Rekomendasi KDEI Taipei soal Kuliah-Magang, Hentikan Program IAC

Rekomendasi KDEI Taipei soal Kuliah-Magang, Hentikan Program IAC

Rekomendasi KDEI Taipei soal Kuliah-Magang, Hentikan Program IAC

Rekomendasi KDEI Taipei soal Kuliah-Magang, Hentikan Program IAC
Rekomendasi KDEI Taipei soal Kuliah-Magang, Hentikan Program IAC

Tidak semua kegiatan kuliah sambil magang melalui program Industry

Academia Collaboration (IAC) di Taiwan bermasalah. Ada sebagian yang berjalan baik. Khususnya yang tidak terlalu melibatkan banyak agensi atau yayasan dan sejenisnya.

Kondisi itu diakui Kepala Bidang Perlindungan WNI dan Penerangan Sosial Budaya Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan Fajar Nurhadi. Dia bercerita cukup lama ketika ditemui Jawa Pos di kantor KDEI di Distrik Naihu, Taipei, kemarin sore (9/1).

“Rekrutmennya berserakan. Dugaan saya, individu saja bisa

(mengirim mahasiswa program kuliah-magang ke Taiwan, Red),” tuturnya. Menurut dia, sistem rekrutmen yang berserakan dan tidak termonitor pemerintah Indonesia tersebut tidak baik. Pembenahan rekrutmen, antara lain dengan keterlibatan agensi, menjadi salah satu saran perbaikan dari pihak KDEI.

Fajar menjelaskan, agensi yang terlibat dalam pengiriman mahasiswa magang IAC tersebut tidak hanya berada di Indonesia. Ada juga agensi lagi di Taiwan. Misalnya yang dialami sejumlah mahasiswa program IAC di Chia Nan University of Pharmacy and Science. Dia juga mendengar ada mahasiswa Indonesia peserta program IAC di kampus tersebut yang ditempatkan satu asrama bersama pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKI.

Menurut dia, ada kasus satu agensi di Taiwan yang menangani program magang untuk sejumlah kampus. “Contohnya, agensi untuk kampus Chia Nan itu sama dengan kampus Far East University,” tuturnya. Tetapi, dengan alasan tertentu, akhirnya kampus Far East memutuskan untuk mengelola sendiri mahasiswa magangnya. Saat ini kuliah sambil magang di Far East University relatif berjalan baik.

Fajar menjelaskan, lalu lintas perjalanan mahasiswa program magang IAC

tersebut tidak diketahui KDEI. Begitu tiba di Taiwan, mereka langsung dibawa agensi. Kemudian diserahkan ke kampus.

Menurut dia, sampai saat ini, KDEI Taipei tetap merekomendasikan program IAC dihentikan sementara. Baik perekrutan maupun pengiriman. Sebab, pengoperasian program itu harus ditata terlebih dahulu. Dia menegaskan bahwa KDEI sudah bertemu dengan Kementerian Pendidikan Taiwan. Mereka siap mengakomodasi masukan Indonesia.

Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Taipei Sutarsis juga mengungkapkan peran agensi dalam program IAC yang banyak bermasalah itu. Dia menjelaskan, pihak agensi bahkan bisa mengatur atau mengendalikan jurusan yang dipilih mahasiswa. Banyak kasus jurusan yang dipromosikan agensi yang ternyata tidak sesuai dengan jurusan di kampus.

Kemudian, pungutan biaya pemberangkatan yang sangat bervariasi oleh agensi-agensi. “Sebaiknya ada standardisasi,” jelasnya.

 

Baca Juga :