Flexmedia.co.id

Flexmedia.co.id situs website pendidikan yang menyajikan informasi-informasi yang bermanfaat bagi pelajar

 Corpora Cavernosa

Table of Contents

 Corpora Cavernosa

Corpora cavernosa adalah dua ruangan yang mengisi sebagian besar penis. Ruang – ruang ini terisi jaringan spons yang mencakup otot, ruang terbuka, pembuluh darah dan arteri. Ereksi terjadi ketika corpora cavernosa terisi dengan darah dan berkembang.

Ereksi ini mengancangkan pembuluh darah sehingga darah terjebak dan tidak bisa meninggalkan penis, memungkinkan penis untuk tetap tegak selama beberapa menit. Setelah ejakulasi terjadi atau jika gairah seks memudar, proses detumescence terjadi, di mana otak akan mengurimkan sinyal yang memungkinkan darah meninggalkan penis, akibatnya penis menjadi lemas kembali (Verrals, Sylvia. 2011).

  1. Selaput Albugin

Adalah sebuah membran yang mengelilingi corpora cavernosa. Membran ini berfungsi untuk menjaga darah tetap berada di dalam penis selama ereksi terjadi (Verrals, Sylvia. 2011).

  1. Uretra

Uretra adalah tabung yang menjadi saluran tempat urin keluar. Proses ejakulasi juga melalui uretra. Letaknya menyusun batang penis di bawah corpora cavernosa dan melebar pada ujung uretra yang disebut meatus. Meatus terletak di glans (kepala penis) (Verrals, Sylvia. 2011).

  1. Corpus Spongiosum

Corpus spongiosum adalah salah satu bagian anatomi penis ruang yang engelilingi uretra. Ruangan ini menjadi penuh dengan darah selama ereksi (Verrals, Sylvia. 2011).

  1. Glans (kepala penis)

Kepala penis berbentuk seperti kerucut. Kepala penis sangat sensitif dan biasanya tertutup oleh kulup kecuali pada penis yang ereksi. Kepala penis memiliki beberapa fungsi yaitu meningkatkan peluang untuk pembuahan telur, menciptakan gesekan saat berhubungan seks, dan bertindak sebagai penumbuk atau penekan di dalam vagina selama hubungan seksual (Verrals, Sylvia. 2011).

  1. Kulup

Kulup adalah selubung kulit yang dapat terbuka di bagian atas. Saat bayi, kulup sangat ketat dan biasanya tidak bisa ditarik. Kulup akan mengandur setelah usia bayi bertambah. Saat ereksi, kulup penis akan tertarik sepenuhnya sehingga menampakkan kepala penis secara polos. Kulit kepala penis sangat sensitif, dan fungsi dari kulup adalah untuk melindunginya (Verrals, Sylvia. 2011).

  1. Frenulum

Organ anatomi ini adalah salah satu area yang sangat sensitif pada penis, lokasinya terletak di bagian bawah glans (kepala penis) (Verrals, Sylvia. 2011).

  1. Smegma

Yaitu cairan pelumas alami yang dikeluarkan untuk membuat penis tetap lembab. Smegma ditemukan di bawah kulup penis (Verrals, Sylvia. 2011).

  1. Mekanisme Ereksi Penis

Ereksi adalah salah suatu fungsi vascular korpus kavernosum di bawah pengendalian sistem saraf otak. Jika penis lunak maka stimulus simpatis terhadap arterial penis menyebabkan kontriksi sebagian organ ini, sehingga aliran darah melalui penis tetap hanya sedikit. Saaat stimulasi mental atau seksual, stimulasi parasimpatis menyebabkan vasodilatasi rterial yang memasuki penis sehingga lebih banyak darah yang memasuki vena dibandingkan yang dapat di drainase vena. Sinusoid korpus kavernosum berdistensi karena berisi darah dan menekan vena yang dikelilingi tunika albugiena nondistensi. Setelah ejakulasi, impuls simpatis menyebebkan terjadinya vasokontriksi arteri dan darah akan mengalir ke vena untuk di bawah menjauhi korpus. Penis mengalami detumesensi atau kembali ke kondisi lunak (Marieb.2011)

sumber :

http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/05/31/seva-mobil-bekas/

Flexmedia

Kembali ke atas