Rehabilitasi Medis (Medical Rehabilitation)

Rehabilitasi Medis (Medical Rehabilitation)

Rehabilitasi Medis (Medical Rehabilitation)
Rehabilitasi Medis (Medical Rehabilitation)

Minn (Ahmad Tohamuslim, 1985:3), memberikan pengertian rehabilitasi medis sebagai berikut:

“Rehabilitasi medis adalah lapangan specialisasi ilmu kedokteran baru, berhubungan dengan penanganan secara menyeluruh dari pasien yang mengalami gangguan fungsi/ cedera (impairment), kehilangan fungsi/cacat (disability), yang berasal dari susunan otot-tulang (musculos keletal), susunan otot syaraf (neuromuscular), serta gangguan mental, sosial dan kekaryaan yang menyertai kecacatan tersebut”.

       Ruang lingkupnya mencakup kegiatan pelayanan medis yang meliputi, pemeriksaan fisik, mengadakan diagnosa, pengobatan dan pencegahan, latihan penggunaan alat-alat bantu dan fungsi fisik.

       Tujuan dari rehabilitasi medis ini ada dua, yaitu:

  1. Jangka panjang, dimana pasien segera keluar dari tempat tidur dapat berjalan tanpa atau dengan alat paling tidak mampu memelihara diri sendiri.
  2. Jangka pendek, dimana pasien dapat hidup kembali ditengah masyarakat, paling tidak mampu memelihara diri sendiri, ideal dan dapat kembali kepada kegiatan kehidupan semula atau mendekati.

Pelayanan Rehabilitasi Medik dilakukan dengan menjunjung filosofi-filosofi berikut:

  1. Rehabilitasi merupakan ‘jembatan’ yang menjangkau perbedaan antara kondisi tidak berguna-berguna, kehilangan harapan- berpengharapan (Rehabilitation is a bridge spanning the gap between uselessness-usefulness, hopelessness – hopefulness)
  2. Rehabilitasi tidak hanya memperpanjang usia tapi juga menambah makna/kualitas dalam hidup (rehabilitation is not only to add years to life but also add life to years).

Dalam rehabilitasi medis ada beberapa teknik yang dapat digunakan, antara lain ;

Operasi ortopedi

Operasi ortopedi dilakukan sebagai usaha untuk menghilangkan bagian yang menyebabkan terjadinya kesalahan bentuk atau gerak.

Fisioterapi

Fisioterapi adalah melatih otot-otot bagian badan yang mengalami kelainan, yang dilakukan sbelum dan sesudah tindakan medis. Dalam latihan ini melibatkan otot atau gerak secara aktif melalui berbagai kegiatan fisik, latihan berjalan, latihan keseimbangan, dan lain-lain.

Activities daily living

Activities daily living adalah latihan berbagai kegiatan sehari-hari dengan maksud untuk melatih  penderita agar mampu melakukan gerakan atau perbuatan menurut keterbatasan kemampuan fisiknya. Berdasarkan jenis aktivits sehari-hari, yang perlu diajarkan paa anak tunadaksa antara lain aktivitas pada tempat tidur, aktivitas paa kursi roda, aktivitas melayani keperluan sendiri, aktivitas bergerak dan berpindah tempat, dan aktivitas berpergian.

Occupational therapy

Occupational therapy adalah bentuk usaha atau aktivitas bersifat fisik dan psikis dengan tujuan membantu penderita tunadaksa agar menjadi lebih baik dan kuat dari kondisi sebelumnya melalui sejumlah tugas atau pekerjaan tertentu. Sarana yang dapat digunakan dalam kegiatan terapi tugas ini, antara lain melukis, memahat, kerajinan tangan, menyulam, merajut, untuk melatih kemampuan tangan.

Pemberian protese

Pemberian protese adalah pemberian perangkat tiruan untuk mengganti bagian-bagian tubuh yang hilang atau cacat, misalnya kaki tiruan, tangan tiruan, mata tiruan, gigi tiruan, dan sebagainya.

Baca juga