Suaka Dan Pencari Suaka

Suaka Dan Pencari Suaka

Suaka Dan Pencari Suaka

Suaka Dan Pencari Suaka
Suaka Dan Pencari Suaka

 

Pengertian Suaka Dan Pencari Suaka. Indonesia merupakan

salah satu negara yang harus berhadapan dengan permasalahan orang asing seperti banyaknya pencari suaka yang singgah dan bahkan tinggal di Indonesia. Dengan konsekuensi letak geografis yang strategis, Indonesia merupakan tempat persinggahan favorit bagi gelombang pencari suaka ke negara tujuan yaitu Australia.
Suaka adalah bentuk perlindungan dari dipulangkannya seseorang ke suatu Negara yang ditakuti, yang memungkinkan pengungsi dapat memenuhi syarat untuk menetap disuatu Negara yang pada akhirnya dapat menjadi penduduk tetap yang sah. Kadangkala Seorang pencari suaka adalah seseorang yang menyebut dirinya sebagai pengungsi.

Menurut Kamus Besar

Bahasa Indonesia Suaka berarti   tempat mengungsi (berlindung), menumpang atau menumpang hidup dengan meminta kepada Negara lain.
Pencari suaka adalah orang yang telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan perlindungan namun permohonannya sedang dalam proses penentuan. Apabila permohonan seorang pencari suaka itu diterima, maka ia akan disebut sebagai pengungsi, dan ini memberinya hak serta kewajiban sesuai dengan undang-undang negara yang menerimanya.

Penentuan praktis apakah seseorang disebut pengungsi atau tidak

diberikan oleh badan khusus pemerintah di negara yang ia singgahi atau badan PBB untuk pengungsi (UNHCR). Prosentase permohonan suaka yang diterima sangat beragam dari satu negara ke negara lain, bahkan untuk satu negara yang sama. Setelah menunggu proses selama bertahun-tahun, para pencari suaka yang mendapatkan jawaban negatif tidak dapat dipulangkan ke negara asalnya, yang membuat mereka terlantar. Para pencari suaka yang tidak meninggalkan negara yang disinggahinya biasanya dianggap sebagai imigran tanpa dokumen. Pencari suaka, terutama mereka yang permohonannya tidak diterima, semakin banyak yang ditampung di rumah detensi.

Sangat tidak memungkinkan bagi pencari suaka untuk meninggalkan negeri

asal mereka tanpa membawa dokumen yang memadai dan visa. Maka, banyak pencari suaka terpaksa memilih perjalanan yang mahal dan berbahaya untuk memasuki negara-negara secara tidak wajar di mana mereka dapat memperoleh status pengungsi.

Seputar Pengertian Geografi

Seputar Pengertian Geografi

Seputar Pengertian Geografi

Seputar Pengertian Geografi
Seputar Pengertian Geografi

 

Seputar Pengertian Geografi. “Geografi” berasal dari bahasa Yunani

asal kata ”geo” berarti ”bumi” dan ”graphein” yang berarti ”lukisan” atau ”tulisan. Menurut Eratosthenes, ”geographika” berarti ”tulisan tentang bumi” (Sumaatmadja, 1988: 31). Pengertian ”bumi” dalam geografi tersebut, tidak hanya berkenaan dengan fisik alamiah bumi saja, melainkan juga meliputi segala gejala dan prosesnya, baik itu gejala dan proses alamnya, maupun gejala dan proses kehidupannya. Oleh karena itu dalam hal gejala dan proses kehidupan, di dalamnya termasuk kehidupan tumbuh-tumbuhan, binatang, dan manusia sebagai penghuni bumi tersebut.

Menurut Richoffen (Hartshorne, 1960: 173) bahwa

 “Geography is the study of the eart surface according to its differences, or the study of different areas of the earth surface…, in term of total characteristics”. Bagi Richoffen bahwa bidang kajian geografi tidak hanya mengumpulkan bahan-bahan yang kemudian disusun secara sistematik, tetapi harus dilakukan penghubungan bahan-bahan tersebut untuk dikaji sebab akibatnya dari fenomena-fenomena dipermukaan bumi yang memberikan sifat individualitas sesuatu wilayah. Sebab ruang lingkup geografi tidak sekedar fisik, melainkan juga termasuk gejala manusia dan lingkungan lainnya. Begitu juga menurut Vidal de la Blache (1845-1919) dari Prancis yang dikenal sebagai “Bapak Geografi Sosial Modern”, mengemukakan bahwa “geography is the science of places, concerned with qualities and potentialities of contries”(Hartshorne, 1960: 13). Kemudian Karl Ritter misalnya menyatakan bahwa “geography to study the earth as the dwelling-place of man”. Dalam pengertian “the dwelling-place of man” tersebut bahwa bumi tidak hanya terbatas kepada bagian permukaan bumi yang dihuni manusia saja, melainkan juga wilayah-wilayah yang tidak dihuni manusia sejauh wilayah itu penting artinya bagi kehidupan manusia.

Berikut adalah Pengertian Geografi Menurut beberapa Ahli adalah :

  1. Menurut Claudius Ptolomaeus Geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi
  2. Menurut Ullman (1954) Geografi adalah interaksi antar ruang.
  3. Menurut Strabo (1970) Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakterisitik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan. Pendapat ini kemudian disebut konsep Natural Atrribut of Place
  4. Menurut Ekblaw dan Mulkerne Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi, dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni, dan tempat rekreasi yang kita nikmati

Menurut Paul Vidal de La Blance Geografi adalah studi tentang kualitas negara-negara, di mana penentuan suatu kehidupan tergantung bagaimana manusia mengelola alam ini

 

 

Menurut Prof. Bintarto (1981) Geografi mempelajari

hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.

  • Menurut Hasil seminar dan lokakarya di Semarang (1988) Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan, dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan, dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
  • Menurut Von Rithoffen Geografi adalah studi tentang gejala, dan sifat-sifat permukaan bumi serta penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya, dan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antara gejala-gejala, dan sifat tersebut.
  • Menurut Haris (2012) Geografi adalah suatu ilmu yang mengkaji segala aspek-aspek yang ada di permukaan bumi dengan konsep spasial untuk pemanfaatan pembangunan yang ada dipermukaan bumi.
  • Menurut Bernhardus Varenius, Dalam karyanya yang berjudul GEOGRAPHIA GENERALIS, dia membagi geografi menjadi, Geografi absolute, Geografi relative dan Geografi komparatif

Secara sederhana dapat dikemukakan bahwa cakupan dan peranan geografi

terbagi menjadi empat hal, seperti yang dikemukakan dari hasil penelitian UNESCO (1965: 12-35), maupun Lounsbury (1975: 1-6), sebagai berikut:
  1. Geografi sebagai suatu sintesis. Artinya pembahasan geografi itu pada hakikatnya dapat menjawab substansi pertanyaan-pertanyaan tentang; “what, where, when, why, dan how”. Proses studi semacam itu pada hakikatnya adalah suatu sintesis, karena yang menjadi pokok penelaahan mencakup: apanya yang akan ditelaah, di mana adanya, mengapa demikian, bilamana terjadinya, serta bagaimana melaksanakannya ?
  2. Geografi sebagai suatu penelaahan gejala dan relasi keruangan. Dalam hal ini geografi berperan sebagai pisau analisis terhadap fenomena-fenomena baik alamiah maupun insaniah. Selain itu dalam geografi juga berperan sebagai suatu kajian yang menelaah tentang relasi, interaksi, bahkan interdependisinya satu aspek tertentu dengan lainnya .
  3. Geografi sebagai disiplin tataguna lahan. Di sini titik beratnya pada aspek pemanfaatan atau pendayagunaan ruang geografi yang harus makin ditingkatkan. Sebab, pertumbuhan penduduk yang begitu pesat dewasa ini, menuntut peningkatan sarana yang menunjangnya baik menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. Perluasan sarana tersebut, seperti tempat pemukiman, jalan raya, bangunan publik, tempat rekreasi, dan sebagainya, semuanya membutuhkan perencanaan yang lebih cermat dan matang.
  4. Geografi sebagai bidang ilmu penelitian. Hal ini dimaksudkan agar dua hal bisa tercapai, yaitu: Pertama; meningkatkan pelaksanaan penelitian ilmiah demi disiplin geogafi itu sendiri yang dinamis sesuai dengan kebutuhan pengembangan ilmu yang makin pesat. Oleh karena itu dalam tataran ini perlu dikembangkan lebih jauh tentang struktur ilmu (menyangkut fakta, konsep, generalisasi, dan teori) dari ilmu yang bersangkutan. Kedua, meningkatkan penelitian  praktis  untuk  kepentingan  kehidupan  dalam  meningkatkan kesejahteraan umat manusia umumnya (Sumaatmadja, 1988: 41).

Sumber : http://umpnuac.com/tips-menggali-bakat-anak-di-usia-dini/

Pembiayaan BPJS Bagi Pasien Belum Maksimal

Pembiayaan BPJS Bagi Pasien Belum MaksimalPembiayaan BPJS Bagi Pasien Belum Maksimal

Pembiayaan BPJS Bagi Pasien Belum Maksimal

Pembiayaan BPJS Bagi Pasien Belum MaksimalPembiayaan BPJS Bagi Pasien Belum Maksimal
Pembiayaan BPJS Bagi Pasien Belum Maksimal

BANDUNG- Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin

Bandung (RSHS), dr. Rudi Kurniadi Kadarsah, Sp.An., MM., M.Kes. menilai bahwa pembiayaan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, hingga saat ini belum maksimal, meski program ini telah dilaksanakan sejak 1 Januari 2014 lalu.

Menurut Rudi, sebelum BPJS Kesehatan diberlakukan, pengobatan

untuk pasien kanker dapat terfasilitasi melalui sistem yang berlaku sebelumnya, namun setelah sistem diganti dengan BPJS Kesehatan, pengobatan tidak sepenuhnya terfasilitasi.
“Dulu saat dikelola PT Askes, pasien yang melakukan kemoterapi dalam terfasilitasi hingga belasan juta, sekarang pasien baru dapat terfasilitasi sekitar 3 juta saja,” ucapnya.

Rudi mengatakan, dengan diberlakukannya BPJS Kesehatan, masyarakat

yang akan berobat ke rumah sakit umum pemerintah dengan kartu BPJS harus mendapat rujukan dari dokter, klinik/puskesmas atau rumah sakit umum daerah.

“Hal ini yang masih belum dipahami oleh masyarakat, tak jarang pihaknya yang dimarahi pasien karena dipandang tidak becus memberikan layanan kesehatan,” ujar Rudi, dalam diskusi “Unpad Merespons: Diskusi Pandangan Unpad terhadap BPJS” di Ruang Executive Lounge Gedung Rektorat Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Selasa (28/01).
Padahal menurut Rudi, RSHS sebagai Unit Pelaksana Teknis BPJS, RSHS yang dikategorikan sebagai rumah sakit tersier (subspesialis), kita harus melayani masyarakat yang membutuhkan pengobatan umum.

“Banyak masyarakat belum tahu, ketika sudah datang ke rumah sakit tersier harus mendapatkan rujukan. Hal ini tentu memberatkan bagi pasien,” katanya.

 

Baca Juga :

Pemprov. Jabar Ungkap Rencana Pembangunan Monorel

Pemprov. Jabar Ungkap Rencana Pembangunan Monorel

Pemprov. Jabar Ungkap Rencana Pembangunan Monorel

Pemprov. Jabar Ungkap Rencana Pembangunan Monorel
Pemprov. Jabar Ungkap Rencana Pembangunan Monorel

BANDUNG. Pemprov. Jabar mengungkapkan rencana pembangunan monorel di wilayah Metropolitan

Bandung. Penjelasan tersebut diungkapkan Kadishub Jabar, Deddy Taufik dalam keterangannya kepada wartawan (6/2). Deddy, atas rencana tersebut memaparkan, dari sisi wilayah yang menjadi sasaran pembangunan monorel adalah area Bandung Raya. Adapun jalur monorel yang disiapkan adalah untuk koridor Tanjungsari-Leuwipanjang.

Dengan terbangunnya jalur monorel tersebut, setidaknya dapat mengatasi kepadatan lalu lintas khususnya di sekitar Jalan Soekarno-Hatta. Berkenaan dengan rencana tersebut, Pemerintah Daerah berkewajiban untuk membebaskan lahan.

Sehubungan dengan rencana tersebut, beberapa minggu yang lalu telah diselenggarakan

pertemuan dengan beberapa daerah antara lain : Pemkab Sumedang, Pemkab KBB, Pemkab Bandung, Pemkot Bandung dan Pemkot Cimahi . Dari pertemuan tersebut seluruh daerah tersebut mendukung terealisasinya pembangunan monorel di area wilayah Metropolitan Bandung, termasuk diantaranya upaya pembebasan lahan.

Sementara itu, berapa luas lahan yang akan dibebaskan kini dalam tahapan perhitungan.

Namun, untuk dana yang dibutuhkan pembangunan monorel jalur Tanjungsari-Leuwipanjang mencapai Rp.5 trilyun sehingga untuk aspek pendanaannya akan didanai oleh investor.

Demikian juga untuk Pembuatan FS, juga akan dilaksanakan oleh pihak swasta. Tentang target selesainya pembangunan monorel tersebut, mengingat ditahun 2018 harus terbangun sistem transportasi terpadu secara nasional dari Jakarta-Bandung-Cirebon-Surabaya, maka monorel yang dibangun di wilayah Metropolitan Bandung juga harus sinegis dengan rencana sistem transportasi terpadu nasional.

Sejalan dengan rencana pembangunan monorel, FS untuk pembangunan kereta api listrik dari Padalarang-Cicalengka juga siap dibuat. FS ini dibuat oleh pihak swasta yang didatangkan dari Negara Perancis.

Harapannya, dengan pembuatan sistem transportasi terpadu diantaranya monorel dapat terbangun sarana transportasi yang menjamin kondisi aman, nyaman dan selamat kepada masyarakat. Sehubungan dengam harapan tersebut,ujar Deddy  stasiun terpadu juga diwujudkan. (Nur)

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/18981/apa-itu-fabel

 

Wabub dr.Cellica, Kritik dan Keluhan Masyarakat Harus Dijawab

Wabub dr.Cellica, Kritik dan Keluhan Masyarakat Harus Dijawab

Wabub dr.Cellica, Kritik dan Keluhan Masyarakat Harus Dijawab

Wabub dr.Cellica, Kritik dan Keluhan Masyarakat Harus Dijawab
Wabub dr.Cellica, Kritik dan Keluhan Masyarakat Harus Dijawab

KARAWANG-Badko Guru yang terdiri dari guru PGQ-TKQ-TPQ DAN TQA se-Jabar

mengadakan silahturahim akbar yang berlokasi di Islamic Centre Kab Karawang Sabtu (8/2). Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati dr.Cellica hadir sebagai perwakilan Pemerintahan didampingi Kabag Kesra Setda Kab Karawang Drs Ade Machmud.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Karawang dr.Cellica mengatakan, bahwa menurutnya penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan sangat diperlukan.

Dengan pengelolaan pendidikan, menghasilkan kemampuan untuk

mewujudkan pertumbuhan, perubahan, pembaharuan dan kelangsungannya secara simultan serta terus menerus, jelasnya.

Menurut Wabub Cellica, para pengelola pendidikan harus menyikapi kritik-kritik dan keluhan-keluhan masyarakat terhadap mutu pendidikan. Harus dijawab dan diantisipasi, terutama oleh para penanggung jawab, penyelenggara dan pengelola pendidikan”, tuturnya

Keberadaan para pelaku pendidikan, khususnya para penanggungjawab

dan para guru, dituntut untuk lebih mampu mengembangkan keberdayaannya, di samping yang paling penting adalah memiliki kompetensi dan kapabilitas serta akuntabilitas yang tinggi” demikian Wabub Cellica.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/18986/klasifikasi-tumbuhan-paku

Dari Musik Melayu ke Dangdut

Dari Musik Melayu ke Dangdut

Dari Musik Melayu ke Dangdut

Dari Musik Melayu ke Dangdut
Dari Musik Melayu ke Dangdut

Orkes Melayu yang asli menggunakan alat musik seperti gitar

rebana, akordeon, gambus dan seruling. Pada tahun 1950-an dan 1960-an banyak berkembang orkes-orkes Melayu di Jakarta yang memainkan lagu-lagu Melayu. Pada masa ini mulai masuk unsur India dalam musik Melayu.

 

Gaya bermusik masa ini masih terus bertahan hingga 1970-an, dimana pada saat itu terjadi

perubahan besar di kancah musik Melayu yang dimotori oleh Soneta Grup pimpinan Rhoma Irama.

 

Dangdut modern

berkembang pada awal tahun 1970-an, memasukkan alat-alat musik modern Barat seperti gitar listrik, organ elektrik, perkusi, terompet dan lain-lain untuk meningkatkan variasi dan sebagai lahan kreativitas pemusik-pemusiknya. Pengaruh rock sangat kental terasa pada musik dangdut.

Baca Juga :

Faktor-Faktor Penghambat Perubahan

Faktor-Faktor Penghambat Perubahan

Faktor-Faktor Penghambat Perubahan

Faktor-Faktor Penghambat Perubahan
Faktor-Faktor Penghambat Perubahan

Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain

Kehidupan terasing menyebabkan suatu masyarakat tidak mengetahui perkembangan-perkembangan yang telah terjadi.

b . Terlambatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Kondisi ini dapat dikarenakan kehidupan masyarakat yang terasing dan tertutup, contohnya masyarakat pedalaman. Tapi mungkin juga karena masyarakat itu lama berada di bawah pengaruh masyarakat lain (terjajah).

c . Sikap Masyarakat yang Masih Sangat Tradisional

Sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau dapat membuat terlena dan sulit menerima kemajuan dan perubahan zaman. Lebih parah lagi jika masyarakat yang bersangkutan didominasi oleh golongan konservatif (kolot).

d . Rasa Takut Terjadinya Kegoyahan pada Integritas Kebudayaan

Integrasi kebudayaan seringkali berjalan tidak sempurna, kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada.

e . Adanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam dengan Kuat ( Vested Interest Interest)

Organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan strata akan menghambat terjadinya perubahan. Golongan masyarakat yang mempunyai kedudukan lebih tinggi tentunya akan mempertahankan statusnya tersebut. Kondisi inilah yang menyebabkan terhambatnya proses perubahan.

f . Adanya Sikap Tertutup dan Prasangka Terhadap Hal Baru (Asing)

Sikap yang demikian banyak dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain, misalnya oleh bangsa Barat. Mereka mencurigai semua hal yang berasal dari Barat karena belum bisa melupakan pengalaman pahit selama masa penjajahan, sehingga mereka cenderung menutup diri dari pengaruh-pengaruh asing.

Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis

Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah, biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut.

 

Adat atau Kebiasaan yang Telah Mengakar

Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Adakalanya adat dan kebiasaan begitu kuatnya sehingga sulit untuk diubah. Hal ini merupakan bentuk halangan terhadap perkembangan dan perubahan kebudayaan.

Nilai Bahwa Hidup ini pada Hakikatnya

Buruk dan Tidak Mungkin Diperbaiki Pandangan tersebut adalah pandangan pesimistis. Masyarakat cenderung menerima kehidupan apa adanya dengan dalih suatu kehidupan telah diatur oleh Yang Mahakuasa.

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11145-pengertian-pendidikan-menurut-para-ahli

Unsur-unsur dari Kebudayaan

Unsur-unsur dari Kebudayaan

Unsur-unsur dari Kebudayaan

Unsur-unsur dari Kebudayaan
Unsur-unsur dari KebudayaaUnsur-unsur dari Kebudayaann

Setelah memahami berbagai aneka macam sumber-sumber

yang banyak tersedia saat ini, saya dapat menyimpulkan beberapa unsur- unsur kebudayaan menurut pendapat saya sendiri yaitu sebagai berikut :

a.) Sistem Religi

Sistem kepercayaan atau religi sangatlah diperlukan di dalam kehidupan kita sehari-hari, karena dengan memiliki itu kita dapat membangun rasa cinta kita terhadap sang pencipta dan dapat menciptakan kerukunan hidup beragama di lingkungan umum, serta menciptakan rasa damai bagi para penganutnya. Apabila sistem kepercayaan ini tidak ada di masyarakat maka hancurlah sudah semua penjuru dunia bahkan perang dengan berbagai negara.

b.) Sistem Pengetahuan

Berfungsi untuk memberikan ilmu dan pengetahuan pada masyarakat. Pengetahuan dan ilmu dapat diperoleh dari pemikiran sendiri maupun dari pemikiran orang lain.

c.)Sistem Peralatan Hidup

Maksudnya adalah di dalam berkehidupan sehari-hari kita, peralatan dan perlengkapan sangatlah di perlukan sekali. Untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan sehari-hari seperti gayung untuk keperluan mandi, baju untuk menutupi tubuh, piring-gelas untuk makan-minum dan lain sebagainya.

d.) Sistem Mata pencaharian dan Sistem Ekonomi

Mata pencaharian merupakan salah satu kegiatan pekrjaan yang paling utama bagi setiap individu, karena dengan kegiatan tersebut individu tadi dapat menopang ekonomi kehidupan keluarga sehari-hari. Dan sebagai cara pengembangan sistem ekonomi dari setiap hasil pencaharian tersebut.

 

Sistem Kemasyarakatan

Dalam berkehidupan sehari-hari dibutuhkan komunikasi dan kerja sama dengan orang lain, untuk menciptakan kinerja yang lebih baik.

 

 Sistem Bahasa

Bahasa diperlukan dalam menjalankan komunikasi, dengan bahasa kita dapat mengetahui perilaku orang tersebut seperti apa, serta bahasa menggambarkan kehidupan individu.

 

Sistem Bahasa

Bahasa diperlukan dalam menjalankan komunikasi, dengan bahasa kita dapat mengetahui perilaku orang tersebut seperti apa, serta bahasa menggambarkan kehidupan individu.

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11144-pengertian-akuntansi-menurut-para-ahli

BPJS Kesehatan Masih Bermasalah

BPJS Kesehatan Masih Bermasalah

BPJS Kesehatan Masih Bermasalah

BPJS Kesehatan Masih Bermasalah
BPJS Kesehatan Masih Bermasalah

BANDUNG-Meski sudah diberlakukan sejak tahun lalu

, namun program BPJS Kesehatan hingga kini masih menyisakan berbagai persoalan. Demikian dikemukakan Ketua Komisi D DPRD kota Bandung, Ahmad Nugraha.

Menurut Ahmad, permasalahan yang ditemukan dilapangan dan laporan masyarakat, hingga saat ini masih ada tagihan kepada pasien, padahal program ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu.

“Kita masih menemukan repotnya mendapatkan rujukan,

sampai masih adanya tagihan diluar ketentuan yang ada di program ini, padahal, program ini pada awalnya dibuat untuk membantu masyarakat, terutama warga tidak mampu,” tuturnya.

Ahmad mengakui, berbagai permasalahan seperti yang dilaporkan masyarakat terkait pelayanan BPJS Kesehatan sudah diprediksi sebelumnya.
“Adanya permasalahan tersebut, sehingga kota Bandung mengambil langkah antisipasi, satu diantaranya, dengan tetap mengalokasikan dana penyangga sebesar 10 miliar di Dinas Kesehatan,” ucapnya.

Selain itu menurut Ahmad, masalah yang berkaitan dengan administrasi

seperti surat keterangan tidak mampu, tidak serta merta dihilangkan meski ada program tersebut.

“Dengan begitu, segala persoalan kesehatan terutama yang berkaitan dengan warga miskin, tidak menjadi kendala,” katanya.

 

Baca Juga :

ARC: 1 Dari 600 Anak Bisa Idap Kanker

ARC 1 Dari 600 Anak Bisa Idap Kanker

ARC: 1 Dari 600 Anak Bisa Idap Kanker

ARC 1 Dari 600 Anak Bisa Idap Kanker
ARC 1 Dari 600 Anak Bisa Idap Kanker

BANDUNG–International Agency For Research On Cancer (IARC)

mengungkapkan hasil penelitian bahwa 1 dari 600 anak bisa mengindap kanker sebelum usianya mencapai 16 tahun. Hal itu diungkapkan pengurus Yayasan Kasih Anak Kanker Bandung (YKAKB) Maria Dwi Akuarina atau akrab disapa Ina, dalam sebuah acara di Bandung (13/2).

“Dan memang banyak sekali anak-anak dibawah 16 tahun yang sudah mengidap kanker dengan berbagai jenis, termasuk anak Saya usia 6 tahun yang menderita leukimia atau kanker darah sejak 2 tahun lalu” ujarnya.

Menurut Ina, keluarga dari pasien pasti membutuhkan suport materi

dan spirit untuk menhadapi itu, karena pengobatan kanker bisa lama dan membutuhkan biaya tinggi.

“Oleh karena itu, Saya berinisiatif mendirikan Yayasan ini yang merupakan afiliasi dari Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia. Saya dirikan yayasan ini di Bandung sejak 2012 sejak anak Saya divonis menderita kanker darah” ujar Ina.

Tujuannya menurut Ina adalah untuk saling berbagi dengan keluarga

lain yang mengalami hal yang sama, dan juga menyediakan rumah singgah untuk pasien yang dari luar kota. Selama ini menurut Ina pasien yang tinggal di rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Bandung berasal dari seputar Jawa Barat, tetapi ada juga yang berasal dari Sumatera. (Pun)

 

Sumber :

https://about.me/aris.kurniawan