Buku Paket Merupakan Sarana Mencari Ilmu dan Tuntutan Zaman

Buku Paket Merupakan Sarana Mencari Ilmu dan Tuntutan Zaman

Buku Paket Merupakan Sarana Mencari Ilmu dan Tuntutan Zaman

Tuntutlah ilmu sampai ke negri Cina. Semua  itu didapat dari buku karena buku adalah gudang ilmu. Buku merupakan sarana menuju ilmu pengetahuan dalam menunjang kegiatan belajar dan mengajar.

Namun amat disayangkan, informasi pengadaan buku paket yang beredar  di SMAN 6  Jalan Komplek Pamulang Permai Barat 3 Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan mendapat pandangan pro dan kontra.

Hal itu diakui Agus H, Kasek SMAN 6 kepada Reaksi di kantornya, Selasa (27/8/2019).

“Saya menyadari setiap kebijakan  menuai berbagai macam tanggapan, pandangan dan dari sudut pandang mana kita menyikapinya,” katanya.

Pihaknya memang menghimbau kepada seluruh siswa/ siswi  kelas X, XI dan XII, pada tahun ajaran baru ini agar memiliki buku paket  edisi terbaru sebagai panduan belajar mengajar sesuai tuntutan  kurikulum dan standar pendidian nasional.

Agus menambahkan keberadaan jumlah SMAN dan  swasta di Tangsel bukan menjadi barometer  bagi orang tua. Tapi, prestasi  sekolah yang sudah diraih dengan tenaga pengajar yang kompeten dan profesional.

Dijelaskan, meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan agar dapat hidup mandiri dan dapat mengikuti pendidikan ke tingkat selanjutnya bagi siswa/ siswi SMAN 6.

“Mampu berkontribusi pada kehidupan di masyarakat serta budaya juga

memperhatikan keadaan di lingkungan sekitar sekolah,” Agus H.

Faktor inilah yang mendorong minat orang tua untuk menitipkan  anak ke sekolah itu. Antusias yang besar tidak mungkin dibendung ,walau dengan   keterbatasan kuota dan berlakunya sistem zonasi di Provinsi Banten (Tangsel).

Perkembangan  medsos bak meteor dalam memberikan informasi, sehingga masyarakat seharusnya memiliki  filter dalam membaca maupun menyuguhkan sebuah berita.

“Unsur praduga apalagi dari sumber yang  tidak jelas dan menyudutkan berdampak pada siswa/ siswi  juga para pendidik,” ungkapnya.

Erna, orang tua murid yng juga warga sekitar menambahkan, orang tua siswa

mendukung penuh pengadaan buku paket karena mengerti situasi dan kondisinya APBD  pemerintah saat ini.

“Kita sebagai orang tua siswa siap berkontribusi untuk dunia pendidikan, karena kalau tidak kita  peduli bagaimana mencerdaskan generasi nantinya,” ujrnya.

Menurut dia, bertambahnya jumlah buku yang digunakan  sebagai pegangan

otomatis akan menambah besar  pengetahuan siswa maupun guru dalam menyampaikan materi secara global dan obyektif .

“Seperti kurikulum tiga belas (kurtilas), perbanyak membaca buku  karena orang-orang sukses,  para ilmuwan, para cendekia, profesor dan sebagainya karena membaca,” ungkapnya mengakhiri. (R2)

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/