Mengupas Tentang Tokoh Filsafat Islam AL-GHAZALI

Mengupas Tentang Tokoh Filsafat Islam AL-GHAZALI

Mengupas Tentang Tokoh Filsafat Islam AL-GHAZALI
Mengupas Tentang Tokoh Filsafat Islam AL-GHAZALI

 

Biografi Al-Ghazali

Nama lengkapnya abu hamid Muhammad ibn Muhammad al-ghazali, ath thusi, merupakan orang Persia asli yang dilahirkan pada tahun 450 H/1058 M di Thus (dekat Mashed) dan wafatnya di nisbur pada tahun 505 H/1111 M dalam usia 54 tahun (Moh fauzan, 2002 : 30)

Karya-karya al-ghazali

Sulaiman dunya menyatakan dan mencatat bahwa karya tulis imam al-ghozali mencapai kurang lebih 300 buah, meliau mengarang dari umur 25 tahun yang di antaranya

a. Ilmu Kalam Dan Filsafat

1) Maqashid Al Falasifah
2) Tahafut Al Falasifah
3) Al Iqtishad Fi Al I’tiqad
4) Al Muqid Min Adh Dhalal
5) Maqashid Asma Fi Al Ma’ani, Asma Al Husna
6) Faial Al Mustaqim, dll

b. Kelompok fiqih dan ushul fiqih

1) Al Basith
2) Al Wasith
3) Al Wajiz
4) Al Khulashah Al Mukhtashar
5) Al Mustashfa
6) Al Mankul
7) Syifakh Al Alifi Qiyas Wa Ta’lil
8) Adz Dzari’ah Ila Makarim Al Syari’ah

c. Kelompok tafsir meliputi

1) Yaqul At Ta’wil Fi Tafsir At Tanzil
2) Tawahir Al-Qur’an

d. Kelompok ilmu tasawuf dan akhlak secara integral bahasannya ilmu kalam, fiqih dan tasawuf antara lain:
1) Ihya’ ‘Ulum Ad-Din
2) Mizan Al Amanah
3) Kimya As Sa’adah
4) Misykat Al Anwar
5) Muh As Syafat Al-Qulub
6) Minhaj Al Abiding
7) Ad Dar Fiqhiratfi Kasyf’ulum
8) Al Aini Fi Al Wahdat
9) Al Qurbat Illa Alah Azza Wajalla
10) Akhlak Al Abrarwa Najat Min Al Asrar, dll

Pandangan Al-Ghazali tentang Taukhid dan Kalam

Ilmu ini membahas tentang dzat Allah, siat-sifatnya yang eternal (al qadimah), yang aktif kreatif (al’fi’liyyah) yang esensial, dengan nama-nama yang sudah dikenal, juga membahas, keadaan para Nabi, para pemimpin umat sesudahnya dan para shabat. Beliau begitu pula membahas tentang keadaan mati dan hidup. Keadaan di bangkitkan dari kubut (al ba’ats), berkumpul di mahsyar, perhitungan amal dan melihat tuhan.
Al ghazali dalam kitabnya ihya’ ‘ulum ad0din menyesalkan adanya pergeseran istilah “tauhid” pada “kalam” tauhid yang berarti mengesakan Allah merupakan isti akidah islam yang dibawa nabi Muhammad SAW, sedangkan kalam yang beratti perkataan, hanya merupakan cara yang digunakan dalam membahas masalah-masalah aqidah.
Menurut al ghazali pengertian tauhid pada masa salaf yang terfokus pada kalimat. “La Ilaha Illa Allah” (tidak ada Tuhan selain Allah), ditanggapi dan dihayati bervariasi oleh umat waktu itu. Ada orang munafik yang bertauhid itu dihatinya dan mengucapkannya dengan sadar.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/kumpulan-kultum-ramadhan/