SMK Prakarya Internasional Resmikan Alat Penyedia Air Bersih Berbasis Solar Energy

SMK Prakarya Internasional Resmikan Alat Penyedia Air Bersih Berbasis Solar Energy

SMK Prakarya Internasional Resmikan Alat Penyedia Air Bersih Berbasis Solar Energy

 

SMK Prakarya Internasional Resmikan Alat Penyedia Air Bersih Berbasis Solar Energy

SMK Prakarya Internasional (PI)

SMK Prakarya Internasional (PI) bekerja sama dengan Cable Ways LTD New Zealand  meresmikan program penyediaan air siap minum berteknologi Solar Energy (Tenaga Surya). Air layak minum itu tidak hanya dikonsumsi untuk warga sekolah, tetapi juga untuk masyarakat sekitar.

Persemian diselenggarakan di SMK PI di Inhofftank, Astanaanyar

Jumat 25 Mei 2018. Hadir dalam kegiatan itu, Kepala SMK PI Syarif Pamungkas, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VII Disdik Jabar Husen R. Hasan, anggota Dewan Pendidikan Jabar Iwan Hermawan, dan Founder Cable Ways LTD New Zealand, David Hobeday.

Kepala SMK PI Syarif Pamungkas mengatakan alat penyedia air itu telah dipasang dan beroperasi dengan normal. Selain untuk warga sekolah, air tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.

“Kami akan kerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk sama-sama memanfaatkan teknologi ini,” ucap Syarif.

Keberadaan alat itu juga, dapat dijadikan bagian dari ekstrakurikuler siswa. Bahkan bisa dikomersialkan.

“Yang terpenting, adanya transfer pengetahuan dari pemilik teknologi kepada siswa,” ujar Syarif.

Founder Cable Ways LTD New Zealand, David Hobeday mengatakan alat tersebut hanya ada di tiga negara yaitu Indonesia, New Zealand, dan Kepulauan Fiji. Ia menyebutkan teknologi yang dibuatnya itu ramah lingkungan.

“Ini merupakan kesempatan bagi kita untuk mengubah lingkungan dengan cara luar biasa. Manfaatnya terasa nyata, karena air layak dikonsumsi dan memberikan akses pada masyarakat,\” ucap Hobeday.

 

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/

PENAKAR HUJAN JENIS HELLMAN

PENAKAR HUJAN JENIS HELLMAN

PENAKAR HUJAN JENIS HELLMAN

PENAKAR HUJAN JENIS HELLMAN
PENAKAR HUJAN JENIS HELLMAN
Penakar hujan jenis Hellman merupakan suatu instrument/alat untuk mengukur curah hujan.Penakar hujan jenis hellman ini merupakan suatu alat penakar hujan berjenis recording atau dapat mencatat sendiri.Alat ini dipakai di stasiun-stasiun pengamatan udara permukaan.Pengamatan dengan menggunakan alat ini dilakukan setiap hari pada jam-jam tertentu mekipun cuaca dalam keadaan baik/hari sedang cerah.Alat ini mencatat jumlah curah hujan yang terkumpul dalam bentuk garis vertical yang tercatat pada kertas pias. Alat ini memerlukan perawatan yang cukup intensif untuk menghindari kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada alat ini.

Pendahuluan

Curah hujan merupakan salah satu parameter cuaca yang mana datanya sangat penting diperoleh untuk kepentingan BMG dan masyarakat yang memerlukan data curah hujan tersebut.Hujan memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan manusia,karena dapat memperlancar atau malah menghambat kegiatan manusia.Oleh karena itu kualitas data curah hujan yang didapat haruslah bermutu;memiliki keakuratan yang tinggi.Maka seorang observer / pengamat haruslah mengetahui tentang alat penakar hujan yang dipakai di stasiun pengamat secara baik. Salah satu alat penakar hujan yang sering dipakai ialah Penakar hujan jenis hellman

Dasar Teori

Cuaca merupakan suatu keadaaan fisis atmosfer sesaat pada suatu tempat dipermukaan bumi dalam waktu yang relative singkat.Salah satu unsur cuaca yang significant dalam present weather (ww) yang diamati oleh seorang pengamat/observer adalah unsur curah.
Banyaknya curah hujan yang mencapai tanah atau permukaan bumi dalam selang waktu tertentu dinyatakan dengan ketebalan atau ketinggian air hujan tadi seandainya menutup proyeksi horizontal permukaan bumi tarsebut dan tidak ada yang hilang karena penguapan, limpasan, dan infiltrasi atau penyerapan.Oleh sebab itu biasanya banyaknya curah hujan dinyatakan dengan satuan millimeter(mm).
Dibeberapa Negara banyaknya curah hujan masih dinyatakan dengan inchi. Penakar hujanmerupakan alat untuk mengukur curah hujan.ada 2 jenis panakar hujan yaitu penakar hujanrekam(recording) dan penakar hujan non rekam(non recording).salah satunya yaitu penakar hujanJanis hellman.Alat ini termasuk jenis alat penakar hujan
recording atau alat yang dapat mencatat sendiri.Alat ini telah dikenal lama,dan sering dipakai observer untuk melakukan observasi/pengamatan curah hujan.
Pemasangan alat ini sama seperti penakar hujan lainnya,bertujuan mendapatkan data
jumlah curah hujan yang jatuh pada periode dan tempat-tempat tertentu.Jenis penakar
hujan ini berbentuk silinderdengan tingi 115 cm serta luas permukaan corong 200 cm²
serta berat alat ini ± 14 Kg. seluruh bagian luar alat ini dicat warna hijau muda atau abu- abu.
Pada umumnya penakar hujan jenis Hellman yang dipakai di BMG yaitu Rain Fues yang di impor dari Jerman. Tetapi Penakar hujan jenis Hellman ini ada juga yang dibuat didalam negeri. Pada bagian depan alat ini terdapat sebuah pintu dalam keadaan tertutup. Apabila pintu dalam keadaan terbuka, maka bagian-baian alat ini akan terlihat seperti gambar 1 dibawah ini
Penakar hujan jenis hellman beserta bagian-bagiannya keterangan gambar :
1.Bibir atau mulut corong
2. Lebar corong
3.Tempat kunci atau gembok
4.Tangki pelampung
5.Silinder jam tempat meletakkan pias
6.Tangki pena
7.Tabung tempat pelampung
8. Pelampung
9. Pintu penakar hujan
10. Alat penyimpan data
11.Alat pengatur tinggi rendah selang gelas (siphon)
12.selang gelas
13.Tempat kunci atau gembok
14.Panci pengumpul air hujan bervolume

Cara Kerja Alat

Jika hujan turun, air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul dalam tabung tempat pelampung. Air hujan ini menyebabkan pelampung serta tangkainya terangkat atau naik keatas.Pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena yang gerakkannya selalu mengikuti tangkai pelampung Gerakkan pena dicatat pada pias yang ditakkan/digulung pada silinder jam yang dapat berputar dengan bantuan tenaga per.
Jika air dalam tabung hampir penuh (dapat dilihat pada lengkungan selang gelas),pena
akan mencapai tempat teratas pada pias.Setelah air mencapai atau melewati puncak lengkungan selang gelas,maka berdasarkan sistem siphon otomatis (sistem selang air),air dalam tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam tabung.Bersamaan dengan keluarnya air,tangki pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias merupakan garis lurus vertikal.Jika hujan masih terus-menerus turun,maka pelampung akan naik kembali seperti diatas.Dengan demikian jumlah curah hujan dapat dihitung atau ditentukan dengan menghitung garis-garis vertical

Cara Perawatan/Pemeliharan Alat

Penakar hujan jenis hellman memerlukan perawatan yang cukup intensif .Perawatan tersebut harus dilakukan untuk menghindari kerusakan-kerusakan pada alat ini.Adapun
cara perawatan/pemeliharaan yang dapat dilakukan pada alat ini antara lain:
1.Corong penakar hujan harus selalu dibersihkan dari benda-benda,sehingga tidak tersumbat
2.Pena harus dijaga tetap bersih.Kalau sudah kelihatan agak kotor supaya dicuci secara hati-hati dengan menggunakan air hangat dicampur deterjen setelah dilepas dari tangkainya
3.Pena yang sudah kurang baik karena sudah lama dipakai,harus diganti dengan yang baru
4.Pemasangan kembali pena,tidak boleh terlalu keras menekan pias karena akan mengganggu kepekaan dan ketelitian instrumen/alat
5.Kadang-kadang pada pias terdapat pembacaan dimana pada angka sepuluh,pena sukar/tidak krmbali keangka nol.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh tersumbatnya atau menyempitnya lengkungan selang gelas oleh kotorankotoran atau lumut.Jika hal ini terjadi,gelas harus ditarik/diangkat keluar dan dibersihkan dengan kapas dan lidi/kawat kecil,sehingga selang dapat bersih kembali.Kemudian pasang kembali selang
tersebut dengan cara seperti diatas

Instalasi / Penempatan Alat

Agar pembacaan atau pengukuran curah hujan yang dilakukan pada berbagai stasiun dapat saling dibandingkan,maka cara penempatan penakar hujan,periode waktu penakapan curah hujan,dan prosedur pengamatan harus baku.
Instalasi alat penakar hujan jenis hellman ini sama dengan alat penakar hujan lainnya.Alat ini juga harus memperhatikan beberapa hal secara umumnya,antara lain:
1.Tempat terbuka,bebas dari hambatan seperti bangunan,pepohonan dan lainlain. Jarak ideal sebuah alat penakar hujan dari penghambat adalah 2x ketinggian penghambat.
2.Efek angin,Sebaiknya disekeliling alat dipasangkan penahan angin agar data yang didapat lbih akurat.Penahan angin harus diletakkan mengelilingi alat tetapi tidak boleh telalu dekat dan ketinggiannya tidak boleh terlalu tinggi dari alat.
3.Ketinggian alat,Biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan/atau Negara bersangkutan.BMG menetapkan ketinggian alat penakar hujan adalah 120 cm diatas permukaan tanah berumput tipis.
4.Cat,sebaiknya menggunakan warna putih/chrome untuk mengurangi efek penguapan.
5.Pelindung alat/pagar,apabila alat dianggap perlu untuk dikelilingi pagar,maka ketinggian pagar tidak boleh melebihi tinggi alat(biasanya cukup 1 m). Pada umumnya pemasangan penakar hujan janis hellman disesuaikan dengan pola lapangan alat-alat. Penakar hujan dipasang atau disekrup diatas sebuah pondasi yang terdiri dari lapisan
papan,lapisan beton dan lapisan batu sungai.seperti yang terlihat pada gambar berikut.
instalasi/penempatapenakar hujan jenis hellman
Keterangan gambar:
1.Lapisan beton berwarna putih
campuran,1:2:3
2.Lapisan campuran batu kali
3.Lapisan papan
4.Empat buah sekrup
Pondasi dilihat dari atas dan dari sisi/samping. Ukuran dalam cm. Setelah pembuatan fondasi selesai,ketiga kaki penakar hujan disekrup pada lapisan papan.Letak penakar hujan diusahakan agar horizontal/mendatar.

Cara Penggunaan Alat/Instrumen

Pengamatan curah hujan dengan penakar hujan jenis hellman dilakukan setiap hari pada jam-jam tertentu dan dalam periode tertentu,meskipun cuaca dalam keadaan cerah atau pada musim kemarau.Adapun cara menggunakan penakar hujan jenis hellman ini pada saat observasi/ pengamatan antara lain:
1.Buka pintu bagian muka instrument (penakar hujan jenis hellman ini),kemudian singkirkan pena dari pias,lalu angkat silinder jam perlahanlahan kearah vertical.
2.putar per jam secukupnya (jangan terlalu keras atau pol),ambil kertas pias untuk hellman yang baru dan tulis tanggal pemasangan kertas tersebut,nama stasiun dan nama observer/ pengamat yang bertugas pada saat tersebut pada sisi kiri.
3.pasang pias pada silinder jam dengan menggunakan alat penjepit pias yang melekat pada silinder.Pada saat pemasangan pias ,diusahakan agar pena menunjukkan atau mendekati waktu setempat.
4Letakkan kembali silinder pada tempatnya,lalu cocokkan waktu yang ditunjukkan pada pena pias dengan waktu setempat dengan jalan memutar kekiri atau kekanan silinder petrlahan-lahan tetapi tidak boleh terlalu banyak putaran.
5.Isi pena dengan tinta recorder,dengan catatan tinta tidak boleh terlalu penuh.Cukup hanya dengan mengisi tiga perempat bagian saja dengan tujuan supaya tinta tidak mudah tumpah pada waktu penggantian pias dan cuaca dalam keadaan lembab.
6.Ambil air sebanyak 200 ml (dapat menggunakan gelas penakar hellman),kemudian tuangkan kedalam corong penakar hujan secar perlahan-lahan sehingga air tumpah keluardan pada pias terdapat garis vertical dari angka nol sampai sepuluh.Pada keadaan akhir pena harus menunjukkan angka nol pada pias.Pekerjaan harus dilakukan setiap kali sesudah penggunaan pias walaupun keaadan cuaca pada saat itu baik atau hari dalam keadaan cerah.Terutama pada musim kemarau, dimana penguapan cukup besar sehingga air pada dasar tabung menguap sampai habis yang akan mengurangi pencatatan curah hujan yang sebenarnya.

Kerusakan-Kerusakan yang Terjadi Pada Alat

Setiap alat/instrument pasti pernah mengalami kerusakan-kerusakan.Adapun kerusakan-kerusakan yang biasa terjadi pada penakar hujan jenis hellman ini antara lain yaitu:
1.As pelampunng sulit untuk di buka.
2.Pelampung bocor sehingga air mudah masuk.
3.As pelampung dan tiang pemegang tidak sejajar sehungga as pelampung sulit untuk
di buka.
4.Pipa level kotor sehingga menghambat keluarnya air.
5.pipa level terlalu rendah atuau terlalu tinggi.
6.Paking karet dalm mur pipa level rusak.
7.Pena tidak diangka nol.
8.Pena kotor.
9.Jam macet yang disebabkan oleh:
a.Memutarnya terlalu keras.
b.Per putus.
c.Per ujung luar/dalam lepas
pegangannya.
d.As-as dari roda penggerak kotor.
e.Bejana air kurang tegak lurus.
 

Cara Mengatasi Kerusakan-Kerusakan yang Terjadi

Adapun cara yang digunakan untuk mengatasi kerusakan-kerusakan yang terjadi pada penakar hujan jenis hellman antara lain:
1.As pelampung diterik keatas lalu dibersihkan dengan ampelas yang dibuat dari kertas putih HVS dan diolesi dengan pensil hitam 2b sampai tebal,kemudian dibuat menggosok sampai licin.Dengan catatan as pelampung tidak boleh diminyaki.
2.Pelampung dipanaskan dengan tujuan supaya air menguap,setelah kering kemudian di solder kuningan atau dengan lilin bagian yang bocor.
3.Biasanya as bisa bergeak,kemudian disejajarkan lagi
4.Pipa dilepas dan dimasukkan kedalam wadah yang berisi air bersabun kemudian dikocok-kocok hingga bersih
5.Pipa level harus disetel dengan mengendorkan mur,kemudian ditarik pipa terlalu tinggi dan dimasukkan jika pipa terlalu rendah dengan cara menuangkan air 10 mm.Hal tesebut dilakukan berulang-ulang sampai pena tepat angka 10,lalu pena kembali turun.Hal ini disebabkan karena kalau pipa terlalu tinggi pena akan melebihi angka 10.Dan jikalau pipa terlalu rendah,pena belum sampai ke angka 10 sudah kembali turun.
6.Kalau paking karet rusak,kemungkinan air dapat keluar dari tempat tersebut dan udara akan masuk sehingga proses keluarnya air tidak sempurna.
7.Kalau pena terlalu tinggi maka pena harus diturunkan.Sebaliknya,jika pena terlalu rendah harus dinaikkan dengan cara mengendurkan sekrup tangkai pena yang memegang as pelampung kemudian dicoba dengan memasukkan air 10 mm sampai angka 10 harus turun diangka nol dan harus diulang-ulang.
8.Pena kotor harus dibersihkan dengan alcohol 90% sampai bersih dan ujung pena tidak boleh dipegang dengan tangan,karena tangan kita berminyak sehingga tinta tidak akan mencatat pada kertas pias.
9.a.Kalau memutarnya jangan terlalu keras.hal itu dapat menyebabkan macet.
b.Apabila per putus kalau bisa disambung dengan cara membakar per itu lalu dilubangi disambungkan
c.Kalau ujung per bagian luar lepas,harus dibongkar dan digulung kembali,lubangnya
disangkutkan pada dinding tempat per itu.Kalau ujung dalam yang lepas,Pakai tang ujung runcing sehingga menyangkut pada pemutar.
d.Kalau as-as roda kotor atau karatan harus diberi minyak,tetapi as angkernya harus dilepas dulu baru diputar berulang-ulang sampai kotoran bersih,kemudian minyak di gosok dengan lap sampai bersih
e.Apabila bejana air kurang tegak lurus sehingga peralatan pada pias miring.Hal yang dapat dilakukan yaitu tinggal memutar sekrup yang ada dibawah bejana (ada tiga buah sekrup)sehingga bejana datar atau tegak lurus.

STRUCTURE OF THE ATMOSFER (STRUKTUR ATMOSFER)

STRUCTURE OF THE ATMOSFER (STRUKTUR ATMOSFER)

STRUCTURE OF THE ATMOSFER (STRUKTUR ATMOSFER)

STRUCTURE OF THE ATMOSFER (STRUKTUR ATMOSFER)
STRUCTURE OF THE ATMOSFER (STRUKTUR ATMOSFER)
Bila kita melihat atmosfer dari tanah, dia nampak sangat tebal. Akan tetapi ketika dibandingkan dg ketebalan (jari2) bumi padat, atmosfer adalah lapisan yg sangat dangkal. Batas bawah atmosfer adalah permukaan bumi, tetapi, tdk ada batas atas yg dapat didefinisikan. Ketika bergerak menjauh dari permukaan bumi, atmosfer dg cepat menipis dan secara perlahan bergabung dg ruang hampa. Satu cara menguji bentangan vertikal atmosfer adalah dg mengukur perubahan tekanan udara. Jika kita dpt membatasi kolom udara 1 inci kuadrat yg membentang dari permukaan bumi (di muka laut) hingga puncak atmosfer, beratnya akan 14.7 pounds. Jika timbangan dibawa ke atas lebih tinggi dan lebih tinggi lagi, berat kolom udara akan berkurang dg cepat. Pd ketinggian 5.6 km (3.5 mil) berat udara diatasnya hanya setengah nilai di permukaan. Pd ketinggian 10.5 km (6.5 mil), berat udara kurang dari seper-empat nilai di permukaan.

Variasi densitas udara di atmosfer

Densitas menunjukkan jumlah molekul udara dlm volume tertentu. Pd diagram menggambarkan densitas atmosfer berkurang dg cepat thd kenaikan ketinggian. Ahli meteorologi modern tdk menyatakan tekanan udara dlm pound per square inch. Agaknya mereka menggunakan satuan yg dikenal sbg millibars. Tekanan muka laut rata2 = 14.7 pounds per square inch, yg adalah ekivalen dg 1013.2 millibars (mb). Tabel data menunjukkan distribusi rata2 vertikal tekanan udara. Informasi pengeplotan pd grafik adalah suatu cara yg umum dan berguna utk penyajian data. Plot data utk 5, 10, 20, 30, dan 40 km pd grafik. Tarik setiap titik dari tabel ke lokasi yg tepat pd grafik. Setelah seluruh data diplot, tarik garis yg menghubungkan seluruh titik. Secara ringkas, data pd perubahan tekanan vertikal menunjukkan bhw sejumlah besar gas yg membentuk atmosfer berada dekat dg permukaan bumi dan bhw atmosfer secara perlahan bergabung dg ruang hampa.

Struktur Thermal Atmosfer

Setiap orang yg menaiki gunung yg tinggi atau mendengarkan laporan pilot ttg temperatur diluar pesawat mengetahui bhw temperatur udara biasanya turun dg kenaikan ketinggian. Temperatur kenyataannya berfluktuasi dg kenaikan jarak dari permukaan bumi. Atmosfer secara vertikal dibagi menjadi 4 lapisan berbasis temperatur.
Lapisan dasar, dimana kita tinggal, dinamakan troposfer. Istilah troposfer diturunkan dari bhs Yunani “tropos” (=perubahan); dan adalah petunjuk percampuran nyata dari udara secara vertikal di lapisan tsb. Sumber utama energi atmosfer adalah radiasi yg dipancarkan dari permukaan bumi. Di troposfer, makin jauh dari permukaan bumi, temperaturnya makin rendah. Perubahan temperatur vertikal di troposfer dikenal sbg environmental lapse rate (ELR). ELR merupakan angka yg berubah, tetapi harga rata2-nya adalah 6.5C per km (3.5F per 1000feet). Rata2 ELR sebesar 6.5C per km dinamakan normal lapse rate. ELR aktual ditentukan dg menggunakan radiosonde, yg merupakan paket instrumen yg digantungkan pd balon yg mentransmisikan data dg gelombang radio ketika naik menembus troposfer. Penurunan temperatur berlangsung hingga rata2 ketinggian 11 atau 12 km. Batas atas troposfer dinamakan tropopause.

Di atas troposfer

adalah stratosfer. Di sini, temperatur mula2 tetap, kemudian secara perlahan naik hingga ketinggian sekitar 50 km (30 mil). Alasann tingginya temperatur di stratosfer adalah bhw ozon atmosfer terkonsentrasi di lapisan tsb. Ozon adalah molekul oksigen yg mengandung 3 atom oksigen. Ini tdk sama spt oksigen yg kita hirup yg mempunyai 2 atom per molekul. Simbol kimia utk ozon adalah O3. Ozon menyerap radiasi UV yg memanasi udara di stratosfer. Pd kenyataannya ozon melindungi kehidupan di permukaan bumi dari penerimaan dosis radiasi UV yg mematikan.

Di atas stratosfer

adalah mesosfer. Di sini temperatur turun hingga nilai terendah dari atmosfer. Hanya sekitar 0.1% dari atmosfer terletak di atas stratosfer, dan mayoritas utama dari kuantitas yg sangat kecil tsb terdapat di mesosfer. Ini artinya bhw udara di thermosfer mewakili hanya bagian kecil dari massa atmosfer kita. Temperatur naik di termosfer krn penyerapan gelombang yg sangat pendek dari radiasi matahari energi tinggi oleh atom tunggal dari oksigen dan nitrogen. Karena gas2 di termosfer bergerak pd kecepatan yg sangat tinggi, temperatur udara menjadi tinggi. Tetapi gas2 sedemikian jarangnya shg secara kolektif mereka memiliki kuantitas energi yg tdk signifikan. Tdk ada batas atas yg nyata pd termosfer (yaitu, tdk ada thermopause) krn atmosfer secara perlahan bergabung dg ruang hampa.

Tujuan Manfaat Dari Masalah Penelitian

Tujuan Manfaat Dari Masalah Penelitian

Tujuan Manfaat Dari Masalah Penelitian

Tujuan Manfaat Dari Masalah Penelitian
Tujuan Manfaat Dari Masalah Penelitian

 

Masalah dan Cara Pemecahan

Pekerjaan awal peneliti adalah memilih dan sekaligus menentukan masalah. Apabila masalah penetian sudah jelas pekerjaan-pekerjaan lain akan terbimbing, sebaliknya kalau masalah belum jelas maka pekerjaan-pekerjaan lain belum dapat dilakukan.

Pada dasarnya penelitian berguna untuk menjawab persoalan-persoalan yang perlu diatasi., hanya saja bentuk permasalahan berbeda-beda. Donald R. Coopor dan C. William Emory mengtakan, baik penelitian terapan maupun penelitian murni didasarkan pada persoalan, tetapi penelitian terapan lebih banyak ditukan kepada pengambilan keputusan.
Hubungan antara ketepatan pemilihan masalah dan cara pemecahannya memberikan kemungkinan sebahgai berikut. Yang pertama masalah benar cara pemecahannya benar. Kedua, masalah benar cara penyampaiannya salah. Ketiga, masalahnya salah dan cara penyampaiannya salah. Keempat, masalahnya salah tetapi cara pemecahannya benar.

 

Sumber Masalah

Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang beanr-benar terjadi. Stoner mengemukakan bahwa sumber-sumber masalah dalam bidang manajemen adalah sebagai berikut:
Terdapat penyipangan antara pengalaman dengan kenyataan.
Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan.
Ada pengaduan.
Ada kompetisi.
Bagaimana cara anda menemukan masalah?
Cara menemukan masalah penelitian antara lain:
Peneliti harus banyak membaca, terutama hasil penelitian.
Ikuti diskusi ilmiah, seminar dan p3ertemuan ilmiah lainnya.
Berdasarkan penglaman pribadi.

Kriteria Menentukan Masalah

Pertama, dari arah masalah.
Di masyarakat ban yak sekali kita jumpai masalah yang perlu diteliti, dan ada yang kurang/ tidak
bermanfaat. Dalam pemilihan masalah, pilihlah masalah yang bermanfaat, baik untuk pengembangan teori, maupun untuk pemecahan masalah-masalah yang bersifat praktis untuk diterapkan.
Kedua, dilihat dari peneliti
Pertimbangan lain untuk menentukan masalah penelitian dilihat dari pihak peneliti antara lain, kemampuan teoritis peneliti. Pilih masalah sesuai dengan kemampuan teoritis peneliti karean penelitian menuntut adanya kajian secara teoritis. Sebaiknya peneliti memilih masalah sesuai dengan bidang ilmu yang dikuasai atau digeluti. Memilih masalah diluar bidang ilmu dapat juga dilakukan , tetapi akan menambah beban peneliti, karean harus membaca kembali bidang pengetahuan baru dan membutuhkan beberapa waktu lamanya.
Masalah yang dipilih harus menarik bagi peneliti, dengan demikian walaupun dalam pelaksanaan penelitian didapati hambatan atau rintangan-rintangan peneliti akan terus berusaha menyelesaikan penelitiannya.
Farenkel dan Wailen mengemukakan bahwa masalah penelitian yang baik adalah :
Masalah harus feasible, dalam arti masalah tersebut harus dapat dicarikan jawabnanya melalui sumber yang jelas.
Masalahnya harus jelas.

Masalahnya harus signifikan.

Tuckman ( 1988 ) menambahkan rumusan masalah yang baik adalah yang menanyakan hubungan antara dua variable atau lebih ( menurut penulis tidak harus ), dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya, atau alternative yang tetapi secara implisit mengnadung pertanyaan. Misalnya tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan apakah ada hubungan antara …….. dengan ………

 

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/

Makna Kalimat dan Penjelasannya

Makna Kalimat dan Penjelasannya

Makna Kalimat dan Penjelasannya

Makna Kalimat dan Penjelasannya
Makna Kalimat dan Penjelasannya

Pembahasan terdahulu membicarakan tentang kalimat ditinjau dari segi bentuknya. Pembahasan selanjutnya akan membicarakan kalimat ditinjau dari segi maknanya (nilai komunikatifnya). Ditinjau dari segi maknanya, kalimat dibedakan menjadi :

Kalimat Berita

Kalimat berita atau deklaratif adalah kalimat yang memberitakan sesuatu kepada pembaca atau pendengar.

Perhatikan contoh berikut :

– Tadi malam terjadi kebakaran di Jalan Jenderal Sudirman.
– Memukau sekali penampilan kamu di panggung tadi malam.
– Tahun ini film gladiator mendapat predikat sebagai film terbaik.

Kalimat Perintah

Kalimat perintah atau imperatif adalah kalimat yang maknanya memberikan perintah untuk melakukan suatu tindakan. Dalam bentuk bahasa tulis kalimat perintah diakhiri dengan tanda seru (!), sedangkan dalam bentuk bahasa lisan, nadanya agak naik.

Perhatikan contoh berikut :

– Tolong ambilkan buku di kamar !
– Buka pintu itu lebar-lebar !

Kalimat Tanya

Kalimat tanya atau interogatif adalah kalimat yang isinya mengetahui sesuatu atau seseorang, atau kalimat yang ingin mengetahui jawaban terhadap suatu masalah atau keadaan.

Pembentukan kalimat tanya dapat diakukan dengan cara :

Menggunakan kata tanya, misalnya :

– Siapakah aktor terbaik di Piala Oscar kemarin ?
– Bagaimana penampilan dia tadi malam ?
– Mengapa kamu tidak datang di pesta kemarin ?
Mengubah intonasi kalimat (bahasa lisan), misalnya :

– Dia akan berangkat ?
– Ini tas yang kau cari ?

Menggunakan partikel tanya “kah”, misalnya :

– Inikah jawaban yang kau berikan ?
– Beginikah orang yang kau bangga-banggakan ?

Kalimat berita dapat diubah menjadi kalimat tanya dengan menggunakan intonasi tanya. Untuk memperluas kalimat tanya maka partikel “kah” dapat ditambahkan pada kata tanya.

Kalimat Emfatik

Kalimat emfatik adalah kalimat yang memberikan penegasan kepada subjek. Penegasan itu dilakukan dengan menambahkan partikel “lah” pada subjek, atau menambahkan kata sambung “yang” dibelakang subjek. Contoh :
– Ida penyebab kesalapahaman itu.
  Idalah yang menyebabkan kesalapahaman itu.
– Buruh pabrik memprotes kebijakan upah maksimun regional.
  Buruh pabriklah yang memprotes kebijakan upah maksimun regional.
Ada kalanya sebuah pertanyaan yang disampaikan itu tidak memerlukan jawaban. Pertanyaan semacam itu dikenal dengan nama pertanyaan retoris, yang erat kaitannya dengan gaya bahasa yang digunakan oleh seseorang dalam berpidato atau dalam percakapan sehari-hari, karena sipenanya beranggapan bahwa pendengar sudah mengetahui jawabannya. Misalnya :
” bukankah kebebasan yang kita inginkan selama ini sudah terpenuhi ? “
Terhadap pertanyaan semacam ini kita tidak perlu menjawabnya sebab pembicara mengajukan pertanyaan bukan untuk meminta jawaban melainkan untuk menegaskan saja.
Baca juga:

Pengertian Kalimat dan Pola Dasar Kalimat

Pengertian Kalimat dan Pola Dasar Kalimat

Pengertian Kalimat dan Pola Dasar Kalimat

Pengertian Kalimat dan Pola Dasar Kalimat
Pengertian Kalimat dan Pola Dasar Kalimat

Pengertian Kalimat

Kalimat oleh beberapa pakar didefinisikan atas berbagai pengertian, antara lain :

  • Sutan Takdir Alisyahbana menjelaskan bahwa kalimat adalah kumpulan kata-kata yang terkecil yang mengandung pikiran lengkap
  • Gorrys Keeraf, mengemukakan bahwa kalimat adalah bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. Sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap.
  • Fachruddin A.E mendefinisikan bahwa kalimat adalah kelompok kata yang mempunyai arti tertentu, terdiri atas subjek dan predikat dan tidak tergantung pada suatu konstruksi gramatikal yang lebih besar.
Berdasarkan ketiga pengertian di atas, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa kalimat adalah kumpulan
kata yang memiliki pengertian lengkap dan dibangun oleh konstruksi fungsional dan tidak bergantung pada konstruksi gramatikal yang lebih besar.
Misalnya :
  1. Dua bangun runtuh rumah
  2. Kue penuh kucing telah
  3. Jumpa tidak
  4. Nenek jatuh sakit
  5. Warga madura mengungsi kemarin
  6. Gusdur berangkat lagi ke Australia

Ketiga contoh di atas ( 1-3) hanyalah merupakan kumpulan kata (bukan kalimat), karena tidak mengandung makna, sedangkan ( 4-6 ) adalah kalimat.

Pola dasar Kalimat

Kalimat yang paling sederhana dalam bahasa Indonesia hanya mengandung dua unsur, yaitu S dan P. Subjek (S) dalam kalimat merupakan topik pembicaraan, sedangkan Predikat (P) merupakan bagian yang menjelaskan menerangkan, dan menyebutkan tentang subjek. Namun, kalimat kadang-kadang disertai dengan pelengkap yang disebut juga dengan objek (O).

Perhatikan contoh berikut ini :

– Nurul tertidur
– Nurul menulis surat

Kalimat pertama hanya berpola S/P saja, yaitu Nurul yang menjadi pokok pembicaraan (S), dan tertidur yang menjelaskan pokok pembicaraan tadi (P). Sedangkan pada kalimta kedua berpola S/P/O, yaitu yang menjadi pokok pembicaraan adalah Nurul (S), menulis berfungsi sebagai predikat (P), dan surat menjadi pelengkap kalimat tersebut atau objek (O).

Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa bebas tanpa klausa bebas tanpa klausa terikat (Cook, 1971:38). Hal ini berarti bahwa konstituen untuk tiap kalimat hanyalah merupakan satu kesatuan. Dalam kalimat tunggal tentu terdapat semua unsur inti yang diperlukan, namun tidak tertutup kemungkinan munculnya unsur yang bukan inti seperti keterangan tempat, waktu, alat dan sebagainya. Dengan demikian, maka kalimat tunggal tidak selamanya dalam wujudnya yang pendek, tetapi dapat berwujud panjang.

Perhatikan contoh kalimat berikut ini :

– Suki tersenyum
– Tentor Bahasa Indonesia kami akan di sekolahkan ke luar negeri.

Wujud predikat kalimat tunggal dapat berupa frase nomina seperti pada contoh kalimat berikut ini :

– Dia dosen kami
– Kakak adalah pelaut

Kedua contoh kalimat diatas mempunyai predikat frase nomina. Kalimat yang predikatnya nomina disebut kalimat ekuatif. Pada umumnya, jenis kalimat ini urutannya adalah frase nomina yang pertama adalah subjek, sedangkan frase yang kedua adalah predikat.

Selain itu, wujud predikat kalimat tunggal dapat pula berupa adjektiva, seperti pada contoh kalimat berikut ini :

– Adiknya ulang tahun
– Penjelasan dari dosen itu sangat menarik.

Kedua contoh kalimat diatas masing-masing mempunyai subyek yaitu adiknya dan penjelasan dari dosen itu. Sedangkan predikatnya adalah ulang tahun dan sangat menarik. Kalimat yang adjektiva disebut kalimat statif.

Apabila kalimat statif kita dibandingkan dengan kalimat ekuatif, maka akan terlihat bahwa keduanya hanya memiliki 2 unsur fungsi inti. Akan tetapi ada perbedaan antara keduanya yaitu dalam bentuk ingkarnya. Kalimat ekuatif diigkarkan dengan kata bukan, sedangkan  kalimat statif diingkarkan dengan kata tidak.

Perhatikan contoh kalimat berikut :

– Andi bukan adik saya (ekuatif)
– Neneknya tidak meninggal (statif)

Adapula kalimat tunggal yang mempunyai predikat verbal. Pada bagian ini dapat dibedakan antara verba transitif dengan intrasitif. Apabila verba yang mengikuti subyek tidak membutuhkan pelengkap, maka kalimat tersebut dinamakan kalimat intransitif.

Perhatikan contoh berikut ini :

– Mobil itu tabrakan
– Ayu menyanyi

Seperti halnya dengan kalimat tunggal yang lain, kalimat tunggal intransitif dapat diiringi oleh unsur bukan inti seperti keterangan waktu, tempat, cara, dan keterangan alat. Sedangkan verba yang mengikuti subyek memerlukan pelengkap, maka kalimat tersebut dinamakan kalimat TRANSITIF.

Perhatikan contoh berikut :

– Polisi itu menangkap pencuri
– Iwan menangis atas kematian Ibunya.

Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas beberapa klausa bebas (Tarigan, 1983 ; 7). Dalam mengadakan klasifikasi kalimat majemuk, dasar yang digunakan adalah melihat hubungan antara pola-pola kalimat yang membentuknya. Apabila kalimat majemuk itu terjadi perluasan salah satu bagiannya, maka sudah jelas pola yang satu lebih rendah kedudukannya dengan pola yang sudah ada. Dan sebaliknya, jika kalimat majemuk terjadi dari penggabungan 2 kalimat atau lebih maka sifat hubungannya akan setara. Dengan demikian dapatlah dibedakan kalimat majemuk itu menjadi :

Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang terjadi dari kalimat-kalimat tunggal yang digabungkan dan masing-masing kalimat itu masih dapat berdiri sendiri sehingga pola-pola kalimatnya tetap sederajat. Adapun kata-kata yang dapat digunakan untuk membentuk kalimat majemuk setara ini dapat dibagi menjadi :

  • Setara menggabungkan

– Fajar pergi ke kampus dan Riri pergi ke sekolah
– Fitri bangun pagi, sesudah itu dia berolah raga.

  • Setara memilih

– Ari atau Adi yang akan menjemput Ibu di pelabuhan ?.
– Saya pergi sendiri atau kau mau menjemputku ?.

  •  Setara mempertentangkan

– Bapaknya seorang hakim, sedangkan anaknya adalah tersangka.
– Ayu bukan adik saya, melainkan teman saya.

Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang pola-polanya tidak sederajat. Salah satu polanya menduduki fungsi yang lebih tinggi dari pada pola yang yamg lain.  Bagian yang lebih tinggi kedudukannya itu disebut induk kalimat, sedangkan bagian yang lebih rendah kedudukannya disebut anak kalimat.

Perhatikan contoh berikut ini :

– Hal itu sudah kau katakan kepadaku.
– Katanya memang begitu.

Kedua contoh kalimat di atas dapat diperluas sehingga terbentuklah kalimat majemuk bertingkat, baik perluasan subjek maupun perluasan predikat.

Perhatikan contoh perluasan di bawah ini :

– bahwa engkau menolak cintanya, membuat dia kecewa
(anak kalimat pengganti subjek)
– katanya memang dia tidak berminat menghadiri pesta itu tadi malam
(anak kalimat pengganti predikat)

Selain perluasan kedua gatra di atas (subjek dan predikat) sering pula dijumpai perluasan gatra tambahan, seperti :

– Fitri menulis surat. Diperluas menjadi ;
– Fitri menulis surat untuk temannya di Jakarta.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/

Gelombang Seismik Sebagai Pemacu Gempa Bumi Dibedakan Menjadi Dua

Gelombang Seismik Sebagai Pemacu Gempa Bumi Dibedakan Menjadi Dua.

Gelombang Seismik Sebagai Pemacu Gempa Bumi Dibedakan Menjadi Dua

Gelombang Seismik Sebagai Pemacu Gempa Bumi Dibedakan Menjadi Dua.
Gelombang Seismik Sebagai Pemacu Gempa Bumi Dibedakan Menjadi Dua.

1. Gelombang Primer

Gelombang yang pertama dan lebih cepat disebut dengan Gelombang Kompresi, Gelombang Primer, atau Gelombang p. Gelombang ini disebabkan oleh perubahan di dalam volume partikel-partikel bumi pada pecahan kerak bumi yang bumi yang bergantian mengembang dan menyusut.

Kondensasi dan ekspansi dirambatkan di dalam bumi dengan kecepatan rata-rata 8 km/detik. Kecepatan yang cepat bergantung pada sifat dasar lapisan batuan yang dilewati oleh gelombang tersebut. Partikel-partikel bumi yang dilewati oleh gelombang ini bergerak kian-kemari. Oleh karena itu, gelombang ini disebut Gelombang longitudinal.

2. Gelombang sekunder

Gelombang gempa bumi yang kedua disebut dengan Gelombang Sekunder atau Gelombang S. Gelombang S akibat gempa bumi bergerak ke segala arah. Gelombang S menjadi sebab bergetarnya partikel bumi himgga membentuk sudut siku-siku. Gelombang S kadang-kadang juga diberi nama gelombang transversal. Gelombang jenis ini bergerak dengan kecepatan 5 km/detik. Kecepatan rambat Gelombang S ini juga dipengaruhi oleh media yang dilalui oleh gelombang tersebut ketika gelombang keluar dari pusat gempa.
Metode Seismik

Metode seismik

merupakan salah satu bagian dari seismologi eksplorasi yang dikelompokkan dalam metode geofisika aktif, dimana pengukuran dilakukan dengan menggunakan sumber seismik (palu, ledakan,dll). Setelah getaran diberikan, terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah atau batuan) yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah, dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut direkam sebagai fungsi waktu. Berdasarkan data rekaman inilah dapat diperkirakan bentuk lapisan atau struktur di dalam tanah.

Eksperimen seismik aktif

kali pertama dilakukan pada tahun 1845 oleh Robert Mallet, yang oleh kebanyakan orang dikenal sebagai bapak seismologi instrumentasi. Mallet mengukur waktu transmisi gelombang seismik yang dikenal sebagai gelombang permukaan yang dibangkitkan oleh sebuah ledakan dan mencatat waktu yang diperlukan oleh merkuri untuk beriak.

Pada tahun 1909, Andrija Mohorovicic menggunakan waktu jalar dari sumber gempa bumi untuk eksperimennya dan menemukan keberadaan bidang batas antara mantel dan kerak bumi yang sekarang disebut sebagai Moho.

Pemakain awal observasi seismik untuk eksplorasi minyak dan mineral dimulai pada tahun 1920-an. Teknik seismik refraksi digunakan secara intensif di Iran untuk membatasi struktur yang mengandung minyak. Akan tetapi, sekarang seismik refraksi merupakan metode terbaik yang digunakan di dalam eksplorasi minyak bumi. Metode ini kali pertama didemonstrasikan di Oklahoma pada tahun 1921.

Seismik bias dihitung berdasarkan waktu jalar gelombang pada tanah atau batuan dari posisi sumber ke penerima pada berbagai jarak tertentu. Pada metode ini, gelombang yang terjadi setelah getaran pertama (first break) diabaikan sehingga sebenarnya hanya data first break yang dibutuhkan. Para meter jarak (offset) dan waktu jalar dihubungkan oleh cepat rambat gelombang dalam medium. Kecepatan tersebut dikontrol oleh sekolompok konstanta fisis yang ada didalam material dan dikenal sebagai parameter elastisitas.

Adapun dalam seismik pantul, analisis dikonsentrasikan pada energi yang diterima stelah getaran awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari adalah gelombang-gelombang yang terpantulkan dari semua interface antarlapisan di bawah permukaan. Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan echo sounding pada teknologi bawah air, kapal, dan sistem radar. Informasi tentang medium juga dapat dianalisis dari bentuk dan amplitudo gelombang pantul yang direkam. Struktur bawah permukaan dapat cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan masih sama dengan seismik bias, yaitu analisis berdasarkan kontras parameter elastisitas medium.

Baca juga:

Fenomena Gelombang Seismik

Fenomena Gelombang Seismik

Fenomena Gelombang Seismik

Fenomena Gelombang Seismik
Fenomena Gelombang Seismik

Gelombang Seismik

Tekanan dan tegangan di dalam struktur batuan bumi apapun penyebabnya terjadi dalam jangka waktu yang lama. Bergsernya permukaan bumi dapat dipengaruhi oleh gerakan kecil sekalipun. Hal ini pulalah yang menjadi penyebab keretakan batuan. Apabila diibaratkan seperti gerakan jatuhnya butir kerikil ke air akan menghasilkan gelombang atau riak. Gelombang atau riak tersebut menyebar dengan cepat dari pusat jatuhnya batu kerikil tadi ke dalam air. Jauh dekatnya atau besar kecilnya massa dan gaya yang ditimbulkan oleh kerikil tadi. Apabila massa batu kerikil tersebut besar akan menghasilkan riak yang besar dengan wilayah jangkauan yang luas. Begitu pula sebaliknya.

Apabila persamaan tersebut disamakan dengan gelombang seismik yang memicu terjadinya gempa bumi, penyebarannya juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya letak pusat. Perlu diperhatikan bahwa gelombang akan menembus ke badan bumi dan bukan hanya melewati permukaannya.

Setiap tahun telah terjadi gempa bumi

di beberapa bagian yang berbeda. Setiap gempa bumi yang terjadi mengeluarkan energi dalam jumlah yang sangat besar. Energi yang dihasilkan berasal dari fokus atau sumber gempa atau hiposentrum. Hiposentrum berada jauh di dalam tanah, tempatnya tepat berada di lapisan batuan yang pecah dan bergeser kali pertamanya. Episentrum merupakan titik di permukaan bumi, tepat berada di atas pusat gempa. Gelombang yang dikeluarkan dari pusat gempa akan menjalar ke semua bagian bumi. Apabila gelombang tersebut muncul ke permukaan bumi akan dicatat oleh seismograf. Gelombang yang merambat bisa saja berbelok arahnya ketika melewati batuan dan gelombang dapat dipantulkan kembali ke dalam tanah mencapai permukaan.

Setiap gerakan yang terjadi pada permukaan bumi akan menggerakkan jarum pada seismograf dan akan membentuk catatn gelombang gerakan yang dikenal dengan sebutan seismogram. Ketika terjadi gempa bumi, mengalir dua jenis gelombang yang masuk jauh ke dalam perut bumi, yaitu Gelombang P (gelombang primer) dan Gelombang S (gelombang sekunder). Gelombang primer bergerak lebih cepat sekitar 21.600 km/jam dari kecepatan suara bergerak melewati bagian-bagian yang lunak dan keras, serta cair. Pada batuan-batuan yang berada di dekat permukaan, gelombang-gelombang ini bergerak dengan kecepatan 5 km/detik pada kedalaman mencapai 2.800 km. Gelombang sekunder bergerak dengan kekuatan 2 atau 3 kecepatan Gelombang P di daerah yang padat.

Kecepatan rambat Gelombang P dan S bervariasi

bergantung pada kedalaman bagia-bagian bumi yang dilewati oleh gelombang tersebut. Perbedaan jenis gelombang seismik dihasilkan oleh perubahan bentuk material-material batuan. Sebagai contoh, rekahan yang dalam sepanjang patahan menghasilkan gelombang pendorong (P) dan memotong gelombang (S). Tekanan terus menerus dari gelombang P menciptakan tekanan yang tiba-tiba dalam perambatan gelombang yang mengakibatkan terjadinya formasi gerakan maju mundur di permukaan. Akibatnya terjadi dorongan Gelombang S dan Gelombang P yang menyebabkan lemahnya kecepatan Gelombang S dibandingkan Gelombang P.

Ketika Gelombang P dan S menuju sebuah batas

seperti Mohorovicic, yang juga disebut Moho yang terletak di antara lapisan dan mantel bumi, gelombang tersebut sebagian dipantulkan, dibelokkan, dan disalurkan yang terbagi ke dalam beberapa jenis gelombang selama di permukaan bumi. Perjalanan waktu gelombang bergantung pada tekanan dan perubahan kecepatan Gelombang S ketika melewati material-material yang memiliki perbedaan elastisitas. Gelombang P pada permukaan batuan granit melaju dengan kecepatan 6 km/detik (3,6 mil/detik), sedangkan pada batuan mafik dan ultramafik (jenis batuan hitam yang banyak mengandung magnesium dan besi) menunjukkan kecepatan rambatan mencapai 7-8 km/detik (4,2 dan 4,8 mil/detik). Gelombang P dan S merupakan dua jenis gelombang seismik yang dikenal dengan Gelombang Love. Gelombang love diambil dari nama seorang geofisik Inggris bernama Augustus E.H.Love dan Gelombang Rayleigh diambil dari seorang ahli fisika Inggris bernama John Rayleigh. Kedua jenis gelombang ini merambat dengan cepat dan menjadi petunjuk bagi arah pergerakannya di permukaan bumi.

Sumber: https://www.studinews.co.id/

Pengertian Relationship Marketing, Jenis dan Manfaat Relationship Marketing

Pengertian Relationship Marketing, Jenis dan Manfaat Relationship Marketing

Pengertian Relationship Marketing, Jenis dan Manfaat Relationship Marketing

Pengertian Relationship Marketing, Jenis dan Manfaat Relationship Marketing
Pengertian Relationship Marketing, Jenis dan Manfaat Relationship Marketing

Manajemen Pemasaran

Relationship tidak hanya berlangsung dalam lingkungan keluarga, teman dan dunia maya dalam situs-situs pertemanan seperti Facebook, Friendster dan lainnya. Akan tetapi relationship sekarang telah berkembang lebih jauh. Dalam dunia bisnis sekarang juga telah dikenal relationship atau lebih dikenal dengan istilah relationship marketing. Relationship marketing berkembang dalam dunia bisnis karena para pelaku bisnis menyadari bahwa untuk mengembangkan dan mempertahankan suatu bisnis, tidak hanya dengan mendapat pelanggan yang banyak tetapi juga bagaimana caranya mendapatkan pelanggan, memeliharanya dan mempertahankan pelanggan tersebut.

Menurut Keegan, Duncan, dan Moriaty (1995, p. 1) “Relationship Marketing is an approach to marketing with its customers that promote both the company’s long-term growth and the customer’s maximum satisfaction”. yang kurang lebih dapat diartikan : relationship marketing adalah pendekatan pemasaran pada pelanggannya yang meningkatkan pertumbuhan jangka panjang perusahaan dan kepuasan maksimum pelanggan. Pelanggan yang baik merupakan suatu aset dimana bila ditangani dan dilayani dengan baik akan memberikan pendapatan dan pertumbuhan jangka panjang bagi suatu badan usaha. Kotler (1997, p. 11) juga menyebutkan bahwa relationship marketing merupakan suatu praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan pihak-pihak kunci meliputi pelanggan, pemasok, dan penyalur guna mempertahankan preferensi dan bisnis dalam jangka panjang.

Sedangkan menurut Kotler dan Armstrong (1996, p. 578), “Relationship marketing adalah proses menciptakan, memelihara dan mengalihkan keunggulan, muatan nilai hubungan antara pelanggan dan pemegang saham lainnya”. Jika melihat dari definisi relationship marketing diatas maka setiap badan usaha dalam berhubungan dengan pelanggan sangat membutuhkan proses relationship marketing ini. Karena secara tidak langsung proses tersebut merupakan salah satu faktor penunjang suatu badan usaha.

Program Relationship Marketing

Winer (2004) berpendapat jika perusahaan dapat mengkombinasikan kemampuan untuk merespon dan menyediakan permintaan pelanggan dengan baik, serta melakukan hubungan yang lebih intensif dengan pelanggan melalui peningkatan kualitas layanan pelanggan sesuai dengan permintaan pelanggan maka perusahaan tersebut dapat mempertahankan pelanggannya untuk jangka panjang. Dikatakan bahwa program relationship marketing terdiri dari: (p. 396)

a. Customer Service

Customer Service merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam setiap usaha baik dalam bidang jasa maupun barang. Definisi dari Customer service adalah pelayanan tambahan yang diberikan untuk mendukung produk utama, juga merupakan komponen penting dari customer satisfaction. Customer service sangat diperlukan untuk membina hubungan jangka panjang dengan cara memberikan pelayanan tambahan sehingga membedakan produk perusahaan dengan produk pesaing. Dengan bertambahnya saingan di dalam dunia ritel, maka tidak salah jika customer service sangat diperlukan untuk mempertahankan pelanggan. Dengan memberikan pelayanan yang baik maka pelanggan akan datang kembali dan akan menjadi loyal. Winer (2004) juga menyebutkan bahwa service dibedakan menjadi dua tipe yaitu: Reactive service, dimana jika pelanggan punya masalah (misalnya product failure, pertanyaan seputar bill, product return, dan lain-lain) pelanggan akan menghubungi perusahaan untuk menyelesaikannya. Dan Proactive service adalah situasi dimana manajer dari sebuah perusahaan tidak lagi menunggu komplain dari pelanggan, tetapi manajer yang memulai percakapan dengan pelanggan untuk menanyakan apakah pelanggan merasa puas, atau apakah pelanggan mempunyai komplain terhadap perusahaan.

b. Loyalty Programs

Program loyalitas kini telah banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan diseluruh dunia, program ini dilakukan agar pembeli melakukan pembelian kembali dan menjadi pelanggan bagi perusahaan tersebut. Menurut Winer (2004, p. 400), ”Loyalty Programs also called frequency marketing, programs that encourage repeat purchasing through a formal program enrollment process and the distribution of benefits”. Artinya loyalty programs juga disebut frequency marketing, program yang mendorong repeat buying (pembelian ulang) melalui program formal dan pendistribusian atau penyaluran keuntungan. Lamb (2003, p.475) juga menyebutkan “Loyalty programs adalah program promosi yang dirancang untuk membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan antara perusahaan dan pelanggan, kuncinya untuk menciptakan pembelian yang terus menerus dari sebuah produk atau jasa tertentu”. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa loyalty program diadakan agar pelanggan melakukan pembelian berulang kali kepada perusahaan sehingga perusahaan akan mendapatkan keuntungan.

c. Community Building

Community building ini dimaksudkan untuk membangun hubungan antara pelanggan agar memberikan informasi atau saran dan untuk menciptakan suatu hubungan yang baik antara pelanggan dengan perusahaan. Misalnya dengan memberikan websites khusus untuk pelanggan yang ingin memberikan saran dan kritik, dimana dalam websites tersebut pelanggan juga bisa melihat produk terbaru dari perusahaan itu. Hal itu dilakukan dengan harapan akan ada hubungan yang baik antara pelanggan maka akan terjadi ikatan emosional yang semakin baik dan hal ini akan membantu untuk menciptakan ikatan yang semakin harmonis dengan pelanggan.

Manfaat Relationship Marketing

Menurut Kotler dan Amstrong (1996, p.579-582) relationship marketing mengandung tiga manfaat, yaitu :

a. Manfaat ekonomis

Pendekatan pertama untuk membangun suatu hubungan nilai dengan pelanggan adalah menambah manfaat-manfaat keuangan atau ekonomis manfaat ekonomis dapat berupa penghematan biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan, potongan-potongan khusus.

b. Manfaat sosial

Meskipun pendekatan dengan menambah manfaat ekonomis seperti di atas dapat membangun preferensi konsumen, namun hal ini dapat mudah ditiru oleh para pesaing satu badan usaha dengan yang lainnya. Sehingga dalam pendekatan ini, badan usaha harus berusaha meningkatkan hubungan sosial mereka yaitu dengan memberikan perhatian kepada para pelanggan dengan mempelajari kebutuhan dan keinginan pelanggan secara individual.

c. Ikatan struktural

Pendekatan ketiga untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan adalah menambah ikatan struktural. Maksudnya bahwa badan usaha – badan usaha memberikan pendekatan atau program yang terstruktur yang dapat menarik minat konsumen untuk mau terlibat menjadi anggota kartu keanggotaan, misalnya menjadi anggota member privilege.

Baca juga: 

Pengertian metode tanya jawab dalam proses belajar

Pengertian metode tanya jawab dalam proses belajar

Pengertian metode tanya jawab dalam proses belajar

Pengertian metode tanya jawab dalam proses belajar
Pengertian metode tanya jawab dalam proses belajar

Untuk mengetahui pengertian metode tanya jawab kita harus mengetahui pengertian metode terlebih dahulu.

Metode adalah cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan (Suryosubroto; 1995:149).

Menurut Rusyan (1996:3)

metode merupakan suatu tata cara untuk melakukan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, maka dengan demikian metode pembelajaran adalah suatu tata cara yang berhubungan erat dengan pelaksanaan proses pembelajaran.

(Suprayekti; 2003:13)

Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan.
Dari beberapa pengertian tersebut, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu cara yang digunakan guru dalam interaksi dengan peserta didik pada saat proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Metode pembelajaran yang digunakan membawa pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap pencapaian hasil yang diharapkan, baik berupa perubahan pengetahuan, perilaku dan keterampilan. Oleh karena itu, metode pembelajaran memegang peranan penting dan merupakan satu kunci keberhasilan proses belajar mengajar yang diselenggarakan.Kualitas belajar peserta didik dapat dicapai dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif, karena metode pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mendukung terhadap keberhasilan belajar di samping faktor-faktor lainnya, seperti bahan pelajaran, kondisi belajar dan lain sebagainya.

(Sudirman; 1992:199)

Metode tanya jawab adalah suatu cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.

(Depdikbud; 1994/1995:5)

Metode tanya jawab dapat pula diartikan sebagai suatu cara untuk menyampaikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh siswa.

Moedjiono dan Dimyati (1991/1992:41)

mengungkapkan bahwa metode tanya jawab dapat pula diartikan sebagai format interaksi antara guru-siswa melalui kegiatan bertanya yang dilakukan oleh guru untuk mendapatkan respons lisan dari siswa, sehingga dapat menumbuhkan pengetahuan guru pada diri siswa.

Menurut pendapat Rusyan (1996:7)

metode tanya jawab merupakan salah satu cara panyampaian pelajaran kepada siswa dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa apabila ada pertanyaan dari guru atau sebaliknya.

Dari beberapa pernyataan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa metode tanya jawab adalah cara penyajian bahan pelajaran dalam proses pembelajaran yang berbentuk pertanyaan yang harus dijawab, sehingga terjadi interaksi dua arah antara guru danpeserta didikuntuk memperoleh pengalaman guru pada peserta didik.

Tujuan utama penggunaan metode tanya jawab adalah agar peserta didik lebih termotivasi untuk belajar selama proses pembelajaran, sehingga baik guru atau peserta didik (siswa) sama-sama aktif dalam proses pembelajaran.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/