Ramadan dan Pemilu

Ramadan dan Pemilu

Ramadan dan Pemilu

Ramadan dan Pemilu
Ramadan dan Pemilu

Pemungutan suara Pemilu 2019 pada 17 April 2019 sudah selesai. Kini kita menunggu keputusan Komisi Pemilihan Umum (

KPU) tentang pasangan capres-cawapres yang menjadi pemenang serta parpol mana saja yang berhak mendudukkan wakilnya di DPR dan DPRD, juga anggota DPD. KPU menargetkan keputusan pemenang pemilu diumumkan paling lambat 22 Mei 2019.

Di luar sana masih terjadi berbalas pantun tentang segala hal yang berkaitan dengan kekurangan di sana-sini dalam penyelenggaraan pemilu kali ini.

Sebuah lembaga kajian Australia, Lowy Institute, menyebut Pemilu 2019 sebagai pemilu terumit dan paling menakjubkan di dunia. Selain karena serentak dengan lima surat suara yang bersamaan dicoblos, jumlah pemilih di Indonesia mencapai 193 juta orang merupakan salah satu yang terbanyak di dunia.

Terdapat 813.350 tempat pemungutan suara (TPS) yang melayani 200-300 orang. Belum

lagi jumlah caleg yang bersaing sebanyak 245.000 orang memperebutkan sekitar 20.500 kursi yang tersebar di 34 provinsi dan sekitar 500 kabupaten/kota.

Dampaknya, korban bergelimpangan. Petugas KPPS meninggal sedikitnya 424 orang dan yang sakit 3.668 orang. Tentu tak ada yang berharap dampak dari pemilu terumit dan menakjubkan dunia ini memakan korban sebanyak di atas.

Para pembuat kebijakan maupun mereka yang mengusulkan tentang pemilu serentak ini bersahut-sahutan menyesalinya. Nasi sudah jadi bubur. Yang terbaik, tentu sembari mengevaluasinya, juga memantau betul petugas KPPS dan pengawas pemilu yang hari ini masih sakit.

Dalam situasi serbasulit ini, kita menyambut Ramadan, bulan penuh rahmat, ampunan

, penyucian, serta segala kebaikan yang terkandung di dalamnya. Kontes panjang pemilu lalu yang berlanjut hingga kini, tentu harus pelan-pelan diredam dan diturunkan tensinya.

Kita hendaknya mengistirahatkan jari-jari yang selama ini sekadar digunakan menyebar fitnah, kabar bohong, pesan kebencian, dan segala keburukan lain, lewat media sosial. Kita tak sekadar menahan haus dan lapar, juga mesti menahan hawa nafsu kita yang selama ini cenderung tak terkontrol. Semoga puasa kali ini semakin menjadikan kita bertakwa.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS 2:183)

 

Baca Juga :