Flexmedia.co.id

Flexmedia.co.id situs website pendidikan yang menyajikan informasi-informasi yang bermanfaat bagi pelajar

Hakekat  Keterampilan Berbicara

Hakekat  Keterampilan Berbicara

Hakekat berbicara merupakan pengetahuan yang sangat fungsional dalam memahami seluk beluk berbicra. Bahasa adalah lambang bunyi yang diucapkan. kenyataan inilah yang menempatkan keterampilan berbicara itu sebagai keterampilan berbahasa yang utama. Para ahli linguistik menempatkan keterampilan berbicara seorang anak  (secara alamiah) menempatkan keterampilan berbicara (speaking) pada urutan kedua.ini berarti, sebelum keterampilan membaca dan keterampilan menulis anak terlebih dahulu harus dapat berbicara. Melalui keterampilan berbicaralah manusia pertama dapat memenuhi keperluan untuk berkomunikasi dengan lingkungan masyarakat tempat ia berada.

Komunikasi dapat berlangsung secara efektif dan efisien kalau menggunakan bahasa verbal, karna hakekat bahasa adalah ucapan. Proses pengucapan / pelafalan bunyi bahasa untuk berkomunikasi menyampaikan  informasi, keinginan, dan mengungkapkan gagasan dan perasan itulah sesungguhnya  hakekat keterampilan berbicara (Tarigen, 1993: 73-75).

Tujuan belajar keterampilan berbicara  adalah agar para siswa :

a.      Mampu memenuhi dan menata gagasan dengan penalaran yang logis dan sistimatis

b.     Mampu menuangkan gagasan tersebut kedalam bentuk-bentuk tuturan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

c.      Mampu mengucapkan dengan jelas dan lancar.

d.     Mampu memilih ragam bahasa Indonesia.

B.    Jenis-Jenis Berbicara

Bila diperhatikan mengenai bahasa pengajaran akan kita dapatkan berbagai jenis berbicara. Antara lain: diskusi, percakapan, pidato menjelaskan, pidato menghibur, ceramah. Berdasarkan pengamatan ada lima landasan yang digunakan dalam mengklasifikasikan kegiatan berbicara  yaitu:

a)      Situasi

Aktivitas berbicara terjadi dalam suasana, situasi, dan lingkungan tertentu. Situasi dan lingkungan itu dapat  bersifat formal atau resmi, mungkin pula bersifat informal atau tak resmi. Dalam situasi formal pembicara dituntut berbicara secara formal, sebaliknya dalam situasi tak formal, pembicara harus berbicara tak formal pula. Kegiatan berbicara yang bersifat informal banyak dilakukan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Suksesnya suatu pembicaraan tergantung pada pembicara dan pendengar. Kegiatan berbicara yang bersifat informal banyak dilakukan dalam kehidupanmanusia sehari-hari, Untuk itu, diperlukan beberapa prasyarat.

1.      Jenis kegiatan berbicara informal meliputi :

·         Tukar pengalaman,

·         Percakapan,

·         Menyampaikan berita,

·         Menyampaikan pengumuman,

·         Bertelepon dan

·         memberi petunjuk (Logan,  dkk., 1972 :108).

2.      Sedangkan jenis kegiatan yang bersifat formal  meliputi :

·         Perencanaan dan penilain

·         Ceramah

·         Interview

·         Prosedur parlementer dan Bercerita (Logan, dk

POS-POS TERBARU

Flexmedia

Kembali ke atas