Flexmedia.co.id

Flexmedia.co.id situs website pendidikan yang menyajikan informasi-informasi yang bermanfaat bagi pelajar

Fitrah Manusia dari Perspektif Beberapa Agama

Fitrah Manusia dari Perspektif Beberapa Agama

  1. Agama Islam

Al-Qur’an menyebut manusia dengan tiga macam istilah, yaitu insan, basyar, dan bani Adam. Dua istilah yeng pertama yaitu insan dan basyar menunjukkan fitrah atau naluri manusia, yaitu pelupa dan memiliki perasaan. Sedang istilah ketiga, yakni bani Adam menunjukkan asal-usul kejadian manusia, yaitu dari Nabi Adam[10]

Manusia pertama yang dihidupkan di atas muka bumi ini oleh Allah SWT ialah Adam AS. Dalam Islam, manusia dikatakan berasal daripada tanah dan roh di mana unsur jasad dan roh telah  disatukan  untuk memberi nyawa kepada Adam AS. Zuriat bagi keturunan Adam AS pula bermula daripada nutfah. Nutfah bermaksud percantuman air mani lelaki di dalam rahim wanita. Yaitu  percantuman daripada ovum dan sperma dimana dalam berjuta-juta sperma  lelaki,  sperma yang terkuat sahaja akan dapat memasuki ke dalam ovum wanita. Proses ini juga juga di kenali sebagai survival  of the  fittest. Dengan demikian dari pendapat di atas, dapat di ketahui bahwa agama islam lebih menekankan pada proses penciptaan manusia.

  1. Agama Hindu

Dalam  agama  Hindu  pada  umumnya,  konsep  yang dipakai adalah monoteisme.  Konsep tersebut dikenal sebagai filsafat Adwaita Wedanta yang bererti “tak ada duanya“. Konsep ketuhanan dalam agama monoteistik lainnya, Adwaita Wedanta menganggap  bahawa Tuhan merupakan  pusat segala  kehidupan di  alam  semesta, dan  dalam  agama Hindu, Tuhan dikenal dengan sebutan Brahman. Brahman merupakan  pencipta  sekaligus  pelebur alam semesta. Brahman berada dimana-mana dan  mengisi  seluruh alam semesta. Brahman merupakan asal  mula  dari  segala  sesuatu yang ada di dunia. Segala sesuatu yang ada di alam semesta  tunduk kepada Brahman tanpa kecuali. Menurut pendapat dari agama hindhu, fitrah lebih menekankan pada proses pengaturan alam semesta dan Tuhan (Brahman) yang mengaturnya.

  1. Agama Budha

Konsep  tentang  kejadian  bumi  dan  manusia  menurut Buddha Dhamma agak unik.   Di alam semesta ini bukan  hanya ada bumi ini. Telah banyak bumi yang muncul dan hancur (kiamat). Manusia yang muncul pertama kali di  bumi  kita  ini tidak seorang, tetapi banyak, dan mereka muncul bukan kerana kemahuan satu makhluk tertentu. Di dalam Agama Sutta, Digha  Nikaya,  Sutta  Pitaka, Tipitaka, dapat dibaca bahawa bumi kita ini semuanya terdiri dari air dan gelap gelita. Makhluk-makhlukpun tidak dibedakan lelaki atau perempuan. Namun, mereka  memiliki tubuh yang bercahaya dan hidup melayang-layang di angkasa. Setelah waktu  lama sekali, tanah dengan sarinya muncul  dari dalam air dan rasanya seperti madu tawon mumi. Makhluk-makhluk yang serakah (tamak) mulai mencicipi tanah itu, dan tergiur akan sari tersebut. Makhluk-makhluk yang lain juga mengikuti. Akibat  kelakuannya itu, maka cahaya tubuh mereka lenyap, dan tampaklah matahari, bulan, bintang. Setelah  masa  yang  lama sekali, tubuh mereka memadat dan bentuknya ada yang indah dan ada yang buruk sesuai dengan takaran mereka makan sari tanah. Mereka yang indah memandang rendah kepada orang yang bentuk tubuhnya jelek. Lama kelamaan  sari  tanah pun lenyap dan muncullah tumbuhan dari tanah. Sementara mereka sombong dan bongkak, tumbuhan ini lenyap dan muncul tumbuhan menjalar, dan demikian seterusnya setelah tumbuhan menjalar lenyap, muncullah tanaman padi. Setelah waktu yang lama  sesuai dengan takaran mereka makan, maka tubuh mereka lebih memadat dan perbedaan bentuknya tampak lebih jelas. Dari kaca mata agama budha,lebih menjelaskan tentang proses kejadian langit dan bumi serta proses kejadian manusia.

sumber :

https://mitradesain.co.id/2020/04/21/adobe-photoshop-sketch-apk/

Flexmedia

Kembali ke atas