Flexmedia.co.id

Flexmedia.co.id situs website pendidikan yang menyajikan informasi-informasi yang bermanfaat bagi pelajar

Kebudayaan dalam Era Digital dan Pengaruhnya terhadap Jiwa Keagamaan

Kebudayaan dalam Era Digital dan Pengaruhnya terhadap Jiwa Keagamaan

Kebudayaan dalam Era Digital dan Pengaruhnya terhadap Jiwa Keagamaan

Era global umumnya digambarkan sebagai

kehidupan masyarakat dunia yang menyatu. Karena kemajuan teknologi, manusia antarnegara jadi mudah berhubungan baik melalui kunjungan secara fisik, karena alat transportasi sudah bukan merupakan penghambat bagi manusia untuk melewati ke berbaai tempat di seantero bumi ini, ataupun melalui pemanfaatan perangkat komunikasi.

Era global yang ditopang oleh kemajuan dan kecanggihan teknologi menjadikan manusia seakan hidup dalam satu kota, kota dunia. Batas negara sudah tidak menjadi penghalang bagi manusia untuk saling berhubungan. Kehidupan manusia di era global saling pengaruh mempengaruhi, sehingga segala sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai milik suatu bangsa tertentu akan terangkat menjadi milik bersamaDibayangkan bahwa buah apel dan anggur sebagai tanaman wilayah subtropis akan dapat dibeli dan dikonsumsi oleh mereka yang tinggal di daerah yang beriklim dingin atau masyarakat di wilayah tropis. Dan mungkin saja tari pendet yang berasal dari budaya Bali akan dapat ditonton atau dilakonkan oleh para penari berkebangsaan Denmark atau Brazilia. Demikian pula gejala penyakit seperti AIDS akan menyebar ke seluruh dunia, sebagai dampak dari kunjungan wisata antarbangsa.

Era global ditandai oleh proses kehidupan mendunia, kamajuan IPTEK terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi serta terjadinya lintas budaya. Kondisi ini mendukung terciptanya berbagai kemudahan dalam hidup manusia, menjadikan dunia semakin transparan. Pengaruh ini ikut melahirkan pandangan yang serba boleh (permissiveness). Apa yang sebelumnya dianggap sebagai tabu, selanjutnya dapat diterima dan dianggap biasa. Sementara itu, nilai-nilai tradisional mengalami proses perubahan sistem nilai. Bahkan mulai kehilangan pegangan hidup yang bersumber dari tradisi masyarakatnya. Termasuk ke dalamnya sistem nilai yang bersumber dari ajaran agama.

Tetapi, menurut Davidc. Korten, ada tiga krisis yang bakal dihadapin manusia secara global. Kesadaran akan krisis ini sudah muncul sekitar tahun 1980-an, yaitu: kemiskinan, penanganan lingkungan yang salah serta kekerasan sosial. Gejala tersebut akan menjadi mimpi buruk kemanusiaan di abad ke 21 ini. Selanjutnya ia menginventarisasi ada 1 permasalahan yang secara global akan dihadapi manusia, yaitu:

  1. Pemulihan lahan kosong yang kritis
  2. Mengkonservasi dan mengalokasi sumber-sumber air yang langka
  3. Mengurangi polusi udara
  4. Memperkuat dan memelihara lahan pertanian kecil
  5. Mengurangi tingkat pengangguran yang kronis
  6. Jaminan terhadap pemeliharaan hak-hak asasi manusia
  7. Penyediaan kredit baik keigatan ekonomi berskala kecil
  8. Usaha pengurangan persenjataan dan militerisasi
  9. Pengawasan terhadap suhu udara secara global
  10. Penyediaan tempat tingal baik tunawisma
  11. Pertemuan yang membutuhkan pendidikan dua bahasa
  12. Pengurangan tingkat kelaparan, tuna aksara, dan tingkat kematian bayi untuk menambah jumlah penduduk
  13. Mengurangi tingkat kehamilan remaja
  14. Mengatur pertambahan penduduk dan pengaturan perimbangannya
  15. Meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap permasalahan yang menyangkut perkembangan global
  16. Peningkatan kewaspadaan terhadap pengrusakan alam
  17. Menyediakan fasilitas bagi kesepakatan untuk mengurangi berbagai ketegangan regional yang disebabkan perbedaan rasial, etnis dan agama.
  18. Menghilangkan atau membersihkan hujan asam
  19. Penyembuhan terhadap korban penyakit AIDS serta mengawasi penyebaran berjangkitnya wabah tersebut
  20. Menempatkan kembali atau memulangkan para pengungsi
  21. Pengawasan terhadap lalu lintas perdagangan alkohol dan penyalahgunaan obat bius

Sumber: https://blog.fe-saburai.ac.id/seva-mobil-bekas/

Flexmedia

Kembali ke atas