Flexmedia.co.id

Flexmedia.co.id situs website pendidikan yang menyajikan informasi-informasi yang bermanfaat bagi pelajar

Unsur-Unsur Ilmu Pendidikan

  1. Unsur-Unsur Ilmu Pendidikan

 

  1. Peserta Didik

 

Peserta didik berstatus sebagai subjek didik karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom yang ingin diakui keberadaannya. Peserta didik memiliki ciri-ciri yang perlu dipahami adalah:
  1. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas.
  2. Individu yang sedang berkembang.
  3. Individu yang membutuhkan bimbingan individu dan perlakuan manusiawi.
  4. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri
Menurut Al-Ghozali, peserta didik memiliki sepuluh poin kewajiban atau wadlifah, yaitu:[4]
  1. Memprioritaskan penyucian diri dari akhlak tercela dan sifat buruk, sebab, ilmu itu bentuk peribadatan hati.
  2. Peserta didik menjaga diri dari kesibukan-kesibukan duniawi dan seyogyanya berkelana jauh dari tempat tinggal. Sebab, bergelut dengan kesibukan-kesibukan duniawi dapat memalingkan konsentrasi belajarnya, sehingga kemampuan menguasai ilmu yang dipelajari menjadi tumpul.
  3. Tidak membusungkan dada terhadap orang ‘alim (guru), melainkan bersedia patuh dalam segala urusan dan bersedia mendengarkan nasehatnya.
  4. Peserta didik hendaknya menghindarkan diri dari mengkaji variasi pemikiran dan tokoh, baik menyangkut ilmu-ilmu duniawi maupun ilmu-ilmu ukhrawi. Sebab, hal ini dapat mengacaukan pikiran, membuat bingung, dan mencegah konsentrasi.
  5. Penuntut ilmu tidak mengabaikan suatu disiplin ilmu apapun yang terpuji, melainkan bersedia mempelajarinya hingga tahu akan orientasi dari disiplin ilmu yang dimaksud. Apabila usia dan kesempatan mengizinkan, ia bisa mendalaminya lebih lanjut. Namun jika tidak, ia perlu memprioritaskan disiplin ilmu yang terpenting untuk didalami.
  6. Penuuntut ilmu dalam usaha mendalami suatu disiplin ilmu tidak dilakukan secara sekaligus, akan tetapi perlu bertahap dan memprioritaskan yan terpenting.
  7. Penuntut ilmu tidak melangkah mendalami tahap ilmu berikutnya hingga ia benar-benar menguasai tahap ilmu sebelumnya. Sebab, ilmu-ilmu itu bersinambung secara linier, satu sama lain terkait.
  8. Penuntut ilmu hendaknya mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan dapat memperoleh ilmu yang paling mulia. Kriterianya kemuliaan dan keutamaan ilmu didasarkan pada dua hal: keutamaan hasil (dampak) dan reliabilitas landasan argumentasinya.
  9. Tujuan belajar penuntut ilmu adalah pembersihan bathin dan menghiasinya dengan keutamaan serta pendekatan diri kepada Allah serta meningkatkan maqam Sebaliknya bukan bertujuan mencari kedudukan, kekayaan dan popularitas.
  10. Penuntut ilmu mengetahui relasi ilmu-ilmu yang dikajinya dengan orientasi yang dituju, sehingga dapat memilah dan memilih ilmu mana yang harus dipriorit

 

Sumber :

https://fgth.uk/

Flexmedia

Kembali ke atas