Cara Budidaya Stroberi Lengkap

Cara Budidaya Stroberi Lengkap

Cara Budidaya Stroberi Lengkap

Tanaman stroberi jika dibudidayakan secara benar maka akan menjadikan buah stroberi menjadi komoditi yang menghasikan nilai ekonomis. Pada kesempatan ini akan dihaturkan mengenai tips cara budidaya menanam buah stroberi dan semoga dapat member manfaat. Varitas stroberi yg dpt ditanam di Indonesia adalah Osogrande, Pajero, Selva, Ostara, Tenira, Robunda, Bogota, Elvira, Grella & Red Gantlet. Di Cianjur ditanam varitas Hokowaze asal Jepang yg cepat berbuah.

MANFAAT TANAMAN STROBERI

Buah stroberi dimanfaatkan sebagai makanan dlm keadaan segar atau olahannya. Produk makanan yg terbuat dari stroberi telah banyak dikenal misalnya sirup, jam, ataupun stup (compote) stroberi.

SENTRA PENANAMAN BUAH STROBERI

Dpt dikatakan bahwa budidaya stroberi belum banyak dikenal & diminati. Karena memerlukan temperatur rendah, budidaya di Indonesia harus dilakukan di dataran tinggi. Lembang & Cianjur (Jawa Barat) adalah daerah sentra pertanian di mana petani sudah mulai banyak membudidayakan stroberi. Dpt dikatakan bahwa utk saat ini, kedua wilayah tersebut adalah sentra penanaman stroberi.

SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN STROBERI

Iklim
Tanaman stroberi dpt tumbuh dgn baik di daerah dgn curah hujan 600-700 mm/tahun.
Lamanya penyinaran cahaya matahari yg dibutuhkan dlm pertumbuhan adalah 8–10 jam setiap harinya.
Stroberi adalah tanaman subtropis yg dpt beradaptasi dgn baik di dataran tinggi tropis yg memiliki temperatur 17–20 derajat C.
Kelembaban udara yg baik utk pertumbuhan tanaman stroberi antara 80-90%.

Media Tanam
Jika ditanam di kebun, tanah yg dibutuhkan adalah tanah liat berpasir, subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, tata air & udara baik.
Derajat keasaman tanah (pH tanah) yg ideal utk budidaya stroberi di kebun adalah 5.4-7.0, sedangkan utk budidaya di pot adalah 6.5–7,0.
Jika ditanam dikebun maka kedalaman air tanah yg disyaratkan adalah 50-100 cm dari permukaan tanah. Jika ditanam di dlm pot, media harus memiliki sifat poros, mudah merembeskan air& unsur hara selalu tersedia.
Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yg memenuhi syarat iklim tersebut adalah 1.000-1.500 meter dpl.

Pembibitan Tanaman Stroberi

Stroberi diperbanyak dgn biji & bibit vegetatif (anakan & stolon atau akar sulur). Adapun kebutuhan bibit per hektar antara 40.000-83.350.

1. Perbanyakan dgn biji
Benih dibeli dari toko pertanian, rendam benih di dlm air selama 15 menit lalu keringanginkan.

Kotak persemaian berupa kotak kayu atau plastik, diisi dgn media berupa campuran tanah, pasir & pupuk kandang (kompos) halus yg bersih (1:1:1). Benih disemaikan merata di atas media & tutup dgn tanah tipis. Kotak semai ditutup dgn plastik atau kaca bening & disimpan pada temperatur18-20 derajat C.

Persemaian disiram setiap hari, setelah bibit berdaun dua helai siap dipindahtanam ke bedeng sapih dgn jarak antar bibit 2-3 cm. Media tanam bedeng sapih sama dgn media persemaian. Bedgn dinaungi dgn plastik bening. Selama di dlm bedengan, bibit diberi pupuk daun. Setelah berukuran 10 cm & tanaman telah merumpun, bibit dipindahkan ke kebun.

2. Bibit vegetatif utk budidaya stroberi di kebun Tanaman induk yg dipilih harus berumur 1-2 tahun, sehat & produktif. Penyiapan bibit anakan & stolon adalah sebagai berikut:

Bibit anakan : Rumpun dibongkar dgn cangkul, tanaman induk dibagi menjadi beberapa bagian yg sedikitnya mengandung 1 anakan. Setiap anakan ditanam dlm polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir & pupuk kandang halis (1:1:1), simpan di bedeng persemaian beratap plastik.

Bibit stolon : Rumpun yg dipilih telah memiliki akar sulur pertama & kedua. Kedua akar sulur ini dipotong. Bibit ditanam di dlm atau polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir & pupuk kandang (1:1:1). Setelah tingginya 10 cm & berdaun rimbun, bibit siap dipindahkan ke kebun.

3. Bibit utk budidaya stroberi di polibag : Pembibitan dari benih atau anakan/stolon dilakukan dgn cara yg sama, tetapi media tanam berupa campuran gabah padi & pupuk kandang (2:1). Setelah bibit di persemaian berdaun dua atau bibit dari anakan/stolon di polibag kecil (18 x15) siap pindah, bibit dipindahkan ke polibag besar ukuran 30 x 20 cm berisi media yg sama. Di polibag ini bibit dipelihara sampai menghasilkan.

Sumber: https://www.kebun.co.id/