Antara Sholat Tahajjud dan sholat malam

Antara Sholat Tahajjud dan sholat malam

Antara Sholat Tahajjud dan sholat malam
Antara Sholat Tahajjud dan sholat malam

-pengambilan kata tahajjud dan qiyamullail (sholat malam)

tahajjud diambil dari firman Allah :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Dan pada sebahagian malam hari bertahajudlah, sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. [Al-Isra : 79]

tahajjud : تَـهَجُّد diambila dari ha ja da : هَجَدَ sinonim dari saharo, سَهَرَ (An-Nazi’at : 14, lihat arabicnya : بِالسَّاهِرَةِ), secara bahasa adalah bangun di malam hari. shalat malam dinamakan dengan tahajjud karena biasanya didahului dengan tidur terlebih dahulu.
hanya saja ternyata kata ha ja da memiliki dua makna yang bertolak belakang, makna lain adalah tidur malam hari, jadi tergantung penggunaan dalam kalimat. [Lisanul Arab juz 3 hal 431]

adapun qiyaamullail artinya adalah berdiri pada malam hari, diambil dari firman Allah :

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu BERDIRI (baca : shalat.) kurang dari dua pertiga MALAM, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu [Al-Muzzammil : 20]

dan Nabi Muhammad tidak pernah mengkhususkan kedua istilah tersebut dengan arti kalau tahajjud adalah dilakukan setelah tidur, kalau qiyamul lail sebelum tidur, lagipula dari surat Al-Muzzammil dapat difahami bahwa beliau shalat malam kadangkala dikerjakan di awal malam atau tengah malam atau sepertiga malam terakhir.

kesimpulan

antara tahajjud dan qiyamullail tidak ada perbedaan di dalamnya dalam masalah tata cara shalat, perbedaannya hanya dalam penggunaan bahasa.

demikian pula yang difahami oleh sahabat Ibnu ‘Abbas atau para perawi hadits, mereka bahkan menggabungkannya, yaitu : berdiri malam hari = tahajjud :

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ أَبِي مُسْلِمٍ عَنْ طَاوُسٍ

سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ

يَتَهَجَّدُ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ

Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Abu Muslim dari Thawus bahwa dia mendengar Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila BERDIRI melaksanakan shalat MALAM, Beliau memulainya dengan membaca doa (istiftah: “Allahumma lakal hamdu. Anta qayyumus samaawaati….. [HR Al-Bukhari no 1053 dan 5842]

Perhatikan Arabicnya : idzaa QOOMA minal LAILI YATAHAJJADA = apabila bangun malam hari (baca : qiyamullail-pen.) melakukan tahajjud..

Waktu shalat malam adalah setelah sholat ‘isya sampai dengan sebelum waktu sholat shubuh. Dengan demikian, semua shalat yang dilakukan setelah ‘isya (di luar shalat sunat rawatib 2 raka’at setelah ‘isya) sampai masuknya waktu shubuh, disebut dengan shalat malam.

Lalu, bagaimana dengan shalat tahajjud? Apakah bedanya dengan shalat malam???
Ibnu Faris berkata, “Adapun orang yang shalat ber-tahajud, adalah orang yang salat di waktu malam.” (Lihat Fathul Bari, 3:5,)

Dari terjemahan tersebut, diketahui bahwa shalat malam dan shalat tahajjud adalah hal yang sama. Hanya beda istilah saja.

Banyak orang yang beranggapan bahwa untuk shalat tahajjud, kita harus tidur terlebih dahulu. Anggapan ini kurang tepat karena tidur bukanlah ‘keharusan’ atau ‘syarat sah’nya.

Sekian penjelasan dari ane semoga bisa menambah Manfaat dan Barokah..Aamin

Baca Juga: