Flexmedia.co.id

Flexmedia.co.id situs website pendidikan yang menyajikan informasi-informasi yang bermanfaat bagi pelajar

BEBERAPA TEORI TENTANG TERBENTUKNYA NEGARA

BEBERAPA TEORI TENTANG TERBENTUKNYA NEGARA

Banyak dijumpai teori tentang terbentuknya sebuah negara. Diantara teori-toerinya tesebut yaitu :

  1. Teori Ketuhanan yaitu teori yang menganggap bahwa memang sudah ada kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa Negara itu timbul. Teori ini ada dua, yaitu teori ketuhanan langsung dan tidak langsung. Tokohnya Agustinus, Thomas Aquines, Julius Sthall, Kranenburg, Haller.
  2. Teori Perjanjian yaitu teori ini disusun berdasarkan anggapan bahwa sebelum ada Negara, manusia hidup sendiri-sendiri dan berpindah-pindah. Pada waktu itu belum ada masyarakat dan peraturan yang mengaturnya sehingga kekacauan mudah terjadi  di manapun dan kapan pun. Tanpa perarturan, kehidupan manusia tidak berbeda dengan cara hidup binatang buas, sebagaimana dilukiskan oleh Thomas Hobbes: Homo homini lupus dan belum omnium contra omnes. Teori perjanjian masyarakat diungkapkannya dalam buku Leviathan. Ketakutan akan kehidupan berciri survival of the fittest itulah yang menyadarkan manusia akan kebutuhannya: Negara yang diperintah oleh seorang raja yang dapat menghapus rasa takut. Adapun penganut perjanjian masyarakat ialah: Grotius (1583-1645), John Locke (1632-1679), Immanuel Kant (1724-1804), Thomas Hobbes (1588-1679), J.J. Rousseau (1712-1778).
  1. Teori kekuataan menyatakan bahwa Negara terbentuk berdasarkan kekuataan. Orang kuatlah yang pertama-tama mendirikan Negara, karena dengan kekuatannya itu ia berkuasa memaksakan kehendaknya terhada orang lain sebagaimana disindir oleh Kallikles dan Voltaire: “Raja yang pertama adalah prajurit yang berhasil”
  1. BENTUK-BENTUK NEGARA

Negara memiliki bentuk-bentuk yang berbeda-beda. Secara umum, dalam konsep dan teroi modern, negara trerbagi menjadi dua bentuk: negara kesatuan ( unitarianisme) dan negara serikat ( federasi).

  1. Negara kesatuan

Negara kesatuan adalah bentuk suatu negara yang merdeka dan berdaulat, dengan satu pemerintah pusat yang berkuasa dan mengatur seluruh daerah. Namun dalam pelaksanaannya, negara kesatauan ini terabagi kedalam dua macam sistem pemerintahan:  sentral dan otonomi.

  1. Negara seriktat

Negara seikta ( federasi) merupakan bentuk negara gabungan yang terdiri dari beberapa negara bagian dari sebuah negara serikat. Padamulanya negara-negara bagian tersebut merupakan negara yang merdeka, berdaulat, dan berdiri sendiri. Setelah menggabungkan diri dengan negara serikat, dengan sendirinya negara tersebut melepaskan sebagian dari kekuasaannya dan menyerahkannya kepada negara serikat. Disamping dua bentuk ini, dari sisi pelaksana dan mekanisme pemilihannya, bentuk negara dapat digolongkan kedalam tiga kelompok yakni:

  1. Monarki : Pemerintahan monarki adalah model pemerintahan yang dikepalai oleh raja atau ratu.
  2. Oligarki :  Model pemerintahan yang dijalankan oleh beberapa orang yang berkuasa dari golongan atau kelompok tertentu.
  3. Demokrasi : Bentuk pemertintahan yang bersandar pada kedaulatan rakyat atau mendasarkan kekuasaannya pada pilihan dan kehendak rakyat melalui mekanisme pemilihan umum atau pemilu.[9]

sumber :

Flexmedia

Kembali ke atas