Flexmedia.co.id

Flexmedia.co.id situs website pendidikan yang menyajikan informasi-informasi yang bermanfaat bagi pelajar

Gubernur Sumut Apresiasi Kreativitas Siswa YPSA, Harapkan Bisa Jadi Industri Unggulan

Gubernur Sumut Apresiasi Kreativitas Siswa YPSA, Harapkan Bisa Jadi Industri Unggulan

Gubernur Sumut Apresiasi Kreativitas Siswa YPSA, Harapkan Bisa Jadi Industri Unggulan
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengapresiasi kreativitas siswa Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyyah (YPSA) yang menciptakan berbagai produk inovatif hingga mendapat medali di ajang lomba internasional.
Menurut Gubernur, hasil kreasi inovasi siswa SMP dan SMA YPSA memiliki manfaat yang baik di masyarakat. Apalagi para generasi muda tersebut merupakan penerus yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Sehingga dirinya memberikan motivasi agar prestasi yang diraih saat ini, bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi.

“Kalian nanti yang akan memimpin bangsa ini, yang akan menjadi Gubernur.

Teruslah belajar,” ujar Gubernur didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat memberikan nasehat kepada siswa yang hadir bersama para guru dan Kepala Sekolah YPSA, Selasa (28/5), di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut.
Selain mengapresiasi, Gubernur juga berharap agar inovasi seperti yang dilahirkan oleh siswa SMP dan SMA tersebut, dapat ditindaklanjuti. Sebab jika memang produk itu bermanfaat dan dapat diterima masyarakat, maka bukan tidak mungkin Sumut akan bisa bersaing di kancah internasional. Karena itu dirinya meminta dinas terkait untuk meneruskan apa yang sudah dibuat oleh para generasi muda ini.

Sementara Kepala SMA YPSA Bagus Maulana juga berterimakasih karena

kehadiran mereka disambut hangat Gubernur dan Wakil Gubernur. Sebab kedatangan mereka sejatinya ingin menyampaikan bahwa ada prestasi yang diraih anak didiknya pada lomba penelitian Internasional di Malaysia selama 2019 ini. Bahkan produk inovasi siswa asal Sumut ini mendapatkan medali perak hingga emas.
“Mereka ikut lomba penelitian dan inovasi di Malaysia. Pertama untuk produk MangOSA, yang membuat bahan dasar plastik ramah lingkungan (dari limbah biji mangga). Mereka mendapat medali perak untuk produk ini,” sebutnya.

Begitu juga pada lomba lainnya, produk cairan pencuci tangan (hand sanitizer)

yang dapat digunakan tanpa campuran air. Produk ini kata Maulana disebut dengan nama Hakudu, di mana bahan dasarnya adalah kulit durian. Campuran ini kemudian membuat mereka memperoleh medali emas.
“Kemudian juga ada daun kelor, yang sering orang bilang untuk mistis. Padahal punya banyak khasiat, antioksidan, kanker, malnutrisi dan lainnya. Jadi bisa dibuat kapsul atau serbuk. Ini mereka (siswa) buat dalam bentuk pukis (kue) yang bisa dikonsumsi dari yang muda dan yang tua,” katanya.

Flexmedia

Kembali ke atas