Enam Pemuda Dirikan Taman Baca di Pelosok Desa

Enam Pemuda Dirikan Taman Baca di Pelosok Desa

Enam Pemuda Dirikan Taman Baca di Pelosok Desa

Enam Pemuda Dirikan Taman Baca di Pelosok Desa
Enam Pemuda Dirikan Taman Baca di Pelosok Desa

Diinisiasi enam pemuda yang menginginkan suatu perubahan dan inovasi melalui gerakan literasi dan sosial,

berdirilah taman baca Pohaci di sebuah desa terpencil di kampung Cibiru, RT 05 RW 05 Desa Nagrog Kecamatan Cicalengka kabupaten Bandung.

Enam pemuda tersebut adalah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Yoga Adi Pratama, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung , Fajrin Sidek dan Syahril Maulana Fajrin, mahasiswa Institut Seni Bandung Indonesia (ISBI), M Ikhsan Fauzi, mahasiswa LP3I, M Ramdan, dan M Rifal.

Kata Pohaci berasal dari pemikiran Ikhsan, yaitu diambil dari sosok mitologi Sunda yang bernama Nyi Pohatji.

Nyi Pohatji ini memiliki sifat belas kasih kepada masyarakat,

Ya, mudah-mudahan dengan berdirinya taman baca Pohaci ini bisa memberikan keberkahan dan kasih sayang juga kepada masyarakat,” ujar ketua taman baca Pohaci, Yoga Adi Pratama.

Meskipun sudah memiliki ruang perpustakaan, para pejuang literasi ini tidak menghilangkan kultur membuka lapak buku di beberapa tempat di Cicalengka, hanya saja jadwalnya tidak sepadat awal perjuangan.

Ada sekitar dua ribu lebih buku, buku-buku tersebut diperoleh dari fasilitator, donator,

pinjaman dari Bapusipda, dan buku-buku milik pribadi. Tidak hanya membuka taman baca, Pohaci juga rutin menggelar diskusi-diskusi untuk umum, yaitu kajian filsafat, sejarah, dan sebagainya yang dimulai setiap jam delapan malam.

Ketika RMOLJabar berkunjung ke taman baca Pohaci, terlihat anak-anak yang sedang berkunjung dan membaca di ruang perpustakaan, mereka adalah Firman (7), Acha (12), Elsa (11), dan Ayu (13). Meskipun mereka berbeda usia dan tingkatan sekolah, mereka terlihat bersama-sama membaca buku dan saling bertukar informasi mengenai buku yang dibacanya.

Senang baca di sini, aku kalau bosan di rumah datang ke sini aja,” kata Ayu.

Pohaci memiliki berbagai kegiatan bersama anak-anak yaitu membuka Bimbingan Belajar (Bimbel) gratis yang memberikan materi-materi sesuai dengan keilmuan yang dibutuhkan untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).

Ada pula kegiatan mempelajari dan melestarikan seni budaya di antaranya adalah belajar aksara Sunda yang berkerja sama dengan Saung Baca Aksara Sunda (SABAS), yang pada mulanya merupakan program Kuliah Kerja Nyata mahasiswa UPI pada 2017 lalu, namun menjadi kegiatan yang berlanjut sampai saat ini.

Berkarya melalui seni musik keroncong, tari, dan teater yang sudah pernah tampil di beberapa acara. Namun, untuk tari dan teater saat ini belum memiliki progres baik karena terkendala pelatih.

Sekarang volunteer berjumlah 32 orang, itu berasal dari kalangan siswa SMA, mahasiswa, dan ada juga yang sudah kerja,” kata Yoga.

Saat ini Pohaci memiliki program baru yang akan segera dilaksanakan di tahun 2018 ini, yaitu program Rumah Sehat Bebas Sampah (RSBS) untuk melestarikan lingkungan sekitar dengan mengajak masyarakat untuk tetap mencintai lingkungan, dan gerakan anti mencontek sebagai sebuah keprihatinan terhadap kondisi pendidikan Indonesia.

 

Sumber :

https://www.kitabisa.com/orang-baik/2763065