Rancangan Database

Rancangan Database

Rancangan Database

Rancangan Database
Rancangan Database

RANCANGAN DATABASE DAN STRATEGI PENYELESAIANNYA UNTUK SINKRONISASI DATA

Aktifitas perancangan database bukanlah perkara yang mudah dilakukan karena harus mempertimbangkan banyak aspek terkait. Pengembang sistem biasanya merancang dan menggunakan kode-kode data dalam rancangan database-nya. Penggunaan kode data tersebut memiliki beberapa alasan, antara lain untuk:

  •     Efisiensi memori
  •     Memudahkan pertukaran data antar unit
  •     Mengurangi jumlah redundansi data
  •     Meningkatkan akurasi data
  •     Fleksibilitas data
  •     Konsistensi item data

Di samping perbedaan yang disebabkan oleh perbedaan penggunaan DBMS, perbedaan kode data dalam rancangan database pada umumnya terjadi dalam tiga hal, yaitu:

  •     Tipe data.
  •     ukuran data.
  •     Domain data.

Aktivitas perancangan database sebagai salah satu tahapan dalam proyek pengembangan sistem informasi.

diharapkan mampu menghasilkan sebuah rancangan struktur database terbaik, yaitu memenuhi enam kriteria database processing berikut:

  •     Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
  •     Dapat digunakan oleh pemakai yang berbeda-beda atau beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah database.
  •     Data dalam database dapat berkembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
  •     Data yang ada dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah.
  •     Data dapat digunakan dengan cara yang berbeda-beda.
  •     Data redundancy minimal.

Pendekatan pengembangan database secara klasik dapat dilakukan dengan menggunakan DFD dan ER_D

Hasil rancangan database dapat dikatakan mencapai hasil yang optimal jika mampu memenuhi lima kriteria, yaitu:

  •     Memiliki struktur record yang konsisten secara logik.
  •     Memiliki struktur record yang mudah untuk dimengerti.
  •     Memiliki struktur record yang sederhana dalam pemeliharaan
  •     Memiliki struktur record yang mudah untuk ditampilkan kembali untuk memenuhi kebutuhan pengguna.
  •     Kerangkapan data minimal.

Beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pengembang saat melakukan perancangan database adalah:

  •     Tidak mempersiapkan rancangan yang dapat digunakan pada perkembangan sistem di masa mendatang.
  •     Pembuatan relasi yang salah.
  •     Pembuatan relasi yang redundansi.
  •     Adanya redundansi data.
  •     Kesalahan pemilihan primary key untuk suatu tabel.
  •     Kesalahan pemilihan tipe data.

aplikasi video call – Salah satu permasalahan rancangan database yang dihadapi oleh berbagai instansi pemerintah daerah saat ini adalah terkait dengan aspek interoperabilitas data dalam database. Permasalahan muncul karena database dikembangkan dalam format dan lokasi yang terpisah, dikembangkan oleh pengembang yang berbeda, pada waktu yang berbeda, untuk sistem yang berbeda, sehingga hasil rancangan database menjadi bervariasi dan tidak terintegras.

Pada sisi yang lain, perkembangan kebutuhan data atau informasi yang bersifat multisektoral saat ini semakin dibutuhkan, karena memang banyak urusan yang bersifat multisektoral. Kebutuhan tersebut tidak bisa dipenuhi oleh satu sumber informasi saja, sehingga diperlukan komposisi dari banyak sumber data. Pemenuhan kebutuhan data dan informasi multisektor perlu ditangani secara komprehensif, baik pada aspek teknis maupun tataran kebijakan.

Dalam konteks implementasi e-Gov di Indonesia, pengaturan aspek teknis memiliki tujuan agar mekanisme pertukaran data mencapai tingkat interoperabilitas yang tinggi, sehingga transfer data dari sumber ke tujuan dapat dilakukan tanpa mempedulikan heterogenitas platform perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan.

Pada tataran kebijakan, protokol pertukaran data perlu disusun untuk menjamin tingkat interoperabilitas yang tinggi.Secara teknis, persoalan interoperabilitas di atas heterogenitas aplikasi telah dapat diselesaikan menggunakan teknologi XML (eXtensible Markup Language).

XML adalah sebuah format dokumen yang mampu menjelaskan struktur dan semantik (makna) dari data yang dikandung oleh dokumen tersebut.

XML digunakan oleh web services sebagai format dokumen dalam pertukaran data antar aplikasi. Karena XML merupakan suatu format dokumen yang berbasis teks, maka web services memungkinkan berlangsungnya komunikasi antar aplikasi yang berbeda dengan platform yang berbeda pula.

Web services dapat diimplementasikan dalam berbagai jenis platform dengan menggunakan bahasa pemrograman apa pun.XML telah menjadi standar de-facto pertukaran data antar aplikasi. Spesifikasi format XML telah distandarkan menjadi referensi yang sama bagi setiap aplikasi yang memerlukan.

Kebijakan penyeragaman format dan mekanisme pertukaran data antar instansi juga diperlukan untuk mengatasi isu-isu terkait dengan interoperabilitas antar sistem, seperti keamanan dan integritas data, pembagian kewenangan, dan masalah legaL.