Neraca Penatagunaan Tanah

Neraca Penatagunaan Tanah

Neraca Penatagunaan Tanah

 Neraca Penatagunaan Tanah
Neraca Penatagunaan Tanah

Neraca penatagunaan tanah pada dasarnya merupakan program operasionalisasi pemanfaatan ruang dalam upaya mewujudkan pola ruang dan struktur ruang wilayah dan kawasan strategis. Dalam penyusunannya telah mempertimbangkan berbagai ketentuan dan kaidah penataan ruang, meliputi di antaranya standar pelayanan minimal dan standar kualitas lingkungan.

Penyusunan neraca penatagunaan tanah meliputi :
a. penyajian neraca perubahan penggunaan dan pemanfaatan tanah dan sumber daya alam lain pada rencana tata ruang wilayah;
b. penyajian neraca kesesuaian penggunaan dan pemanfaatan tanah dan sumber daya alam lain pada rencana tata ruang wilayah;
c. penyajian ketersediaan tanah dan sumber daya alam lain dan penetapan prioritas penyediaannya pada rencana tata ruang wilayah.

Faktor ketersediaan dimaksudkan perlunya pertimbangan aspek meteorologi, klimatologi, geofisika, dan ketersediaan prasarana sumber daya air, termasuk sistem jaringan drainase dan pengendalian banjir.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Hukum Waris

Hukum Waris

Hukum Waris

Hukum Waris
Hukum Waris

A. Definisi Hukum Waris

1) Supomo (1967)4Hukum Waris adalah peraturan- peraturan yang mengatur proses meneruskan serta mengoper barang-barang yang tidak berwujud benda dari suatu angkatan manusia (generasi ) kepada turunannya.

2) Ter Haar (1950) 4Hukum waris adalah Aturan- aturan yang mengenai cara bagaimana dari abad ke abad penerusan peralihan dari harta kekayaan yang berwujud tidak berwujud dari generasi pada generasi.

3) Wirjono Prodjodikoro (1976) 4Hukum waris adalah hukum yang mengatur tentang kedudukan harta kekayaan seseorang setelah ia meninggal dunia, dan cara- cara berpindahnya harta kekayaan itu kepada orang lain.

4) Prof. Mr. M.J.A Von Mourik4Hukum waris merupakan seluruh aturan yang menyangkut penggantian kedudukan harta kekayaan yang mencakup himpunan aktiva dan pasifa orang yang meninggal dunia.

5) J. Satrio, SH4Hukum waris adalah peraturan yang mengatur perpindahan kekayaan seseorang yang meninggal dunia kepada satu/beberapa orang dengan dalam hal ini hukum waris merupakan bagian dari harta kekayaan.

6) Efendi Perangin SH4Hukum waris adalah hukum yang mengatur tentang peralihan harta kekayaan yang ditingkatkan seseorang yang meninggal serta akibatnya bagi para ahli warisnya.

7) Prof Ali Afandi SH4Hukum Waris adalah hukum yang mengatur tentang kekayaan yang ditinggalkan seseorang yang meninggal dunia serta akibatnya bagi para ahli warisnya.

8) H. Abdullah Syah (1994) 4 Hukum Waris menurut istilah bahasa ialah takdir (qadar /ketentuan,dan pada sya’ra adalah bagian-bagian yang diqadarkan/ditentukan bagi waris.

B. Sumber Hukum Waris

1) Sumber hukum tertulis: (a) Undang-Undang KUH Perdata; (b) Alquran dan Hadist (khusus hukum waris Islam).

2) Sumber hukum tidak tertulis: kaidah-kaidah hukum yang timbul, tumbuh, dan berkembang dalam kehidupan masyarakat.

C. Ruang Lingkup Hukum Waris

1) Hukum Waris Perdata

2) Hukum Waris Adat4dalam hukum waris adat ada harta yang tidak dapat dibagikan. Anak perempuan bilamana tidak ada anak laki-laki dapat menutup semua haknya. Anak angkat tetap mendapat warisan dari orang tua angkat. Terdapat ahli waris pengganti.

3) Hukum Waris Islam4hukum yang mengatur pembagian harta peninggalan seseorang berdasarkan Al Quran dan Hadist. Al Quran membahas hukum waris terdapat pada surat An-Nisa’ Ayat 11-12. Dalam hukum waris islam, semua hak waris dapat menuntut haknya, hak ahli waris sesuai dengan bagian masing-masing, anak angkat tidak mendapat warisa, dan tidak ada ahli waris pengganti.

2.2.4 Hukum Keluarga

A. Definisi Hukum Keluarga

Dalam arti sempit, keluarga merupakan kesatuan masyarakat terkecil yang terdiri dari suami, istri, dan anak yang berdiam dalam suatu tempat. Hukum Keluarga mengatur hubngan hukum yang bersangkutan dengan kekeluargaan sedarah dan perkawinan. Jauh dekat hubugan darah mempunyai arti penting dalam perkawinan, pewarisan dan perwalian dalam keluarga.

B. Sumber Hukum Keluarga

1) Sumber hukum keluarga tertulis kaidah-kaidah hukum yang bersumber dari UU, Yurisprodensi, dan traktat.

– KUHPerdata .

– Perarturan Perkawinan Campuran (Regelijk op de Gemengdehuwelijk), Stb 1898 No.158.

– Ordonansi perkawinan indonesia, kristen, jawa,Minahasa dan ambon, Stb 1933 No.74

– UU No.32/1954 tentang pencatatan nikah, talak, dan rujuk .

– UU No.1/ 1974 tentang perkawinan, dengan berlakunya UU ini mencabut berlakunya ketentuan2-ketentuan mengenai perkawinan dan segala akibat hukuman yang terdapat dalam buku I KUHPdt.

– PP No.9 tahun 1975 ttg Peraturan Pelaksana UU No. 1 thn 1974 tentang perkawinan.

– PP No.10 / 1983 jo. PP No. 45 / 1990 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi PNS.

– Inpres No.1/1991 tentang KHI.

2) Sumber hukum yang tidak tertulis, merupakan kaidah-kaidah hukum yang timbul, tumbuh, dan berkembang dalam kehidupan masyarakat.

C. Ruang Lingkup Hukum Keluarga

1) Perkawinan

Perkawinan merupakan eksistensi institusi aatu melegalkan hubungan hukum antara seorang lelaki dengan seorang wanita tujuannya adalah untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Tuhan YME.

2) Kekuasaan orang tua

Ikatan perkawinan pada dasarnya akan mengakibatkan hubungan hukum tentang hak dan kewajiban, yakni (a) hak dan kewajiban suami istri, (b) hak dan kewajiban suami istri terhadap anaknya, dan (3) hubungan hukum dalam kaitannya dengan pihak ketiga.

3) Perwalian

Perwalian merupakan pengawasan terhadap pribadi dan pengurusan harta kekayaan seseorang anak yang belum dewasa jika anak itu tidak berda dalam kekuasaan orang tua. Ketentuan tentang perwalian diatur dalam KUH Perdata.

4) Pengampunan

Pengampuan merupakan bentuk khusus dari perwalian yang diperuntukkan bagi orang yang sudah dewasa tetapi terhubung oleh sesuatu hal (keadaan mental atau fisik tidak/kurang sempurna) ia tidak dapat bertindak leluasa.

KESIMPULAN

1. Berdasarkan isinya, hokum terbagi dua yakin: (a) Hukum Privat merupakan hukum—baik material ataupun prosesnya—didasarkan atas kepentingan pribadi-pribadi; (b) Hukum Publik merupakan hukum yang didasarkan pada kepentingan publik, materi dan prosesnya atas dasar otoritas publik. Publik di sini diwakili oleh negara.
2. Hukum Administrasi Negara adalah keseluruhan aturan-aturan tentang cara bagaimana alat-alat pemerintahan dan badan-badan kenegaraan dan majelis-majelis pengadilan tata usaha hendak memenuhi tugasnya.
3. Hukum Pidana adalah semuaaturan-aturan hukum yang menentukan terhadap perbuatan-perbuatan apa yang seharusnya dijatuhi pidana dan apakah macamnya pidana itu.
4. Hukum Internasional adalah hukum yang berkaitan dengan peristiwa Internasional. Hukum Internasional merupakan hukum positif dari suatu negara. Namun Hukum Internasional dikategorikan sebagai “Soft Law”.
5. Hukum perorangan membicarakan masalah subjek hukum dalam hukum adat. Dalam hukum adat, subjek hukum perorangan meliputi badan-badan hukum dan manusia, badan-badan hukum antara lain desa, suku, nagari, dan wakaf.
6. Hukum Kekayaan merupakan sekelompok peraturan tertulis dan tidak tertulis yang mengatur tentang hasil kreatif manusia di bidang ilmu pengetahuan yang hasilnya benda maertiil dan/atau immaterial. Beberapa ahli berpendapat tentang hak kekayaan intelektual.:
7. Hukum waris adalah peraturan yang mengatur perpindahan kekayaan seseorang yang meninggal dunia kepada satu/beberapa orang dengan dalam hal ini hukum waris merupakan bagian dari harta kekayaan.
8. Hukum Keluarga mengatur hubngan hukum yang bersangkutan dengan kekeluargaan sedarah dan perkawinan. Jauh dekat hubugan darah mempunyai arti penting dalam perkawinan, pewarisan dan perwalian dalam keluarga.

Sumber : https://filehippo.co.id/

LPPM IPB Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Internasional

LPPM IPB Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Internasional

LPPM IPB Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Internasional

LPPM IPB Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Internasional
LPPM IPB Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Internasional

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah bagi dosen dan mahasiswa pasca sarjana di IPB International Convention Center (IICC), Bogor (15/8). Peserta pelatihan dibekali teknik dan tips seputar penulisan artikel agar bisa menembus jurnal internasional.

Dr. Eva Anggraini, SPi.MSi, Wakil Kepala LPPM Bidang Kajian Strategis

dan Publikasi Ilmiah dalam sambutannya menginformasikan bahwa terdapat 276 pendaftar pada pelatihan ini namun hanya 32 orang yang dipilih menjadi peserta. “Kami ingin melakukan training yang berkualitas. Oleh karena itu jumlah peserta dibatasi agar ada interaksi antar peserta dan pemateri. Untuk itu para peserta diharapkan siap dengan pertanyaan terkait kendala yang dihadapi dalam penulisan artikel,” ujarnya.

Selain itu Dr. Eva menyarankan agar para peserta menggunakan kesempatan sebaik mungkin untuk konsultasi. Selain itu, saat ini IPB memiliki klinik publikasi yang menyediakan fasilitas cek plagiarisme, konsultasi substansi artikel dengan Komite Klinik Publikasi yang terdiri dari ilmuwan dari berbagai keilmuan serta layanan language editing. Diharapkan setelah pelatihan ini, para peserta bisa segera menyelesaikan manuskripnya dan bisa segera di-submit ke jurnal yang ditargetkan.

“Dengan pelatihan ini diharapkan akan ada banyak agen publikasi internasional

dari dosen dan mahasiswa. Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan jumlah publikasi internasional IPB. Bagi dosen juga diberikan insentif publikasi yang pengajuannya terintegrasi dengan Sistem Penilaian Angka Kredit dan Karya Ilmiah (Sipakaril),” ujarnya.

Menurutnya, IPB ingin membangun budaya menulis dan budaya publikasi supaya jumlah dosen, peneliti dan mahasiswa IPB yang memiliki publikasi internasional dan produktivitas dalam publikasi ilmiah semakin bertambah. LPPM juga akan menggelar kegiatan Publiweek yang berisi berbagai kegiatan publikasi, yang akan dilaksanakan pada tanggal 24- 28 September 2018 mendatang.

“Kita tahu bahwa IPB menuju World Class University, jadi perlu adanya pembekalan

kepada semua sivitas akademika IPB untuk memahami trik and tips mempublikasikan artikel ke jurnal internasional. Termasuk bagaimana etika dalam publikasi, target jurnal, juga bagaimana mengetahui proses-proses dalam publikasi,” ujar Kepala Bidang Publikasi Ilmiah LPPM IPB, Dr. Hawis Madduppa, Spi,Msi.

Pemateri dalam pelatihan ini adalah Dr. Habil Sonja Kleinertz, dosen jangka panjang DAAD di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK IPB), Dr. Berry Juliandi selaku Chief Editor Jurnal Hayati dan Dr. Hawis Madduppa. Materi pelatihan ditekankan pada logical flow, etika publikasi, struktur penulisan, teknik penulisan, penggunaan reference manager, strategi submission dan berkomunikasi dengan editor dan peer reviewer.

“Dosen dan mahasiswa biasanya terkendala oleh manuskrip yang disiapkan tidak matang. Meski kualitas data bagus namun tidak mengikuti kaidah-kaidah sehingga miskin persiapan. Untuk itu melalui pelatihan ini kami bantu bagaimana menyiapkan pendahuluannya, abstrak yang baik seperti apa, metodenya seperti apa. Dalam pelatihan ini peserta juga memiliki kesempatan konsultasi manuskripnya secara individu dengan para narasumber,” tambahnya.

 

Baca Juga :

Susun Program-program Unggulan 2019, IPB Gelar Musrembang

Susun Program-program Unggulan 2019, IPB Gelar Musrembang

Susun Program-program Unggulan 2019, IPB Gelar Musrembang

Susun Program-program Unggulan 2019, IPB Gelar Musrembang
Susun Program-program Unggulan 2019, IPB Gelar Musrembang

Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Direktorat Perencanaan, Pemonitoran

dan Evaluasinya, kembali menggelar Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan atau yang biasa disingkat Musrenbang.

Musrenbang kali ini digelar IPB International Convention Center (IICC) Baranangsiang, Senin (13/8/2018).

Musrenbang IPB sudah dilaksanakan sejak 2008 dan tahun ini masuk tahun ke 10. Acara tersebut diikuti oleh para wakil rektor, kepala lembaga, dekan dan kepala ketua departemen.

Rektor IPB Dr Arif Satria, menyampaikan bahwa musrenbang diadakan

untuk menyerap aspirasi dari unit-unit yang berada di IPB.

“Aspirasi tersebut kemudian dikemas untuk membuat program-program unggulan di tahun 2019,” ujarnya.

Dijelaskan rektor, Serambi Botani merupakan salah satu hasil program Musrenbang yang sudah berhasil.

“Serambi Botani berisi beragam produk unggulan dari insinyur-insinyur IPB

dan juga Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK), yang dibina IPB dalam melakukan inovasi produk-produk sehat,” jelasnya.

Selain itu, lanjut rektor, ada juga program yang berkerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor yaitu Mobil Curhat. Mobil Curhat memiliki tujuan yaitu konseling keluarga karena tingginya kasus perceraian.

“Tapi seiring berjalannya waktu, ternyata yang dibutuhkan masyarakat itu pemeriksaan kesehatan. Namun, konseling perceraian tetap ada, tapi ditambah pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya.

Ia berharap Musrenbang kali ini menghasilkan program-program unggulan kedepannya.
(Cintya/mg2)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Ajak Siswa SD Pola Hidup Sehat, Kimia Farma Turunkan Ratusan Apoteker

Ajak Siswa SD Pola Hidup Sehat, Kimia Farma Turunkan Ratusan Apoteker

Ajak Siswa SD Pola Hidup Sehat, Kimia Farma Turunkan Ratusan Apoteker

Ajak Siswa SD Pola Hidup Sehat, Kimia Farma Turunkan Ratusan Apoteker
Ajak Siswa SD Pola Hidup Sehat, Kimia Farma Turunkan Ratusan Apoteker

PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) mengerahkan 375 apotekernya

untuk berbagi pengetahuan kepada ribuan anak-anak Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah dan sederajat di seluruh pelosok nusantara.

Lewat program Kimia Farma Mengajar: Pengenalan Pola Hidup Bersih dan Sehat, sejumlah apoteker disebar di 47 kabupaten/kota di berbagai wilayah di Tanah Air, mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku hingga Papua.

Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir mengatakan bahwa program Kimia Farma

Mengajar dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ulang tahun ke-47 Perseroan yang diperingati pada 16 Agustus 2018.

“Ini bagian dari bentuk tanggung jawab sosial Kimia Farma sebagai BUMN farmsi dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan Indonesia sehat,” katanya.

Menurutnya, transfer ilmu melalui ratusan apoteker Kimia Farma terkait pola hidup bersih dan sehat sepatutnya dikenalkan kepada generasi muda, khususnya anak – anak untuk dibiasakan hingga ke masa depan. Secara aspek kognitif, siswa – siswi SD atau sederajat mampu mengikuti instruksi.

“Harapannya, pengetahuan hidup bersih dan sehat dapat dipraktikan hingga masa tua

lantaran dijadikan budaya sejak kecil.”kata Honesti Basyir, di SD Negeri Kebon Kelapa 02, Gambir, Jakarta, Senin (27/8).

Dalam acara ini, Kimia Farma juga memberikan bantuan pendidikan dan membuat Pojok Baca untuk meningkatkan minat baca siswa. Untuk merealisasikan program Kimia Farma Mengajar, perseroan telah mengalokasikan dana sekitar Rp450 juta

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Budidaya Buncis

Budidaya Buncis

Budidaya Buncis

Budidaya Buncis

Ciri – Ciri

* Warna Polong Hijau Muda Terang
* Ukuran buah Panjang 15 – 17 cm
* Berbiji Hitam Mulus
* Buah lentur dan Tidak Mudah Patah

Keunggulan Produk

* Genjah
* Buah lentur
*Tidak mudah patah, sehingga tahan transportasi
* Produktifitas tinggi
 

Deskripsi Varietas

* Warna polong hijau muda terang
* Ukuran buah panjang 15 – 17 cm
* Berbiji hitam mulus
* Sangat Produktif
* Buah lentur dan tidak mudah patah

BUDIDAYA

A. Pengolahan Tanah
Pengolahan  tanah adalah semua pekerjaan yang ditujukan pada tanah untuk menciptakan media tanam yang ideal, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pembersihan rumput-rumputan, penggemburan tanah, dan pembuatan parit-parit drainase adalah termasuk pengolahan tanah.
Setelah bersih dari gulma, pekerjaan selanjutnya adalah membajak tanah. Tanah dibajak dan dicangkul 1-2 kali sedalam 20-30 cm. Untuk tanah-tanah berat pencangkulan dilakukan dua kali dengan jangka waktu 2-3 minggu. Sedangkan untuk tanah-tanah ringan pencangkulan cukup dilakukan sekali saja.
B.    Penanaman
Jarak tanam yang digunakan adalah20 x 50 cm, baik untuk tanah datar atau tanah miring. Dan bila kesuburan tanahnya tinggi, maka sebaiknya menggunakan jarak tanam yang lebih sempit lagi, yaitu 20 x 40 cm.
Setelah menentukan jarak tanam, kemudian membuat lubang tanam dengan cara ditugal. Agar lubang tanam itu lurus, sebelumnya dapat diberi tanda dengan ajir, bambu, penggaris atau tali. Tempat yang diberi tanda tersebut yang ditugal. Kedalaman tugal 4-6 cm untuk tanah yang remah dan gembur, sedangkan kedalaman 2-4 cm untuk jenis tanah liat. Hal ini disebabkan pada tanah liat kandungan airnya cukup banyak, sehingga dikhawatirkan benih akan membusuk sebelum mampu berkecambah.
C. Pemeliharaan
*     Pemupukan
Pemupukan ini dapt dilakukan pada umur 14-21 hari setelah tanam. Pupuk yang diberikan hanyalah Urea sebanyak 200 kg / ha, caranya cukup ditugal kurang lebih 10 cm dari tanaman. Setelah itu ditutupi kembali dengan tugal atau diinjak dengan khaki.
*    Pengairan
Air yang diberikan alam sangat terbatas dan seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman.
*     Pengguludan
Penginggian guludan atau bedengan dilakukan pada saat tanaman berumur kurang lebih 20 dan 40 hari. Lebih baik dilakukan pada saat musim hujan. Tujuan dari peninggian guludan adalah untuk memperbanyak akar, menguatkan tumbuhnya tanaman dan memelihara struktur tanah.
*    Pemasangan turus atau lanjaran
Pelaksanaan pemasangan turus dapat dilakukan bersamaan dengan peninggian guludan yang pertama, yaitu pada saat tanaman berumur 20 hari.
*     Pemangkasan
Untuk memperbanyak ranting-ranting sehingga diperoleh buah yang banyak, maka tanaman buncis perlu dipangkas. Pemangkasan sebatas pembentukan sulurnya. Pelaksanaan pemangkasan dilakukan bila tanaman telah berumur 2 dan 5 minggu.

HAMA DAN PENYAKIT

A.    HAMA
1.    Kumbang Daun
Gejalanya daun kelihatan berlubang-lubang bahkan kadang-kadang tinggal kerangka atau tulang-tulang daunnya saja. Tanaman menjadi kerdil dan polongnya kecil-kecil.
Pengendaliannya : Bila sudah terlihat adanya telur, larva, maupun kumbangnya maka dapat langsung dibunuh dengan tangan. Atau dapat juga diberantas dengan insektisida Lannate 25 WP, dengan konsentrasi 1,5-3 cc/l air atau 300-6001 larutan setiap hektar.
2.    Penggerek polong
Gejalanya : polong yang masih muda mengalami kerusakan, bijinya banyak yang keropos. Akan tetapi, kerusakan ini tidak sampai mematikan tanaman buncis.
Pengendalian : Dilakukan dengan tanam serentak, usahakan pula tidak ada tanaman inang disekitar tanaman buncis, misalnya tanman orok-orok perlu juga dilakukan penyemprotan dengan insektisida.
3.    Lalat kacang
Gejalanya : Daun berlubang-lubang dengan arah tertentu, yaitu dari tepi daun menuju tangkai atau tulang daun, gejala lebih lanjut berupa pangkal batang yang membengkok/pecah kemudian tanaman menjadi layu,berubah kuning, dan akhirnya mati yang masih muda. Apabila tidak mati maka tumbuhnya kerdil sehingga produksinya sedikit.
Pengendalian : Setelah biji buncis ditanam sebaiknya segera diberi penutup jerami daun pisang, penanaman dilakukan secara serentak. Bila tanaman sudah terserang secara berat maka segeralah dicabut dan dibakar atau dipendam dalam tanah, apabila erangan belum terlalu berat maka segeralah diberi insektisida.
4.    Kutu daun
Gejala akan lebih jelas terlihat pada tanaman-tanaman yang masih muda. Bila serangannya hebat, maka pertumbuhannya
Menjadi kerdil dan batang memutar (mimilin). Daunnya menjadi keriting dan kadang berwarna kuning.
Pengendaliannya dengan cara memasukkan musuh alaminya yaitu lembing, lalat dan jenis dari Coccoinellidae, atau dengan menggunakan insektisida Orthene 75 Sp.
5.    Ulat jengkal

semu

Gejalanya dibawah daun terdapat telur yang bergerombol. Setelah menetas ulatnya akan memakan daun-daun baik yang muda maupun yang tua. Daun menjadi berlubang bahkan dapat habis sama sekali. Akibatnya, tanaman menjadi kerdil karena tidak sempurna melakukan fotosintetis.
Pengendaliannya : dapat dibunuh satu persatu atau dengan sanitasi, yaitu membersihkan gulma-gulma yang dapat dijadikan sebagai tempat persembunyian hama tersebut. Bisa juga dengan menggunakan insektisida Hotathion 40Ec.
6. Ulat penggulung daun
Gejalanya daun kelihatan seperti menggulung dan terdapat ulat yang dilindungi oleh benang sutera dan kotoran. Polongnya sering pula ikut direkatkan bersama-sama dengan daunnya. Daun juga nampak berlubang-lubang bekas gigitan dari tepi sampai ketulang utama, hingga habis hanya tinggal urat-uratnya saja.
Pengendaliannya : sebaiknya daun yang terkena segera dibuang atau dibakar, apabila masih ada serangan maka dilakukan penyemperotan dengan insektisida. Insektisidanya yaitu Azodrin 15 WSC.
B. PENYAKIT
1    Penyakit Antraknosa.
Gejala :
–    Polong Buncis muda terdapat bercak-bercak kecil dengan bagian tepi warna coklat karat dengan warna kenerah-merahan. Bentuknya tidak beraturan antara yang satu dengan yang lain, bila udara lembab akan terdapat spora yang berwarna kemerah-merahan.
–    Pengendaliannya :
Sebaiknya dipilih bibit yang benar-benar bebas dari penyakit atau dapat juga dengan merendam benih dalam fungisida Agrosid 50SD sebelum ditanam. Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Louhan Dengan penyemperotan fungisida Delsene Mx200, konsentrasi 1-2 gr/lt air. Juga bisa dengan fingisida Velimek 80WP dengan konsentrasi 2-2,5gr/lt air.
2.    Penyakit Embun Tepung
Gejala :
Daun, batang, bunga dan buah berwarna putih keabuan (kelihatan seperti kain beludru).
Pengendaliannya :
Bagian yang sudah terserang sebaiknya dipotong atau dibakar. Dapat juga disemprot dengan fungisida Morestan 25WP, konsentrasinya 0,5 – 1 gr/lt air dan volume larutan 1.000 lt/ha.
3.    Penyakit Layu
Gejala :
Tanaman akan terlihat layu, kuning dan kerdil. Bila batang tanaman yang diserang dipotong melintang, maka akan terlihat warna coklat atau dipijat akan keluarlah lendir yang berwarna putih.
Pengendaliannya :
Dilakukan dengan cara menyiram tanaman dengan air yang bebas dari penyakit, bila hendak membuat persemaian lebih baik tanah disterilisasi dulu dengan air panas 100o C. Dilakukan dengan penyemprotan fungisida Agrept 20 WP dengan konsentrasi 0,5 – 1/lt air.
4.    Penyakit Bercak daun
Gejala :
Daun bercak kecil berwarna coklat kekuningan lama kelamaan bercak akan melebar dan bagian tepinya terdapat pita berwarna kuning.
Akibat lebih parah, dau akan menjadi layu dan berguguran. Bila sampai menyerang polong, maka polong akan bercak kelabu dan biji yang terbentuk kurang padat dan ringan.
Pengendaliannya :
Benih buncis direndam dulu dalam air panas dengan suhu 48  C selama 30 menit. Bilas dengan air dingin dan keringkan. Dengan penyemprotan menggunakan Baycor 300EC, konsentrasi 0,5 – 1 lt/ha. Bisa juga menggunakan Bayleton 250EC, konsentrasi 0,25-0,5 lt/ha.
5.    Penyakit Hawar Daun
Gejala :
Pertama-tama terlihat bercak kuning dibagian tepi daun, kemudian meluas menuju tulang bagian tengah. Daunnya terlihat layu, kering dan coklat kekuningan. Bila serangannya hebat, daun terlihat berwarna kuning, seluruhnya dan akhirnya rontok, gejala tersebut dapat meluas kebatang, sehingga lama kelamaan tanaman akan mati.
Pengendaliannya :
Dengan cara memilih benih yang berkwalitas baik. Perendaman benih dalam Sublimat dengan dosis 1gr /Lt air selama 30 menit.
6.    Penyakit Busuk Lunak
Gejala :
Daun bebercak, berair warnanya menjadi kecoklatan. Gejala ini cepat menjalar ke seluruh bagian tanaman. Sehingga tanaman menjadi lunak, berlendir dan berbau busuk.
Pengendaliannya :
Tanaman yang sudah terserang berat sebaiknya dibuang dan di bakar, dapat dilakukan dengan menyemprotkan Cupravit OB-21, dengan konsentrasi 4gr/lt air, Delsene Mx200, konsentrasi 2-4 gr/lt air.
7.    Penyakit Karat
Gejala :
Pada jaringan daun terdapat bintik-bintik kecil berwarna coklat, baik dibagian daun sebelah atas maupun sebelah bawah. Biasanya dikelilingi dengan jaringan khlorosis.
Pengendaliannya :
Dapat ditanam varitas buncis yang tahan dengan penyakit karat yaitu ; Manoa Wonder. Tanaman yang terserang berat sebaiknya dicabut dan dibakar.
8.    Penyakit Damping Of
Gejala :
Bagian batang bawah yang terletak dibagian keping biji terlihat berwarna putih pucat karena mengalami kerusakan khlorofil.
Pengendaliannya :
Siram tanaman dengan air yang bebas penyakit, media semai yang dipakai juga yang telah disterilkan terlebih dahulu. Bisa juga menggunakan Antracol 70WP, konsentrasi 2gr/lt air, volume larutan 600-800 lt/ha.
9.    Penyakit Ujung Kriting
Gejala :
Daun-daun muda menjadi kuning dan keriting, sedangkan daun yang sudah tua menggulung / melilin.
Penegndaliannya :
Dengan menanm tanaman yang resisten (tahan penyakit). Apabila tanaman yang sudah terserang penyakit, sebaiknya segera dicabut atau dibakar.

Sukses Budidaya Lele Sangkuriang

Sukses Budidaya Lele Sangkuriang

Sukses Budidaya Lele Sangkuriang

 

Sukses Budidaya Lele Sangkuriang

Latar Belakang Ternak Lele Sangkuriang

Ternak lele sangkuriang merupakan solusi bagi anda yang sudah pernah atau sedang beternak jenis lele dumbo. Lele sangkuriang ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan lele dumbo diantaranya masa panen yang lebih pendek yaitu sekitar 40 hari, tahan terhadap penyakit dan warna kulit lebih terang sehingga lebih menarik dimata konsumen. Lele sangkuriang ini hasil dari perkawinan anak lele ke ibunya sehingga disebut sangkuriang yang menikahi ibunya sendiri. Hasil dari perkawinan ini menghasilkan lele unggul yaitu jenis sangkuriang.Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m – 800 mdpi. Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas >800 m dpi. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya artinya kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan Pemda setempat. Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan ikan lele dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi,  teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, dan pemasarannya relatif mudah dan modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.
Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.
Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).
Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele “Sangkuriang”.
Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.
Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Sangkuriang yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia.
Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama “Lele Sangkuriang”. Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).
Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m – 800 m dpi. Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas >800 m dpi. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya artinya kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan Pemda setempat.
Budidaya lele, baik kegiatan pembenihan maupun pembesaran dapat dilakukan di kolam tanah, bak tembok atau bak plastik. Budidaya di bak tembok dan bak plastik dapat memanfaatkan lahan pekarangan ataupun lahan marjinal lainnya.
Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumu (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yan sudah dikondisikan terlebih dulu. Parameter kualitas air yan baik untuk pemeliharaan ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut:
  1. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air.
  2. pH air yang ideal berkisar antara 6-9.
  3. Oksigen terlarut di dalam air harus > 1 mg/l.
Budidaya ikan lele Sangkuriang dapat dilakukan dalam bak plastik, bak tembok atau kolam tanah. Dalam budidaya ikan lele di kolam yang perlu diperhatikan adalah pembuatan kolam, pembuatan pintu pemasukan dan pengeluaran air.
Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2. Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Pada bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang memanjang dari pemasukan air ke pengeluaran air (monik). Parit dibuat selebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm.
Sebaiknya pintu pemasukan dan pengeluaran air berukuran antara 15-20 cm. Pintu pengeluaran dapat berupa monik atau siphon. Monik terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran. Pada bagian kotak dipasang papan penyekat terdiri dari dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki. Sedangkan pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana, yaitu hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang didasar kolam dibawah pematang dengan bantuan pipa berbentuk “L” mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam.
Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk.

Pelaksanaan Budidaya

Sebelum benih ikan lele ditebarkan di kolam pembesaran, yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi:
a. Persiapan kolam tanah (tradisional)
Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dinding kolam diperkeras dengan memukul-mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran. Pemopokan pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor).
Untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan).
Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.
Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2.
Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring
Kemudian dilakukan pengisian air kolam.
Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.
b. Persiapan kolam tembok
Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen.
c. Penebaran Benih
Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.
Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.
d. Pemberian Pakan
Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.
e. Pemanenan
Ikan lele Sangkuriang akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 – 250 gram per ekor dengan panjang 15 – 20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan  pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan.

Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan karamba, pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dan dengan jumlah air yang sedikit.

Kegiatan budidaya lele Sangkuriang di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembesaran, penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan. Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain ular dan belut. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp.

Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam. Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan plastik di sekeliling kolam.

Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan.

 

 

Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik.

Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Baca Juga: Cara Ternak Burung Lovebird Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.

Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan.
  • Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air.
  • Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak.
  • Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit.
  • Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air).
  • Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK
  • Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik
  • Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru.
  • Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan.

Cara Budidaya Ikan Mujair di Kolam Terpal

Cara Budidaya Ikan Mujair di Kolam Terpal

Bagaimana Ikan Nila Menjadi Peluang Bisnis

Bagaimana nila kolam terpal dapat menjadi peluang bisnis berbasis rumah salah satu yang menjanjikan. Nila merupakan ikan air tawar semakin dikonsumsi Indoneia Association. Nila memiliki struktur dengan daging lembut asin sampai yang lebih memilih ikan air tawar dalam model ini beberapa orang. Topik juga di prospek semakin menguntungkan penukung pertanian terpal nila. Nila memiliki cara alami distribusi di perairan Afrika. Berdasarkan namanya, temuan awal ikan, satu di Indonesia, yaitu, oleh seorang bernama Mr. Mujair.

Nila pertama kali ditemukan dalam serangan sungai di Blitar, Jawa Timur, pantai selatan hari muara.

1939 oleh Mr. Mujair. Di Indonesia sendiri, kita bisa lakukan dengan kolam ikan nila dapat mengikuti selera yang sama, nila nila, seperti nila dan mujair nila merah model mengambil TARP. Bagi Anda yang ingin membudidayakan ikan nila, pada kenyataannya, hal itu dapat dilakukan dalam dua langkah, yaitu melalui tanah dan kolam renang terpal. Namun, kesempatan ini, kami ingin meninjau peternakan kolam terpal nila. hal semacam ini untuk masa depan petani yang ingin membudidayakan ikan nila, tapi tidak banyak tempat yang kosong sangat berguna. Selain itu, penentuan ikan nila di kolam renang ditanam TARP memiliki banyak keuntungan dan biaya.

beberapa keuntungan yang diperoleh budayabisa kurang dalam darah dengan air bagaimana berbagai isu secara umum di biliar aula ikan lantai ruang pantai terutama pivotally, mungkin mengalami. Karena air secara bertahap akan menyusut, secepat ke dalam tanah. Pokoknya, tema, kolam terpal ikan nila di tempat itu Anda mengapa jadi pilihan yang baik.

 

 

Suhu lebih banyak ikan stabil Mujair

dengan menumbuhkan nila di terpal kolam renang, Anda tentu tidak perlu khawatir tentang suhu dalam peraturan air. Karena suhu air di terpal kolam renang lebih stabil. hal-hal seperti terpal kolam renang dapat menahan suhu air serta operasi saklar umum, perubahan musim fluktuasi alami. Ketika hal semacam ini sebelum dasar pemasangan juga dipasang terpal, sekam umumnya hadir waktu. Pada musim kemarau, sekam padi pad direndam dalam air, sehingga akan cepat membusuk. Karena hal itu akan menyebabkan pelepasan panas, dapat mencegah berbagai suhu air yang ideal, terutama tentang cara nila resesi.

Ikan Nila Lebih Mudah Panen

tidak menyebabkan keuntungan amis bau tanah di kolam sebelah produksi terpal ikan nila tidak mencium pertanian tanah nila. Dalam keadaan normal, lahan pertanian akan menghasilkan bau ikan lumpur atau tanah. Ikan karena berbagai aspek ikan nila tidak bau lumpur pasti pelanggan lebih diunggulkan bau banding bersahaja. lebih mudah ke dalam panen.

tidak kolam renang ukuran terlalu besar, panen ikan nila umum kolam terpal di atas itu, termasuk lebih mudah. Tidak hanya, bagian dasar terpal saja ini bebas dari lumpur untuk memfasilitasi petani panen ikan nila.

Sebagai Rektor Baru, Sapteno Prioritas Program Akademik

Sebagai Rektor Baru, Sapteno Prioritas Program Akademik

Sebagai Rektor Baru, Sapteno Prioritas Program Akademik

Sebagai Rektor Baru, Sapteno Prioritas Program Akademik
Sebagai Rektor Baru, Sapteno Prioritas Program Akademik

Sebagai Rektor baru pada Universitas Pattimura (Unpatti) periode 2016-2020 Prof. Dr. M.J. Sapteno

, SH. M.Hum akan fokus dalam melihat dan membenahi program akademik seperti data tantang kemahasiswaan dan proses perkuliahan.

Demikian penjelasan Prof. Sapteno kepada wartawan usai Pisah Sambut dengan mantan Rektor Unpatti Prof. Dr. Ir. Thomas Pentury, M.Si, di Auditorium Unpatti (7/3) kemarin.

Program-program yang telah dirumuskan sebelumnya ketika Sapteno menjabat sebagai Pembantu Rektor II akan dilanjutkan, dan data tentang akademik yang selama ini sistemnya agak terganggu perlu diperbaiki.

“Selama ini data belum akurat sehingga ada mahasiswa yang tidak mendaftar tetapi bisa kuliah

, sementara dalam Peraturan Akademik ketika Mahasiswa tidak mendaftar dirinya harus Cuti, tetapi yang terjadi selama ini lain sehingga berpengaruh terhadap sistem,”katanya.

Terkait masa jabatan Pembantu Rektor (Purek) I, III dan IV menurut Sapteno, masih berjalan sampai tahun 2017, sementara kekosongan Purek II dalam waktu dekat akan ditunjuk Plh.

Mantan Rektor Unpatti periode 2012-2016 Prof. Th. Pentury menjelaskan, capaian Universitas

dan Akreditasi merupakan indikator yang dicapai dalam 4 tahun selama kepemimpinannya, dan secara institusi sudah terakreditasi B.

Untuk target selanjutnya adalah pencapaian Akreditasi pada Program Studi (Prodi), dan saat ini yang masih terekreditasi C 10 prodi dan harus naik ke B dan yang B harus berubah ke A.

Diharapkan, Rektor yang baru akan mengembangkan apa yang sudah dilakukan karena kompetisi di tingkat global dan nasional akan sangat efektif, sehingga ke depan harus dikerjakan perubahan dari proses pendidikan menuju penelitian.

Terkait dengan Unpatti masuk peringkat kedua Nasional dalam mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan menurut Pentury, ini merupakan tanda-tanda baik untuk proses pengelolaan keuangan di pusat.(TM05)

 

Baca Juga :

Peminat Beasiswa S-3 Maluku Masih Minim

Peminat Beasiswa S-3 Maluku Masih Minim

Peminat Beasiswa S-3 Maluku Masih Minim

Peminat Beasiswa S-3 Maluku Masih Minim
Peminat Beasiswa S-3 Maluku Masih Minim

Kalangan mahasiswa maupun dosen yang berminat untuk memanfaatkan beasiswa

yang disediakan pemerintah provinsi (pemprov) Maluku untuk program pendidikan doktoral atau Strata III (S3), masih sangat minim.

“Peminat yang ingin memanfaatkan beasiswa pendidikan S3 disediakan Pemprov Maluku masih sangat minim. Tahun ini saja tercatat baru 10 orang yang mendaftarkan diri,” kata Ketua Bappeda Maluku, Anthonius Sihaloho, di Ambon, Rabu (13/4).

Menurutnya, tahun 2016, Pemprov Maluku mengalokasikan jatah beasiswa untuk pendidikan doktoral berbagai disiplin ilmu di sejumlah perguruan tinggi di luar daerah, sebanyak 80 orang tetapi masih kurang peminatnya.

Masing-masing calon yang lolos seleksi akan memperoleh beasiswa pendidikan S3

sebesar Rp70 juta setiap tahunnya pada sejumlah universitas ternama di tanah air maupun luar negeri.

Dia mengatakan, informasi dan syarat untuk menerima beasiswa guna menempuh pendidikan doktoral tersebut telah disebarkan ke seluruh universitas negeri dan swasta yang ada di Maluku, tetapi hingga pertengahan April 2016, masih sedikit yang mendaftarkan diri.

Pemprov Maluku, menjalin kerja sama dengan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk melakukan seleksi dan penjaringan ketat terhadap setiap calon penerima beasiswa tersebut, dengan syarat memiliki prestasi akademik baik, dam diutamakan berasal dari keluarga kurang mampu.

“Syarat paling utama adalah calon penerima bersedia menanda tangani kontak bahwa

setelah selesai mengikuti pendidikan doktoral yang dibiayai Pemprov, mereka harus bersedia kembali dan mengabdi pada semua daerah di Maluku,” katanya.

Pemprov Maluku programkan minimal penyediaan beasiswa itu selama lima tahun sehingga mereka yang menyelesaikan studi S-3 bisa mendharma bakhtikan ilmu, pengetahuan dan teknologi yang diperoleh untuk mendorong percepatan pembangunan serta mengoptimalkan program pemerintahan dan pelayanan sosial di daerah ini.

Anthonius menambahkan, pemprov Maluku juga menyediakan jatah beasiswa untuk melanjutkan pendidikan Magister atau Strata II (S2), serta 100 kuota untuk siswa berprestasi guna menempuh pendidikan Strata I, di berbagai perguruan tinggi ternama di tanah air.

“Sasaran utama program beasiswa ini untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di Maluku, guna mendukung berbagai program pembangunan yang gencar dilakukan pemerintah pusat di daerah ini,” katanya.

 

Sumber :

https://sorastudio.id/sejarah-jepang/