Hore… SDN Tegallega 2 Dapat Tambahan 3 Kamar MandiKabupaten

Hore… SDN Tegallega 2 Dapat Tambahan 3 Kamar MandiKabupaten

Hore… SDN Tegallega 2 Dapat Tambahan 3 Kamar MandiKabupaten

SDN Tegal­lega 2 Kota Bogor mendapat tam­bahan tiga kamar mandi siswa dari

Anggaran Pendapatan Be­lanja Daerah (APBD) Kota Bogor 2018. Sehingga siswa merasa nya­man saat berada di sekolah Peru­mahan Bogor Baru, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah itu.

”Sebelumnya, sekolah yang terle­tak di kawasan pemukiman ini hanya punya

tiga kamar mandi siswa. Tapi, tiga lagi sedang dibangun Dinas Pendidikan melalui pihak ketiga. Setidaknya ini bisa memenuhi ke­butuhan 258 siswa terhadap sani­tasi,” ujar Kepala SDN Tegallega, Euis Marni, kepada Metropolitan, kemarin.

Menurut Euis, lingkungan seko­lah merupakan salah satu kesa­tuan lingkungan

fisik, mental dan sosial dari sekolah yang memenuhi syarat-syarat kesehatan. Sehing­ga dapat mendukung proses belajar mengajar dengan baik dan menun­jang proses pertumbuhan dan perkembangan murid secara op­timal.

”Faktor lingkungan sekolah bisa memengaruhi proses belajar menga­jar dan kesehatan warga sekolah. Tidak sebandingnya jumlah kamar mandi dengan jumlah siswa, tak menutup kemungkinan bisa meny­ebabkan masalah kesehatan,” pung­kasnya.

 

Baca Juga :

Menristekdikti Stop Program Studi Guru Normatif

Menristekdikti Stop Program Studi Guru Normatif

Menristekdikti Stop Program Studi Guru Normatif

Kabar menge­jutkan datang dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Informa­sinya, Kemenristekdikti menutup beberapa program studi, menyusul adanya kelebihan ketersediaan guru dari Lembaga Pendidikan Te­naga Kependidikan (LPTK).

Sekadar diketahui, ada tiga jenis guru, yaitu guru produktif, adaptif dan normatif. Guru produktif adalah guru yang mengajar pada bidang tertentu yaitu bidang kekhususan, misalnya bidang keteknikan, perta­nian dan sains. Guru adaptif adalah guru yang mengajarkan kemam­puan dasar yaitu tentang matema­tika, kimia dan biologi.

Sedangkan guru normatif mengajar pelajaran seperti Bahasa Indonesia,

Bahasa Inggris dan Bimbingan Kon­seling. ”Guru produktif sangat kurang, guru adaptif juga masih kurang, guru normatif ini (jumlahnya) sangat ber­lebihan. (Guru bidang) Konseling ini (jumlahnya) sangat berlebihan, kami tutup yang ini dulu,” kata Menristek­dikti, M Nasir.

Menurut dia, penutupan ini atau moratorium sudah dimulai sejak akhir 2017. Kalau tidak salah diaplikasikan untuk prodi konseling yang pihaknya tindak akan berikan izinnya. ”Untuk program studi ilmu pendidikan kami nggak akan berikan itu. Kalau dia akan buka bidang pendidikan fisika silakan, pendidikan teknik mesin silakan, pen­didikan pertanian silakan, kami buka terus,” terangnya.

Nasir menyebut pihaknya sudah mengumpulkan semua LPTK dan

menjelaskan bahwa program studi yang diberikan izin hanya program yang mendukung kompetensi lulusan SMK ke depan. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemen­dikbud) terkait hal ini. ”Ini kerja sama antara Kemendikbud. Mereka karena menyampaikan pada saya ’Pak Men­teri yang bidang produktif kurang sekali’. Bahkan mereka melakukan training adaptif ke produktif ternyata nggak selesai juga. Ini harus kita ku­liahkan lagi,” ungkap Nasir.

LPTK adalah lembaga yang ber­wenang untuk mengelola Program Pendidikan

Guru (PPG). Dalam pelaksanaannya, LPTK berada di bawah Direktorat Jenderal Pembe­lajaran dan Kemahasiswaan (Bel­mawa) Kemenristekdikti.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

Ini Manfaat Program Ompreng Yang Dirasakan SDN Katulampa 1 , Dari Kurangi Pengeluaran Sampai Siswa Lebih Guyub

Ini Manfaat Program Ompreng Yang Dirasakan SDN Katulampa 1 , Dari Kurangi Pengeluaran Sampai Siswa Lebih Guyub

Ini Manfaat Program Ompreng Yang Dirasakan SDN Katulampa 1 , Dari Kurangi Pengeluaran Sampai Siswa Lebih Guyub

Ada banyak manfaat yang dirasakan dari program ompreng yang dimiliki Dinas

Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. Seperti yang dialami SDN Katulampa 1. Sekolah yang berada di Kecamatan Bogor Timur ini merasakan manfaat program ompreng seperti mengurangi pengeluaran orang tua hingga para peserta didik menjadi lebih guyub.

Menurut Kepala SDN Katulampa 1, Ocid, setelah program ompreng ini

diterapkan pihaknya di sekolah, sejumlah wali murid merasa terbantu. Karena, dengan peserta didik membawa bekal dan minum dari rumah, pengeluaran mereka atau jajan anak bisa dikurangi. “Iya benar. Sebagian orang tua murid sudah merasakannya,” katanya.

Tak hanya itu, kata Ocid, dari program ompreng ini juga sekolah merasakan para murid lebih guyub. Sebab, setelah jam is­tirahat tiba, para peserta didik terlihat berkumpul bersama untuk menyantap makanan yang dibawa dari rumah mereka masing-masing. “Pada saat istirahat me­reka makan bareng dengan teman-teman­nya diruang kelas. Tidak lagi berhamburan keluar lingkungan sekolah untuk mem­beli jajanan yang ditawarkan para pedagang,” ucapnya.

Untuk itu, Ocid mengaku akan terus mem­berlakukan program ini sesuai

dengan surat edaran dari Disdik Kota Bogor tentang wajib membawa bekal dari rumah. Karena, ada banyak manfaat yang dirasakan dari pene­rapan program ini.

 

Sumber :

https://voi.co.id/

Badan Anggaran

Badan Anggaran

Badan Anggaran

Badan Anggaran
Badan Anggaran

Badan Anggaran dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap.DPR menetapkan susunan dan keanggotaan Badan Anggaran menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang.

Susunan dan keanggotaan Badan Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas anggota dari tiap-tiap komisi yang dipilih oleh komisi dengan memperhatikan perimbangan jumlah anggota dan usulan fraksi
Pimpinan Badan Anggaran merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial.

Pimpinan Badan Anggaran terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota Badan Anggaran berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan mempertimbangkan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.

a. Badan Anggaran bertugas:
1) membahas bersama Pemerintah yang diwakili oleh menteri untuk menentukan pokok-pokok kebijakan fiskal umum dan prioritas anggaran untuk dijadikan acuan bagi setiap kementerian/lembaga dalam menyusun usulan anggaran;

2) menetapkan pendapatan negara bersama Pemerintah dengan mengacu pada usulan komisi terkait;

3) membahas rancangan undang-undang tentang APBN bersama Presiden yang dapat diwakili oleh menteri dengan mengacu pada keputusan rapat kerja komisi dan Pemerintah mengenai alokasi anggaran untuk fungsi, program, dan kegiatan kementerian/lembaga;

4) melakukan sinkronisasi terhadap hasil pembahasan di komisi mengenai rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga;
5) membahas laporan realisasi dan prognosis yang berkaitan dengan APBN; dan

6) membahas pokok-pokok penjelasan atas rancangan undang-undang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN.

b. Badan Anggaran hanya membahas alokasi anggaran yang sudah diputuskan oleh komisi.
c. Anggota komisi dalam Badan Anggaran harus mengupayakan alokasi anggaran yang diputuskan komisi dan menyampaikan hasil pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada komisi.

Baca juga:

Badan Legislasi

Badan Legislasi

Badan Legislasi

Badan Legislasi
Badan Legislasi

Badan Legislasi dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap.DPR menetapkan susunan dan keanggotaan Badan Legislasi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang.

Jumlah anggota Badan Legislasi ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang.

Pimpinan Badan Legislasi merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial, yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota Badan Legislasi berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. Badan Legislasi bertugas :

a. menyusun rancangan program legislasi nasional yang memuat daftar urutan dan prioritas rancangan undang-undang beserta alasannya untuk satu masa keanggotaan dan untuk setiap tahun anggaran di lingkungan DPR dengan mempertimbangkan masukan dari DPD;

b. mengoordinasi penyusunan program legislasi nasional antara DPR dan Pemerintah;

c. menyiapkan rancangan undang-undang usul DPR berdasarkan program prioritas yang telah ditetapkan;

d. melakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan undang-undang yang diajukan anggota, komisi, gabungan komisi, atau DPD sebelum rancangan undang-undang tersebut disampaikan kepada pimpinan DPR;

e. memberikan pertimbangan terhadap rancangan undang-undang yang diajukan oleh anggota, komisi, gabungan komisi, atau DPD di luar prioritas rancangan undang-undang tahun berjalan atau di luar rancangan undang-undang yang terdaftar dalam program legislasi nasional; Baca juga: Kata Serapan

f. melakukan pembahasan, pengubahan, dan/atau penyempurnaan rancangan undang-undang yang secara khusus ditugaskan oleh Badan Musyawarah;
g. mengikuti perkembangan dan melakukan evaluasi terhadap pembahasan materi muatan rancangan undang-undang melalui koordinasi dengan komisi dan/atau panitia khusus;

h. memberikan masukan kepada pimpinan DPR atas rancangan undang-undang usul DPD yang ditugaskan oleh Badan Musyawarah; dan
i. membuat laporan kinerja dan inventarisasi masalah di bidang perundang-undangan pada akhir masa keanggotaan DPR untuk dapat digunakan oleh Badan Legislasi pada masa keanggotaan berikutnya.

Komisi

Komisi

Komisi

Komisi
Komisi

Susunan dan keanggotaan komisi ditetapkan oleh DPR dalam Rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi, pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan Tahun Sidang. Setiap Anggota, kecuali Pimpinan MPR dan DPR, harus menjadi anggota salah satu komisi. Jumlah Komisi, Pasangan Kerja Komisi dan Ruang Lingkup Tugas Komisi diatur lebih lanjut dengan Keputusan DPR yang didasarkan pada institusi pemerintah, baik lembaga kementerian negara maupun lembaga non-kementerian, dan sekretariat lembaga negara, dengan mempertimbangkan keefektifan tugas DPR. Tugas Komisi dalam pembentukan undang-undang adalah mengadakan persiapan, penyusunan, pembahasan, dan penyempurnaan Rancangan Undang-Undang yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya.

Tugas Komisi di bidang anggaran lain

a. mengadakan Pembicaraan Pendahuluan mengenai penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya bersama-sama dengan Pemerintah; dan

b. mengadakan pembahasan dan mengajukan usul penyempurnaan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya bersama-sama dengan pemerintah.
Tugas komisi di bidang pengawasan antara lain:

a. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang, termasuk APBN, serta peraturan pelaksanaannya;
b. membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan yang terkait dengan ruang lingkup tugasnya;

c. melakukan pengawasan terhadap kebijakan Pemerintah; serta
d. membahas dan menindaklanjuti usulan DPD. Baca juga: PPKI

Komisi dalam melaksanakan tugasnya dapat: mengadakan Rapat kerja dengan Presiden, yang dapat diwakili oleh Menteri; mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan pejabat pemerintah yang mewakili intansinya, mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum, mengadakan kunjungan kerja dalam Masa Reses.

147 Lulus Membanggakan, Air Mata Siswa tak Terbendung

147 Lulus Membanggakan, Air Mata Siswa tak Terbendung

147 Lulus Membanggakan, Air Mata Siswa tak Terbendung

SYUKUR Alhamdulillah semua murid kelas enam yang berjumlah 147 berhasil

lulus dengan nilai rata-rata yang sangat baik dan semoga bisa melanjutkan ke jenjang pendi­dikan berikutnya yaitu di tingkat SMP,” ungkap Kepala SDN Kebonpedes 1 Ida Sri Sudarti.

Menurut Ida, keberhasilan mereka menuntaskan pendidikan selama enam

tahun tersebut bukan hanya peran dari para guru atau pendidik di SDN Kebonpedes 1. Tetapi juga karena adanya campur tangan para orang tua murid yang mendukung anak-anaknya juga setiap program yang berada di lingkungan sekolah SDN Kebonpedes 1.

”Kami sangat bangga dengan para orang tua murid SDN Kebonpedes 1 yang selalu dapat bekerja sama dengan pihak sekolah dalam berbagai bidang,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid SD Disdik Kota Bogor Maman Suherman dalam

sambutannya mengucapkan selamat kepada para murid dan para orang tuanya yang telah berhasil menempuh pendidikan selama enam tahun di SDN Kebonpedes 1.

”Saya berharap para lulusan SDN Kebonpedes 1 dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan di tingkat SMP negeri atau swasta sesuai pilihannya masing-masing serta kelak nanti da­pat menjadi anak yang berguna bagi negara, bangsa agama dan orang tuanya,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

Kisruh PPDB DPR Panggil MENDIKBUD

Kisruh PPDB DPR Panggil MENDIKBUD

Kisruh PPDB DPR Panggil MENDIKBUD

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, angkat bicara mengenai polemik

Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB dengan sistem zonasi. Permasalahan ini telah dikomunikasikan dengan Komisi X yang menangani masalah pendidikan.

Menurut Bambang, pimpinan Komisi X mendorong dilakukan evaluasi terhadap sistem tersebut. Hal ini agar sistem zonasi bisa berjalan dengan baik dan tidak menyusahkan masyarakat. ”Beberapa kali saya sudah komunikasi dengan sejumlah pimpinan Komisi X. Mereka mendorong evaluasi, karena terdapat tujuan yang baik. Sistem ini memindahkan masyarakat untuk melakukan pendaftaran atau mencari sekolah, tapi realita terjadi beberapa kekisruhan,” bebernya.

Bambang menambahkan, Komisi X DPR RI mengundang Kemendikbud untuk

membicarakan mengenai kekisruhan PPDB dengan sistem zonasi. Diharapkan dari pertemuan tersebut bisa segera ditemukan solusi untuk masalah yang terjadi. ”Kalau hari ini Komisi X itu mengundang Kemendikbud, kita berharap hari Ini ditemukan solusi untuk mengatasi itu sebelum terlambat. Yang terpenting jangan sampai ada anak didik kita yang dirugikan karena sistem ini,” ujarnya.

Selain itu, Bambang juga menanggapi banyaknya orang tua siswa yang

melakukan protes, seperti yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Ia meminta secepatnya dicarikan jalan keluar dari permasalahan tersebut. ”Ini yang harus dicari jalan keluarnya, harus dievaluasi,” ujarnya

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/3D5DZ9F

Lulusan SDN Batu Tulis Harus Jaga Nama Baik Sekolah

Lulusan SDN Batu Tulis Harus Jaga Nama Baik Sekolah

Lulusan SDN Batu Tulis Harus Jaga Nama Baik Sekolah

Suasana haru mewarnai pelepasan ratusan murid kelas 6 oleh Kepala SDN

Batutulis 2 Ni Made Wilastri. Acara ini disaksikan langsung para guru dan orangtua murid di Aula gedung Paspampres Lawanggintung Kota Bogor. Menurut Kepala SDN Batutulis 2, pelepasan siswa kelas 6 ini sebagai tanda bahwa mereka yang lulus ini telah selesai menuntut ilmu selama 6 tahun di SDN Batutulis 2.

”Alhamdulilah para murid kelas 6 yang berjumlah 108 murid ditambah 4 murid

ABK berhasil lulus dengan rata – rata nilai memuaskan.”ungkapnya. Selepas menyelesaikan di tingkat SD, Ni Made Wilastri meminta kepada semua lulusan agar dapat menjaga dan membawa harum nama sekolah dijenjang berikutnya. Menurutnya, dengan berhasil di tingkat SMP maka nama harum SDN Batutulis 2 secara otomatis akan ikut terdongkrak atau merasakan kebanggaan yang ditorehkan anak didiknya.

”Saya dan para guru disini mendoakan semoga kalian semua bisa menjaga

nama baik sekolah dan bisa meraih impian kalian sesuai cita – citanya serta menjadi pribadi yang unggul dengan dilandasi akhlak mulia,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/37H92C5

Menditeksi dan Menghindari Kebohongan

Menditeksi dan Menghindari Kebohongan

Menditeksi dan Menghindari Kebohongan

Untuk Mendeteksi

1. Jika si dia melingkarkan pergelangan kakinya ke salah satu kaki kursi, atau tanpa sadar menggoyang-goyangkan kakinya saat berbicara, maka kemungkinan besar dirinya sedang berdusta. Meskipun terlihat mudah, berbohong bisa membuat seseorang merasa stres dan tertekan, sehingga tanpa sadar melakukan berbagai gerakan kecil untuk melepaskan ketegangan.

2.Saat diberikan pertanyaan sederhana, ada jeda cukup panjang sebelum ia memberikan jawaban. Atau, si dia mengulangi kembali pertanyaan tersebut sebelum menjawabnya. Jika demikian, Anda boleh merasa curiga, sebab ada kemungkinan pria itu sedang berbohong

3.Si dia memasukkan kedua tangan ke dalam saku saat berbicara. Hmm… bisa jadi ada sesuatu yang ia sembunyikan dari Anda. Menyembunyikan kedua telapak tangan mengindikasikan kecemasan dan kegelisahan, sedangkan memperlihatkannya menunjukkan rasa nyaman dan keterbukaan.

4.Saat menjelaskan sesuatu, terlalu banyak kata ”tapi” yang terselip di dalam kalimatnya. Contoh: ”Aku tahu kamu tidak akan percaya, “tapi” Kemungkinan terburuk, kalimat di belakang kata ”tapi” tersebut merupakan cerita bohong yang ia karang sendiri.

5.Si dia mengangkat sebelah atau kedua bahunya saat menjawab pertanyaan Anda. Hati-hati! Sebab hal ini sama saja seperti menyilangkan jari di belakang punggung untuk menyembunyikan kebohongan.

6.Dirinya tidak bisa berhenti menggosok-gosokkan telunjuk ke bagian bawah hidung. Kebiasaan ini umumnya dilakukan oleh orang yang jarang berdusta, sehingga dirinya merasa menyesal ketika harus membohongi Anda.

7.Sebelum menjawab pertanyaan, si dia mendecakkan lidah ataumenjilati bibir dengan lidahnya.

8.Orang yang berdusta sering sengaja menatap mata lawan bicaranya berlama-lama untuk membuktikan kejujurannya.

Cara Menghindarinya :  

1 Stay cool aje anggap lu ga bersalah
2 cari alibi yang kuat, sebelum berbicara pikir2 dahulu
3 jangan pernah menatap mata sang penanya.tataplah mulut/bibir/pipinya
4 duduklah dengan santai
5 jangan panik!
6 menggunakan logika saat akan berbicara, apakah mencurigakan atau tidak
7 JANGAN BOHONG

Baca Juga :