Flexmedia.co.id

Flexmedia.co.id situs website pendidikan yang menyajikan informasi-informasi yang bermanfaat bagi pelajar

 Faktor Penyebab Terjadinya Demonstrasi

 Faktor Penyebab Terjadinya Demonstrasi

Dalam iklim demokrasi, aksi unjuk rasa adalah hal yang wajar untuk mengungkapkan aspirasi yang tersumbat oleh sistem maupun oleh mentalitas para pengelola atau lembaga negara. Oleh karena itu tidak ada jaminan bahwa unjuk rasa akan hilang dengan sendirinya, walaupun sistem sudah tertata sedemikian rupa, sebab tarik-menarik kepentingan juga akan selalu menghiasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, unjuk rasa juga bisa menjadi alat kontrol, sebagai kekuatan pengimbang agar tidak terjadi ketimpangan yang destruktif. Bahkan anti unjuk rasa adalah khas watak kekuasaan otoriter untuk tetap berdiri tegak, jangankan dikritik secara bersama-sama, individu pun tidak diperbolehkan dalam kekuasaan yang berkarakter otoriter.

Ada beberapa alasan mengapa terjadi unjuk rasa :

1.      Adanya ketidak adilan sosial,

2.      Ketidaksesuaian pendapat.

3.      Adanya aspirasi  dan masukan rakyat yang belum terpenuhi yang bermula dari inkonsistensi para pengelola negara dalam merealisasikan kebijakannya, dan

4.      Orang awam yang hanya sekedar ingin meramaikan saja.

Di Indonesia, aksi unjuk rasa memang diperbolehkan selagi tidak berbuat anarkis, dan hal ini dilindungi oleh undang-undang negara republik Indonesia. Bahkan ketika pemerintah bertindak sewenang-wenang, sulit membuka ruang dialog, cenderung mengabaikan rakyat, maka aksi unjuk rasa bukanlah hal yang buruk. Aksi unjuk rasa mungkin saja sebagai pilihan akhir, karena sudah tidak ada cara lain yang bisa ditempuh, dan tentu sebagai wujud kepedulian rakyat untuk mengingatkan pemerintah. Aksi unjuk rasa adalah peristiwa politik, dan jika dilakukan oleh lawan politik, itu hal yang wajar dan biasa. Namun jika dilakukan oleh siapa pun elemen, baik yang memilih Presiden dan Partainya, masyarakat netral, ditambah lawan politiknya. Nah, ini yang tidak biasa, tentu ada sesuatu yang perlu dipertanyakan dari kredibilitas pemerintah saat ini.

C.   Dampak Negatif dan Positif dari Demonstrasi

1.      Dampak Negatif Demonstrasi

·         Merugikan diri sendiri dan masyarakat luas.

·         Mengganggu ketertiban umum.

·         Merusak fasilitas pribadi dan Negara.

·         Dengan adanya demonstrasi yang anarkhis, para calon investor akan melihat Indonesia sebagai tempat yang sangat riskan untuk berinvestasi, sehingga demonstrasi jenis itu dapat mengurangi minat para investor, terutama investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

·         Menimbulkan kemacetan sehingga meresahkan rakyat.

·         Menjadikan pembuat masalah ketakutan.

·         Menghambat pelaksanaan program pemerintah secara optimal.

·         Membuat masyarakat ketakutan terhadap aksi anarkis yang dilakukan demonstran.

·         Sampah berserakan di jalanan akibat aksi anarkis yang dilakukan, seperti batu/kerikil, pecahan kaca.

·         Dapat merusak taman-taman kota disekitar area tempat demonstran jika telah berbuat anarkis.

·         Menimbulkan banyak masalah apabila aksi anarkis telah terjadi. Dapat menimbulkan polusi tanah akibat lelehan ban yang telah dibakar, polusi suara akibat suara-suara teriakan, polusi udara akibat asap yang ditimbulkan oleh pembakaran ban.

·         Nilai tukar mata uang menurun drastis apabila demonstras

Sumber :

https://41914110003.blog.mercubuana.ac.id/vivo-gandeng-mobile-legends-hadirkan-skin-spesial/

Flexmedia

Kembali ke atas