Penjelasan Mengenai Alam Barzah dan Yaumul Ba’ats

Penjelasan Mengenai Alam Barzah dan Yaumul Ba’ats

Penjelasan Mengenai Alam Barzah dan Yaumul Ba'ats
Penjelasan Mengenai Alam Barzah dan Yaumul Ba’ats

Alam Barzah

Kehidupan alam barzah sanggup digambarkan sebagai pulasnya dua orang. Orang pertama sanggup pulas nyenyak sepanjang malam dan terbangun menjelang fajaruntuk shalat tahajjud selanjutnya shalat subuh. Sedangkan orang yang kedua lantaran punya kasus yang banyak sehingga beliau tidak sanggup pulas nyenyak. Orang pertama mencicipi malam itu sangat singkat, sedangkan orang yang kedua mencicipi malam itu sangat panjang dan tersiksa.

Itulah citra orang yang selalu menjalankan syariat islam maka beliau merasa didalam kuburnya sangat singkat. Sedangkan orang yang ingkar terhadap apa yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya maka beliau akan mencicipi sangat usang dan juga mencicipi siksaan.

Adapun keadaan insan di alam kubur, Allah berfirman :
النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا
“Kepada mereka diperlihatkan neraka, pagi dan petang…”(Q.S.Al-mu’min ayat 46)

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بالغَدَاةِ والْعَشِيِّ إنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ ، وإنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ ، فَيُقَالُ : هذا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللهُ يَوْمَ القِيَامةَ
( صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah SAW: “Sungguh kalau diantara kalian sudah wafat, diperlihatkan padanya tempatnya kelak setiap pagi dan sore, kalau ia penduduk nirwana maka diperlihatkan bahwa ia penduduk surga, kalau ia penduduk neraka maka diperlihatkan bahwa ia penduduk neraka, dan dikatakan padanya: inilah tempatmu. Demikian hingga kamu dibangkitkan Allah di hari kiamat” (Shahih Bukhari)
Pertanyaan ini juga dilontarkan kepada orang kafir, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ : مَنْ رَبُّكَ؟ فَيَقُولُ : هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا دِينُكَ ؟ فَيَقُولُ : هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَافْرِشُوا لَهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوءُكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ, فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ

“Kemudian ruhnya dikembalikan di dalam jasadnya. Dan dua malaikat menhadirinya dan mendudukannya. Kedua malaikat itu bertanya, “Sipakah Rabbmu?” Dia menjawaban: “Hah, hah, saya tidak tahu”.Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah agamamu?” Dia menjawaban, “Hah, hah, saya tidak tahu”.Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah pria yang sudah diutus kepada engkau ini?”Dia menjawaban: “Hah, hah, saya tidak tahu”.Lalu penyeru dari langit berseru, “HambaKu sudah (berkata) dusta, diberilah beliau hamparan dari neraka, dan bukakanlah sebuah pintu untuknya ke neraka.” Maka gerah neraka dan asapnya hadir menhadirinya. Dan kuburnya disempitkan, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan. Dan hadirlah seorang pria berwajah jelek kepadanya, berpakaian buruk, beraroma busuk, kemudian mengatakan, “Terimalah kabar yang menyusahkanmu ! INI harimu yang sudah dijanjikan (keburukan) kepadamu”. Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu yaitu wajah yang membawa keburukan?” Dia menjawaban, “Aku yaitu amalmu yang buruk”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, tidakbolehlah Engkau tegakkan hari kiamat”.

Baca Juga: Rukun Iman

Yaumul Ba’as

Yaumul Ba’as yaitu periode pertama hari akhirat, yakni hari dibangkitkannya tiruana insan dari alam barzah (kubur). Namun kasus dibangkitkannya insan dari alam kubur masih banyak insan yang menyangsingkan adanya dan keraguan insan itu sudah diungkap oleh Allah Swt dalam firmanNya :

وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ ۙ لَا يَبْعَثُ اللَّهُ مَنْ يَمُوتُ ۚ بَلَىٰ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: “Allah tidak akan akan membangkitkan orang yang mati”. (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitnya), sebagai suatu komitmen yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan insan tiada mengetahui, (Q.S.An-Nahl ayat 38)
Selanjutnya Allah Swt menyatakan secara tegas dengan firman-Nya sebagai diberikut:

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُبَلَىٰ قَادِرِينَ عَلَىٰ أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ
“Apakah insan mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.” (Q.S. Al-Qiyamah ayat 3-4)
Adapun insan yang tidak diberiman akan terkejut ketika dirinya dibangkitkan dari kuburnya, seraya menyampaikan sebagai diberikut :

قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ
“Mereka berkata, “Celakalah kami ! siapakah yang membangkitkan kami dari kawasan pulas kami (kubur)?” INI yang dijanjikan Allah Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasulNya (Q.S.Yasin ayat 52)