udara akan turun sebesar ± 0,5°C

  • Stratosfer

Struktur pada lapisan stratosfer ini, kurang padat jika dibandingkan dengan lapisan-lapisan atmosfer lainnya. Terdiri atas gas-gas yang terdapat dalam troposfer, namun pada lapisan ini mengandung uap air dalam jumlah yang sedikit, bahkan nayris tidak ada uap air, awan atau debu atmosfer. Pesawat-pesawat yang menggunakan mesin jet terbang pada lapisan ini.

Stratosfer terletak pada ketinggian antara 18 – 49 km dari permukaan bumi. Ditandai dengan adanya proses inversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan kenaikan ketinggian.

Diantara lapisan Troposfer dan Stratosfer, terdapat lapisan yang disebut Tropopause, dengan ketinggian sekitar 14 – 18 km dari permukaan bumi. Suhu lapisan stratosfer : -57 derajat celcius. Lapisan ozon adalah bagian dari stratosfer, di mana pada lapisan ozon ini terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan ozon ini, sering kali dikatakan sebagai lapisan tersendiri, yang disebut Ozonosfer

  • Mesosfer

Kepadatan gas-gas yang terdapat di lapisan mesosfer ini sudah semakin berkurang. Lapisan ini terletak pada ketinggian antara 50 – 82 km dari permukaan bumi. Merupakan lapisan pelindung bumi dari serbuan meteor atau benda-benda angkasa luar lainnya.

Ditandai dengan penurunan suhu (temperatur) udara, rata-rata 0,4°C per seratus meter. Temperatur terendah di mesosfer kurang dari -81°C,. Suhu yang sangat rendah dan dingin ini, dapat menyebabkan terjadinya awan noctilucent, yang terdiri atas kristal-kristal es.

  • Thermosfer

terletak pada ketinggian antara 82 – 800 km dari permukaan bumi. Tempat terjadinya ionisasi partikel-partikel yang dapat memberikan efek pada perambatan / refleksi gelombang radio, baik gelombang panjang maupun pendek. Kenaikan temperatur dapat berlangsung mulai dari – 100°C hingga ratusan bahkan ribuan derajat celcius. Lapisan yang paling tinggi dalam thermosfer adalah thermopause. Temperatur thermopause konstan terhadap ketinggian, tetapi berubah dengan waktu karena pengaruh osilasi.

Lapisan ini memiliki kerapatan udara yang sangat renggang, sehingga hampir mendekati kondisi ruang hampa udara. Walaupun begitu, udara di lapisan ini cukup padat dan masih mampu membakar meteor yang sedang melaju turun pada ketinggian 300 km.

Hampir semua atom gas pada lapisan ini mengandung muatan listrik akibat terionisasi oleh radiasi matahari dan lain-lain. Lapisan thermosfer ini sangat berguna dalam bidang komunikasi. Lapisan inilah yang memantulkan gelombang-gelombang radio ke bumi yang dapat diterima di seluruh dunia.

  • Ionosfer

adalah lapisan dimana gas-gas dalam lapisan Termosfer mengalami inonisasi. Hal ini terjadi karena ada penyerapan radiasi dan sinar ultra violetsehingga menyebabkan timbulnya lapisan atmosfer yang bermuatan listrik dengan suhu yang menjadi tinggi. Udara yang terionisasi ini memiliki muatan listrik, dan disebut sebagai lapisan D.

Pada lapisan ini, udara yang terionisasi, mampu memantulkan pancaran radio gelombang pendek. Itulah sebabnya, lapisan Ionosfer ini memiliki peranan penting dalam penggunaan komunikasi radio global.
Ketebalan ionosfer : 50 – 100 km. 

  • Eksosfer atau Desifasister

terletak pada ketinggian antara 800 – 1000 km dari permukaan bumi. Merupakan lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi. Merupakan tempat terjadinya gerakan atom-atom secara tidak beraturan. Disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner.

Lapisan ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar. Suhu lapisan stratosfer : -57 derajat celcius. Tidak memiliki tekanan udara yaitu sebesar 0 cmHg Lapisan ini adalah lapisan atmosfer terluar yang membentang di angkasa luar dan menyatu dengan atmosfer dan radiasi matahari. Lapisan ini disusun oleh gas hidrogen, sebagai gas penyusun utamanya. Lapisan ini diisi oleh lapisan ultraviolet.

 

Baca Artikel Lainnya: