Ciri – ciri intelegensi

Ciri – ciri intelegensi

Ciri – ciri intelegensi
Ciri – ciri intelegensi

Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung).

Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya.

Ciri – ciri tingkah laku yang intelegen menurut Effendi dan Praja (1993):

Purposeful behavior

Purposeful behavior, artinya selalu terarah pada tujuan atau mempunyai tujuan yang jelas.

Organized behavior

Organized behavior, artinya tingkah laku yang terkoordinasi, senua tenaga dan alat – alat yang digunakan dalam suatu pemecahan masalah terkoordinasi dengan baik.

Physical well toned behavior

Physical well toned behavior, artinya memiliki sikap jasmaniah yang baik, penuh tenaga, ketangkasan, dan kepatuhan.

Adaptable behavior

Adaptable behavior, artinya tingkah laku yang luas fleksibel, tidak statis, dan kaku, tetapi selalu siap untuk mengadakan penyesuaian/perubahan terhadap situasi yang baru.

Success oriented behavior

Success oriented behavior, artinya tingkah laku yang didasari rasa aman, tenang, gairah, penuh kepercayaan, akan sukses/optimal.

Clearly motivated behavior

Clearly motivated behavior, artinya tingkah laku yang memenuhi kebutuhannya dan bermanfaat bagi orang lain atau masyarakat.

Rapid behavior

Rapid behavior, artinya tingkah laku yang efisien, efektif dan cepat atau menggunakan waktu yang singkat.

Broad behavior

Broad behavior, artinya tingkah laku yang mempunyai latar belakang dan pandangan luas yang meliputi sikap dasar dan jiwa yang terbuka.

Usaha Guru Mengembangkan Intelegensi Dalam Belajar

Usaha yang dapat dilakukan guru dan orangtua dalam membantu perkembangan intelegensi remaja anatara lain :

  1. Dalam proses belajar mengajar hendaknya orang tua atau guru lebih mengutamakan proses daripada hasil. Misalnya dalam memberikan pertanyaan kepada peserta didik tidak mengutamakan betul atau salah jawabannya semata, tetapi yang lebih penting dihargai adalah keberaniannya mengemukakan pendapatnya itu.
  2. Menggunakan metode pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir. Misalnya metode penemuan (inquiri) , diskusi, dll.
  3. Guru membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak
  4. Menyediakan fasilitas yang memadai untuk menumbuhkembangkan taraf kecerdasan anak, misalnya bahan bacaan, peralatan labor, permainan, dsb.
  5. Memberikan tugas sekolah dengan berbagai macam metode yang dapat merangsang dan mengembangkan daya pikir.

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/03/18-pengertian-kewirausahaan-menurut-para-ahli.html