Golongan Orang Yang Berhak Menerima Zakat

Golongan Orang Yang Berhak Menerima Zakat

Golongan Orang Yang Berhak Menerima Zakat
Golongan Orang Yang Berhak Menerima Zakat

Zakat Fitrah

Membayar Zakat diwajibkan bagi setiap muslim yang memenuhi syarat untuk dibagikan kepada orang yang termasuk golongan penerima zakat. Firman Allah Ta’ala :
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ
وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat) itu hanyalah untuk orang – orang fakir dan orang-orang miskin dan amil-amil yang mengurusnya dan orang-orang muallaf yang dilunakkan hatinya dan untuk hamba-hamba yang hendak memerdekakan dirinya dan orang-orang yang berhutang dan untuk (dibelanjakan pada) jalan Allah dan orang-orang musafir (yang keputusan) dalam perjalanan. (ketetapan hukum yang demikian itu ialah) sebagai satu ketetapan (yang datangnya) dari Allah dan (ingatlah) Allah amat mengetahui lagi amat bijaksana.(Surah At-Taubah Ayat 60)
Adapun golongan orang-orang yang berhak menerima zakat adalah :

1) Orang Fakir

Ialah orang yang tidak memiliki harta benda untuk keperluan hidupnya sehari-hari, tidak sanggup bekerja, tak mampu berusaha dan malu untuk meminta-minta.

2) Orang Miskin

Ialah orang yang bisa/mampu bekerja dan berusaha tetapi tidak mencukupi keperluan hidupnya sehari-hari.

3) ‘Amil

Orang yang dilantik atau diberi kuasa oleh Majlis Agama Islam Negeri untuk menerima dan membagikan zakat.

4) Muallaf

Orang yang baru memeluk Agama Islam.

5) Hamba / Budak

Terbagi menjadi tiga :
1) Hamba Qin (hamba semata)
2) Hamba Mudabbar (hamba yang kemerdekaannya bergantung kepada mati tuannya).
3) Hamba Mukattab (kemerdekaan dirinya bergantung kepada syarat-syarat yang diberikan oleh tuannya).
*Sebagaimana keterangan Imam Syafie, hamba mukattablah yang layak menerima zakat.

Baca Juga: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-ayat-kursi-beserta-terjemahan-dan-keutamaannya-lengkap/

6) Gharim

Yaitu orang yang mempunyai tanggungan hutang banyak untuk kemaslahatan dirinya sendiri dan keluarganya ataupun kemaslahatan umat Islam apabila hutangnya itu telah melebihi dari harta kekayaannya.

7) Sabilillah

Orang yang berjuang di jalan Allah

8) Ibnu Sabil

Orang yang dalam perjalanan jauh untuk menyempurnakan tuntutan Agama Islam kemudian kehabisan belanja atau biayanya.
Terutama yang paling dasar adalah penerima zakat fitrah yang biasanya banyak dibentuk panitia zakat. Namun sering kali banyak panitia zakat yang tidak mengajarkan bagaimana cara yang benar karena dianggap sudah tahu semua. Bahkan sering terjadi si pembayar zakat tidak tahu atau lupa tentang niat zakat fitrah itu sendiri.

Zakat fitrah atau nama lainnya “zakat an-nafs” yaitu zakat badan maksudnya zakat untuk menyucikan jiwa dengan mengeluarkan makanan asasi daripada jenis yang mengenyangkan dengan kadar satu gantang Baghdad bersamaan 2.70 kg beras atau senilai dengannya diberi kepada golongan tertentu dengan syarat-syarat tertentu.

Dalam kitab lain mengatakan, kata Zakat itu diambil dari kata zakka yang berarti suci. Hal ini karena tujuan zakat adalah untuk mensucikan harta benda yang kita miliki dari beberapa hal syubhat agar menjadi rizki yang berkah. Zakat fitrah sendiri bisa dibayar dengan makanan pokok seperti beras, gandum, dan lainnya disesuaikan dengan makanan pokok negara tersebut atau dengan uang yang senilai. Ukurannya adalah 2,5 kg atau setara dengan satu sha’ sesuai yang diperintahkan Nabi Muhammad SAW.