Hukum Yang Berkaitan Dengan Istihadhah

Hukum Yang Berkaitan Dengan Istihadhah

Hukum Yang Berkaitan Dengan Istihadhah

Hukum Yang Berkaitan Dengan Istihadhah
Hukum Yang Berkaitan Dengan Istihadhah

 

Pengertian Istihadhah

Istihadhah ialah mengalirnya darah bukan pada waktu kebiasaannya secara banyak dari sebuah saluran tertentu. Wanita yang mengalami istiha¬dhah masalahnya cukup rumit, karena kemiripan darah haid dengan darah istihadhah.

Wanita yang darahnya keluar terus-menerus atau lebih sering (ia harus memilah), darah mana yang dianggapnya haid, dan darah mana yang dianggapnya istihadhah, yang karenanya ia tidak boleh meninggalkan puasa dan shalat. Karena, wanita yang sedang istihadhah dianggap sama, menurut hukum fiqih, dengan wanita suci.

Atas dasar ini, wanita yang mengalami istihadhah itu ada tiga kriteria:

Pertama

Wanita itu mengenali kebiasaannya sebelum terkena istihadhah. Umpamanya, sebelum terkena istihadhah, masa haidnya lima atau delapan hari pada awal atau pertengahan bulan. Dia kenali betul jumlah hari dan waktu datangnya haid. Wanita seperti ini meninggalkan shalat dan puasa sejak dan sejumlah hari kebiasaannya sebelum terkena istihadhah. Dan, selama hari-hari kebiasaannya itu ia dianggap haid dan berkonsekwensi hukum seperti halnya wanita haid. Setelah habis masa kebiasaannya itu, ia wajib mandi dan melakukan shalat, dan menganggap darah yang tersisa sebagai darah istihadhah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw. kepada Ummu Habibah:

“Berdiamlah diri sejumlah hari haidmu (yang telah kamu kenali itu). Setelah itu mandilah dan lakukanlah shalat”

Dan sabda beliau kepada Fathimah binti Abu Hubaisy:

“(Darah istihadhah itu) sesungguhnya hanyalah darah yang memancar dari salah satu saluran darah, bukan darah haid. Maka, jika datang hari haidmu (yang telah kamu kenali itu), tinggalkanlah shalat”

Kedua

Wanita yang tidak mengenali kebiasaan kapan dan berapa jumlah hari haidnya, akan tetapi darahnya yang keluar dapat dibedakan. Kadangkala memiliki kriteria darah haid, seperti kehitam-hitaman, kental dan berbau menyengat. Sementara di waktu lain tidak memiliki kriteria darah haid, seperti merah segar tak berbau dan tidak pula kental. Dalam kondisi ini, masa keluarnya darah yang berkriteria darah haid, harus ia anggap sebagai masa haid. Di masa itu ia berdiam diri dan tidak shalat maupun puasa. Saat jenis darah yang keluar itu berobah lain, haruslah ia anggap itu darah istihadhah. Setelah akhir keluarnya darah berkriteria haid itu, ia wajib mandi, berikutnya shalat dan puasa, dan ia harus mantap dirinya telah suci. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw. kepada Fathimah binti Abu Hubaisy:

“Jika yang keluar itu darah haid, yaitu kehitam- hitaman seperti yang dikenali,, maka janganlah kamu shalat Namun, jika yang keluar itu adalah yang lain, maka berwudhu’lah dan shalatlah. “

Di dalam hadits ini terdapat pelajaran. Yaitu, bahwa wanita yang sedang istihadhah hendaknya yang dijadikan penentu adalah jenis dan warna darah. Dengan demikian ia dapat membedakan antara darah haid dan darah lainnya.

Ketiga

Wanita yang tidak mempunyai kebiasaan hari haid yang dikenalinya dan sulit baginya mengenali jenis darah yang dapat membedakan antara darah haid atau bukan. Wanita semacam ini hendaknya berdiam diri pada hari-hari umumnya masa haid, yaitu enam atau tujuh hari di setiap bulan. Karena, itulah masa kebanyakan wanita haid. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw. kepada Hamnah binti Jahsy:

“Sesungguhnya istihadhah itu tak lain adalah gangguan syetan. Maka, berlakulah sebagaimana orang haid selama enam atau tujuh hari, kemudian mandilah. Jika kamu telah suci, lakukanlah shalat selama dua puluh empat atau dua puluh tiga hari, dan puasalah serta shalatlah (baik fardhu maupun sunnah). Hal itu sah dan cukup bagimu. Demikianlah lakukan (setiap bulan) sebagaimana halnya wanita haid.”

Kesimpulannya

bahwa wanita yang mengenali kebiasaan masa haidnya, harus merujuk kepada kebiasaannya. Wanita yang dapat membedakan jenis darah haid atau bukan, harus mengikuti pengalamannya itu. Sedang wanita yang tidak mengenali kebiasaan masa haidnya dan tidak pula dapat membedakan jenis darahnya yang keluar, ia harus menentukan sendiri untuk masa haidnya enam atau tujuh hari. Ini merupakan pemaduan antar ketiga ajaran Sunnah Rasulullah Saw. tentang wanita yang mengalami istihadhah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Tanda-tanda haid yang disebutkan dan dipedomani oleh para ulama ada tiga:

Pertama: Kebiasaan

Kebiasaan inilah tanda yang terkuat. Karena, pokok masalah yang harus dititikberatkan adalah haid itu sendiri, bukan lainnya.

Kedua: Pembedaan jenis darah

Karena, darah kehitam-hitaman dan kental lagi berbau tak sedap adalah lebih layak disebut darah haid ketimbang darah merah segar.

Ketiga: Mengikuti kebiasaan umumnya wanita

Karena, kaidah yang menjadi pedoman adalah, menge¬lompokkan sesuatu yang sendirian kepada yang lebih umum dan lebih banyak. Ketiga tanda ini memiliki dasar as-Sunnah dan akal”. Selanjutnya Ibn Taimiyah menyebutkan tanda-tanda lainnya yang disebut oleh para ulama fiqih.

Adapun yang harus dilakukan oleh seorang wanita yang mengalami istihadhah, manakala dihukumi suci adalah sebagai berikut: Ia wajib mandi pada akhir masa haid yang diperkirakannya itu, seperti yang telah dijelaskan di atas.
Ia harus membasuh farji (vagina)-nya untuk menghilangkan cairan yang keluar. Hal itu harus dilakukan setiap menjelang akan shalat. Hendaknya ia meletakkan kapas atau semacamnya di vagina itu yang dapat menahan cairan yang keluar dan membalutkan pembalut yang dapat menahannya agar tidak lepas. Kemudian berwudhu saat masuk waktu shalat. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Saw. tentang wanita yang sedang istihadhah:

“Ia (wanita yang sedang istihadhah itu) meninggalkan shalat pada hari-hari haidnya, kemudian mandi dan berwudhu pada setiap akan shalat.
(Hadits riwayat Abu Dawud, Ibn Majah dan at-Tirmidzi. At-Tirmidzi berkata Hadits ini adalah hadits hasan .

Rasulullah Saw. bersabda:

“Aku jelaskan kepadamu kapas semacam ini urtuk kamu gunakan sebagai penyumbat tempat (vagina) itu.”

Dapat juga menggunakan bahan-bahan pembalut khusus yang ada di zaman sekarang.

Demikian uraian tentang Hukum Yang Berkaitan Dengan Istihadhah , semoga barokah. Amiin.

Baca Juga: 

Hukum Aborsi Dalam Islam

Hukum Aborsi Dalam Islam

Hukum Aborsi Dalam Islam

Hukum Aborsi Dalam Islam
Hukum Aborsi Dalam Islam

Wahai saudariku wanita muslimah, berdasarkan tuntunan syari’at, Anda mengemban amanah terhadap kehamilan yang Allah ciptakan dalam rahim Anda. Maka janganlah Anda menyembunyikan itu. Allah berfirman:

“Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhi¬rat. ” (QS. Al-Baqarah: 228).

Janganlah sampai merekayasa untuk menggugurkan kandungan dan terbebas darinya dengan cara apapun. Sesungguhnya Allah memberi rukhshah (keringanan) bagi manusia untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan, jika puasa memberatkan para wanita saat hamil, atau puasa itu membahayakan kehamilannya.

Praktik-praktik aborsi

yang terjadi secara hampir merata di zaman ini adalah praktik yang diharamkan. Jika kehamilan itu sudah masuk masa ditiupkannya ruh pada janin dan mati oleh sebab aborsi, maka hal itu dianggap pembunuhan nyawa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh secara tidak haq. Dengan demikian ia terkena sanksi pidana berupa kewajiban membayar diyat (denda atas tindak pembunuhan atau melukai) yang nilainya telah ditentukan. Atau berupa kewajiban membayar tebusan, menurut sebahagian ulama, dengan memerdekakan seorang hamba sahaya mukmin. Jika tidak mendapatkan itu, ia harus berpuasa dua bulan berturut-turut. Sebagian ulama menyebut praktik semacam ini sebagai mau ‘udah sughra jenis ringan dari mengubur bayi hidup-hidup).

Syekh Muhammad bin Ibrahim

berkata dalam Majmu’ Fatawa-nya, Juz:11 hal.151 : “Upaya menggugurkan kandungan adalah tidak boleh, selama belum jelas kematiannya. Jika nyata kematiannya, hal itu boleh”.

Majlis Hai’at Kibar al-‘Ulama’ (Riyadh, Saudi Arabia) mengeluarkan Surat Keputusan Fatwanya no: 140, Tanggal 20/6/1407 H. sebagai berikut:

Tidak boleh menggugurkan kandungan, sejak fase pertama hingga berikutnya, kecuali ada alasan yang dibenarkan oleh syari’at, dan itupun hanya boleh dalam batas lingkup yang sangat sempit. Jika kandungan itu dalam fase empat puluh hari pertama, sedang alasan penggugurannya adalah lantaran khawatir menghadapi kesulitan memelihara anak, atau lantaran takut tidak mampu memikul biaya kehidupan keseharian dan pendidikan mereka, atau demi masa depan mereka, atau merasa cukup dengan anak yang ada dari dua mempelai itu, maka ini tidak boleh.

Tidak boleh menggugurkan kandungan jika telah menjadi ‘alaqah (cairan rekat) atau mudhghah (segumpal daging) sebelum tim medis yang terper- caya memutuskan bahwa kehamilan itu, jika berlanjut, akan membahayakan keselamatan ibunya, yaitu dikhawatirkannya berdampak kematiannya jika berlanjut, maka boleh menggugurkannya setelah berbagai sarana dan upaya medis untuk menepis bahaya itu. Setelah fase ketiga (empat puluh hari yang ketiga), yaitu setelah sempurna empat bulan kandungan, tidak boleh menggugurkannya, sebelum tim medis spesialis terpercaya memutuskan bahwa tetapnya keberadaan janin di perut ibu akan berdampak kematiannya. Hal itu pun setelah berbagai sarana dan upaya medis untuk menyelamatkan nyawanya. Rukhshah (keringanan hukum) dibolehkannya mengambil tindakan medis untuk pengguguran ini hanyalah dengan syarat-syarat tadi. Hal ini untuk tujuan daf’an li a ‘zham ad-dhararain wa jalban li ‘uzhma al-maslahatain (mencegah bahaya yang terbesar dari dua macam bahaya dan mengambil kemaslahatan yang terbesar dari dua macam kemaslahatan).

Majlis Hai’at Kibar al-‘Ulama

seiring mengeluarkan Keputusan Fatwanya ini, mewasiatkan untuk ber-taqwa kepada Allah dan berlaku cermat penuh kehati-hatian dalam mengambil tindakan untuk masalah ini. Allah adalah maha penolong. Semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpah kepada Nabi kita, Muhammad Saw., sanak keluarga dan para shahabat beliau.

Dalam kitab Risalah fi ad-Dima’ at-Thabi ‘iyyah lin- Nisa’ oleh Syekh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, beliau menyebutkan: Apabila tujuan pengguguran itu adalah memusnahkannya, jika hal itu setelah ditiupkannya ruh padanya, maka, tanpa diragukan lagi, adalah haram hukumnya. Karena, hal itu adalah menghilangkan nyawa secara tidak sah. Sedangkan menghilangkan nyawa yang diharamkan untuk dibunuh adalah haram berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah serta ijma’.

Imam Ibn al-Jawzi

dalam kitabnya Ahkam an-Nisa’ hal. 108 dan 109, mengatakan: Nikah disayri’atkan untuk memperoleh anak, dan tidaklah setiap sperma dapat menjadi anak. Karena itu, jika telah berbentuk, berarti telah tercapai tujuan itu. Maka, kesengajaan menggugurkan adalah menyalahi hukum. Namun, jika hal itu dilakukan pada permulaan fase kehamilan, maka berarti sebelum ditiupkannya ruh padanya, itu pun mengandung dosa besar. Karena, embrio itu terus tumbuh berkembang menuju kesempurnaan. Hanya saja, pengguguran di fase itu lebih ringan dosanya ketimbang di fase setelah ditiupkannya ruh. Jika wanita itu sengaja menggugurkan janin setelah memiliki ruh, maka hal itu sama dengan membunuh seorang mu’min. Allah berfirman:

“Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup- hidup itu ditanya, atas dosa apakah ia dibunuh”.(QS. At-Takwir: 8-9).

Semoga Allah senantisa menjaga wanita-wanita muslimah, dan selalu bertaqwa kepada Allah. Jangan sampai berani melakukan perilaku dosa semacam ini karena tujuan apapun. Dan, jangan sampai tertipu oleh propaganda-propaganda yang menyesatkan dan tradisi bathil yang tidak bersandar pada akal sehat maupun Agama.

Demikian uraian kami tentang Hukum Aborsi , semoga bermafaat dan barokah. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/doa-sholat-dhuha-niat-dan-tata-caranya/

Pengertian dan Usia Haid

Pengertian dan Usia Haid

Pengertian dan Usia Haid

Pengertian dan Usia Haid
Pengertian dan Usia Haid

 

Haid Menurut Bahasa

Pengertian dan usai haid secara lughah (bahasa) bertarti : as-sayalan (mengalir).

Haid Menurut Istilah

Sedangkan menurut definisi syara’ adalah: darah yang keluar dari kedalaman rahim wanita dalam waktu-waktu tertentu, bukan karena penyakit atau karena benturan kecelakaan. Haid merupakan sesuatu yang di kodratakan oleh Allah Swt. bagi kaum wanita. Diciptakan-Nya ia di dalam rahim untuk memenuhi kebutuhan makan janin yang berada di rahim pada saat masa kehamilan, kemudian ia berubah menjadi air susu seusai kelahiran. Maka, jika wanita tidak hamil dan tidak menyusui, darah itu tidak tersalurkan kegunaanya tadi. Dengan demikian darah itu keluar pada waktu-waktu tertentu, yang dikenali melalui kebiasaan atau putaran bulanan yang di sebut dengan darah haidh.

Kebanyakan usia termuda wanita mulai haid adalah umur sembilan tahun , berlanjut sampai umur lima puluh tahun.

Dalil-Dalil

Allah Swt. berfirman: “Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), Maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. At-Thalaq: 4)

Maksud dari “perempuan-perempuan yang tidak haid lagi” (monopause) adalah: wanita-wanita yang telah berusia lima puluh tahun atau lebih, yang sudah tidak haid lagi. Sedangkan maksud dari “perempuan-perempuan yang tidak haid” adalah remaja putri yang belum mencapai usia sembilan tahun.

Penjelasan

Akan tetapi tidak menutup kemungkingan ada remaja putri yang belum berusia sembilah tahun tetapisudah mengeluarkan darah haid, jika kasusnya seperti ini, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah di periksa secara medis, jika memang keluarnya darah itu normal, dalam artian tidak karena kecelakaan, maka ini dihukumi sebagai haid, dan seperti ini merupakan pengecualian, dan sangat sediki dijumpai.

Dan bukan mungkin, ada juga yang berusia lebih dari lima puluh tahun masih memiliki rahim yang subur, ini juga pengecualian, dan jarang sekali kita temui, dalam riwayat dikisahkan bahwa Sayyidatina Hajar isteri Nabi Ibrahim a.s. hamil di usia delapan puluh tahun dan melahirkan di usia sembilan puluh sembilan tahun. Subhanallah.

Kiranya demikian yang dapat saya utarakan tentang Pengertian dan Usia Haid , semoga barokah. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/niat-sholat-fardhu/

Definisi dan Pengertian Tenaga Kerja

Definisi dan Pengertian Tenaga Kerja

Definisi dan Pengertian Tenaga Kerja

 

Definisi dan Pengertian Tenaga Kerja

Dalam hidup tentu membutuhkan suatu pekerjaan agar dapat berlangsung sesuai dengan apa yang kamu rencanakan, dengan memiliki pekerjaan kehidupan pun akan berlangsung lebih baik. Oleh sebab itu banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja untuk membangun perusahaannya agar perusahaan tersebut dapat mencapai tujuan yang diingkan, tapi apa sih pengertian tenaga kerja yang sebenarnya?

Tenaga kerja adalah seorang penduduk yang memiliki usia kerja. Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 2 yang menyebutkan bahwa seorang tenaga kerja meruapakan seseorang yang mampu melakukan suatu pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya sendiri ataupun untuk masyarakat sekitar. Secara keseluruhan penduduk dalam suatu pemerintahan atau negara memiliki dua kelompok yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Usia yang ditentukan oleh pemerintah Indonesia berumur 15 sampai 64 Tahun. Jadi setiap orang yang mampu atau bisa bekerja disebut sebagai tenaga kerja.

Tenaga kerja juga memiliki klasifikasinya sendiri yang dibagi berdasarkan golongannya. Dengan pembagian klasifikasi ini berguna untuk mengelompokkannya untuk memaksimalkan setiap golongan tersebut.

Klasifikasi Tenaga Kerja

Klasifikasi yang dibagi adalah angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja merupakan seorang penduduk yang memiliki usia produktif 15-64 Tahun baik yang ingin mencari kerja, belum bekerja ataupun yang sudah bekerja. Yang kedua adalah Bukan angkatan kerja adalah seorang penduduk yang memiliki usia lebih dari 10 tahun yang berkegiatan seperti sekolah, mengurus rumah tangga dan sebagainya. Contoh kategori ini adalah seperti mahasiswa, anak sekolah, ibu rumah tangga atau pengangguran sukarela. Secara kualitas juga klasifikasi dari tenaga kerja dibedakan menjadi tiga diantaranya.

  1. Tenaga Kerja Terlatih, tenaga kerja jenis ini mempunyai suatu kelebihan dalam pengalamannya seperti apoteker, mekanik dan ahli bedah.
  2. Tenaga Kerja Terdidik, tenaga kerja yang memiliki suatu keahlian dari pendidikan yang ia jalani baik itu formal atau non formal, pengacara, guru dan dokter.
  3. Tenaga Kerja Tidak Terlatih dan Tidak Terdidik, jenis ini seperti pekerja kasar yang mengandalkan tenaga yang dimiliki seperti buruh angkut, asisten rumah tangga dan kuli.

Berbicara Tenaga Kerja tentunya berbicara juga masalah ketenagakerjaan yang banyak dialami orang-orang. Masalah dari ketenagakerjaan ini ada karena beberapa faktor diantaranya seperti pendidikan yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang lamban dan kesempatan mendapatkan kerja yang minim. Untuk dapat mengatasi masalah seperti ini tentunya dilakukan berbagai cara seperti meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan meningkatkan kedua poin tersebut secara beringingan masalah yang dialami oleh ketenagakerjaan tersebut pun dapat teratasi. Tapi mengatasi masalah seperti ini tidak semudah membalikan tangan karena masalah seperti ini selalu muncul di beberapa negara tidak hanya di indonesia. Masalah yang sering muncul di negara ini biasanya seperti.

Kesempatan Kerja Yang Minim

kesempatan kerja yang minim ada karena beberapa hal salah satunya adalah produktivitas masyarakat yang rendah sehingga lapangan kerja yang ada jumlahnya tidak sesuai dengan tenaga kerja yang tersedia. Dengan banyaknya orang yang setiap tahunnya membutuhkan kerja tetapi lapangan pekerjaan yang sedikit membuat masalah ini selalu timbul.

Kualitas Tenaga Kerja Yang Rendah

Untuk masalah ini sebenarnya ada karena tingkat pendidikan yang ada di indonesia masih terbilang cukup rendah baik formal ataupun non formal. Masalah ini juga sebabnya berhubungan dengan ekonomi masyarakat indonesia, karena banyak yang tidak dapat menempuh pendidikan yang cukup akibatnya berimbas kepada penurunan kualitas dari setiap individunya.

Penyebaran Tenaga Kerja Yang Kurang Rata

Kembali lagi berawal dari permasalahan ekonomi yang membuat penyebaran tenaga kerja kurang merata. Karena biasanya lapangan pekerjaan yang tersedia lebih banyak di pusat oleh sebab itu tenaga kerja dari luar jawa datang ke jawa dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang baik membuat tenaga kerja hanya mengharapkan pekerjaan yang ada di pusat. Sehingga tingkat kesejahteraannya pun tidak seimbang dari satu daerah ke daerah lain. Dengan itu juga dapat menyebabkan penyebaran penduduk yang tidak rata.

Pengangguran Yang Menjamur

Pengangguran adalah suatu masalah paling besar dalam ketenagakerjaan indonesia. Hal ini dikarenakan banyaknya populasi penduduk indonesia yang tidak disesuaikan dengan kesempatan kerja yang baik. Disamping itu, rendahnya kualitas tenaga kerja dan ekonomi tetap menjadi penyebab munculnya masalah ini.

Itulah beberapa informasi yang harus kamu ketahui mengenai pengertian tenaga kerja yang sebenarnya, untuk kamu yang ingin menjadi tenaga kerja yang baik ataupun ingin membuat tenaga kerja di indonesia lebih berkualitas.

 

Artikel terkait :

Pengertian Tenaga Kerja, Angkatan dan Kesempatan

Pengertian Tenaga Kerja

Pengertian Tenaga Kerja, Angkatan dan Kesempatan

Pengertian Tenaga Kerja

Pengertian Tenaga Kerja

Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan pekerjaan, antara lain mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang mencari pekerjaan, mereka yang bersekolah, dan mereka yang mengurus rumah tangga. (MT Rionga & Yoga Firdaus, 2007:2)

Sedangkan menurut pendapat Sumitro Djojohadikusumo (1987) mengenai arti tenaga kerja adalah semua orang yang bersedia dan sanggup bekerja, termasuk mereka yang menganggur meskipun bersedia dan sanggup bekerja dan mereka yang menganggur terpaksa akibat tidak ada kesempatan kerja.

Pengertian Angkatan Kerja

Angkatan kerja adalah mereka yang mempunyai pekerjaan, baik sedang bekerja maupun yang sementara tidak sedang bekerja karena suatu sebab, seperti patani yang sedang menunggu panen/hujan, pegawai yang sedang cuti, sakit, dan sebagainya. Disamping itu mereka yang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedag mencari pekerjaan/mengharapkan dapat pekerjaan atau bekerja secara tidak optimal disebut pengangguran.

Bukan angkatan kerja adalah mereka yang sedang bersekolah, mengurus rumah tangga tanpa mendapat upah, lanjut usia, cacat jasmani dan sebagainya, dan tidak melakukan suatu kegiatan yang dapat dimasukkan kedalam kategori bekerja, sementara tidak bekerja, atau mencari pekerjaan.

Pengertian Kesempatan Kerja

Kegiatan ekonomi di masyarakat membutuhkan tenaga kerja. Kebutuhan akan tenaga kerja itu dapat juga disebut sebagai kesempatan kerja. Kesempatan kerja itu sendiri adalah suatu keadaan yang menggambarkan terjadinya lapangan kerja (pekerjaan) untuk diisi pencari kerja.

Kesempatan kerja di Indonesia dijamin dalam UUD 1945 pada pasal 27 ayat 2 yang berbunyi “Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak”. Dari bunyi UUD 1945 pasal 27 ayat 2 itu jelas bahwa pemerintah Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja bagi anggota masyarakat karena hal ini berhubungan dengan usaha masyarakat untuk mendapat penghasilan.

Hubungan Jumlah Penduduk, Angkatan Kerja dan Pengangguran

Jumlah penduduk adalah banyaknya orang yang mendiami suatu wilayah Negara. Dari sisi tenaga kerja, penduduk suatu Negara dapat dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok penduduk usia kerja dan kelompok bukan usia kerja. Penduduk usia kerja adalah mereka yang berumur 10 hingga 65 tahun. Namun dewasa ini usia kerja tersebut telah diubah menjadi yang berumur 15 hingga 65 tahun.

Penduduk usia kerja dapat pula kita bagi dalam dua kelompok, yakni kelompok angkatan kerja dan kelompok bukan angkatan kerja. Angkatan kerja adalah semua orang yang siap bekerja disuatu Negara. Kelompok tersebut biasanya disebut sebagai kelompok usia produktif. Dari seluruhan angkata kerja dalam suatu Negara tidak semuanya mendapat kesempatan bekerja. Diantaranya ada pula yang tidak bekerja. Mereka inilah yang disebut pengangguran. Pengangguran adalah angkatan kerja atau kelompok usia produktif yang tidak bekerja.(YB Kadarusman, 2004:65)

Angkatan kerja banyak yang membutuhkan lapangan pekerjaan, namun umumnya baik di Negara berkembang maupun Negara maju, laju pertumbuhan penduduknya lebih besar dari pada laju pertumbuhan lapangan kerjanya. Oleh karena itu, dari sekian banyak angkatan kerja tersebut, sebagian tidak bekerja atau menganggur. Dengan demikian, kesempatan kerja dan mpengangguran berhubungan erat dengan ketersedianya lapangan kerja bagi masyarakat. Semakin banyak lapangan kerja yang tersedia di suatu Negara, semakin besar pula kesempatan kerja bagi penduduk usia produktifnya, sehingga semakin kecil tingkat penganggurannya. Sebaliknya, semakin sedikit lapangan kerja di suatu Negara, semakin kecil pula kesempatan kerja bagi penduduk usia produktifnya. Dengan demikian, semaki tinggi tingkat penganggurannya.

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Pengertian Dinamika Penduduk Dan Faktornya

Pengertian Dinamika Penduduk Dan Faktornya

Pengertian Dinamika Penduduk Dan Faktornya

Pengertian Dinamika Penduduk

Dinamika penduduk adalah perubahan keadaan penduduk.Perubahan perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal.Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah tersebut. Jumlah penduduk tersebut dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survey penduduk.

Sensus pertama dilaksanakan pada tahun 1930 pada zaman Hindia Belanda. Sedangkan sensus yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dimulai pada tahun 1961,1971, 1980, 1990, 2000, dan yang terakhir tahun 2010. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah social ekonomi dan masalah penduduk. Jumlah penduduk akan berpengaruh terhadap kondisi social ekonomi suatu daerah.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk

Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu :

  1. Kelahiran (natalitas)
  2. Kematian (mortalitas)
  3. Migrasi (perpindahan)

Jumlah kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia, oleh karena itu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran dan kematian. Faktor yang menunjang dan menghambat kelahiran (natalitas) di Indonesia adalah sebagai berikut:

Kelahiran (fertilitas)

Pengukuran tingkat kelahiran ini sulit untuk dilakukan, karena banyak bayi-bayi yang yang meninggal beberap saat kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati. Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi.

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/

Ada Sistem Zonasi, Mendikbud Ingin Persaingan Sekolah seperti Liga Inggris

Ada Sistem Zonasi, Mendikbud Ingin Persaingan Sekolah seperti Liga Inggris

Ada Sistem Zonasi, Mendikbud Ingin Persaingan Sekolah seperti Liga Inggris

Ada Sistem Zonasi, Mendikbud Ingin Persaingan Sekolah seperti Liga Inggris
Ada Sistem Zonasi, Mendikbud Ingin Persaingan Sekolah seperti Liga Inggris

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) s

egera melakukan perbaikan terhadap sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi. Lewat sistem zonasi itu, sekolah diharuskan untuk menerima minimal 90% siswa dari area sekitarnya dan hanya 5% kuota untuk calon siswa dari luar zona.

Dengan zonasi, siswa diarahkan untuk memilih sekolah negeri yang dekat dengan rumah. Sekolah bagus juga dipaksa menerima siswa dengan prestasi rendah yang tinggal di dekat lokasinya untuk mengurangi beban biaya transportasi dan menciptakan keadilan akses pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan

, dengan adanya sistem zonasi, maka bisa menghapuskan istilah sekolah favorit dan non favorit. Sebab adanya sistem zonasi ini, semua sekolah bisa mendadak menjadi favorit jika memiliki prestasi yang sangat baik.

“Sebenarnya dengan sistem zonasi semua sekolah harus merata. Kalau unggulan dan tidak unggul itu ada diskriminasi. Kita akan atur secara bertahap,” ujarnya dalam Forum Merdeka Barat, di Kantor Kominfo, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Menurut Muhadjir sistem zonasi ini akan membuat sekolah-sekolah bersaing seperti

Liga Inggris dalam sepak bola. Maksudnya, semua tim sepakbola dalam Liga Inggris bisa menjadi juara sekalipun tim tersebut bukanlah tim unggulan.

Salah satu contohnya adalah ketika Leicester City menjadi juara Liga Inggris. Padahal ketika itu, masih banyak tim unggulan seperti Manchester United, Manchester City hingga Chelsea yang difavoritkan menjadi juara.

“Saya ingin menjadikan seperti Liga Inggris. Jadi yang tadinya sekolah enggak diunggulkan tiba-tiba menjadi juara. Jadi saya rasa ini terbuka ya. Siapa saja bisa,” jelasnya.

 

Baca Juga :

Iqbaal Ramadhan Tantang Fans Ikuti Jejaknya Sekolah di Luar Negeri

Iqbaal Ramadhan Tantang Fans Ikuti Jejaknya Sekolah di Luar Negeri

Iqbaal Ramadhan Tantang Fans Ikuti Jejaknya Sekolah di Luar Negeri

Iqbaal Ramadhan Tantang Fans Ikuti Jejaknya Sekolah di Luar Negeri
Iqbaal Ramadhan Tantang Fans Ikuti Jejaknya Sekolah di Luar Negeri

Aktor sekaligus penyanyi Iqbaal Ramadan merasa miris ketika banyak dari penggemar

tidak memiliki motivasi yang sama dengannya dalam hal mengenyam pendidikan di luar negeri.

Namun sayangnya, sampai saat ini bintang film Dilanku 1990 tersebut belum menemukan penggemar yang mempunyai cita-cita, dan justru hanya berfoto-foto jika bertemu dengan dirinya.

“Sampai hari ini gua belum pernah dengar yang punya motivasi buat sekolah,”

ujar Iqbaal Ramadhan saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (24/6/2018).

– Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Ingin Seimbangkan Karier dan Pendidikan

“Banyak yang foto sama gua, man foto bareng sudah nothing’s special,” tambah mantan anggota boyband CJR tersebut.

Oleh sebab itu, Iqbaal Ramadan menantang pada suatu saat nanti ada salah satu

penggemarnya untuk memberitahu kepadanya jika berhasil mengenyam pendidikan di luar negeri.

“Jadilah orang pertama yang mengaku, gue fansnya Iqbal, dan bisa sekolah di sekolah yang sama gue,” ungkap Iqbaal Ramadhan dengan tegas.

“Kalau kalian lahir dengan miskin bukan salah kalian, tapi kalau mati miskin itu salah kalian,” tutupnya dengan mengutip ucapan dari Bill Gates.

 

Sumber :

http://bengawan.uns.ac.id/akhlak-adalah/

KSP: Kehadiran Dosen Asing untuk Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia

KSP Kehadiran Dosen Asing untuk Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia

KSP: Kehadiran Dosen Asing untuk Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia

KSP Kehadiran Dosen Asing untuk Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia
KSP Kehadiran Dosen Asing untuk Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia

Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)

berencana akan mendatangkan 200 dosen asing guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Diharapkan melalui dosen-dosen asing tersebut dapat berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk membangkitkan iklim pendidikan yang lebih baik, khususnya dalam hal penelitian.

“Itu sebagai bagian dari kebijakan afirmatif, agar bisa menjadi benchmarking. Karena diharapkan dengan adanya dosen asing, dosen dalam negeri berpikir keras (untuk meningkatkan kualitas diri dan pendidikan tinggi di Indonesia),” kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Senin (23/4/2018).

Seperti diketahui Kemenristekdikti berencana untuk mengundang 200 dosen asing

ergelar profesor ke sejumlah kampus di Indonesia. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan lahirnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA).

Adapun tujuan utama dari didatangkannya para dosen asing tersebut adalah untuk mempekuat dosen-dosen lokal dalam hal penelitian, yang dinilai masih lemah. Sehingga kebijakan ini diharapkan menambah kualitas dosen lokal dan pendidikan tinggi Indonesia dapat bersaing dengan kampus internasional.

“Kita harus melihat pada konteks yang positif. Jangan jadi bangsa yang serba ketakutan,” ujarnya.

Moeldoko memastikan, bahwa kebijakan ini tidak akan mengancam dunia pendidikan

maupun para dosen lokal di Tanah Air. “Tujuannya adalah hanya ingin memacu, tidak ada maksud lain. kalau tidak ada pembandingnya, kita akan merasa hebat sendiri,” tandasnya.

Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menjelaskan, rencana untuk mendatangkan para dosen asing tersebut bertujuan untuk mendorong iklim riset dan penelitian bagi perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, secara kualitas dan kuantitas, penelitian dari dosen-dosen lokal masih dinilai sangat kurang.

“Penelitian ini yang harus didorong, meski tidak menutup kemungkinan untuk supervisi. Kedatangan dosen kelas dunia ini mari kita manfaatkan untuk memebangun kultur akademis, kolaborasi riset, dan menciptakan jejaring pengetahuan di dunia. Jadi betul-betul dilihat dari sisi manfaat akademiknya,” kata Gufron.

Ia menegaskan, bahwa kehadiran dosen asing tersebut tidak akan mengancam keberadaan dosen lokal. “Bagaimana mau mengancam, jumlah dosen kita 227 ribu, sementara yang kita undang hanya 200 dosen,” tegas Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM itu.

Selain itu, lanjutnya, syarat utama dosen yang akan didatangkan adalah berasal dari perguruan tinggi peringkat 100 dunia. Lagi pula, saat ini tercatat 70 proposal dari sejumlah perguruan tinggi yang berkeinginan untuk mengundang dan berkolaborasi dosen asing.

Selain itu, banyak dosen lokal dan perguruan tinggi yang menyambut baik program tersebut. “Ibarat bermain bola, kita mengambil pelatih yang hebat-hebat. Mereka akan transfer teknologi dan jaringan,” ungkapnya.

Gufron menjelaskan, bahwa anggaran pemerinth yang akan digelontokan untuk membayar dosen asing itu akan disesuaikan dengan standar yang ada.

 

Sumber :

http://bengawan.uns.ac.id/contoh-teks-eksplanasi-gerhana-bulan/

Pameran Industri Syariah Terbesar Kembali Digelar

Pameran Industri Syariah Terbesar Kembali Digelar

Pameran Industri Syariah Terbesar Kembali Digelar

Pameran Industri Syariah Terbesar Kembali Digelar
Pameran Industri Syariah Terbesar Kembali Digelar

PT Lima Armada Utama (Lima Events) dan AMK Events akan berkolaborasi

menggelar pameran industri syariah dan halal yang bertajuk Muslim Lifestyle Festival 2019 dan Islamic Tourism Expo 2019. Pameran ini diselenggarakan untuk menyambut Tahun Baru Islam 1441 Hijriah dan akan digelar pada 30 Agustus-1 September 2019 di Jakarta Convention Center (JCC).

Bertema “Integrasi Gaya Hidup Islami”, kegiatan ini dihadirkan sebagai wujud nyata pihak penyelenggara dalam mendorong tumbuh kembangnya industri syariah di Indonesia yang sedang berkembang seiring maraknya produk-produk halal dari berbagai sektor Industri di dalam negeri.

Oleh karena itu, kegiatan ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk lebih mendorong berkembangnya industri syariah dan halal di tanah air. Gelaran ini juga akan menampilkan kolaborasi dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI).

Peran kami sebagai komunitas pengusaha muslim

sedapat mungkin kami ingin berkontribusi untuk menyebarluaskan ilmu tentang bagaimana pengusaha muslim melaksanakan dan mengelola usahanya sesuai dengan contoh yang diberikan oleh Rasulullah dan para sahabat. Karena itu, pameran ini juga memberikan kesempatan bagi pengusaha dan calon pengusaha muslim untuk menjalin jejaring,” ujar Rachmat S. Marpaung, Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

 

Berbeda dengan pameran-pameran yang sudah pernah ada

Muslim Lifestyle Festival 2019 menghadirkan beragam produk dan jasa yang memberikan wawasan dan referensi mengenai industri halal.

Sebagai informasi, pertumbuhan industri halal di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain jumlah populasi masyarakat Indonesia. Global Islamic Economy (GIE) 2017 mengungkapkan industri syariah dan halal secara global diproyeksikan bernilai USD3,081 miliar di tahun 2022.

 

Indonesia memiliki populasi 261 Juta orang dengan PDB USD1015,54 miliar pada 2017 dan 87,2% warganya adalah muslim. Sehingga pameran ini dinilai hal yang tepat. Lebih lanjut lagi dari 6 sektor industri syariah dan halal, Indonesia masuk ke 10 besar negara yang industri syariahnya unggul yaitu sektor Islamic Finance, Halal Travel dan Halal Cosmetics dan Pharmaceutical. Data ini menunjukkan industri halal memiliki potensi yang luar biasa di Indonesia.

Baca Juga :