HAKIKAT MANUSIA

HAKIKAT MANUSIA

HAKIKAT MANUSIA
HAKIKAT MANUSIA

Kehadiran manusia

Kehadiran manusia pertama tidak terlepas dari asal-usul kehidupan di alam semesta. Asal-usul manusia menurut ilmu pengetahuan tidak bias dipisahkan dari teori tentang spesis baru yang berasal dari sepsis lain yang telah ada sebelumnya melalui proses evolusi. Teori evolusi yang diperkenalkan Darwin pada abad XIX telah menimbulkan perdebatan , terutama di kalangan gereja dan ilmuwan yang berpaham teori kreasi khusus. Setelah teori itu diekstrapolasikan oleh para penganutnya sedemikian rupa, sehingga seolah-olah manusia berasal dari kera. Pada hal Darwin tidak pernah mengemukakan hal tersebut, walaupun taksonomi manusia dan kera besar berada pada super famili yang sama, yaitu hominoidae.

Darwin mengetengahkan banyak fakta yang tampaknya lebih berarti dari pada pendahulunya. Darwin mengemukakan teori mengenai asal-usul sepsis melalui sarana seleksi alam atau bertahannya ras-ras yang beruntung dalam memperjuangkan dan mempertahankan kehidupannya. Teori Darwin memuat dua aspek. Aspek pertama bersifat ilmiah, namun ketika diungkapkan dan dilaksanakan, ternyata aspek ilmiahnya sangat rapuh. Aspek kedua bersifat filosofis yang diberi penekanan oleh Darwin sangat kuat dan diungkapkan secara jelas. Teori evolusi tidaklah segalanya, bahkan Darwin sendiri menyadari seperti diungkapkannya:

“Tapi aku mempercayai seleksi alam, bukan karena aku dapat membuktikan, dalam setiap kasus, bahwa seleksi alam telah mengubah satu sepsis menjadi sepsis lainnya, tapi karena sepsis alam mengelompokkan dan menjelaskan dengan baik ( menurut pendapatku ) banyak fakta mengenai klasifikasi, embriologi, morfologi, organ-organ elementer, pergantian dan distribusi geologis”.
Evolusi manusia menurut ahli paleontologi dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat evolusinya, yaitu:

a. Tingkat pra manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg, Afrika Selatan pada tahun 1924 yang dinamakan fosil Australopithecus.
b. Tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut Pithecanthropus Erectus.
c. Tingkat manusia purba, yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudah digolongkan genus yang sama, yaitu homo walaupun spesiesnya dibedakan. Fosil jenis ini ditemukan di Neander, karena itu disebut homo Neanderthalensis dan kerabatnya ditemukan di Solo ( Homo Soloensis ).
d. Tingkat manusia modern atau homo sapiens yang telah pandai berfikir, menggunakan otak dan nalarnya.

makna manusia

Mencari makna manusia dilakukan melalui ilmu pengetahuan . Para ahli mendefinisikannya sesuai dengan bidang kajian ( obyek material )ilmu yang ditekuninya. Membicarakan tentang manusia dalam pandangan ilmu pengetahuan sangat tergantung pada metodologi yang dipergunakan dan terhadap filosofi yang mendasari. Para penganut teori Psikoanalisis menyebut manusia sebagai Homo Volens ( manusia berkeinginan ). Menurut aliran ini, manusia adalah makhluk yang memiliki perilaku interaksi antara komponen biologis ( Id ), psikologis (ego), dan social ( super ego ). Di dalam diri manusia terdapat unsure animal ( hewan ) , rasional ( akal ), dan moral ( nilai ).

penganut teori behaviorisme

Para penganut teori behaviorisme menyebut manusia sebagai homo mekanicus (manusia mesin). Behavior lahir sebagai reaksi terhadap Introspeksionisme ( aliran yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan subyektif ) dan psikoanalisis ( aliran yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak ). Behavior menganalisis perilaku yang tampak saja. Menurut aliran ini, segala tingkah laku manusia terbentuk sebagai hasil proses pembelajaran terhadap lingkungannya, tidak disebabkan aspek rasional dan emosionalnya.

penganut teori kognitif

Para penganut teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens ( manusia berfikir ). Menurut aliran ini, manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk yang bereaksi secara pasif pada lingkungan , tetapi sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya, makhluk yang selalu berfikir. Penganut teori kognitif mengecam pendapat yang cenderung menganggap pikiran itu tidak nyata karena tampak tidak mempengaruhi peristiwa. Padahal berfikir, memutuskan, menyatakan, memahami dan sebagainya adalah fakta kehidupan manusia.

penganut teori Humanisme

Para penganut teori Humanisme menyebut manusia sebagai homo ludens ( manusia bermain ). Aliran ini mengecam aliran psikoanalisis dan behaviorisme, karena keduanya tidak menghormati manusia sebagai manusia. Keduanya tidak dapat menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positif dan menentukan, seperti cinta, krealitivitas, nilai, makna, dan pertumbuhan pribadi . Menurut humanisme , manusia berperilaku untuk mempertahankan , meningkatkan, dan mengaktualisasikan dirinya. Perdebatan mengenai siapa manusia dikalangan para ilmuwan terus berlangsung dan tidak menemukan kesepakatan yang tuntas. Manusia tetap menjadi misteri yang besar dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan sampai sekarang .

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2018/09/kumpulan-bacaan-sholawat-nabi-muhammad-saw.html