Akibat Sombong terhadap Alloh

Akibat Sombong terhadap Alloh

Akibat Sombong terhadap Alloh
Akibat Sombong terhadap Alloh

Nabi Musa a.s. termasuk nabi yang banyak diceritakan kisahnya dalam Al-Quran. Dalam hidupnya beliau bertemu empat jenis manusia dengan kesombongannya masing-masing. Keempat-empat adalah:

1. Firaun, raja Mesir

seorang raja atau penguasa yang amat zalim dan kejam. Dia mengaku dirinya adalah tuhan yang menguasai segala sesuatu. Dia membunuh orang dengan sekehendak hatinya saja. Dia juga merampas kebebasan orang dan harta tanpa sebab dan dia juga menyembelih bayi. Menjadi sombong karena dia merasakan mempunyai kuasa yang tiada siapa mampu menandinginya. Bala tentera yang amat ramai jumlahnya menjadikan dia merasa dirinya adalah tuhan yang mampu berbuat apa saja. Dia tidak dapat menerima hakikat jika ada orang yang nampak lebih berkuasa dari dirinya untuk berbuat sesuatu.

2. Haman, menteri Firaun

seorang saintis bijak yang amat sombong karena merasa paling tahu tentang segala hal, terutama teknologi tercanggih pada masa itu. Dia tidak boleh menerima adanya manusia yang lebih tahu dan lebih pintar dari dirinya dalam apa perkara sekali pun. Bahkan dia dan Firaun mahu mencari Tuhannya Musa dengan membuat suatu bangunan yang sangat tinggi menggapai langit. Kedua orang ini serta seluruh bala tentara Firaun ditenggelamkan Allah di laut merah.

3. Qarun, si orang kaya

seseorang yang sangat kaya sehinggakan kunci gudang tempat hartanya – hartanya disimpan perlu dipikul oleh beberapa orang lelaki yang sangat kuat. Qarun digelar Al Munawwir karena suaranya yang amat bagus jika dia membaca Taurat. Tapi dia adalah musuh Allah. Kesombongan Qarun adalah merasa bahwa semua perkara boleh dibeli, semua masalah dapat dia selesaikan dengan uang yang amat banyak. Dia juga mengaku bahwa hartanya yang amat banyak itu adalah hasil dari ilmu yang ada pada dirinya. Maksudnya, karena dia pandai mencari uang maka dia kaya. Qarun sangat iri hati kepada Nabi Musa as kerana Nabi Musa berpengaruh kepada kaumnya. Maka Qarun memfitnah Nabi Musa as dengan membayar seorang perempuan pelacur agar perempuan itu mengatakan bahawa dia berzina dengan Nabi Musa. Ketika Qarun bertemu Nabi Musa, dia menantang untuk saling berdoa pada Tuhan. Qarun berdoa, tidak ada jawapan. Nabi Musa berdoa, maka bumi menelan Qarun, orang-orangnya dan hartanya hidup-hidup.

Baca Juga: Kalimat Syahadat

4. Bal’am, si ulama jahat

Bal’am adalah seorang ulama (pemuka agama) terkemuka saat itu. Dia seorang yang ma’rifat. Dianugerahkan Allah kemampuan untuk melihat malaikat dan ‘Arsy. Bahkan Bal’am dianugerahi “ishmul a’zham” iaitu Nama Allah Yang Teragung, di mana jika dalam doa disebutkan Nama itu, maka doa itu pasti terkabul. Kesombongan Bal’am kerana menganggap bahawa dialah orang yang paling hebat masa itu, paling benar, paling ‘alim dalam ilmu agama dan orang yang doanya pasti terkabul. Akhirnya, dia menggunakan lidahnya untuk mendoakan keburukan bagi Nabi Musa as. dan kaumnya. Doanya tidak dimakbul, malah berbalik pada dirinya. Allah mencabut semua ma’rifat dan ishmul a’zham pada dirinya sehingga dia mati kafir dan merana. Ada yang mengatakan bahwa dia meninggal dengan lidah terjulur keluar.

Naudzubillahi mindalik .. Semoga kita tidak tergolong orang-orang yang SOMBONG