Ada Sistem Zonasi, Mendikbud Ingin Persaingan Sekolah seperti Liga Inggris

Ada Sistem Zonasi, Mendikbud Ingin Persaingan Sekolah seperti Liga Inggris

Ada Sistem Zonasi, Mendikbud Ingin Persaingan Sekolah seperti Liga Inggris

Ada Sistem Zonasi, Mendikbud Ingin Persaingan Sekolah seperti Liga Inggris
Ada Sistem Zonasi, Mendikbud Ingin Persaingan Sekolah seperti Liga Inggris

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) s

egera melakukan perbaikan terhadap sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi. Lewat sistem zonasi itu, sekolah diharuskan untuk menerima minimal 90% siswa dari area sekitarnya dan hanya 5% kuota untuk calon siswa dari luar zona.

Dengan zonasi, siswa diarahkan untuk memilih sekolah negeri yang dekat dengan rumah. Sekolah bagus juga dipaksa menerima siswa dengan prestasi rendah yang tinggal di dekat lokasinya untuk mengurangi beban biaya transportasi dan menciptakan keadilan akses pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan

, dengan adanya sistem zonasi, maka bisa menghapuskan istilah sekolah favorit dan non favorit. Sebab adanya sistem zonasi ini, semua sekolah bisa mendadak menjadi favorit jika memiliki prestasi yang sangat baik.

“Sebenarnya dengan sistem zonasi semua sekolah harus merata. Kalau unggulan dan tidak unggul itu ada diskriminasi. Kita akan atur secara bertahap,” ujarnya dalam Forum Merdeka Barat, di Kantor Kominfo, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Menurut Muhadjir sistem zonasi ini akan membuat sekolah-sekolah bersaing seperti

Liga Inggris dalam sepak bola. Maksudnya, semua tim sepakbola dalam Liga Inggris bisa menjadi juara sekalipun tim tersebut bukanlah tim unggulan.

Salah satu contohnya adalah ketika Leicester City menjadi juara Liga Inggris. Padahal ketika itu, masih banyak tim unggulan seperti Manchester United, Manchester City hingga Chelsea yang difavoritkan menjadi juara.

“Saya ingin menjadikan seperti Liga Inggris. Jadi yang tadinya sekolah enggak diunggulkan tiba-tiba menjadi juara. Jadi saya rasa ini terbuka ya. Siapa saja bisa,” jelasnya.

 

Baca Juga :