Flexmedia.co.id

Flexmedia.co.id situs website pendidikan yang menyajikan informasi-informasi yang bermanfaat bagi pelajar

Disrupsi digital atau disrupsi kesadaran?

Disrupsi digital atau disrupsi kesadaran?

Disrupsi digital atau disrupsi kesadaran

Disrupsi digital dianggap keniscayaan fenomena perubahan zaman

. Penggunaan teknologi digital kemudian menjadi solusi tersahih segala permasalahan hidup manusia. Menimba dan menyebarkan ilmu pengetahuan, meminimalisir tantangan terberat dalam hidup, semisal menemukan metode tertentu terhadap ancaman penyakit kronis, menunda penuaan usia, bahkan mungkin mampu meramalkan masa depan.

Teknologi digital dalam parasnya paling gamblang, yakni media sosial diandaikan oleh manusia lebih mudah untuk berinteraksi dengan sesama, dengan serta-merta, yang kemudian justru terwujud secara sewenang-wenang.

Sebuah akun YouTube, pada 2019 lalu memaparkan wawancara paling mengesankan,

setidaknya bagi penulis, seorang futurolog muda dan jenial kaliber dunia (mengingatkan akan Alfin Tofler masa kini), sejarawan dengan buku best seller-nya, Sapiens: The Brief History of Humankind (2011), Yoval Noah Harari, dengan salah seorang sosok terpenting di abad digital ini, Mark Zuckerberg.

Mark dan Harari berbincang seru dengan perspektif dua kutub saling menegasi, yang tentu mudah diduga Mark menjaga asetnya, Facebook, sebagai platform media sosial yang berargumen bahwa teknologi ini masih bermanfaat memudahkan memahami hal-hal paling intim dalam diri manusia.

Baca juga: Mereka hidup segan mati tak sudi pada era digital

Baca juga: Membekali milenial menghadapi risiko ruang “online”

Misalnya, Facebook, menurut Zuckerberg mencari solusi untuk akses informasi

personal mendapatkan keuntungan finansial yang berimplikasi pada nilai-nilai kesejahteraan, dan statistik tentang itu secara perhitungan ekonomis tak terbantahkan.

 

Baca Juga :

Flexmedia

Kembali ke atas