Pengertian Thaharah

Pengertian Thaharah

Pengertian Thaharah
Pengertian Thaharah

A. Pengertian dan Hukum Thaharah

Menurut etimologi (bahasa), Thaharah artinya bersih atau suci. Menurut terminologi (istilah) Islam, Thaharah artinya bersih dari kotoran, najis dan hadas. maksudnya disini adalah Membersihkan diri, pakaian, tempat, dan benda-benda lain dari najis dan hadas menurut cara-cara yang ditentukan oleh syariat islam.

Thaharah hukumnya wajib berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. di antara firman Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW tentang Thaharah adalah sebagai berikut :

“hai orang orang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. jika kamu junub mandilah dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau juga menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih),sapulah tangan dan mukamu dengan tanah itu. Allah SWT tidak hendak menyulitkanmu, tetapi dia hendak membersihkan dan menyempurnakan nikmatnya bagimu supaya kamu bersyukur.” (Q.S Al-Ma’idah : 6)

Thaharah berkaitan dengan sah atau tidaknya pelaksanaan ibadah yang wajib seperti shalat atau ibadah lainnya. hal itu menunjukkan betapa islam sangat mementingkan kebersihan pribadi umatnya.
Thaharah menempati kedudukan yang penting dalam ibadah. Misalnya,setiap orang yang akan mengerjakan salat dan tawaf diwajibkan terlebih dahulu berThaharah,seperti berwudhu,tayamum,atau mandi.
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ (٢٢٢)
Artinya : Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
Secara garis besar, bersuci ada dua macam, yaitu bersuci dari najis dan hadas. Sedangkan jika dilihat dari sifat dan pembagiannya, thaharah (bersuci) dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu bersuci lahiriah dan batiniah.

Baca Juga: https://www.dutadakwah.co.id/sayyidul-istigfar/

a. Bersuci Lahiriah

Beberapa contoh thaharah / bersuci yang bersifat lahiriah adalah membersihkan badan, tempat tinggal, dan lingkungan dari segala bentuk kotoran atau najis. Bersuci lahiriah meliputi kegiatan bersuci dari najis dan bersuci dari hadas.

1) Bersuci dari najis adalah berusaha untuk membersihkan segala bentuk kotoran yang melekat pada badan atau tempat yang didiami. Cara membersihkannya disesuaikan dengan bentuk atau jenis kotoran yang akan dihilangkan, seperti dibasuh sampai hilang rasa, bau, dan warna.
2) Bersuci dari hadas adalah menghilangkan atau membersihkan hadas dengan cara berwudu atau mandi. Cara membersihkannya disesuaikan dengan jenis hadas yang akan di bersihkan.

b. Bersuci batiniah

Thaharah batiniah adalah membersihkan jiwa dari kotoran batin berupa dosa dan perbuatan maksiat, seprti syirik, takabur, dan ria. Cara membersihkan sifat atau perbuatan tercela ini adalah dengan bertobat kepada Allah SWT tidak mengulangi perbuatan tercela tersebut, serta menggantinya dengan perbuatan terpuji.