Tujuan penentuan dan pengambilan sampel

Tujuan penentuan dan pengambilan sampel

Tujuan penentuan dan pengambilan sampel

Tujuan penentuan dan pengambilan sampel
Tujuan penentuan dan pengambilan sampel

Langkah selanjutnya yang Anda lakukan setelah melakukan perumusan pertanyaan masalah adalah memilih sampel penelitian. Sampel penelitian tidak dapat dilakukan secara sembarangan, tetapi harus sesuai dengan penelitian. Bagaimana cara pengambilan sampel? Melalui uraian berikut, hal itu akan dijelaskan.

Setelah masalah penelitian berhasil dirumuskan dengan baik, langkah selanjutnya adalah menentukan sampel penelitian. Pengambilan sampel dilakukan karena sering tidak mungkin melakukan pengamatan terhadap populasi yang sangat besar. Misalnya, pengamatan terhadap segenap warga Jakarta.

Hambatan lain dari pengamatan terhadap seluruh populasi tadi berupa rusak atau kacaunya pengaturan. Misalnya, tidak mungkin peneliti mencicipi semua manggis sebanyak satu gerobak yang akan diteliti, atau tidak mungkin meneliti semua karung beras yang berjumlah ratusan banyaknya dalam satu gudang Dolog, karena hal ini pasti akan mengacaukan pengaturan di gudang. Oleh karena itu, perlu diadakan pengambilan sampel dari satu populasi. Penelitian dengan menggunakan sampel disebut penelitian sampel.

Pengambilan sampel bisa dilakukan secara acak dan tidak acak. Sampel yang diambil secara acak adalah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga semua individu memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel penelitian. Hasil dari sampel penelitian kemudian digeneralisasikan atau dibuat kesimpulan sebagai sesuatu yang berlaku bagi populasi.

Tujuan Penentuan Sampel
Tujuan penentuan sampel adalah untuk memperoleh keterangan mengenai objek penelitian dengan cara mengamati sebagian dari populasi saja. Suatu metode pengambilan sampel yang ideal mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
1. Dapat menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti.
2. Dapat menentukan presisi (perbedaan hasil yang didapat dari contoh/sampel) dari hasil penelitian dengan jalan penyimpangan baku dari data yang diperoleh.
3. Sederhana dan mudah dilaksanakan.
4. Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya yang serendah-rendahnya.
5. Merupakan penghematan yang nyata dalam soal waktu, tenaga, dan biaya jika dibandingkan dengan pencacahan lengkap.

Tujuan Pengambilan Sampel
Tujuan pengambilan sampel adalah sebagai berikut.
1. Mengadakan reduksi (pengurangan) terhadap kuantitas objek yang diteliti. Tidak semua populasi atau peristiwa akan diteliti, tetapi hanya sebagian saja.
2. Mengadakan generalisasi terhadap hasil penelitian. Generalisasi di sini berarti membuat kesimpulan ringkas terhadap fenomena yang sangat banyak jumlahnya.
3. Menonjolkan sifat-sifat umum dari populasi. Untuk itu, orang berusaha mengeliminasi ciri-ciri yang khas individual. Dalam bahasa bilangan, hal ini bisa dinyatakan sebagai berikut. Setiap anggota populasi dianggap berbeda dari keadaan rata-rata populasi. Kondisi sebagian dari anggota populasi lebih kecil atau lebih besar dari harga rata-rata. Akan tetapi, jika dilihat secara keseluruhan, sifat yang berbeda (yang khas dan yang individual) tadi tidak ditampakkan secara menonjol. Yang lebih dikemukakan ialah sifat-sifat umumnya. Dalam hal ini adalah harga rata-ratanya. Namun demikian, untuk menjaga agar ciri-ciri khas individual itu tidak banyak dihilangkan, perlu diusahakan jumlah sampel yang cukup besar.

Baca Juga : 

Kelainan pada Mata dan Cara Perawatan Mata

Kelainan pada Mata dan Cara Perawatan Mata

Kelainan pada Mata dan Cara Perawatan Mata

Kelainan pada Mata
a. Rabun Jauh (Miopi)
Orang yang menderita rabun jauh tidak dapat melihat suatu benda dengan jelas apabila jaraknya jauh. Penyebabnya adalah lensa mata terlalu pipih. Pada mata orang yang menderita rabun jauh, bayangan benda jatuh di depan retina. Orang tersebut harus ditolong dengan kacamata yang berlensa cekung (negatif) agar bayangan benda jatuh tepat pada retina.

b. Rabun Dekat (Hipermetropi)
Penderita rabun dekat tidak dapat melihat benda kecil di dekatnya, misalnya tidak dapat membaca huruf kecil di koran dari dekat. Pada mata orang yang menderita rabun dekat, bayangan benda jatuh di belakang retina. Supaya bayangan jatuh tepat pada retina, maka penderita harus dibantu dengan kacamata berlensa cembung (positif).

c. Rabun Tua (Presbiopi)
Orang yang sudah berusia lanjut kemampuan akomodasinya sangat lemah, akibatnya tidak dapat melihat benda yang letaknya jauh ataupun dekat. Penderita dapat ditolong dengan menggunakan kaca mata berlensa rangkap, yaitu lensa positif untuk penglihatan dekat dan lensa negatif untuk penglihatan jauh.

d. Rabun Senja (Hemerolopi)
Penderita rabun senja tidak dapat melihat benda dengan jelas pada waktu senja hari. Hal ini disebabkan kekurangan vitamin A.

e. Buta Warna
Buta warna merupakan kelainan pada mata karena ketidakmampuan membedakan warna-warna tertentu, misalnya merah, kuning, hijau, dan biru. Cacat mata ini termasuk kelainan yang bersifat menurun.

Cara Perawatan Mata
Agar mata kita tetap sehat, maka kita harus menjaga dan merawatnya dengan baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
a. membiasakan makan makanan yang mengandung vitamin A, misalnya sayur-sayuran dan buah-buahan;
b. jangan membaca dengan penerangan yang terlalu redup dan terlalu terang;
c. pada waktu membaca diusahakan jarak tulisan dengan mata sekitar 30 cm;
d. jangan membaca buku dan menonton televisi sambil berbaring;
e. hindarkan mata dari kotoran atau debu dengan cara, misalnya memakai kaca mata, jika berada di tempat yang berdebu;
f. pada saat menonton televisi, jarak tubuh dengan televisi minimal lima kali panjang diagonal televisi.

Sumber : https://forbeslux.co.id/

Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional

Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional

Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional

Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional
Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional

Untuk mengetahui perkembangan atau pertumbuhan perekonomian suatu negara, indikator yang dapat digunakannya, yaitu dengan melihat kondisi pendapatan nasional suatu negara tersebut. Banyaknya kegiatan pembangunan ekonomi, dapat mcnekannya laju pertumbuhan pcnduduk, mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran adalah salah satu proses pertumbuhan ekonomi dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Selain itu, adanya perubahan struktur sosial dan sikap mental masyarakat merupakan proses pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, semakin banyak masyarakat menghasilkan barang dan jasa, akan semakin meningkat pula pendapatan nasionalnya. Semakin besar pendapatan nasional, semakin besar pertumbuhan ekonomi. Adapun manfaat mempelajari pendapatan nasional, yaitu sebagai berikut.

1. Mengukur tingkat kemakmuran suatu negara. Besar kecilnya pendapatan nasional suatu negara merupakan tolok ukur tercapainya tingkat kemakmuran suatu negara. Semakin tinggi pendapatan nasional suatu negara, semakin tinggi tingkat kemakmurannya. Sebaliknya, semakin rendah pendapatan nasionalnya, setnakin rendah tingkat kemakmuran suatu negara tersebut.

2. Mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode.

3. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa.

4. Data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdagangan, atau jasa.

5. Untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

Sumber : https://cialis.id/

PENGERTIAN PENDERITAAN

PENGERTIAN PENDERITAAN

PENGERTIAN PENDERITAAN

PENGERTIAN PENDERITAAN
PENGERTIAN PENDERITAAN

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada urnumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya? . Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya banyak kelebihan dibandingkan dengan mahluk ciptaannya y.ang lain. tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakannya ? Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah ak.an nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya. Kepasrahan karena yakin bahwa kekuasaan Tuhan memang jauh lebih besar dari dirinya, ak.an membuat manusia merasakan dirinya kecil dan menerima takdir. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhirya masih dapat bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.

Baca Juga : 

KEYAKINAN / KEPERCAYAAN

KEYAKINAN KEPERCAYAAN

KEYAKINAN / KEPERCAYAAN

KEYAKINAN KEPERCAYAAN
KEYAKINAN KEPERCAYAAN

Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuaasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme, dan aliran gabungan.
a) Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dati natur, dan itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya pada Tuhan, natur itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alarn semesta lengkap dengan hukum-hukumnya, secara mutlak dikuasai Tuhan. Manusia sebagai mahluk tidak mampu
menguasai alarn ini, karena manusia itu lemah. Manusia hanya dapat berusaha/berencana tetapi Tuhan yang menentukan.
Aliran naturalisme berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkinjuga tidak ada Tuhan. Lalu mana yang benar ? Yangbenar adalah keyakinan. Jika kita yakin Tuhan itu ada, maka kita katakan Tuhan ada. Bagi yang tidak yakin, dikatakan Tuhan tidak ada yang ada
hanya natur.
b) Aliran intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir, Mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi. Teknologi adalah alatbantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan hati nurani. Akal berasal dari bahasa Arab, artinya kalbu, yang berpusat di hati, sehingga timbul istilah “hati nurani”, artinya daya rasa Di Barat hati nurani ini menipis, justru yang menonjol adalah akal yaitu logika berpikir, Karena itu aliran ini banyak dianut di kalangan Barat Di TOOur orang mengutamakan hati nurani,yang baik menurut akal belum tentu baik menurut hati nurani.
c) Aliran Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib attinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi, apa yang benar
menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani.

Sumber : https://bingo.co.id/

USAHA / PERJUANGAN

USAHA / PERJUANGAN

USAHA PERJUANGAN

Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita, Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya, Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempuma. Apabila manusia bercita-cita rnenjadi kaya, ia hams kerja keras.
Apabila seseorang bercita-cita menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar dan tekun serta memenuhi semua ketentuan akademik. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau
dengan kedua-duanya. Para ilmuwan lebih banyak bekerja kems dengan otak/ilmunya daripada dengan jasmaninya. Sebaliknya pam buruh, petani lebih banyak menggunakan jasmani daripada otaknya. Para tukang dan para ahli lebih banyak menggunakan kedua-duanya otak dan jasmani daripada salah satunya. Para politisi lebih banyak kerja otak daripada jasmani. Sebaliknya pam prajurit lebih banyak kerja jasmani daripada otak.

Sumber : https://apartemenjogja.id/

EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN

EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN

EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN

Asesmen dan evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pembelajaran secara keseluruhan. Dengan demikian, guru patut dibekali dengan keterampilan melakukan asesmen dan evaluasi sebagai ilmu yang mendukung tugasnya. Dalam hal ini, guru bertugas mengukur apakah siswa telah menguasai ilmu yang sudah dipelajari sesuai tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Proses evaluasi akan terlaksana secara tepat jika disertai dengan proses asesmen sebagai upaya mengungkap seberapa besar kendala yang dihadapi siswa.
Dalam buku ini diuraikan konsep, ilustrasi, dan contoh asesmen dan evaluasi guna menunjang pemahaman guru dalam melaksanakan pembelajaran. Dipaparkan juga dengan jelas bagaimana cara dalam melakukan asesmen dan evaluasi. Buku ini sengaja disusun untuk memehuni kebutuhan para guru, dosen, dan mahasiswa dalam melaksanakan tugasnya. Melalui buku ini tugas asesmen dan evaluasi dapat dilaksanakan dengan baik. Pelaksanaan asesmen serta evaluasi dapat dikuasai dengan benar.
Disajikan pula langkah-langkah dalam merakit butir soal menjadi instrumen tes sehingga mampu mengembangkan tes yang benar-benar mengukur keterampilan sesuai dengan tujuan. Dilengkapi pula dengan teknik asesmen dan evaluasi beserta panduan pensekoran dan rubrik penilaiannya.

Baca Juga : 

Asesmen dan Evaluasi dalam Pembelajaran

Asesmen dan Evaluasi dalam Pembelajaran

Asesmen dan Evaluasi dalam Pembelajaran

Asesmen dan evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pembelajaran secara keseluruhan. Dengan demikian, guru patut dibekali dengan keterampilan melakukan asesmen dan evaluasi sebagai ilmu yang mendukung tugasnya. Dalam hal ini, guru bertugas mengukur apakah siswa telah menguasai ilmu yang sudah dipelajari sesuai tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Proses evaluasi akan terlaksana secara tepat jika disertai dengan proses asesmen sebagai upaya mengungkap seberapa besar kendala yang dihadapi siswa.
Dalam buku ini diuraikan konsep, ilustrasi, dan contoh asesmen dan evaluasi guna menunjang pemahaman guru dalam melaksanakan pembelajaran. Dipaparkan juga dengan jelas bagaimana cara dalam melakukan asesmen dan evaluasi. Buku ini sengaja disusun untuk memehuni kebutuhan para guru, dosen, dan mahasiswa dalam melaksanakan tugasnya. Melalui buku ini tugas asesmen dan evaluasi dapat dilaksanakan dengan baik. Pelaksanaan asesmen serta evaluasi dapat dikuasai dengan benar.
Disajikan pula langkah-langkah dalam merakit butir soal menjadi instrumen tes sehingga mampu mengembangkan tes yang benar-benar mengukur keterampilan sesuai dengan tujuan. Dilengkapi pula dengan teknik asesmen dan evaluasi beserta panduan pensekoran dan rubrik penilaiannya

Sumber : https://andyouandi.net/

My Dream House

My Dream House

My Dream House

Semua orang pasti punya mimpi memiliki rumah idaman
Beberapa orang lebih nyaman dengan cara membeli melalui developer atau membangun sendiri.
Jika Anda berencana membeli rumah jadi melalui developer Anda tidak perlu terlalu repot dengan proses seperti orang yang ingin membangun Rumah sendiri, Anda tinggal datang ke lokasi perumahan yang Anda inginkan, datang ke bagian pemasaran, memilih cluster yang anda inginkan dan selesai.
Berbeda dengan proses jika Anda ingin membangun Rumah sendiri baik menggunakan jasa Arsitek / kontraktor maupun dikerjakan sendiri.
Berikut ini beberapa hal yang diperlukan untuk membangun rumah agar semuanya berjalan dengan lancar, disamping dana yang harus Anda persiapkan untuk mewujudkannya :
1. Memilih lokasi tanah,
Memilih lokasi dimana rumah yang akan kita Bangun adalah suatu pekerjaan yang menuntut suatu ketelitian, bukan saja aspek teknis, juga beberapa aspek lain yang turut menentukan, seperti aspek ekonomi, pencapaian juga aspek lain yang bisa dijadikan dasar pemilihan lokasi tanah dimana kita akan membangun rumah nantinya.
Aspek Ekonomi : Mungkin aspek ekonomi ini lebih mengedepankan sisi nilai tanah tersebut jika dilihat dari segi investasi, apakah nilai tanah dan lingkungan sudah sesuai dengan harga bangunan yang akan di rencanakan, misal lokasi tanah yang berada di suatu daerah yang kurang strategis ( di dalam gang, di daerah pemukiman padat, di daerah pinggiran kota dengan akses yang sulit, dll ) akan di Bangun Rumah dengan nilai diatas Rp 500 juta, jika dilihat secara ekonomi maka nilai bangunan dan nilai tanah tidak sesuai dengan prinsip ekonomi, pasti jika Rumah tersebut akan di jual harganya juga akan jatuh, padahal harga bangunan sudah tinggi, itu disebabkan karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Oleh karena itu disarankan untuk memilih lokasi tanah yang sesuai dengan rencana pembangunan, atau jika kita memang sudah memiliki tanah yang berada di lokasi yang kurang menguntungkan secara ekonomi, maka rencana pembangunan juga harus disesuaikan dengan nilai tanah yang ada.
Aspek Pencapaian : Alasan pemilihan lokasi juga bisa dilihat dari aspek pencapaian ini, biasanya kita mengukur aspek pencapaian ini dengan kegiatan rutin aktivitas kita sehari – hari, seperti bekerja, sekolah anak – anak, dan pencapaian dari fasilitas – fasilitas lain seperti hiburan dan perdagangan. Semakin dekat lokasi dimana kita ingin membangun Rumah dengan tempat kita bekerja, sekolah anak – anak, hiburan dan perdagangan, maka lokasi tersebut akan semakin memiliki nilai positif dari aspek pencapaian ini, dan ini juga akan berpengaruh ke aspek ekonomi tentunya.
Aspek Teknis :
2. Mencari informasi mengenai harga bangunan, model atau trend arsitektur
Setelah kita mempunyai tempat yang tepat dimana kita akan membangun Rumah, maka tahap berikutnya adalah mengumpulkan informasi selengkap mungkin tentang rencana pembangunan Rumah, kumpulkan informasi mengenai harga bangunan saat ini, melihat – lihat produk – produk bahan bangunan, misal dengan berjalan – jalan di super market bahan bangunan, dimana kita bisa melihat wujud dan harga bahan – bahan bangunan tersebut. Yang tidak kalah penting dalam mengumpulkan informasi sebanyak – banyaknya tentang Rumah adalah, melihat trend – trend arsitektur yang sedang berkembang saat ini, misal dengan melihat pameran perumahan, membaca majalah atau tabloid perumahan, bisa juga Anda mencari informasi melalui INTERNET tentang perumahan dan lain – lain cara Anda untuk mengumpulkan informasi mengenai pembangunan Rumah.
3. Mencari Arsitek untuk membantu membuatkan disain Rumah
Jika kita sakit, kita mencari dokter untuk menyembuhkan penyakit kita, jika kita mempunya mobil dan rusak maka kita mencari seorang montir untuk memperbaiki mobil kita. Dan siapa yang kita perlukan apabila kita ingin membangun Rumah ? tentu saja seorang arsitek yang kita cari. Terkadang banyak orang berpikir berapa kita harus membayar seorang arsitek, padahal kita hanya ingin membangun Rumah kecil saja, terkadang pemikiran seperti ini sering terlintas dalam pikiran banyak orang tentang seberapa perlunya memanggil seorang arsitek untuk membuatkan disain Rumah yang akan kita Bangun, yang terlintas seringkali adalah “ pasti mahal memakai jasa arsitek untuk membangun Rumah “ . Pemikiran – pemikiran inilah yang harus kita hilangkan, seringkali arsitek justru memberikan solusi – solusi mengenai rencana kita membangun Rumah, arsitek biasanya mencarikan solusi baik dari segi disain dan juga buget yang disediakan untuk rencana pembangunan Rumah tersebut agar sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Seorang arsitek justru akan memberikan gambaran yang sejelas – jelasnya tentang disain dan biaya yang akan dikeluarkan nanti, justru dengan memakai jasa arsitek kita sebisa mungkin menghindari pekerjaan pekerjaan yang nantinya akan menimbulkan pemborosan, bongkar pasang akibat dari perencanaan yang kurang matang sebelumnya, yang jika di bandingkan dengan jasa yang harus di bayar untuk seorang arsitek justru lebih besar, belum lagi hasil disain yang mungkin kita tidak puas.
Dengan memakai jasa seorang arsitek, maka kita bisa melihat hasil akhir dari disain dengan bantuan sketsa – sketsa disain atau karena kemajuan teknologi saat ini, kita bisa juga melihat hasil akhir dari disain persis seperti aslinya dengan bantuan animasi komputer.

Sumber : https://aziritt.net/

Kesalahpahaman Konsep Multimedia

Kesalahpahaman Konsep Multimedia

Kesalahpahaman Konsep Multimedia

Kesalahpahaman Konsep Multimedia

Beberapa kesalahpahaman tentang konsep me­ngenai multimedia yang seringkali dilakukan oleh kebanyakan orang sayangnya mereka tidak pernah menyadari akan kesalahan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Sebagian besar pengguna teknologi multi media masih menganggap bahwa multi media hanya sebagai alas penampil suatu materi yang akan disampaikan. Padahal hal ini salah sebab tidak semua multimedia mampu memberikan semua itu.

2. Multimedia dipandang sebagai wahana yang selalu memberikan dampak yang positif pada pembelajaran. Ini memang ada benarnya, karena kita semua tahu bahwa multimedia tentu akan memberikan efek yang positif dalam proses pembelajaran. Namun demikian perlu diingat, bahwa tidak selamanya multimedia akan memberikan efek yang positif Baja, bisa juga multimedia justru akan memberikan efek yang negatif jika kita tidak mampu meng­gunakannya sesuai dengan proporsinya.

3. Karena multimedia memanfaatkan banyak ber­bagai ragam media seperti (audio, visual, animasi gerak, dll) maka peserta merta akan menghasilkan proses kognitif yang banyak pula, dan kita harus menyadari dan memahami semua itu. Dengan bahasa sederhana dikatakan bahwa dengan mem­berikan banyak hal (teks, gambar, animasi, dll.) maka peserta didik akan mendapatkan lebih ba­nyak lagi metode dalam proses pembelajaran.

Kembali lagi pada topik terkemuka, sebelum kita mencari jawaban atas pertanyaan di atas hen­daknya kita memahami level-level pada multimedia yang sudah umum dalam dunia kita. Secara keselu­ruhan, multimedia terdiri dari tiga level yang cukup signifikan yaitu:

a. Level teknis

yaitu multimedia berkaitan dengan alat-alat teknis; alat-alat ini dapat diartikan se­bagai wahana yang meliputi tanda-tanda (signs).

b. Level semiotik

yaitu representasi hasil multime­dia seperti teks, gambar, grafik, tabel, d1l.

c. Level sensorik

yaitu yang berkaitan dengan sa­luran sensorik yang berfungsi untuk menerima tanda (signs).

baca juga: