RECALL DAN PRECISION DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

RECALL DAN PRECISION DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

RECALL DAN PRECISION DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

RECALL DAN PRECISION DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI
RECALL DAN PRECISION DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

Menurut Abdulmain (2010)

ada sebuah perbedaan antara dokumen partinence dengan dokumen relevan. Relevan didefinisikan sebagai hubungan antara dokumen dengan permintaan (rtelationship between a document and an information request), dan pertinence adalah hubungan antara dokumen dengan kebutuhan informasi (relationship between a document and an information need). Dengan kata lain, dokumen relevan adalah dokumen yang cocok dengan pertanyaan penelusur, sedang dokumen pertinence adalah dokumen yang dinilai (judged) berguna oleh pemakai.

Pendit (2007)

menjelaskan bahwa salah satu prinsip relevansi yang digunakan dalam sistem temu kembali informasi adalah penggunaan ukuran recall dan precision. Hal ini dikarenakan, menurut Pao (dalam Hasugian, 2006), recall dan precision adalah dua hal penting yang biasanya digunakan dalam mengukur efektivitas sistem temu kembali informasi.

Recall menurut Lancaster dalam Pendit (2007)

adalah proporsi jumlah dokumen yang dapat ditemukan kembali oleh sebuah proses pencarian dalam sistem temu kembali informasi. Sedangkan, precision adalah proporsi jumlah dokumen yang ditemukan dan dianggap relevan untuk kebutuhan pencari informasi/rasio jumlah dokumen relevan yang ditemukan kembali dengan total jumlah dokumen dalam kumpulan dokumen yang dianggap relevan.

Sedangkan recall (perolehan) berdasarkan penjelasan dari Hasugian (2006)

dapat diartikan sebagai kemampuan sebuah sistem dalam memanggil kembali dokumen yang dianggap relevan atau sesuai dengan yang diinginkan oleh pengguna dari pangkalan data (database). Sedangkan precision (ketepatan) dapat diartikan sebagai kemampuan sebuah sistem untuk tidak memanggil kembali dokumen yang dianggap tidak relevan atau tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh pengguna dari pangkalan data (database).

Efektivitas sistem temu kembali informasi dinilai berdasarkan teori dari Lancaster dalam Pendit (2008) yaitu relevan dan tidak relevan. Dalam teori tersebut juga dijelaskan bahwa efektivitas sistem temu kembali informasi dikategorikan menjadi dua yaitu efektif jika nilainya diatas 50% dan tidak efektif jika nilainya dibawah 50%. Kedua ukuran diatas dinilai dalam bentuk presentase, 1-100%. Sebuah sistem temu kembali informasi akan dianggap baik jika tingkat recall maupun precision-nya tinggi. Kondisi ideal efektivitas sistem temu kembali informasi menurut Pao dalam Hasugian (2006) adalah apabila rasio recall dan precision-nya sama besarnya (1:1).

Menurut Rowley dalam Hasugian (2006)

menjelaskan bahwa efektivitas sistem bisa juga diukur hanya berdasarkan tinggi atau rendahnya ketepatan dokumen dengan query. Selain itu, juga dijelaskan bahwa recall sebenarnya sulit diukur karena jumlah seluruh dokumen yang relevan dalam database sangat besar. Oleh karena itu ketepatan-lah (precision) yang biasanya menjadi salah satu ukuran yang digunakan untuk menilai efektivitas sistem temu kembali informasi.

Sumber: https://fungsi.co.id/